Pedoman Pengisian Tabel Rombongan Belajar di Dapodik Versi 2016


Pedoman Pengisian Tabel Rombongan Belajar di Dapodik.


Pedoman Pengisian Tabel Rombongan Belajar di Dapodik. Sobat operator Tabulasi Menu Rombongan Belajar di Aplikasi Dapodik memilik peran yang sangat penting. Data ini harus anda isi dengan benar sebab berpengaruh besar terhadap hitungan Jumlah Jam Mengajar dari PTK.

Seperti yang anda ketahui, jika Jumlah Jam Mengajar hingga saat ini menjadi acuan utama dari pencairan dan setifikasi guru. Jumlah minimal jam yang harus dimiliki adalah 24 jam, linier dengan sertifikat pendidik yang dimiliki. Maka dari itu, 1 jam pelajaran pun itu berpengaruh.

Setiap Rombongan belajar di masing-masing tingkat satuan pendidikan berbeda. Untuk itu anda perlu mempelajari terlebih dahulu aturannya. Rombel yang diakui adalah yang memenuhi batas minimal jumlah siswa yang ditentukan. Jika kurang atau melebihi batas maksimal jumlah siswa per rombel maka saat validasi akan keluar Warning.

Agar tidak keliru saat input data Rombel anda harus tahu aturannya dahulu sesuai pedoman yang berlaku. Pedoman Pengisian Tabel Rombongan Belajar di Dapodik Versi 2016 ini untuk membantu para Operator Sekolah dalam mengisi sejumlah data dalam Rombel. Hal ini penting supaya tidak ada kekeliruan dalam menerapkan pembelajaran.

Banyak kasus terjadi, kesalahan dalam pengisian Rombel berakibat tidak munculnya mata pelajaran sehingga OPS tidak bisa mengisi data pembelajaran sebuah sekolah.

Berikut ini Pedoman Pengisian Tabel Rombongan Belajar di Dapodik Versi 2016

1. Tabel Tingkat Pendidikan diisi dengan memilih tingkat pendidikan. Untuk SD, SDLB atau yang sederajat silahkan pilih kelas 1 sampai 6,sedangkan jenjang SMP,SMPLB atau yang sederajat silahkan pilih kelas 7 sampai 9, sementara untuk  SLB pilih kelas 1 sampai 9, dan terakhir bagi jenjang pendidikan SMA, SMK, SMLB atau sederajat pilih kelas 10 sampai 13.

2. Tabel Jenis Rombel diisi dengan memilih jenis rombongan belajar yang sesuai dengan kurikulum.

3. Tabel Jurusan Satuan Pendidikan diisi dengan memilih jurusan untuk rombongan belajar  tertenu. Ini Khusus diperuntukkan bagi jenjang pendidikan SMA/SMK.

4. Tabel Kurikulum diisi dengan memilih kurikulum yang diterapkan pada rombel tersebut

5. Tabel Nama Rombel diisi dengan memilih i nama rombel Misalnya Kelas 1, Kelas 2A, Kelas VII A, Kelas XI IPA 1, dan seterusnya

6. Tabel Wali/Guru Kelas diisi dengan memilih PTK yang ditugaskan untuk menjadi wali kelas pada rombel yang telah ditentukan. Kolom Wali/Guru Kelas hanya akan menampilkan data PTK yang sudah teregistrasi dalam dapodik. Data Penugasan PTK juga harus diisi dan dinyatakan masih aktif mengajar hingga sekarang

7. Tabel Prasarana  diisi dengan memilih prasarana yang dimiliki sekolah, misalanya saja ruang kelas yang menjadi tempat para siswa anggota rombel untuk melakukan Proses belajar mengajar.

8. Tabel Moving Class diisi dengan memilih mobilitas kelas. Moving class maksudnya adalah rombel yang dibut tidak menetap di satu ruang belajar saja, melainkan mereka akan berpindah-pindah sesuai dengan mata pelajaran yang ditentukan. Kelas ini mengharuskan setiap mapel memiliki kelas masing-masing

9. Tabel Melayani Kebutuhan Khusus  diisi dengan memilih pelayanan kebutuhan khusus yang diadakan dalam rombongan belajar. Anda dapat memilih lebih dari satu kebutusan yang diberikan

Catatan Penting! Saat mengisi data Rombongan Belajar anda harus hati-hati. Terutama dibagian Jurusan program keahlian) dan Kurikulum yang digunakan. Mengingat mulai saat ini ada beberapa sekolah yang menerapkan 2 jenis kurikulum secara bersama. Hal ini sangat penting karena akan berpengaruh terhadap nama Mapel yang akan muncul pada setiap rombel. Demikian informasi mengenai Pedoman Pengisian Tabel Rombongan Belajar di Dapodik semoga bisa membantu.

Penyebab Gagal Menyimpan Input Data Peserta Didik di Dapodik Versi 2016




Cara Mengatasi Data Peserta Didik Gagal Disimpan. Sobat operator sekalian dalam Aplikasi Dapodik Versi 2016 ini, khususnya di bagian Tabulasi Menu Peserta Didik terdapat beberapa tambahan kolom data yang harus diisi. Namun, setelah beberapa data diisi banyak operator yang mengalami kejadian data siswa tidak bisa disimpan?

Mengapa terjadi gagal simpan data peserta didik? Apakah ini salah satu Bug Aplikasi ataukah ada kekeliruan dalam melakukan input datanya? Sejumlah pertanyaan itu muncul dalam berbagai forum diskusi operator dapodik. Mereka ingin segera memperoleh solusi agar data siswa yang diinput bisa segera disimpan untuk disinkronisasi.

Perlu anda ketahui, khusus di Menu peserta didik memang terdapat data baru yang wajib diisi. Selama data tersebut belum diisi maka dapat dipastikan proses penyimpanan tidak bisa dilakukan. Data apa saja yang harus diisi? Sebenarnya di dalam dapodik sudah diperlihatkan secara jelas data mana yang wajib dan tidak wajib untuk diisi.

Data yang harus diisi ditandai dengan adanya bintang berwarna merah di dalam kolom. Misalnya Nama siswa, tempat tanggal lahir, nama orang tua, hingga nama wali siswa. Sedangkan data yang tidak wajib diisi tidak ada bintang merah di dalamnya. Misalnya RT, RW, Nomor Registrasi Akta Kelahiran dan lain sebagainya.

Bagi anda yang belum tahu, input data peserta didi secara manual hanya diperuntukkan bagi siswa yang berasal dari MI dan MTs sedangkan bagi siswa yang berasal dari SD dan SMP anda tidak perlu melakukan input data. Sebab bisa anda lakukan dengan menarik siswa secara online. Untuk caranya saya sudah menuliskan lengkap di blog ini.

Kembali lagi mengenai judul artikel ini yaitu tentang Cara Mengatasi Data Peserta Didik Gagal Disimpan, kegagalan dalam melakukan penyimpanan data siswa biasanya terjadi karena operator tidak lengkap dalam mengisi data. Apa saja data tersebut? Simaklah penjelasan ini baik-baik.

1. Pertama data Nama Ibu Kandung. Ibu kandung merupakan salah satu data yang wajib diisi khususnya di bagian nama. Maka dari itu, lihatlah data Nama Ibu Kandung siswa apakah sudah diisi atau belum

2. Perhatikan semua kolom yang ada bintang berwarna merah. Itu tandanya kolom tersebut harus anda isi. Jangan sampai ada satupun kolom tersebut lupa anda isi. Karena hal itu akan mengakibatkan data tidak bisa disimpan.

3. Hilangkan data tahun lahir siswa. dalam kolom tahun lahir wali siswa biasanya secara otomatis akan diisi dengan angka nol (0). Maka jika tidak mengisi data wali, angka tersebut harus anda hapus. Ini merupakan salah satu pembaruan yang ada di Aplikasi Dapodik versi 2016. Dan banyak kasus terjadi penyimpanan data siswa gagal karena angka tersbut tidak dihapus.

Saran saya, ketika anda ingin mengisi data peserta didik siapkan semua dokumen siswa terlebih dahulu agar semua data wajib khususnya bisa semuanya diisi. Sebelumnya sebaiknya anda juga membaca manual aplikasi panduan Aplikasi dapodik agar proses input data sesuai dengan aturan yang berlaku.

Terakhir, cek kembali semua data siswa di dapodik anda. Pastikan semua data wajib terisi dengan benar. Jangan sampai ada data yang salah input sebab anda harus mengubahnya melalui vervalPD. Demikianlah informasi mengenai Cara Mengatasi Data Peserta Didik Gagal Disimpan yang bisa saya berikan kepada anda sekalian. Jika terdapat pertanyaan silahkan tulis pada kolom komentar di bawah ini.

Penyebab Entri Mapel Kosong di Sekolah yang Menerapkan 2 Kurikulum

Mapel Kosong.


Cara Mengatasi Entri Mapel Kosong di Dapodik. Sobat operator, masalah dalam Aplikasi Dapodik Versi 2016 harusnya segera mendapatkan perhatian serius dari operator dapodik pusat. Sebab berbagai Bug Aplikasi menghambat kerja operator sekolah. Di sisi lain, waktu cu off atau batas pengiriman data tinggal sedikit lagi.

Salah satu persoalan serius yang dihadapi operator dapodik adalah entrain Jumlah jam Mengajar yang kosong di dalam Dapodik. Hal ini khususnya terjadi untuk kelas X. padahal jika melihat entri data jam pembelajaran kelas XI dan XII tidak ada masalah. Semua Mapel muncul sesuai dengan aturan dan jenis pelajaran yang berlaku.

Kondisi ini sangat merisaukan para operator dapodik sekolah. Tak jarang mereka terlihat seperti putus asa karena tidak lekas memperoleh jalan keluar untuk mengatasinya. Mengapa sampai demikian? Menurut saya itu sebuah kewajaran, mengingat entrian jam pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap sertifikasi guru.

Sertifikasi untuk guru itu akan bisa cair apabila jumlah jam mengajarnya memenuhi standar yang diperlukan. Selain itu, jenis Mapel yang diajarkan dalam sekolah harus linier dengan sertifikasi mengajr guru tersebut. Apabila entrian jam pembelajaran tidak keluar, maka dapat dipastikan data pembelajaran tidak bisa diinput. Sehingga bisa mengakibatkan sertifikasi guru tidak cair.

Pastinya anda tidak ingin hal ini terjadi bukan? Untuk itu anda perlu menyelesaikan persoalan tersebut secepatnya. Agar bisa segera melakukan entri data pembelajaran. Bagaiman caranya? Simaklah baik-baik informasi tentang Cara Mengatasi Entri Mapel Kosong di Dapodik berikut ini.

Perlu anda ketahui, kosongnya data pembelajaran pada kelas X disebabkan karena sekolah menerapkan 2 jenis kurikulum secara bersamaan yaitu KTSP dan Kurikulum 2013. Biasanya yang terjadi adalah untuk kelas XI, XII menerapkan KTSP sementara kelas X menggunakan kurikulum terbaru yaitu K13.

Lantas, apakah salah menggunakan dua kurikulum secara bersamaa? Kan memang diminta demikian oleh Kemendikbud? Perlu dipahami kesalahan yang terjadi bukan dari sekolah. Sekolah yang menggunakan dua kurikulum karena sudah dianjurkan oleh kemendikbud itu sudah benar dan memang harus demikian.

Lalu bagaimana Cara Mengatasi Entri Mapel Kosong di Dapodik? Bisa tidak hal itu secepatnya diselesaikan supaya data guru bisa diinput? Jawaban saya sangat semua bisa segera diselesaikan asal memahami prosedurnya dengan baik

Persoalan kosongnya data pembelajaran disebabkan dua hal, bisa karena sistem yang belum sempurna atau karena operator salah memilih kurikulum yang digunakan sekolah terkait. Di sini saya akan menjelaskan hal yang kedua, sebab itulah kesalahan yang sering dilakukan.

Nama data Mata pelajaran di dalam Aplikasi dapodik itu dipengaruhi dengan jenis kurikulum yang digunakan. Maka dari itu, jika Mapel kelas X yang menggunakan K13 tidak muncul pastikan bahwa anda telah memilih kurikulum 2013 didata entrian kurikulum.

Khusus bagi SMK, data keahlian kurikulum untuk K13 diisi dengan Program Keahlian bukannya Paket Keahlian. Apakah keduanya berbeda? Sangat berbeda sekali. K13 menggunakan Program keahlian sedangkan KTSP menggunakan Paket keahlian. Keduanya memiliki perbedaan dari segi jenis mata pelajaran yang akan muncul

Misalnya kelas X SMK yang masuk dalam jurusan Akuntansi, maka Kurikulum yang dipilih harus SMK 2013 Keuangan bukan malah memilih SMK 2013 Akuntansi. Sangat berbeda sedikit memang, namun perbedaan itulah yang menyebabkan data pembelajaran anda menjadi kosong.

Maka dari itu, bagi anda yang mengalami data entrian pembelajaran kosong, segera cek kurikulum yang dimasukkan. Sesuaikan dengan aturan yang benar. Itulah informasi mengenai Cara Mengatasi Entri Mapel Kosong di Dapodik yang bisa saya sampaikan.


Pedoman Input Data Peserta Didik di Dapodik Versi 2016


Pedoman Input PD.

Pedoman Input Data Peserta Didik di Dapodik. Sobat Operator, Input Data Peserta didik tidak boleh sembarangan. Haruslah disesuaikan dengan aturan yang berlaku. Sebab data ini termasuk kategori penting yang nanti berhubungan dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP).

Di aplikasi dapodik versi terbaru ini, terdapat banyak perubahan dan pembaruan salah satunya berada di Tabel Peserta didik. Agar Proses Input berlangsug dengan benar, berikut ini kami jelaskan mengenai Pedoman Input Data Peserta Didik di Dapodik


Pengisian Data Peserta Didik


1. Kolom Nama harus diisi dengan nama siswa yang disesuaikan dengan dokumen resmi yang ada (KK, Akta kelahiran/Ijazah sebelumnya. Apabila ada kekeliruan silahkan ubah melalui http://vervalpd.data.kemdikbud.go.id.

2. Kolom Jenis kelamin diisi dengan jenis kelamin siswa (laki-laki/perempuan).

3. Kolom NISN diisi dengan Nomor Induk Siswa Nasional yang benar. Untuk mengetahui data NISN siswa bisa anda cari melalui http://nisn.data.kemdikbud.go.id/page/data. Jika belum punya NISN kosongkan saja, sebab nanti akan otomatis diisi oleh PDSK

4. Kolom NIK atau Nomor KITAS (bagi WNA) diisi dengan Nomor Induk Kependudukan yang tertera pada Kartu Keluarga atau KTP (bila telah memiliki). Saya rasa semua anak memilikinya.

5. Kolom Tempat lahir diisi dengan tempat lahir siswa sesuai dokumen resmi  berupa akta/KK

6. Kolom Tanggal lahir diisi dengan tanggal lahir peserta didik sesuai dokumen resmi berupa Akta dan KK

7. Kolom Nomor Registrasi Akta Lahir diisi dengan dengan nomor Kutipan Akta Kelahiran siswa terkait.

8. Kolom Agama diisi dengan  dengan memilih agama yang dianut siswa.

9. Kolom Kewarganegaraan diisi dengan memilih kewarganegaraan siswa.

10. Kolom Kebutuhan khusus diisi dengan memilih kebutuhan khusus siswa jika memiliki (pilih salah satu)

11. Kolom Alamat jalan diisi dengan alamat tempat tinggal siswa, bisa berupa nama jalan, gang maupun komplek. Lebih lengkap akan lebih baik

12. Kolom RT diisi nomor Rukun Tetangga tempat tinggal siswa.

13. Kolom diisi nomor Rukun Warga  tempat tinggal siswa.

14. Kolom Nama dusun diisi nama dusun tempat tinggal siswa sekarang.

15. Kolom Desa atau Kelurahan diisi nama desa tempat tinggal siswa sekarang.

16. Kolom Kecamatan diisi dengan memilih kecamatan tempat tinggal siswa sekarang. Ketikkan nama kecamatan untuk memfilter referensi kecamatan, lalu akan muncul nama kecamatan dan kabupatennya. Pilih kecamatan yang sesuai.

17. Kolom Kode pos diisi angka kode pos  berdasarkan rumah tempat tinggal siswa berada.

18. Kolom Tempat tinggal diisi dengan memilih kepemilikan siswa sekarang

19. Kolom Moda transportasi diisi dengan memilih jenis transportasi utama yang serring dipakai siswa untuk menuju ke sekolah.

20. Kolom Nomor KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) diisi nomor Kartu Keluarga Sejahtera. Ini hanyala opsional maksudnya jika siswa memiliki. Apabila tidak kosongkan saja.

21. Kolom Penerima KPS (Kartu Perlindungan Sosial) diisi dengan memilih Ya apabila siswa tersebut menerima, Pilih Tidak apabila memang tidak menerima.

22. Kolom Nomor KPS diisi dengan nomor Kartu Perlindungan Sosial yang masih aktif dan berlaku saat ini

23. Kolom Layak Program Indonesia Pintar (PIP) ini adalah  usulan dari pihak sekolah diisi dengan memilih Ya apabila siswa dianggap layak diajukan sebagai PIP. Pilih jawaban Tidak apabila siswa dianggap tidak layak menerima PIP karena mampu

24. Kolom Alasan Layak PIP diisi dengan memilih alasan utama siswa dikatakan layak menerima PIP jawaban tinggal memilih.

25. Kolom Penerima KIP atau Kartu Indonesia Pintar diisi dengan memilih jawaban Ya jika siswa benar-benar mempunyai KIP. Pilih Tidak apabila tak memiliki.

26. Kolom Nomor KIP diisi dengan nomor Kartu Indonesia Pinta milik siswa yang tertera di kartu

27. Kolom Nama tertera di KIP diisi dengan nama lengkap yang tertulis di kartu Indonesia Pintar Siswa.

28. Kolom Alasan Menolak KIP diisi dengan alasan utama siswa yang memiliki KIP. Bisa karena sudah mampu

29. Kolom Bank biarkan saja  sebab ini hanya untuk penerima PIP dan akan diisi oleh pusat

Pengisian Data Ayah Kandung

1. Kolom Nama diisi dengan nama ayah kandung siswa. Penulisannya tanpa gelar apapun


2. Kolom NIK Ayah diisi dengan Nomor Induk Kependudukan Ayah Kandung siswa sesuai KTP/KK


3. Kolom Tahun lahir diisi angka lahir ayah kandung siswa.

4. Kolom Pendidikan diisi dengan memilih jenjang pendidikan terakhir ayah kandung siswa.

5. Kolom Pekerjaan diisi dengan memilih pekerjaan utama ayah kandung siswa. Apabila telah meninggal dunia isi dengan pilihan Meninggal Dunia.

6. Kolom Penghasilan diisi dengan memilih  perkiraan penghasilan ayah kandung siswa per bulan. Apabila sudah meninggal maka kosongkan saja

7. Kolom Berkebutuhan khusus diisi dengan memilih kebutuhan khusus yang disandang oleh siswa jika ada. Kalau tidak maka kosongkan

Pengisian Data Ibu Kandung

1. Kolom Nama diisi dengan nama ibu kandung siswa. Penulisan tanpa gelar apapun


2. Kolom NIK Ibu diisi dengan Nomor Induk Kependudukan Ibu Kandung siswa sesuai dengan data KTP/KK

3. Kolom Tahun lahir diisi angka tahun lahir ibu kandung siswa.

4. Kolom Pendidikan diisi dengan memilih jenjang pendidikan terakhir ibu kandung siswa.

5. Kolom Pekerjaan diisi dengan memilih pekerjaan utama ibu siswa. Jika sudah meniggal isi Meninggal Dunia

6. Kolom Penghasilan diisi dengan memilih perkiraan jumlah penghasilan ibu kandung siswa per bulan. Apabila sudah meninggal kosongkan saja

7. Kolom Berkebutuhan khusus diisi dengan memilih kebutuhan khusus yang disandang ibu siswa. Apabila tidak ada kosongkan saja

Pengisian Data Wali Siswa

1. Kolom Nama diisi  dengan nama wali siswa. Penulisan nama tanpa gelar apapun

2. Kolom NIK Wali diisi dengan Nomor Induk Kependudukan wali siswa sesuai data di KTP/KK

3. Kolom Tahun lahir diisi angka tahun lahir wali siswa.

4. Kolom Pendidikan diisi dengan memilih jenjang pendidikan terakhir wali siswa.

5. Kolom Pekerjaan diisi dengan memilih jenis pekerjaan utama wali siswa.

6. Kolom Penghasilan diisi dengan memilih perkiraan jumlah penghasilan wali siswa per bulannya. Apabila tidak bekerja kosongkan saja

Pengisian Data Kontak

1. Kolom Nomor telepon Rumah diisi dengan nomor telepon rumah siswa bisa milik siswa sendiri, orang tua/wali (jika memiliki)

2. Kolom Nomor HP diisi dengan nomor handpone siswa yang bisa dihubungi baik kepunyaan siswa sendiri, orang tua/wali.

3. Kolom Email diisi dengan alamat email siswa yang bisa dihubungi baik kepunyaan siswa sendiri, orang tua/wali.



Cara Menarik Otomatis Peserta Didik di Dapodik Versi 2016


Cara Menarik Siswa Otomatis di Dapodik
Cara Menarik Siswa Otomatis di Dapodik.

Cara Menarik Siswa Otomatis di Dapodik. Sobat Operator, pembaruan yang ada di Aplikasi Dapodik memang cukup membantu kinerja operator sekolah. Sebab ada beberapa hal yang dulunya harus diinput secara manual dan membutuhkan waktu lama, tetapi sekarang bisa dilakukan dengan online dan hanyak membutuhkan waktu beberapa menit saja.

Salah satunya adalah mengenai input Data peserta Didik. Apa yang baru di sini? Pada Aplikasi Dapodik Versi 2016, siswa yang berasal dari sekolah yang berada di bawah Kementerian Pendidikan seperti SD dan SMP datanya bisa langsung ditarik otomatis.

Apa maksudnya, misalnya ada seorang siswa dari SD yang akan melanjutkan ke SMP, maka operator dapodik SMP tersebut tidak mengiput data secara manual. Ia hanya cukup melakukan penarikan data dari Dapodik siswa SD tersebut. Dengan satu kali Klik, maka data siswa secara lengkap bisa masuk ke Dapodik SMP. dan ini juga berlaku bagi siswa SMP yang melanjutkan studinya di SMA maupun SMK.

Sayangnya hal ini belum bisa dilakukan untuk siswa yang berasal dari sekolah di bawah Kementerian Agama seperti MI dan MTs. Disebabkan aplikasi pendataan siswa yang berbeda maka Menu Penarikan Siswa otomatis tidak bisa dilakukan. Lalu bagaiman jika ada siswa dari MTs yang akan melanjutkan ke SMK? Tenang saja, anda bisa menginputnya secara manual.

Semua pembaruan tentu terdapat kelebihan dan kekurangannya. Dari segi kelebihan penarikan Siswa secara otomatis akan memudahkan operator Dapodik. Cukup dengan menemukan data siswa yang dimaksud maka dalam seketika datanya akan masuk ke dapodik sekolah barunya.

Dari segi kekurangan, pada awalnya penarikan siswa baru bisa dilakukan ketika sekolah asal siswa meluluskan mereka terlebih dahulu. Namun kini masalah tersebut sudah bisa di atasi. Tanpa menunggu diluluskan, siswa bisa langsung ditarik.

Selain itu, dalam praktiknya adapula Operator Dapodik yang “nakal” dengan menarik siswa seenaknya agar jumlah siswa di Dapodik banyak. Tentu ini harus segera ditindaklanjuti agar tidak merugikan siswa dan sekolah lain yang memang menjadi tempat tempat bersekolah siswa tersebut.

Terlepas dari Kelebihan dan kekurangan tersebut, sudah tahukah anda Cara Menarik Otomatis Peserta Didik di Dapodik? Jika belum tahu perhatikan langkah-lagkah berikut ini dengan baik.

1. Pertama masuklah ke website Dapodikdasmen yang beralamat di dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id

2. Silahkan login dahulu, menu Login berada di bagian atas sebelah kanan website

3. Pilih jenis Login sebagai Operator Sekolah, akrena posisi anda adalah seorang operator Dapodik

4. Website Dapodikdasmen terintegrasi dengan Aplikasi Dapodik anda, maka untuk login di website ini username dan password sama dengan yang anda gunakan di dapodik.

5. Setelah berhasil Login, Klik Tombol Tarik Peserta Didik yang berada di sebelah Kiri

6. Kemudian anda harus mengisi data lengkap sekolah di mana siswa tersebut berada. Data yang harus anda isi meliputi, Jenjang Sekolah, Provinsi, Kaupaten/Kota, kecamatan di mana sekolah berada. Semua harus diisi dengan lengkap tanpa terkecuali.

7. Setelah sekolah ditemukan, cari data siswa tersbut. Untuk mencarinya, bisa menggunakan 3 cara yaitu dengan mengisi data NISN, Nama Siswa tersebut atau Nama Ibu kandung siswa. Anda bisa memilih salah satunya.

8. Apabila data siswa yang anda tuju sudah ditemukan, maka carilah panah yang berada di sebelah kanan dan sejajar dengan data siswa. Klik panah tersebut untuk memindahkan siswa ke Dapodik sekolah tujuan.

9. Terakhir Klik Konfirmasi

Itulah informasi mengenai Cara Menarik Otomatis Peserta Didik di Dapodik yang bisa saya sampaikan semoga dapat bermanfaat.

Cara Mengatasi Gagal Login di Aplikasi Dapodik

Cara Mengatasi Gagal Login di Aplikasi Dapodik. Sobat Operator Dapodik yang berbahagia, semenjak pertama kali rilis Aplikasi Dapodik Versi 2016 banyak dari para operator yang mengeluhkan mengenai pengoperasian aplikasi. Hal ini disebabkan terdapatnya berbagai Bug Aplikasi. Semoga saja hal ini segera dibenahi.

Diakui atau tidak, Bug Aplikasi di Dapodik memang sangat mengganggu kerja operator. Pekerjaan yang harusnya bisa diselesaikan sesegera mungkin harus terhalanga dengan sistem yang tidak mendukung. Terkadang bahkan harus mengulangi proses input data kembali. Sungguh suatu yang sangat menyita waktu.

Cara Mengatasi Gagal Login di Aplikasi Dapodik
Cara Mengatasi Gagal Login di Aplikasi Dapodik

Nah, pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan mengulas mengenai salah satu kendala yang banyak dialami operator saat ingin mengoperasikan dapodik. Apa persoalan itu? Yang saya maksud adalah gagal login Dapodik.

Apa yang dimaksud dengan gagal login dapodik itu? Gagal login maksudnya anda tidak bisa masuk ke Aplikasi Dapodik. Padahal userme dan password yang dimasukkan sudah sesuai dan benar. Tentu ini sangatlah mengganggu, sebab tanpa login anda tak akan bisa mengerjakan input data dapodik.

Di sisi lain, meskipun sudah melakukan reset data dapodik dan dinyatakan berhasil. Sudah bisa juga masuk ke manajemen dapodik, sukses mengunduh data prefil hingga masuk ke website laporan BOS namun tetap saja tidak bisa Login ke dapodik. Padahal semua itu terintegrasi menjadi satu dalam SSO Dapodik.

Lalu mengapa hal itu bisa terjadi? Bagaimana solusi untuk mengatasinya? Untuk menjawab pertanyaan anda tersebut, silahkan baca baik-baik Cara Mengatasi Gagal Login di Aplikasi Dapodik berikut ini.

Perlu anda pahami terlebih dahulu bahwa, kasus gagal login dapodik biasanya dikarenakan terdapat dua pengguna yang memiliki email sama. Sedangkan password yang digunakan berbeda. Kedua pengguna ini pun berstatus aktif di dalam dapodik.

Mengapa ada dua pengguna dengan email yang sama? Ini bisa terjadi lantaran dahulu anda pernah melakukan registrasi dapodik berulang kali dengan menggunakan email sama namun password yang anda masukkan berbeda.

Sementara itu, di dalam database Aplikasi Dapodik Cuma dibatasi dengan satu pengguna uni. Maksudnya hanya satu username dan password. Kemungkinan besar, kegagalan saat reset ulang dapodik disebabkan karena masalah duplikasi email yang digunakan.

Lantas Bagaimana Solusi untuk mengatasinya? Berikut ini langkah-langkahnya:

1. Non Aktifkan Pengguna

Solusi Pertama adalah anda harus menonaktifan pengguna dapodik terlebih dahulu. Hal ini yang bisa melakukan adalah operator dinas kabupaten/kota setempat. Maka segeralah hubungi petugasnya. Sisakan satu pengguna aktif dalam dapodik sekolah anda

2. Menambah Pengguna baru

Solusi Kedua yang bisa anda lakukan adalah dengan menambah data pengguna baru di dapodik. Ingat email yang anda gunakan haruslah baru dan tidak pernah digunakan sebelumnya baik oleh anda maupun melalui Operator Dinas Kabupaten Kota Setempat. 

Setelah berhasil menambahkan data pengguna baru silahkan anda login ke dapodik menggunakan email baru tersebut.

3. Ingat Semua Password 

Solusi terakhir yang bisa anda lakukan adalah mengingat-ingat semua password yang pernah anda gunakan sebelumnya untuk melakukan registrasi di aplikasi dapodik. Siapa tahu ada salah satu password yang cocok. Jika sudah ketemu catat baik-baik password tersebut supaya tidak lupa kembali.

Saran saya untuk para operator dapodik, janganlah sering-sering mengganti data username dan password dapodik. Sebab, jika anda sewaktu-waktu lupa maka kerugian ada di anda sendiri. Kalau ingin mengganti password lakukanlah dengan benar dan catat baik-baik email dan passwordnya. Itulah informasi mengenai Cara Mengatasi Gagal Login di Aplikasi Dapodik yang bisa saya bagikan kepada anda.


Hal-hal yang Wajib Diperhatikan di Aplikasi Dapodik Versi 2016


Dapodik Versi 2016.

Sobat Operator sekalian, dalam Aplikasi Dapodik Versi 2016 ini memang memiliki beragam pembaruan. Untuk itu anda wajib memahami  segala macam pembaruan tersebut, supaya dalam proses input data sesuai dengan juknis yang telah ditentukan.

Apa sajakah pembaruan itu? Pembaruan itu mencakup semua hal di Dapodik mulai dari Tabulasi Menu Peserta didik, sarana prasarana sampai dengan data GTK. Cukup komplek bukan? Maka dari itulah saya sangat menganjurkan anda untuk memahami terlebih dahulu manual penggunaan aplikasi dapodik yang bisa anda unduh melalui aplikasi dapodik.

Kawan-kawan operator, pada kesempatan ini saya tidak akan membahas macam-macam pembaruan di Dapodik Versi 2016. Melainkan saya akan membuat ulasan mengenai berbagai hal yang harus diperhatikan di aplikasi ini. Mengapa ini penting, sebab hal-hal teknis yang akan saya jelaskan ini mempunyai pengaruh besar terhadap kelancaran proses input data.

Apa sajakah itu? Berikut ini ulasannya:

1. Anda wajib membaca lebih dahulu berita mengenai aplikasi dapodik versi 2016 di website Dirjen Dikdasmen Kemendikbud di alamat dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id

2. Kemudian silahkan download dan baca dengan cermat isi panduan Manual Aplikasi Dapodik Versi 2016,

3. Download Aplikasi Dapodik Versi 2016 Kemudian install dengan benar

4. Segera lakukan registrasi Dapodik, bisa dengan menggunakan cara offline maupun online

5. Usai anda berhasil login di Aplikasi Dapodik, biasanya nama Kepela sekolah di beranda belum muncul dan terlihat informasi bahwa Kepala Sekolah belum terpilih, dan ada pemberitahun bahwa sekolah anda menolak dana Bantuan Operasional Sekolah. Anda tak perlu khawatir, sebab hal itu terjadi karena anda belum memperbarui data. Maka segeralah perbarui data sekolah anda

6. Masuklah ke Tabulasi Menu Pengguna. Silahkan lengkapi data diri anda sebagai operator dapodik sekolah. jika bingung klik tanda tanya yang ada di situ maka akan muncul penjelasan.

7. Masuklah ke Tabulasi Menu Sekolah, dan klik Menu Data Periodik 2016/2017. Silahkan anda isi data pembaruan sekolah anda sesuai dengan keadaan sekarang.

8. Masih tetap di Menu Sekolah, isilah data sanitasi tahun 2016/2017 sesuai dengan keadaan.

9. Isi juga Data Sekolah Aman. Isi semua kolom pertanyaan yang ada. Menu ini masih terdapat dalam Tabulasi Sekolah

10. Isi juga Paket Keahlian Dilayani maksudnya mengenai jurusan yang ada di sekolah anda. Isi juga jumlah pendaftar peserta didik baru di masing-masing jurusan

11. Masuklah ke Tabulasi Menu Sarpras, klik Menu Salin Data Periodik. Apabila ada penambahan Sarpras segera input

12. Masuklah ke Tabulasi Menu  Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK). Lakukan Salin Penugasan terhadap PTK yang ada

13. Masuklah ke Tabulasi Menu Peserta Didik. Bagi siswa yang sudah lulus, segera lakukan proses kelulusan bersama. Saya rasa anda sudah memahami caranya

14. Masuklah ke Tabulasi Menu Peserta Didik, klik Menu Salin Data Periodik agar nama siswa tersebut tetap ada di semester selanjutnya

15. Masuklah ke Tabulasi Menu Rombongan Belajar (Rombel), klik Menu Aksi yang berada do bawah. Untuk apa menu ini? Menu aksi digunakan untuk menaikkan kelas secara otomastis. Jadi setiap ada kenaikan kelas anda perlu melakukan hal ini

16. Segera buat Rombongan Belajar khusus kelas 1, 7 dan 10, Entri semua data siswa baru di dalamnya

17. Jika ada siswa anda yang tidak naik kelas pada tahun ini atau berhenti, harus anda keluarkan terlebih dahulu dari Data Rombel. Selanjutnya, klik Menu Registrasi dan isikan data mengenai alasan siswa tersebut tinggal kelas atau berhenti

18. Masih di tabulasi Menu Rombongan Belajar (Rombel), silahkan masuk ke Pembelajaran Isi data Jumlah jam pembelajara dan mata pelajaran untuk masing-masing PTK yang telah ditentukan

19. Jika semuanya sudah fix, lakukan validasai dan sinkronisasi ke server pusat


Sumber: Ana Ogi


Cara Mengatasi Penyimpanan Peserta Didik Longitudinal di Dapodik Versi 2016

Penyimpanan peserta didik longitudinal.


Cara Mengatasi Penyimpanan Peserta Didik Longitudinal di Dapodik. Para sobat Operator yang saya hormati. Di awal-awal rilisnya Aplikasi Dapodik versi 2016 ternyata masih saja anda kesalahan baik yang diakibatkan dari kesalahan penggunaan maupun Bug atau kesalahan yang masih terdapat dari dalam sistem dapodik sendiri.

Hal ini memang sebuah kewajaran, karena Aplikasi dapodik masih terus mengalami perbaikan dari hari ke hari. Hanya saja, jika kesalahan aplikasi tersebut sangat fatal akibatnya seperti berpengaruh terhadap turunnya dana BOS tentu menjadi sesuatu yang sangat tidak diinginkan oleh operator maupun sekolah.

Maka dari itu, diharapkan Operator Dapodik Pusat sebagai penanggungjawab atas aplikasi dapodik untuk segera memperbaiki segala macam kesalahan aplikasi yang ada. Sehingga kerja dan aktivitas input data yang dilakukan oleh operator bisa berjalan dengan lancar tanpa ada halangan suatu apapun.

Selain itu, agar pendataan dapodik lancar, seorang operator juga harus aktif mempelajari manual penggunaan dapodik. Sehingga apa yang ia kerjakan benar-benar sesuai dengan pedoman yang dibuat. Kalaupun ada sesuatu yang belum dipahami dan itu belum dibahas di Buku Manual anda perlu melakukan sharing atau bertanya kepada operator lain yang lebih faham.

Sobat Operator, pada kesempatan ini saya akan membahas sebuah permasalahan yang banyak ditemui saat Input data ke dalam dapodik. Persoalan yang saya maksud adalah ketika sedang menginput data siswa namun tidak bisa disimpan atau gagal.

Kasus yang banyak terjadi, ketika semua data peserta didik sudah diisi dan anda ingin menyimpannya tiba-tiba ada sebuah peringatan yang isinya adalah proses penyimpanan longitudinal siswa gagal. terdapat Invalid text representation....".

Tentu dalam hati anda muncul pertanyaan, kenapa ada peringatan gagal menyimpan data longitudinal siswa? Padahal cara mengisi semua kolom untuk peserta didik semuanya sudah benar dan sesuai dengan arahan yang ada dalam Buku Manual penggunaan Aplikasi Dapodik.

Sebuah kejadian yang pasti tidak ingin anda alami. Sebab data peserta didik ini berhubungan dengan penyaluran dana BOS dari pemerintah. Jika data siswa tidak tersimpan maka pada tri wulan ini bisa dipastikan sekolah anda tak bisa memperoleh BOS. Sebuah musibah besar bagi sekolah.


Penyebab Penyimpanan Peserta Didik Longitudinal di Dapodik

Kegagalan menyimpan data Longitudinal siswa, terjadi bukan tanpa sebab. Melainkan ada dua faktor penyebabnya yaitu berasal dari kesalah aplikasi dan operator itu sendiri saat menginput data.

Kenapa demikian? Kasus kegagalan tersesbut terjadi ketika kawan-kawan operator selesai mengisi data peserta didik dan ingin sesegera juga (langsung) mengisi data registrasi siswa tersebut. Di sisi lain, sistem membutuhkan waktu untuk bisa masuk ke dalam data registasi siswa. sehingga penyimpanan data siswa gagal.


Cara Mengatasi Penyimpanan Peserta Didik Longitudinal di Dapodik

Untuk mengatasi permasalah di atas sebenarnya cukup gampang hanya saja belum banya operator yang tahu. Caranya adalah dengan menekan tombol F5 atau Shift+F5 di keyboard anda.

Langkah tersebut berarti reload atau memuat ulang halaman Dapodik seperti awal tadi. Sehingga data Tabulasi Peserta didik akan kembali ke semula.

Saran untuk Operator

Menurut hemat saya, supaya kegagalan ini tak lagi terjadi sebaikanya anda menginput data semua siswa baru terlebih dahlu. Setelah semuanya sukses diinput, barulah anda memasykkan data registrasi mereka.

Memang agak merepotkan juga, namun itulah satu-satunya cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi gagal simpan data longitudinan siswa di dapodik. Semoga saja hal ini bisa segera diperbaiki oleh operator pusat. Itulah informasi tentang Cara Mengatasi Penyimpanan Peserta Didik Longitudinal di Dapodik untuk anda.


Cara Memakai 1 Aplikasi Dapodik Versi 2016 untuk Beberapa Sekolah


Cara Memakai 1 Aplikasi Dapodik untuk Beberapa Sekolah. Sobat Operator, Aplikasi Dapodik dibuat dengan berbagai macam kemudahan. Jadi menurut tidak benar jika ada klaim yang mengatakan mengelola dapodik itu sulit. Asalkan dijalankan sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan, saya rasa akan berjalan dengan baik dan lancar.

Kalaupun terdapat kesalahan aplikasi, ini bukanlah wewenang kita sebagai operator untuk menyelesaikannya. Biasaya nanti akan ada pembaruan dan perbaikan terkait dengan adanya Bug (kesalahan) aplikasi yang terjadi. Jadi menurut saya anda hanya perlu memahami secara benar panduan yang sudah diberikan dan jangan malu untuk bertanya kepada operator lain.

Cara Memakai 1 Aplikasi Dapodik Versi 2016 untuk Beberapa Sekolah
Cara Memakai 1 Aplikasi Dapodik  untuk Beberapa Sekolah.

Salah satu kemudahan Aplikasi Dapodik adalah bisa digunakan lebih dari satu sekolah. Maksudnya bagaimana? Aplikasi Dapodik yang terinstal dalam PC anda itu sebenarnya bisa digunakan untuk beberapa sekolah. Apa benar demikian? Jawaban saya sangat benar sekali dan anda bisa mencobanya sendiri kalau tidak percaya.

Fungsi aplikasi dapodik yang bisa digunakan untuk beberapa sekolah dibuat lantaran untuk membantu keterbatasan infrastruktur dan SDM dalam mengelola Dapodik. Mungkin di daerah perkotaan hal ini tidak terjadi, namun di wilayah yang belum terlalu banyak teknologi ini bisa menjadi persoalan serius. Makanya Aplikasi Dapodik sengaja di desain demikian agar proses pendataan Pendidikan di semua wilayah indonesia berlangsung dengan baik dan lancar.

Sudahkah anda mengetahui Cara Memakai 1 Aplikasi Dapodik untuk Beberapa Sekolah? Jika anda merasa belum tahu, perhatikan langkah-langkah berikut ini dengan seksama.

1. Silahkan lakukan Registrasti Dapodik

Registrasi pertama dilakukan untuk sekolah pertama. Untuk tahapan registrasti dapodik saya anggap anda semua sudah memahaminya. Misalanya saya mencotohkan, sekolah pertama yang saya gunakan adalah tingkat Sekolah Menengah Atas.

2. Cek Peserta Didik

Setelah berhasil melakukan registrasi di sekolah pertama, kemudian silahkan Login ke Dapodik. Pilih menu Peserta Didik. Cek data peserta didik di sekolah pertama anda. Pastikan semua telah masuk ke dalam Aplikasi Dapodik. Jika ada yang belum masuk maka anda perlu segera memperbaikinya.

3. Cek Status Peserta Didik

Setelah semua peserta didik masuk dalam Dapodik, maka anda juga harus memastikan status mereka valid. Jika ada yang masih warnah merah, artinya siswa tersebut belum terdaftar dengan benar dalam Aplikasi. Maka segera perbaiki datanya, dengan mengisi data Registrasi yang ada di Menu Peserta Didik. Input data dengan benar kemudian Simpan.

4. Cek Data PTK

PTK adalah Kepanjangan dari Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Anda harus memastikan bahwa semua PTK di sekolah anda telah masuk dalam Aplikasi Dapodik. Jangan sampai ada satu saja yang terlewatkan. Data PTK juga perlu anda cek dengan benar. Penugasan masing-masing PTK harus diisi kemudian Simpan data tersebut.

5. Ulangi Semua Langkah Tadi

Setelah anda memastikan semua Siswa dan PTK telah masuk ke dalam Dapodik, baru anda bisa melakukan registrasi sekolah kedua yang hendak anda masukkan ke Dapodik. Misalnya saja saya akan memasukkan data sekolah tingkat SMP, maka harus mengulangi langkah-langkah yang saya sebutkan di atas tadi.

Hal terpenting bagi anda jika ingin menggunakan satu aplikasi Dapodik untuk beberapa sekolah adalah memastikan daftar peserta didik dan PTK sudah masuk semua ke dalam Tabel. Jika ada yang belum masuk satu saja anda harus menyelesaikan masalah itu terlebih dahulu baru boleh melakukan registrasi untuk sekolah kedua. Demikian informasi tentang Cara Memakai 1 Aplikasi Dapodik untuk Beberapa Sekolah.



Informasi Cut Off Dapodik Semester I TP 2016/2017

Cut Off BOS. Sobat Operator Dapodik, sudahkah anda mengisntal Aplikasi Dapodik versi terbaru 2016? Jika belum maka segeralah memperbarui aplikasi dapodik yang ada di PC anda. Untuk softwarenya sendiri bisa dengan mudah anda unduh di website dapodikdasme milik Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud.

Sementara itu, bagi anda yang sudah menginstal aplikasi dapodik versi 2016, bukan berarti pekerjaan anda telah selesai. Ini adalah awal dari segala macam pekerjaan yang perlu segera anda lakukan supaya data dapodik sekolah bisa valid dan benar

Sehubungan dengan telah munculnya Aplikasi Dapodik Versi 2016 ini, operator Dapodik harus segera memperbarui data sekolahnya. Semua pendataan yang terkait dengan sekolahan, mulai dari siswa, Sekolah, sarana prasarana, rombongan belajar hingga data PTK haruslah diinput ke dalam Dapodik dengan benar.

Hal ini akan berpengaruh terhadap kualitas data dan segala macam program pendidikan dari Pemerintah pusat. Pasca rilisnya Aplikasi Dapodik Versi 2016, Dirjen Dikdasmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan Surat Edaran bernomor 15/D/ED/2016. Pokok pembahasan dalam surat tersebut adalah membahas mengenai Pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di awal tahun ajaran 2016/2017 ini.

Mengapa harus ada pemutakhiran data? Sebab ini berkaitan dengan validitas data di sekolah. Pemerintah menginginkan supaya data yang diinput ke dalam Dapodik benar-benar riil sesuai dengan kenyataan di lapangan. Sehingga bisa menjadi bahan dasar pengambilan kebijakan pada suatu hari nanti.

Apa sih isi dari Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Dirjen Dikdasmen tadi? Pokok isi surat itu adalah menginstruksikan dan meminta semua kepala sekolah di Indonesia agar secepatnya melakukan pembaruan data Dapodik pada semester gasal tahun ajaran 2016/2017 ini. Di mana pembaruan iu harus dilakukan? Ya melalui aplikasi Dapodik versi terbaru 2016.

Pemutakhiran Dapodik itu maksimal dilakukan pada 31 Agustus 2016. Untuk itu, pihak sekolah baik kepala sekolah atau operator dapodik segera memperbarui datanya. Agar segala macam program sekolah bisa diberikan.

Selain mengenai pemutakhiran Dapodik ada beberapa informasi lagi terkait dengan Batas Cut Off Dapodik semester 1 tahun ajaran 2016/2017 yaitu:

1. Tentang Program Indonesia Pintar (PIP)

Batas waktu pengajuan PIP adalah tanggal 15 Agustus 2016. Data PIP yang diambil berasal dari data Semester gasal tahun ajaran  2016/2017. Data KIP siswa harus segera diinput ke dalam Dapodik

2. Penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah

Seperti yang telah anda ketahui, dana BOS diberikan setiap triwulan sekali. Pada bulan ini masuk dalam hitungan triwulan keempat. Jumlah dana BOS yang diperoleh diambil dari pendataan Dapodik maksimal tanggal 21 September 2016. Data BOS yang diambil juga berasal dari data Semester gasal tahun ajaran  2016/2017.

3. Segala Macam Bantuan Lainnya

Data Dapodik juga digunakan sebagai dasar pemberian bantuan oleh pemerintah kepada Sekolah. Mulai dari bantuan pembangunan kelas baru, renovasi gedung, hingga peralan semuanya di ambil dari Dapodik. Tidak ada lagi proposal dalam bentuk cetak kertas dan dikirim ke pemerintah.

Khusus SMK pengajuan Bantuan diambil juga dari data Verifikasi Wilayah atau Verwil yang setiap tahun harus dikirim ke Dinas Kabupaten/Kota Setempat. Sekolah cukup mengajukan verwil, kemudian akan ditindaklanjuti secara bersama-sama antara Kepsesk, Ketua MKKS SMK di Kabupaten Setempat serta Dinas Kabupaten/Kota untuk menentukan keperluan utama sekolah yang akan menerima bantuan.

Demikianlah informasi mengenai Cutt Off Dapodik untuk semester gasal tahun ajaran ajaran 2016/2017.



Aturan Input Nomor Registrasi Akta Kelahiran di Dapodik Versi 2016

Aturan Input Nomor Registrasi Akta Kelahiran di Dapodik. Aplikasi Dapodik Versi 2016 yang dirilis Ditjen Dikdasmen (Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah) dibuat dengan format baru. Mulai dari tampilan, menu aplikasi hingga beberapa pembaruan sistem telah dilakukan. Untuk itu, sebagai seorang operator anda perlu mengetahui semua jenis pembaruan aplikasi yang resmi dirilis ini.

Mengapa harus demikian? Sebab ada beberapa pembaruan yang sangat penting dan wajib diisi. Apabila tidak dilakukan, maka yang terjadi adalah saat melakukan validasi data akan muncul peringatan Invalid. Jenis peringatan ini berarti bahwa ada data utama yang belum diisi atau diisi tetapi masih salah. Sehingga anda tidak akan bisa melakukan sinkronisasi data selama hal itu belum diperbaiki sesuai dengan juknis penggunaan aplikasi.

Aturan Input Nomor Registrasi Akta Kelahiran di Dapodik
Aturan Input Nomor Registrasi Akta Kelahiran di Dapodik.

Pasti anda sudah mengerti akibat apabila dapodik tidak bisa disinkronisasikan. Ya, efek dari hal itu sangat besar. Karena berkaitan dengan pendataan sekolah mulai dari peserta didik, Sarana prasarana dan PTK sendiri. Semua itu akan berhubungan dengan berbagai macam program pendidikan dari pemerintah, seperti dana KIP, Bos hingga sertifikasi Guru.

Pada kesempatan kali ini saya akan memberitahu terkait salah satu pembaruan yang ada di Aplikasi Dapodik. Apa pembaruan itu? Jenis pembaruan yang saya maksud adalah Registrasi Akta Kelahiran Peserta Didik. Dokumen ini salah satu pembaruan yang baru kali ini dilakukan, gunanya untuk melengkapi data pribadi siswa yang berada di sekolah anda.

Seperti yang anda ketahui, akta kelahiran adalah bukti administratif seorang anak yang mencakup identitas lengkapnya. Mulai dari Nama Lengkap, tempat tanggal lahir sampai keterangan nama ayah dan ibunya. Semua itu akan menjadi dasar kelengkapan data siswa, selain juga didasarkan pula pada data yang tertera di Kartu Keluarga dan Ijazah peserta didik terkait.

Selain itu juga terdapat beberapa hal yang berkaitan dengan penambahan fitur aplikasi yang wajib diisi. Salah satu fitur tersebut adalah adanya Tammbahan kolom Nomor Registrasi Akta Kelahiran setiap siswa. Segala Aturan terbaru itu wajib diketahui dan dipahami  para operator dapodik, sehingga dalam input data tidak ada kesalahan.

Lalu bagaimana cara menginput Nomor Registrasi Akta Kelahiran peserta didik ke dalam Aplikasi Dapodik? Caranya cukup gampang, anda tinggal memasukkan nomor registrasi yang tertera dalam dokumen tersebut ke dalam kolom Akta kelahiran. Namun, perlu anda perhatikan ada dua macam nomor registrasi akta kelahiran. Anda harus menginputnya secara benar.

Anda bisa melihat gambar di atas, terdapat dua macam Akta Kelahiran Kiri (berwarna Kuning) dan Kanan (Berwarna Biru). Keduanya sama-sama akta kelahiran, hanya saja formatnya berbeda. Yang kiri merupakan format lama sedangkan yang kanan adalah bentuk akta kelahiran terbaru.

Masing-masing memiliki model kode registrasi yang berbeda. Pada akta yang berwarna kuning, Nomor Registrasi berada di bagian atas, terletak di bawah kata Kutipan Akta Kelahiran Nomor 2075/ K /2004 (seperti yang saya berikan Kotak kuning tersebut) masukkan ke angka registrasi itu ke dalam kolom Registrasi akta.

Sedangkan untuk akta yang sebelah kanan (berwarna biru) nomor registrasinya lebih panjang dari yang dahulu. Letaknya berada di bagian paragraf pertama dokumen. Tapatnya berada di samping kalimat Berdasarkan Akta Kelahiran Nomor. Dan nomor regitasi pada contoh yang saya buat adalah 3578-LU-28112012-0018.

Semua digit nomor tersebut harus anda input di Aplikasi Dapodik. Tepatnya di bagian Menu Peserta Didik, anda pilih siswa yang akan diinputkan kode registrasinya. Cari kolom registrasi, masukkan semua angka tadi di dalamnya.

Semoga informasi mengenai Aturan Input Nomor Registrasi Akta Kelahiran di Dapodik ini dapat bermanfaat.



Cara Menaikan Kelas di Aplikasi Dapodik Versi 2016

Cara Menaikan Kelas di Aplikasi Dapodik. Setiap tahun ajaran baru, pasti ada kenaikan kelas di sekolah. Seorang siswa yang dinyatakan naik kelas maka ia berhak dudduk di jenjang kelas selanjutnya, misalnya dari kelas 1 ke kelas 2, kelas 3 ke kelas 4 dan seterusnya sampai dengan tingkat SMA sederajat dan dinyatakan lulus.

Proses kenaikan kelas ini juga harus dilakukan pada aplikasi Dapodik Sekolah. Seperti yang diketahui, bahwa segala macam pendataan terkait dengan sekolah berada di dalam Dapodik. Maka dari itu, semua hal mengenai pembaruan data sekolah harus di update melalui dapodik. Salah satunya adalah mengenai kenaikan kelas siswa ini.

Cara Menaikkan Kelasi di Aplikasi Dapodik
Cara Menaikkan Kelasi di Aplikasi Dapodik.

Menaikkan kelas siswa di dalam Dapodik hanya dilakukan pada awal tahun ajaran baru. Sebab kenaikan kelas hanya dilakukan setiap satu tahun sekali. Memang tidak ada batasan pasti kapan waktu menaikkan kelas, namun saya menganjurkan setelah anda mengetahui data peserta didik yang naik ke kelas selanjutnya, maka segeralah anda melakukan proses kenaikan kelas tersebut melalui dapodik

Bagaimana cara menaikkan kelas di dalam Dapodik? Caranya adalah dengan menggunakan Tombo Kenaikan Kelas yang sudah disediakan. Apa fungsi tombol tersebut? Intinya untuk menyatakan secara administratif dalam Dapodik bahwa siswa tersebut benar-benar telah dinyatakan naik kelas selanjutnya. Maka dari itu anda harus memiliki data siswa yang naik kelas pada tahun ini.

Kemudian, apakah anda sudah tahu prosedur menaikkan kelas melalui Aplikasi Dapodik? Bagi anda terutama yang belum tahu ada baiknya anda memperhatikan penjelasan ini seacara lengkap. Kenapa? Sebab Menu Kenaikan Kelas di Aplikasi Dapodik Versi 2016 dengan versi sebelumnya memiliki beberapa perbedaan.

Untuk itulah, jika anda seorang operator Dapodik pahami secara benar prosedurnya supaya tidak ada kesalahan dalam melakukan pendataan siswa.


Cara Menaikan Kelas di Aplikasi Dapodik

1. Biasa anda harus login dahulu ke Aplikasi Dapodik (pasti anda sudah sangat tahu caranya)

2. Klik Menu Rombongan belajar yang berada di sebelah kiri aplikasi Dapodik anda. Jangan sampai keliru menekan menu karena isi fiturnya berbeda-beda

3. Klik Menu Aksi. Menu ini berada di bagian bawah sebelah kiri aplikasi warnanya ungu berbentuk kotak kecil

4. Setelah anda klik tombol tersebut, lantas akan muncul pemberitahuan Pilihan Rombongan Belajar (Rombel) yang akan dinaikkan kelas dari semester dua Tahun Ajaran 2015/2016. (Pemberitahuan ini akan menyesuaikan secara otomatis dengan semester dan Tahun Ajaran yang sedang berlangsung saat ini.

5. Klik Panah. Pada pemberitahuan yang ada di nomor 4, akan ada sebuah panah ke bawah berwarna putih. Segera klik panah tersebut.

6. Pilih Rombongan Belajar yang hendak inging anda naikkan. Proses ini berlangsung satu per satu berdasarkan rombel yang ada. Pilih secara benar supaya tak ada kekeliruan dalam proses kenaikan kelas di dalam Dapodik.

7. Kelas tersebut berhasil dinaikkan. Sampai pada tahap Nomor 6 itu artinyan anda sudah berhasil melakukan Kenaikan kelas bagi Rombongan Belajar yang anda pilih tersebut.

Seperti yang sudah saya jelaskan bahwa proses kenaikan kelas ini hanya bisa dilakukan per rombel. Apabila di sekolah anda terdapat sepuluh Rombel maka anda perlu melakukan langkah-langkah di atas sebanyak 10 kali pula. Agar semua data Rombel bisa dinaikkan menuju kelas selanjutnya. Semoga informasi mengenai Cara Menaikan Kelas di Aplikasi Dapodik dapat bermanfaat bagi kita semua.



Cara Salin Data Periodik Peserta Didik di Aplikasi Dapodik Versi 2016

Cara Salin Data Periodik Siswa. Sobat Operator trimakasih telah berkunjung ke blog ini, pada kesempatan yang berbahagia saat ini, saya akan membuat informasi mengenai pendataan peserta didik dalam Aplikasi Dapodik.

Pastinya anda sekalian sudah sangat menegerti jikan, peserta didik menjadi salah satu instrumen penting yang harus diisi dalam Dapodik. Semua data mengenai siswa, mulai dari nama, tempat tanggal lahir, NISN, alamat rumah, nomor peserta ujian sampai dengan nama kedua orang tua wajib diinput dalam aplikasi. Ingat, data yang diinput haruslah valid dan benar supaya tidak menjadi persolan di kemudian hari.

Cara Salin Data Periodik Siswa
Cara Salin Data Periodik Siswa.

Fokus artikel saya saat ini adalah mengenai Cara Salin Data Periodik Siswa. Sobat. Apa itu? Fitur salin data periodik siswa adalah salah satu fasilitas di dalam Dapodik mentuk melakukan penyalinan data siswa untuk semester selanjutnya. Sehingga seorang operator tidak perlu melakukan input ulang satu per satu data tersebut.

Bisa anda bayangkan sendiri, betapa lelahnya jika harus menginput data siswa pada setiap semester tentu akan sangat melelahkan sekali. Fitur Salin Data Periodik ini akan memudahkan memudahkan kerja operator yang akan menyalin data peserta didik di semester sebelumnya.

Untuk itu, jika anda seorang operator dapodik, saya rasa perlu menguasai hal ini demi menghemat waktu bekerja anda. Pertanyaan selanjutnya adalah sudahkah anda memahami cara melakukan salin data periodik ini? Sebetulnya caranya cukup gampang, anda hanya perlu melakukan beberapa langkah singkat saja. Untuk lebih jelasnya perhatikan penjelasan berikut ini

Cara Salin Data Periodik Siswa

1. Anda harus melakukan Login terlebih dahulu ke aplikasi Dapodik masing-masing

2. Klik Tombol Peserta didik di sebelah kiri, cukup satu kali saja anda melakukan Klik tidak perlu berlebihan. Setelah itu anda akan melihat menu terkait dengan data peserta didik.

3. Silahkan Klik Tombol Salin Data Periodik yang berwarna ungu. Lokasinya berada di sebelah kiri bagian bawah pada Menu Peserta Didik.

4. Setelah anda Klik maka akan muncul pemberitahuan yang isinya memberitahu bahwa tombol ini berfungsi untuk menyalin data peserta didik yang aktif pada semester sebelumnya.

5. Kemudian akan muncul pertanyaan Anda Yakin? Lantas segera kilik pilihan Ya untuk menyalin semua data yang ada.

6. Tunggu proses penyalinan data sampai selesai. Biasanya berlangsung sangat cepat, hanya terhitung dalam menit saja. Selama proses penyalinan data, jangan anda apa-apakan aplikasi dapodik. Sebab dapat memengaruhi keberhasilan penyalinan tersebut.

7. Data peserta didik sukses disalin. Kesuksesan proses ini ditandai dengan munculnya pemberitahuan bahwa sejumlah siswa berhasil di salin data periodiknya. Biasanya akan diperlihatkan jumlah data yang tersalin.

Ada tiga macam jenis pemberitahuan yang ada, yaitu Sukses menandakan jumlah data yang berhasil disimpan. Error yang berati proses penyalinan data siswa tersebut gagal dilakukan. Dan yang ketiga adalah Skipedd yang berari data siswa tersebut sudah pernah disalin.

Lalu apa yang dilakukan ketik data yang disalin error? Error di sini bisa disebabkan dua hal, pertama data peserta didik anda ada yang salah. Kedua, dalam proses penyalinan data tadi sistem aplikasi dapodik tidak berjalan dengan lancar.

Untuk itu, anda perlu melakukannya lagi atau mengulangi proses penyalinan data. Pastikan data utama siswa harus diisi semua. Ulangi tahap-tahap yang sudah saya jelaskan di atas dengan benar. Jika masih belum bisa, lakukan proses salin data di pada esok hari biarkan sistem beristirahat dulu.

Bagi anda para operator dapodik, tindakan untuk melakukan penyalinan data periodik ini masuk dalam kategori penting. Untuk itu setiap awal semester anda perlu mengupdatenya. Sebab ini berkaitan dengan data terbaru siswa.

Usai anda melakukan penyalinan data periodik siswa. Segera lakukan sinkronisasi data supaya data peserta didik yang berada di server pusat bisa segera diperbarui. Sehingga data tersebut bisa menjadi valid dan tidak akan terjadi sesuatu apapun di kemudian hari. Demikianlah artikel mengenai Cara Salin Data Periodik Siswa. Apabila kawan-kawan masih belum jelas, anda bisa menulisnya di kolom komentar yang berada di bawah ini.



Pedoman Pengisian Tabel Sekolah Aman di Aplikasi Dapodik Versi 2016

Pedoman Sekolah Aman.


 Pedoman Pengisian Tabel Sekolah Aman. Sobat Opertor Dapodik, pada kesempatan kali ini saya akan kembali membahas tentang pembaruan Aplikasi Dapodik Versi 2016. Mengapa saya terus-menerus membuat artikel tentang pembaruan ini? Jawabannya karena saya ingin membantu anda dalam proses input data di Dapodik agar sesuai dengan panduan terbaru yang telah ditetapkan.

Kali ini saya akan membahas mengenai Pedoman Pengisian Tabel Sekolah Aman. Tentu ini menjadi sesuatu yang cukup asing bagi anda. Hal ini sangat wajar, mengingat program sekolah aman belum banyak disosialisasikan ke seluruh sekolah di Indonesia. Padahal payung hukum tentang Sekolah Aman sebenarnya sudah ada sejak Tahun 2015. Tertuang secara khusus di dalam Peratran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2015.

Apa itu Program Sekolah Aman itu? Sekolah aman adalah program tindak lanjut dari Permendikbud No 82 Tahun 2015 di atas. Intinya, dengan adanya Sekolah Aman maka tidak akan ada lagi tindak kekerasan baik karena kenakalan remaja atau yang mengarah kriminalitas tidak terjadi di lingkungan sekolah.

Lebih jauh lagi, diharapkan dari Program ini peserta didik di seluruh Indonesia menjauhi perbuatan kekerasan. Sehingga tercipta suasana kondusif, aman, dan nyaman di lingkungan sekolah. Dan siswa-siswapun merasa betah dan kerasan berada di dalam sekolah untuk menjalankan kegitan pembelajaran maupun aktivitas positif lain di sekolahan.

Dengan adanya Program sekolah aman, apabila terjadi tindak kekerasan di sekolah maka bisa ditanggulangi sedini mungkin. Supaya tidak terus berkelanjutan, siswa yang menjadi korban bisa diadvokasi sementara para pelaku bisa secepatnya diberi pengarahan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi di kemudian hari.

Atas dasar itulah, di Aplikasi Dapodik versi 2016 diberikan fitur tambahan yaitu tenta Sekolah Aman. Fitur ini berada di Menu Sekolah, lihat bagian Data Periodik sekolah dan anda akan melihat fitur Sekolah Aman di sana.

Ada beberapa data yang harus anda isi dalam fitur sekolah aman, di antaranya adalah data tim khusus yang menangani pencegahan kekerasan, ada tidaknya papan sekolah aman yang tercantum, formulir dan silabus sekolah aman, pemberlakuan POS Prosedur Operasional Standar apabila terjadi tindak kekerasa, serta keaktifan sekolah untuk menjalin kerjasama dengan lembaga edukatif di lain luar sekolah untuk menagangi segala macam tindak kekerasan.

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini saya jelaskan tentan Pedoman Pengisian Tabel Sekolah Aman.

1. Fitur Satuan Tugas diisi Pilih satuan tugas kepanitiaan di sekolah.

2. Fitur Nama Satuan Tugas diisi dengan nama satuan tugas. Misalnya saja Panitia Penanggulangan Tindak Kekerasan di Sekolah.

3. Fitur Instansi diisi nama instansi kepanitiaan yang dibentuk. Contoh, SMK N 1 Jakarta diisi nama sekolah sebab dibentuk pada tingkat satuan pendidikan sendiri.

4. Fitur Tingkat Satuan Tugas diisi dengan memilih tingkat pembentukan panitia Sekolah Aman.

5. Fitur Surat Keputasan (SK) Tugas diisi nomor SK pembentukan panitia Sekolah Aman.

6. Fitur Tanggal Mulai Tugas (TMT) SK Tugas diisi dengan tanggal mulai berlakunya Surat Keputusan pembentukan panitia Sekolah Aman.

7. Fitur TST (Tanggal Selesai Tugas ) SK Tugas diisi dengan tanggal berakhirnya Surat Keputusan pembentukan panitia Sekolah Aman.

8. Fitur Terpasangnya Papan Sekolah Aman diisi  dengan memilih pemasangan papan tanda sekolah aman jika memang terdapat papan yang dimaksud.

9. Fitur Ketersediaan Formulir diisi dengan memilih tersedia formulir pengaduan yang berhubungan dengan Program sekolah aman.

10. Fitur Ketersediaan Silabus diisi dengan memilih tersedia silabus dalam pendidikan sekolah aman, silabus ini berkaitan dengan Program Sekolah Aman bukan pembelajaran Mapel.

11. Fitur Diberlakukannya Prosedur Operasional Standar atau POS diisi dengan memilih pemberlakuan POS untuk setiap kasus yang ditangani oleh panitia Sekolah Aman.

12. Fitur Telah Melakukan Sosialisasi Prosedur Operasional Standar diisi dengan memilih keterlaksanaan sosialisasi yang berhubungan dengan sekolah aman.

13. Fitur Bekerjasama dengan Lembaga Edukatif di luar sekolah diisi dengan memilih ada atau tidaknya kerja sama terhadap lembaga edukatif lain dalam melakukan pendidikan atau edukasi sekolah aman terhadap siswa.

Itulah informasi mengenai Pedoman Pengisian Tabel Sekolah Aman yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini.