Tampilkan posting dengan label BOS. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label BOS. Tampilkan semua posting

Ketentuan Penyaluran BOS Terbaru 2017


Sahabat dikbud sekalian, kali ini saya akan membagikan informasi mengenai Ketentuan Penyaluran BOS Terbaru 2017. Maka dari itu harus anda perhatikan dengan seksama.

Dana BOS akan disalurkan dari RKUN menuju ke RKUD pada setiap triwulan pada waktu yang telah ditentukan melalui peraturan perundang-undangan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Adapun dana BOS untuk wilayah yang secara letak geografisnya  sangat sulit (wilayah yang terpencil) disalurkan dari RKUN menuju ke RKUD pada setiap semester di waktu yang telah ditentukan.

Adapun proporsi penyaluran dana BOS pada tiap triwulan atau semester dari RKUN menuju ke RKUD akan diatur dengan menggunakan ketentuan persentase sebagai berikut ini:

 Ketentuan Penyaluran BOS Terbaru 2017


a. Penyaluran untuk tiap triwulan


  1. Triwulan I penyalurannya adalah 20% dari alokasi satu tahun
  2. Triwulan II penyalurannya adalah 40% dari alokasi satu tahun
  3. Triwulan III penyalurannya adalah 20% dari alokasi satu tahun
  4. Triwulan IV penyalurannya adalah 20% dari alokasi satu tahun.

b. Penyaluran untuk tiap semester


  1.  Semester I penyalurannya adalah 60% dari alokasi satu tahun
  2. Semester II penyalurannya adalah 40% dari alokasi satu tahun.

Penyaluran dan proporsi dana BOS akan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Penyaluran dana BOS ke Sekolah


Bendahara Umum Daerah (BUD) harus menyalurkan dana BOS secara langsung menuju ke rekening sekolah dengan memperggunakan mekanisme yang sesuai dengan ketetentuan peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.

Proporsi penyaluran dana BOS pada tiap triwulan atau semester dari RKUD menuju ke rekening setiap sekolah akan disesuaikan dengan persentase penyaluran dana BOS dari RKUN menuju ke RKUD yaitu:

a. Penyaluran pada tiap triwulan


1) Untuk Triwulan I, III, dan IV (proporsi penyalurannya adalah 20% dari alokasi satu tahun)

  • Tingkat Pendidikan SD. Dana BOS yang diterima = alokasi jumlah peserta didik yang ada x Rp 160.000,-
  • Tingkat Pendidikan SMP/Sekolah Terintegrasi/SMP Satap. Dana BOS yang diterima = alokasi jumlah peserta didik yang ada x Rp 200.000,-
  • Tingkat Pendidikan SMA/Sekolah Terintegrasi/SMA Satap. Dana BOS yang diterima = alokasi jumlah peserta didik yang ada x Rp 280.000,-
  • Tingkat Pendidikan SMK. Dana BOS yang diterima = alokasi jumlah peserta didik yang ada x Rp 280.000,-
  • Tingkat Pendidikan SDLB yang telah berdiri sendiri (tidak menjadi satu dengan tingkat pendidikan SMPLB/ SMALB). Dana BOS yang diterima = alokasi jumlah peserta didik yang ada x Rp 160.000,-
  • Tingkat Pendidikan SMPLB yang berdiri sendiri (tidak menjadi satu dengan tingkat pendidikan SDLB/ SMALB). Dana BOS yang diterima = alokasi jumlah peserta didik yang ada x Rp 200.000,-
  • Tingkat Pendidikan SMALB yang telah berdiri sendiri (tidak menjadi satu dengan tingkat pendidikan SDLB/ SMPLB). Dana BOS yang diterima = alokasi jumlah peserta didik yang ada x Rp 280.000,-
  • Tingkkat Pendidikan SLB yang mempunyai peserta didik lintas jenjang, atau sekolah luar biasa dengan satu manajemen antara tingkat pendidikan SDLB, SMPLB, dan/atau SMALB. Dana BOS yang diterima = alokasi jumlah peserta didik yang ada x Rp 280.000,-


2) Untuk Triwulan II (proporsi penyalurannya adalah 40% dari alokasi satu tahun)

  • Tingkat Pendidikan SD. Dana BOS yang diterima = alokasi jumlah peserta didik yang ada x Rp 320.000,-
  • Tingkat Pendidikan SMP/Sekolah Terintegrasi/SMP Satap. Dana BOS yang diterima = alokasi jumlah peserta didik yang ada x Rp 400.000,-
  • Tingkat Pendidikan SMA/Sekolah Terintegrasi/SMA Satap. Dana BOS yang diterima = alokasi jumlah peserta didik yang ada x Rp 560.000,-
  • Tingkat Pendidikan SMK. Dana BOS yang diterima = alokasi jumlah peserta didik yang ada x Rp 560.000,-
  • Tidak Pendidikan SDLB yang telah berdiri sendiri (sudah tidak menjadi satu dengan tingkat pendidikan SMPLB/ SMALB). Dana BOS yang diterima = alokasi jumlah peserta didik yang ada x Rp 320.000,-
  • Tingkat Pendidikan SMPLB yang telah berdiri sendiri (sudah tidak menjadi satu dengan tingkat pendidikan SDLB/ SMALB). Dana BOS yang diterima = alokasi jumlah peserta didik yang ada x Rp 400.000,-
  • Tingkat Pendidikan SMALB yang telah berdiri sendiri (sudah tidak lagi menjadi satu dengan tingkat pendidikan SDLB/ SMPLB). Dana BOS yang diterima = alokasi jumlah peserta didik yang ada x Rp 560.000,-
  • Tingkat Pendidikan SLB yang telah memiliki peserta didik pada lintas jenjang, atau sekolah luar biasa dengan sebuah manajemen antara tingkat pendidikan SDLB, dan/atau SMPLB, dan/atau SMALB. Dana BOS yang diterima = alokasi jumlah peserta didik yang ada x Rp 560.000,-
Adapun Tim dana BOS di tingkat Provinsi dan Tim BOS tingkat Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya masing-masing harus memastikan bahwa setiap sekolah telah mencadangkan separuh dari dana BOS pada triwulan II (20% dari alokasi dana BOS satu tahun) di rekening setiap sekolah untuk melakukan pembelian buku teks yang harus dibeli oleh pihak sekolah.

BOS yang sudah dicadangkan terus baru boleh dicairkan ketika sekolah akan membayarkan pemesanan buku teks yang diperlukan oleh sekolah terkait, atau telah memenuhi berbagai kewajiban menyediakan buku.

Jika kebutuhan dana untuk keperluan pembelian buku teks lebih besar dari alokasi 20% dana BOS yang telah dicadangkan tersebut, sekolah bisa menambahkan dana tersebut dari dana yang sudahada.

Namun apabila dana kebutuhan untuk pembelian buku teks lebih kecil daripada alokasi 20% dana BOS yang telah dicadangkan tersebut maka sisa dari dana bisa dipergunakan untuk melakukan pembelian buku lainnya atau pembiayaan berbagai kegiatan lainnya.

Demikian informasi mengenai Ketentuan Penyaluran BOS Terbaru 2017 yang bisa saya sampaikan untuk anda sekalian.

Perhitungan Dana BOS Persiswa Terbaru


Bagi anda para bendahara BOS, kali ini saya akan berbagi informasi terkait dengan Perhitungan Dana BOS Persiswa Terbaru.

Hal ini sangat penting untuk mengetahui apakah jumlah dana BOS yang diperoleh sudah sesuai aturan yang berlaku ataukah belum.

Sebab perlu anda ketahui, jika sekolah memperoleh dana BOS melebihi yang seharusnya maka kelebihan itu wajib dikembalikan. Jika tidak kelebihan dana tersebut bisa menjadi persoalan serius. Hal ini biasa disebut dengan Kelebihan Salur.

Sebaliknya jika dana BOS yang diperoleh kurang dari yang semestinya, maka sekolah akan memperoleh kekurangan tersebut pada tahap penyaluran selanjutnya.

Baca juga: Informasi Penyaluran BOS Tahun 2017

Maka dari itulah, penting sekali buat anda terutama bagi para bendahara BOS supaya mengetahui dengan benar perhitungan dana BOS yang diterima.

Sebab hitungan dana BOS itu berbeda-beda. Tergantung dengan kebijakan serta jenjang pendidikannya masing-masing.

Semakin tinggi jenjang pendidikan maka semakin besar dana BOS yang didapatkan. Selain itu, juga tergantung dengan jumlah peserta didik di setiap sekolah.

Perhitungan Dana BOS Persiswa Terbaru


Perhitungan Dana BOS Persiswa Terbaru


Adapun  Perhitungan jumlah BOS untuk sekolah dilakukan dengan menggunakan ketentuan sebagai berikut ini:

  • Sekolah yang memiliki jumlah peserta didik 60 siswa atau lebih, BOS yang akan diterima oleh pihak sekolah akan dihitung sebagai berikut:


  1. Jenjang Pendidikan SD/SDLB. Jumlah Dana BOS = jumlah peserta didik yang ada x Rp 800.000,-
  2. Jenjang Pendidikan SMP/SMPLB/ Sekolah Terintegrasi/SMP Satu Atap (Satap). Jumlah Dana BOS = jumlah peserta didik yang ada x Rp 1.000.000,-
  3. Jenjang Pendidikan SMA/SMALB. Jumlah Dana BOS = jumlah peserta didik yang ada x Rp 1.400.000,-
  4. Jenjang Pendidikan SMK. Jumlah Dana BOS = jumlah peserta didik ada x Rp 1.400.000,-
  5. Jenjang Pendidikan SLB (dengan peserta didik di dalamnya lintas jenjang) Jumlah Dana BOS = (jumlah dari para peserta didik tingkat SD x Rp 800.000,-) + (jumlah para peserta didik di tingkat SMP x Rp 1.000.000,-) + (jumlah para peserta didik di tingkat SMA x Rp 1.400.000,-). Apabila hasil perhitungan dari jumlah dana tersebut kurang dari Rp 84.000.000,-, maka jumlah dari dana minimal yang akan diterima oleh SLB tersebut yaitu sebesar Rp 84.000.000

  • Sekolah yang memiliki jumlah peserta didik kurang dari 60 siswa (sekolah-sekolah kecil), BOS yang akan diterima oleh pihak sekolah dihitung sebagai berikut ini:

A) Para penerima kebijakan dari alokasi minimal 60 peserta didik/siswa

Perhitungan Dana BOS yang diperoleh setiap sekolah adalah sebagai berikut:

  1. Jenjang Pendidikan SD. Jumlah Dana BOS = 60 x Rp 800.000,-
  2. Jenjang Pendidikan SMP/SMP Sekolah Terintegrasi/SMP Satu Atap (Satap). Jumlah Dana BOS = 60 x Rp 1.000.000,-
  3. Jenjang Pendidikan SDLB yang telah berdiri sendiri (tidak menjadi satu dengan jenjang pendidikan SMPLB/SMALB). Jumlah Dana BOS = 60 x Rp 800.000,-
  4. Jenjang Pendidikan SMPLB yang berdiri sendiri (tidak menjadi satu dengan jenjang pendidikan SDLB/SMALB). Jumlah Dana BOS = 60 x Rp 1.000.000,-
  5. Jenjang Pendidikan SMALB yang berdiri sendiri (tidak menjadi satu dengan jenjang pendidikan SDLB/SMPLB). Jumlah Dana BOS = 60 x Rp 1.400.000,-
  6. Jenjang Pendidikan SLB yang mempunyai  peserta didik dari lintas jenjang, atau sekolah luar biasa dengan satu manajemen antara jenjang pendidikan SDLB, dan/atau SMPLB, dan/atau SMALB. Jumlah Dana BOS = 60 x Rp 1.400.000,-

B) Bukan Sekolah penerima kebijakan mengenao alokasi minimal 60 peserta didik/Siswa

Perhitungan Dana BOS yang diperoleh setiap sekolah adalah sebagai berikut:

  1. Jenjang Pendidikan SD. Jumlah Dana BOS = jumlah dari peserta didik yang ada x Rp 800.000,-
  2. Jenjang Pendidikan SMP/Sekolah Terintegrasi/SMP Satu Atap (Satap). Jumlah Dana  BOS = jumlah dari peserta didik yang ada x Rp 1.000.000,-
  3. Jenjang Pendidikan SMA/Sekolah Terintegrasi/SMA Satu Atap (Satap). Jumlah Dana BOS = jumlah dari peserta didik yang ada x Rp 1.400.000,-
  4. Jenjang Pendidikan SMK. Jumlah Dana BOS = jumlah dari peserta didik yang ada x Rp 1.400.000,-

Sedangkan Jumlah Dana BOS untuk kelas jauh, baik jenjang pendidikan SMP Terbuka dan SMA Terbuka tetap didasarkan pada jumlah dari keseluruhan peserta didik riil yang valid dikarenakan pengelolaan dan pertanggungjawabannya akan disatukan dengan sekolah induk dari kelas jauh tersebut.

Nah bagaimana? Apakah anda semua sudah memahami perhitungan dana BOS yang berlaku saat ini.

Jika anda sudah memhaminya dengan baik dan benar, maka segeralah cek dana BOS yang diperoleh sekolah anda saat ini.

Pastikan bahwa dana yang didapat sudah sesuai dengan apa yang seharusnya. Jika ada kelebihan maka segera laporkan dan kembalikan kepada pihak yang berwenang. Supaya dikemudian hari tidak terjadi sesuatu hal yang bisa merugikan semua pihak terutama sekolah dan bendahara BOS.

Demikian informasi mengenai Perhitungan Dana BOS Persiswa Terbaru yang bisa saya sampaikan untuk anda semuanya.

Informasi Penyaluran BOS Semesteran Tahun 2017


Penyaluran BOS Semesteran Tahun 2017 - Penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) saat ini dilakukan dengan dua cara, yaitu triwulanan dan semesteran.

Secara umumnya, sekolah di Indonesia memperoleh dana BOS dengan sistem Triwulan yaitu diberikan setiap tiga bulan sekali terhitung mulai bulan Januari sampai dengan Desember.

Namun ada sebagian sekolah dengan kriteria tertentu diberikan dana BOS dengan metode semesteran atau enam bulan sekali.

Maka dari itu pada kesempatan kali ini saya akan berbagi Informasi Penyaluran BOS Semesteran Tahun 2017.

Informasi ini berasal dari Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS Tahun 2017 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca juga: Juknis BOS Terbaru 2017

Bagi sekolah anda yang penyaluran dana BOS menggunakan mekanisme semesteran harus memperhatikan info ini.

Untuk penyaluran dan BOS yang dilaukan semesteran, perhitungan alokasi pada tiap sekolah akan dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut ini:

Informasi Penyaluran BOS Semesteran Tahun 2017


Penyaluran Dana BOS Semester I



  • Perhitungan alokasi sementara pada tiap sekolah untuk penyaluran dana BOS pada semester I akan menggunakan data jumlah peserta didik dai hasil cut off Dapodik pada tanggal 15 Desember, dan akan disesuaikan dengan ketentuan/ kebijakan perhitungan alokasi sekolah yang telah berlaku.
  • Perhitungan alokasi final pada semester I untuk setiap sekolah tetap didasarkan pada alokasi final pada tiap triwulan, yaitu dengan menggabungkan alokasi data final triwulan I dan alokasi final triwulan II. Alokasi final triwulan I akan dilakukan dengan membandingkan data dari jumlah peserta didik pada masing-masing sekolah pada hasil cut off pada tanggal 15 Desember dan hasil dari cut off pada tanggal 30 Januari. Sedangkan alokasi final pada triwulan II akan dilakukan dengan membandingkan data dari jumlah peserta didik pada masing-masing sekolah pada hasil cut off pada tanggal 30 Januari dan dari hasil cut off pada tanggal 30 April.
  • Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil cut off pada tanggal 15 Desember dengan hasil cut off pada tanggal 30 Januari untuk triwulan I, dan antara hasil cut  off pada tanggal 30 Januari dengan hasil cut off pada tanggal 30 April untuk triwulan II, maka Tim BOS tingkat Provinsi bisa melakukan verifikasi kepada sekolah (untuk jenjang pendidikan dasar akan melalui Tim dari BOS tingkat Kabupaten/Kota masing-masing). Hasil verifikasi tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi Tim BOS tingkat Provinsi untuk menetapkan salah satu diantara 2 data dari hasil cut off pada masing-masing triwulan di atas yang akan dipergunakan dalam penetapan alokasi final sekolah pada triwulan I dan triwulan II.
  • Data yang nantinya dipilih selanjutnya akan digunakan untuk menghitung alokasi sekolah pada triwulan I dan triwulan II sesuai dengan ketentuan atau kebijakan perhitungan alokasi sekolah yang berlaku. Adapun untuk alokasi dana final pada semester I yaitu dengan menjumlahkan alokasi dari dana final triwulan I dan triwulan II.

Baca juga: Informasi Penyaluran BOS Tahun 2017

Penyaluran Dana BOS Semester II



  • Perhitungan alokasi sementara untuk setiap sekolah untuk penyaluran dana BOS pada semester II akan menggunakan data dari jumlah peserta didik hasil cut off Dapodik pada tanggal 30 April, dan akan disesuaikan dengan ketentuan atau kebijakan perhitungan alokasi sekolah yang telah berlaku.
  • Perhitungan alokasi final pada semester II untuk setiap sekolah akan tetap didasarkan pada alokasi final pada tiap triwulan, yaitu dengan menggabungkan alokasi final dar triwulan III dan alokasi final dari triwulan IV. Alokasi final pada triwulan III akan dilakukan dengan membandingkan data dari jumlah peserta didik pada masing-masing sekolah pada hasil cut off yang dilakukan pada tanggal 30 April dan hasil cut off pada tanggal 30 Oktober. Sedangkan alokasi final untuk triwulan IV akan dilakukan dengan membandingkan data jumlah peserta didik pada masing-masing sekolah pada hasil cut off yang dilakukan pada tanggal 21 September dan hasil cut off yang dilakukan pada tanggal 30 Oktober.
  • Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil cut off yang dilakukan pada tanggal 30 April dengan hasil cut off yang dilakukan pada tanggal 30 Oktober untuk triwulan III, dan antara hasil cut off pada tanggal 21 September dengan hasil cut off pada tanggal 30 Oktober untuk triwulan IV, maka Tim BOS di tigkat Provinsi bisa melakukan verifikasi kepada sekolah (untuk jenjang pendidikan dasar akan melalui Tim BOS di tingkat Kabupaten/Kota setempat). Hasil dari proses verifikasi tersebut nanti akan menjadi dasar bagi Tim BOS di tingkat Provinsi supaya nantinya menetapkan salah satu diantara 2 data yang berasal hasil cut off pada masing-masing triwulan di atas yang akan dipergunakan dalam penetapan alokasi final sekolah di triwulan III dan di triwulan IV.
  • Data yang nanti akan dipilih selanjutnya akan dipergunakan untuk menghitung alokasi sekolah di triwulan III dan triwulan IV sesuai dengan ketentuan atau kebijakan perhitungan alokasi sekolah yang telah berlaku. Adapun untuk alokasi dana final pada semester II akan dilakukan dengan menjumlahkan alokasi dari dana final triwulan III dan triwulan IV.


Penutup


Bagi sekolah yang penyaluran dana BOS menggunakan system semesteran, maka penyalurannya akan digunakan dalam jangka waktu 6 bulan sekali.

Itu artinya dalam satu tahun aka nada dua kali penyaluran. Ini berbeda untuk sekolah pada umumnya, di mana penyalurannya dilakukan dengan mekanisme triwulanan atau tiga bulan sekali.

Hal penting yang harus diperhatikan adalah supaya menjaga validitas data di dalam Aplikasi Dapodikdasmen. Sebab pemberian dana BOS didasarkan pada data tersebut.

Demikian yang bisa saya sampaikan terkait dengan Informasi Penyaluran BOS Semesteran Tahun 2017.

Informasi Penyaluran BOS Tahun 2017

Informasi Penyaluran BOS Tahun 2017 - Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) memang menjadi aspek penting dalam pengelolaan sebuah satuan pendidikan.

Maka tak mengherankan jika setiap sekolah di Indonesia selalu berharap agar dana ini bisa selalu turun tepat pada waktunya.

Nah terkait dengan hal tersebut, kali ini saya akan berbagi informasi terkait mengenai Penyaluran BOS Triwulanan.

Informasi ini sesuai dengan Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Terbaru Tahun 2017. Sehingga harus dipahami oleh semua pengelola sekolah.

Baca juga: Juknis BOS Terbaru 2017

Mekanisme penyaluran dana BOS ini diperuntukkan bagi sekolah yang penyalurannya menganut Triwulan (yaitu Tiga Bulan sekali). Sedangkan untuk yang Semesteran akan saya sampaikan pada artikel selanjutnya.
Untuk penyaluran dana BOS dengan menggunakan sistem triwulanan, perhitungan alokasi pada tiap sekolah akan dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut ini:

Informasi Penyaluran BOS Tahun 2017


Informasi Penyaluran BOS Tahun 2017


1. Penyaluran Dana BOS Triwulan I


a) Perhitungan alokasi sementara pada tiap sekolah untuk penyaluran dana BOS pada triwulan I akan menggunakan data jumlah peserta didik yang berasal dari hasil cut off Dapodik pada tanggal 15 Desember dan akan disesuaikan dengan ketentuan/ kebijakan perhitungan alokasi sekolah yang telah berlaku.

b) Perhitungan alokasi final dana BOS triwulan I untuk setiap sekolah akan dilakukan dengan membandingkan data jumlah peserta didik pada masing-masing sekolah pada hasil cut off dari tanggal 15 Desember dan hasil cut off pada tanggal 30 Januari.

Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil cut off pada tanggal 15 Desember dengan hasil cut off pada tanggal 30 Januari, maka Tim BOS Provinsi bisa melakukan verifikasi ke sekolah (untuk jenjang pendidikan dasar melalui Tim BOS Kabupaten/Kota setempat). Hasil verifikasi tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi Tim BOS tingkat Provinsi untuk menetapkan salah satu diantara 2 data hasil cut off yang berbeda di atas yang akan digunakan dalam penetapan alokasi final sekolah pada triwulan I.

Data yang akan dipilih selanjutnya dipergunakan untuk menghitung alokasi sekolah di triwulan I yang sesuai dengan ketentuan/kebijakan perhitungan alokasi sekolah yang telah berlaku.


2) Penyaluran Dana BOS Triwulan II


a) Perhitungan alokasi sementara setiap sekolah untuk penyaluran dana BOS pada triwulan II akan menggunakan data jumlah peserta didik dari hasil cut off Dapodik pada tanggal 30 Januari, dan akan disesuaikan dengan ketentuan/kebijakan perhitungan alokasi sekolah yang telah berlaku.

b) Perhitungan untuk alokasi final triwulan II untuk setiap sekolah akan dilakukan dengan membandingkan pada data jumlah peserta didik di masing-masing sekolah dari hasil cut off tanggal 30 Januari dan pada hasil cut off tanggal 30 April.

Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil cut off pada tanggal 30 Januari dengan hasil cut off pada tanggal 30 April, maka Tim BOS Provinsi bisa melakukan verifikasi ke sekolah (untuk jenjang pendidikan dasar akan melalui Tim BOS tingkat Kabupaten/Kota). Hasil dari verifikasi tersebut akan menjadi dasar bagi Tim BOS tingkat Provinsi untuk menetapkan salah satu diantara 2 data hasil dari cut off di atas yang akan digunakan dalam penetapan alokasi final sekolah untuk triwulan II.

Data yang akan dipilih selanjutnya dipergunakan untuk menghitung alokasi sekolah pada triwulan II yang sesuai dengan ketentuan/kebijakan perhitungan alokasi sekolah yang telah berlaku.

Baca juga: Gaji Operator Sekolah Terbaru


3) Penyaluran Dana BOS Triwulan III


a) Perhitungan alokasi sementara setiap sekolah untuk penyaluran dana BOS pada triwulan III akan menggunakan data dari jumlah peserta didik hasil dari cut off Dapodik pada tanggal 30 April, dan akan disesuaikan dengan ketentuan/kebijakan perhitungan alokasi sekolah yang telah berlaku.

b) Perhitungan alokasi final untuk triwulan III untuk setiap sekolah akan dilakukan dengan membandingkan data dari jumlah peserta didik di masing-masing sekolah pada hasil cut off pada tanggal 30 April dan hasil cut off pada tanggal 30 Oktober.

Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil cut off pada tanggal 30 April dengan hasil cut off pada tanggal 30 Oktober, maka Tim BOS tingkat Provinsi bisa melakukan verifikasi ke sekolah (untuk sekolah pada jenjang pendidikan dasar akan melalui Tim BOS tingkat Kabupaten/Kota setempar).  Hasil dari verifikasi tersebut akan menjadi dasar bagi Tim BOS tingkat Provinsi untuk menetapkan salah satu diantara 2 data dari hasil cut off di atas yang akan dipergunakan dalam hal penetapan alokasi final sekolah untuk  triwulan III.

Data yang akan dipilih selanjutnya dipergunakan untuk menghitung alokasi sekolah pada triwulan III yang sesuai dengan ketentuan/kebijakan perhitungan alokasi sekolah yang telah berlaku.

4) Penyaluran Dana BOS Triwulan IV


a) Perhitungan alokasi sementara setiap sekolah untuk penyaluran dana BOS pada triwulan IV akan menggunakan data ari jumlah peserta didik hasil dari cut off Dapodik pada tanggal 21 September, dan akan disesuaikan dengan ketentuan/ kebijakan perhitungan alokasi sekolah yang telah berlaku.

b) Perhitungan alokasi final pada triwulan IV untuk setiap sekolah akan dilakukan dengan membandingkan data jumlah peserta didik di masing-masing sekolah pada hasil cut off dari tanggal 21 September dan hasil cut off pada tanggal 30 Oktober.

Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil cut off pada tanggal 21 September dengan hasil cut off pada tanggal 30 Oktober, maka Tim BOS tingkat Provinsi bisa melakukan verifikasi ke sekolah (untuk jenjang pendidikan dasar akan melalui Tim BOS tingkat Kabupaten/Kota setempat). Hasil dari verifikasi tersebut akan menjadi dasar bagi Tim BOS tingkat Provinsi untuk menetapkan salah satu diantara 2 data hasil dari cut off di atas yang dipergunakan dalam penetapan alokasi final sekolah pada triwulan IV.

Data yang akan dipilih selanjutnya dipergunakan untuk menghitung alokasi sekolah pada triwulan IV yang sesuai dengan ketentuan/kebijakan perhitungan alokasi sekolah yang telah berlaku.

Demikian informasi mengenai Informasi Penyaluran BOS Tahun 2017 yang bisa saya sampaikan untuk anda semuanya.

Inilah Perbedaan Mekanisme Penyaluran Dana BOS Tahun 2017 dengan 2016


Perbedaan Mekanisme Penyaluran Dana BOS Tahun 2017 dengan 2016 -Sahabat bendahara dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), bagaimana sudahkah anda semuanya membaca tentang Petunjuk Teknis (BOS).

Apabila anda belum mendaatkan file juknis resminya, silahkan langsung saja unduh pada link di bawah ini.

Baca juga: Juknis BOS Terbaru 2017

Berdasarkan pengamatan saya pribadi, antara Draft Juknis BOS 2017 dengan Juknis BOS 2017 yang sudah resmi dipublikasikan tidak banyak mengalami perubahan.

Namun jika dibandingkan dengan Juknis BOS Tahun 2016, memang terdapat beberapa perbedaan yang cukup mencolok. Terutama dalam hal mekanisme penyaluran dana.

Inilah Perbedaan Mekanisme Penyaluran Dana BOS Tahun 2017 dengan 2016


Kendati tidak semua, namun perbedaan ini harus dipahami dengan benar oleh pihak sekolah supaya dalam pengelolaan dana nantinya bisa sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Maka dari itulah pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai Perbedaan Mekanisme Penyaluran Dana BOS Tahun 2017 dengan 2016.

Tujuannya supaya anda semua tidak bingung dengan mekanisme penyaluran dana bantuan ini.

PMK Nomor 187 Tahun 2016


Apabila kita mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 187 Tahun 2016 yang telah diterbikan pada tanggal 2 Desember 2016 yang membahas tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah sepertinya ada perbedaan yang terkait dengan mekanisme Penyaluran Dana BOS pada Tahun ini.

Dalam catatan saya ada beberapa perbedaan terutama mengenai Waktu Penyaluran Dana BOS dan Alokasi Penyaluran Dana Tersebut.

Adapun untuk mengetahui beberapa perebedaan tersebut mari kita perhatikan dulu beberapa pasal yang terdapat di dalam PMK Nomor 187 tahun 2016 yang membahas tentang Bantuan Operasional Sekolah.

Pasal 76 (1)


Dalam dalam PMK Nomor 187 tahun 2016 Pasal 76 (1) disebutkan bahwa  Penyaluran Dana Bantuan Opersional Sekolah (BOS) untuk daerah tidak terpencil akan dilakukan secara triwulanan (3 bulan sekali), yaitu:

a.  Triwulan I dilakukan paling cepat pada bulan Januari

b. Triwulan II dilakukan paling cepat pada bulan April

c.  Triwulan III dilakukan paling cepat pada bulan Juli

d.  Triwulan IV dilakukan paling cepat pada bulan Oktober

Dari penjelasan tersebut sudah jelas bahwa BOS bagi daerah tidak terpencil akan disalurkan setiap 3 bulan sekali, yaitu pada Bulan Januari, April, Juli dan Oktober.

Pasal 76 (2)


Dalam PMK Nomor 187 tahun 2016 Pasal 76 (2) disebutkan bahwa dala Penyaluran  Dana  BOS  pada  tiap  triwulan (3 bulan sekali) sebagaimana  yang dimaksud  pada Pasa 76 ayat  (1)  akan dilakukan dengan rincian sebagai berikut:

a.  Pada triwulan I  sebesar 20% (dua  puluh  persen) yang berasal dari pagu alokasi

b. Pada triwulan II sebesar 40% (empat puluh persen) yang berasal dari pagu alokasi

c. Sedangkan pada triwulan  III  dan  triwulan  IV  masing-masing sebesar  20%  (dua  puluh  persen)  yang berasal dari  pagu alokasi.


Pasal 76 (3)


Dalam PMK Nomor 187 tahun 2016 Pasal 76 (3) disebutkan bahwa dalam Penyaluran  Dana  BOS  untuk  daerah  yang terpencil akan dilakukan secara semesteran (6 bulan sekali), yaitu:

a. Pada semester I dilakukan paling cepat pada bulan Januari

b. Pada semester II dilakukan paling cepat pada bulan Juli.


Pasal 76 (4)


Dalam PMK Nomor 187 tahun 2016 Pasal 76 disebutkan bahwa untuk Penyaluran  Dana  BOS  pada  tiap  semester (6 bulan sekali)  sebagaimana  dimaksud  pada  Pasal 76 ayat  (3)  di atas akan dilakukan dengan rincian sebagai berikut ini:

a.  Pada semester I sebesar 60% (enam puluh persen) yang berasal dari pagu alokasi

b.  Pada semester  II  sebesar 40% (empat  puluh persen) yang berasal dari pagu alokasi

Baca juga: Gaji Operator Dapodik sesuai Juknis BOS 2017

Perbedaan Juknis BOS 2017 dan Juknis BOS 


Dalam pengamatan saya mengenai Juknis BOS Tahun 2017 ada perbedaan yang cukup mencolok dengan Juknis Tahun 2016 lalu.

Perbedaan ini terutama terkait dengan pembelian buku teks sekolah. di dalam Juknis BOS Tahun 2017 disebutkan bahwa:

Tim  Bantuan Operasional Sekolah (BOS ) dari Provinsi  dan  Tim  BOS  dari Kabupaten/Kota  sesuai  dengan kewenangannya harus memastikan bahwa setiap sekolah telah mencadangkan separuh dari dana BOS pada triwulan II (yaitu 20% dari alokasi satu tahun) di rekening  masing-masing sekolah  yang akan digunakan untuk  pembelian  buku  teks  yang  harus  dibeli sekolah  dengan  ketentuan  jumlah  yang  ditetapkan  pada  bab selanjutnya.

Adapun dana BOS yang dicadangkan ini baru boleh dan bisa dicairkan jika  pihak sekolah  akan  membayar  pemesanan  buku  teks  yang diperlukan tersebut,  atau  telah  memenuhi  kewajiban  untuk menyediakan  buku yang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pada bab yang membahas tentang penggunaan dana.

Apabila kebutuhan akan dana untuk pembelian buku teks lebih besar daripada 20%  dana  BOS  yang  telah dicadangkan  tersebut,  maka sekolah  bisa menambahkan dana tersebut dari dana yang telah ada.

Namun jika dana kebutuhan  untuk dana  pembelian  buku  teks  lebih  kecil  dari  alokasi 20% dari dana BOS yang telah dicadangkan tersebut, maka sisa dana bisa dipergunakan untuk  pembelian  berbagai macam buku  lainnya atau  pembiayaan  kegiatan  lainnya sebagaimana yang telah diatur pada bab pembahasan selanjutnya.

Kesimpulan 


Berdasarkan Juknis BOS Tahun 2017 tersebut maka Kepala Sekolah harus menyisihkan dana BOS sebesar 20% yang nantinya dipergunakan untuk pembelian Buku Teks.

Aturan terbaru ini tentunya harus dipahami mulai dari sekarang agar sekolah mempergunakan dana BOS sesuai dengan aturan yang berlaku.

Penjelasan mengenai kewajiban menyisihkan 20% dana BOS di atas saya ambil dari Juknis BOS 2017.

Tepatnya pada Bab IV yang membahas mengenai Penyaluran Dana pada Halaman 37. Untuk diksi lengkapnya bisa anda baca pada gambar di atas.

Demikianlah informasi mengenai Perbedaan Mekanisme Penyaluran Dana BOS Tahun 2017 dengan 2016 yang bisa saya bagikan untuk anda sekalian.


Juknis BOS Terbaru 2017


Sahabat bendahara Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di seluruh Indonesia, sudah tahukah anda bahwa Juknis BOS Terbaru 2017 sudah diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan?

Ya, saat ini Juknis BOS Terbaru memang sudah resmi dikeluarkan. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2017.

Permendibud Nomor 8 Tahun 2017 tersebut memang secara khusus membahas tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah (Juknis BOS).

Juknis BOS Terbaru 2017


Juknis ini harus anda semua ketahui, terutama bagi para bendahara BOS. Sebab Permendikbud ini menjadi acuan utama dalam pemanfaatan dana BOS yang diperoleh masing-masing sekolah.

Tentu anda sudah mengetahui bahwa dana BOS diambil dari anggaran pemerintah, yang harus digunakan sesuai dengan aturan berlaku.

Jangan sampai anda mempergunakan dana tersebut di luar ketentuan yang sudah ditetapkan. Sebab hal tersebut akan ada konsekuensi hukumnya sendiri.

Juknis BOS Terbaru 2017 ini ditetapkan pada tanggal 22 Februari 2017 di Jakarta oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Dan diundangkan di Jakarta pada tanggal 27 Februari 2017.

Isi Permendibud Nomor 8 Tahun 2017


Permendibud Nomor 8 Tahun 2017 berisi tentang berbagai macam hal yaitu:

  1. Menimbang, berisi tentang berbagai macam dasar pertimbangan dibuatnya Juknis BOS Terbaru ini. Di antara pertimbangan tersebut adalah dalam rangka untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan sebagai salah satu program prioritas pembangunan yang berskala nasional, maa perlu mendorong pemerintah di tingkat daerah dalam menyelenggarakan pendidikan bagi masyarakat. Dan lain sebagainya.
  2. Mengingat, besikan tentang berbagai peraturan yang jadi pengingat dalam penerbitan Permendikbud yang berisi tentang pembuatan Juknis BOS Terbaru 2017. Di antaranya adalah Undang-Undang (UU) bernomor 20 Tahun 2003 yang membahas tentang Sistem Pendidikan Nasional atau biasa dikenal dengan sebuatan UU Sisdiknas (Lembaran Negara Republik Indonesia pada Tahun 2003 yang bernomor 78, Tambahan pada Lembaran Negara Republik Indonesia yang bernomor 4301). Dan lain sebagainya.
  3. Menetapkan, berisi tentang berbagai pasal yang akan dibahas di dalam Permendibud Nomor 8 Tahun 2017


Pasal 1 Permendibud Nomor 8 Tahun 2017


Dalam pasal 1 Permendibud Nomor 8 Tahun 2017 membahas berbagai istilah penting yang harus dimengerti oleh semua pihak. Di antaranya adalah:

  • Biaya Pendidikan adalah sebuah sumber daya keuangan yang disediakan dan diperlukan guna untuk biaya pada satuan pendidikan, biaya untuk penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan, serta biaya pribadi para peserta didik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Bantuan Operasional Sekolah atau yang biasa disebut dengan BOS adalah sebuah program yang berasal dari Pemerintah Pusat guna untuk penyediaan pendanaan biaya operasional non personalia bagi satuan pendidikan dasar dan menengah (Sekolah pada jenjang SD sampai dengan SMA sederajat).
  • Standar Nasional Pendidikan atau yang biasanya disingkat dengan sebutan SNP adalah sebuah kriteria minimal yang berisikan tentang sistem pendidikan yang berada di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dan masih banyak lagi daftar penjelasan istilah lain yang dibahas. Total ada 26 istilah yang dibahas pada pasal 1 Permendikbud Nomor 8 Tahun 2017.

Penjelasan berbagai istilah ini sangat penting dilakukan. Supaya para bendahara BOS terutama, memahami segala macam penjelasan yang tertuang di dalam Juknis BOS Terbaru 2017.

Pasal 2 Permendikbud Nomor 8 Tahun 2017


Di dalam Permendikbud Nomor 8 Tahun 2017 berisikan penjelasan 3 hal penting, yaitu:

  • Petunjuk teknis BOS atau Juknis BOS adalah sebuah pedoman bagi pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota di Indonesia dan para satuan pendidikan dalam hal penggunaan dan pertanggungjawaban keuangan dan BOSBOS.
  • Petunjuk teknis BOS (Juknid) sebagaimana dimaksud pada penjelasan di atas tercantum dalam sebuah Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2017

Pasal 3 Permendikbud Nomor 8 Tahun 2017


Di dalam Permendikbud Nomor 8 Tahun 2017 berisikan bahwa ketika Permendikbud ini berlaku, maka Permendikbud Nomor 80 Tahun 2015  sebagaimana sudah diubah dengan Permendikbud Nomor 80 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Keuangan dana BOS dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Lampiran Permendikbud Nomor 8 Tahun 2017


Lampiran Permendikbud Nomor 8 Tahun 2017 berisikan tentang teknis dan BOS tahun 2017, di antaranya meliputi hal-hal berikut ini:

  • Tujuan BOS
  • Sasaran BOS
  • Satuan Biaya
  • Waktu Penyaluran

Dan masih banyak lagi yang lainnya, nanti silahkan anda baca sendiri agar semuanya menjadi jelas.

Perlu anda sadari bahwa mengelola dana BOS tidak boleh dilakukan sembarangan. Anda harus mengikuti segala aturan yang berlaku supaya tidak terkena pidana.

Demikianlah informasi mengenai Juknis BOS Terbaru 2017 yang bisa saya sampaikan. Adapun file Juknisnya bisa anda unduh pada link di bawah ini.

Juknis BOS Terbaru 2017


Mekanisme Pengembalian Kelebihan Salur Dana BOS

Mekanisme Pengembalian Kelebihan Salur Dana BOS. Pada akhir tahun khususnya di bulan desember, semua jenjang sekolah di Indonesia mulai dari tingkat SD sampai dengan SMA sederajat harus menghitung ulang dana BOS yang diterimanya.

Mengapa harus dihitung ulang? Sebab dalam proses penyaluran dana BOS bisa terjadi kelebihan dan kekurangan salur dana. Sehingga ada sekolah yang memperoleh jumlah dana kurang dari semestinya. Sebaliknya juga ada sekolah yang memperoleh melebihi yang seharusnya.

Mekanisme Pengembalian Kelebihan Salur Dana BOS
Mekanisme Pengembalian Kelebihan Salur Dana BOS.

Seperti yang diketahui bahwa pemberian dana BOS didasarkan oleh jumlah peserta didik di setiap sekolah. Semakin banyak siswa maka semakin besar pula dana BOS yang diperoleh. Tentunya untuk masing-masing jenjang pendidikan besaran dana per siswanya berbeda.

Dana ini akan diberikan kepada setiap tiga bulan sekali maka disebutlah triwulan. Sehingga dalam satu tahun dana BOS akan diberikan kepada sekolah selama empat tahap. Dimulai pada awal tahun yaitu di bulan januari dan berakhir pada bulan desember.

Maka dari itu artikel ini sengaja saya buat dengan pembahasa akan fokus tentang kelebihan salur BOS. Mengapa demikian? Sebab ini mempunyai akibat penting bagi sekolah, karena dapat berhubungan dengan hukum karena kaitannya dengan penggunaan uang negara. Sementara yang kurang salur, secara otomatis akan dipenuhi kekurangannya pada pencairan dana BOS selanjutnya.

Apa itu Kelebihan Salur Dana BOS? Kelebihan Salur Dana BOS adalah penyaluran sejumlah dana BOS yang melebihi dari jumlah dana yang seharusnya. Misalnya dalam sebuah sekolah, penyaluran dana BOS pada tahap tiga harusnya Seratus Juta Rupiah tapi yang disalurkan adalah Seratus Lima Juta Rupiah. Maka sekolah tersebut terindikasi mendapatkan kelebihan salur dana BOS sebesar Lima Juta Rupiah, dan itu harus dikembalikan kepada negara.

Apa sih sebabnya sampai terjadi kelebihan salur dana BOS? Biasanya penyebab terjadinya hal ini adalah karena terdapat kesalahan data pada pada waktu penyaluran di triwulan 1 sampai dengan triwulan 3. Ada tiga ketentuan mengenai aturan kelebihan salur dana BOS ini, yaitu:

A. Apabila terjadi kelebihan salur dana BOS seperti itu pada triwulan 1 s/d 3 yang disebabkan karena kesalahan data di dapodikdasmen, maka sekolah harus menyesuaikan jumlah peserta didik agar sama dengan jumlah riilnya (ini untuk sekolah yang menginput data peserta didik yang tidak sesuai dengan data asli). Bagi kelebihan salur karena kesalahan data dapodikdasmen, maka tim Manajemen BOS provinsi akan mengurangi dana BOS di sekolah itu dalam penyaluran di tahap berikutnya.

B. Apabila kelebihan salur dana BOS tidak tercatat dalam sistem dapodikdasmen maka kelebihan dana tersebut harus dikembalikan oleh sekolah ke rekening Kas Umum Daerah (KUD). Kesalahan ini murni dari sistem pusat.

C. Apabila kelebihan salur dana BOS terjadi pada triwulan ke-4 maka sekolah wajib mengembalikan kelebihan dana tersebut ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD)

Hal itu diperkuat melalui Permendikbud Nomor 80 Tahun 2015 Jo Permendikbud Nomor 16 Tahun 2016 yang isinya membahas tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Tahun 2016. Di dalamnya dijelaskan bahwa apabila terjadi kelebihan salur dana BOS yang tidak tercatat dalam dapodikdasmen maupun kelebihan salur yang terjadi pada triwulan ke-4 maka sekolah tersebut harus mengembalikan kelebihan Dana BOS ke rekeningk Kas Umum Daerah (KUD).

Setelah memahami aturan tersebut, diharapkan semua sekolah mematuhinya dengan baik. Untuk daftar sekolah yang memperoleh kelebihan salur dana BOS diumumkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi masing-masing. Sehingga anda bisa melihat daftarnya sendiri melalui info dari Dinas Pendidikan Provinsi.

Apabila sekolah anda memperoleh kelebihan salur ini, alangkah baiknya segera mengembalikan kelebihan dana tersebut. Ini penting dilakukan, supaya pada suatu hari nanti tidak terjadi apa-apa bagi anda dan sekolah terkait penyaluran dana BOS ini.

Lalu bagaimana mekanismen pengembalian kelebihan salur dana BOS? Ada beberapa tahap yang perlu anda lakukan. Simaklah penjelasan berikut ini dengan seksama.

Mekanisme Pengembalian Kelebihan Salur Dana BOS

1. Pertama anda harus meminta Surat Tanda Setoran (STS) kelebihan alokasi dana BOS di Bank Daerah di masing-masing provinsi yang ditunjuk sebagai tempat pengembalian kelebihan salur dana BOS. Untuk format STS sendiri menyesuaikan, untuk contoh anda bisa melihat gambar yang ada di atas.

2. Isi format STS tersebut dengan benar. Daftar isian di STS biasanya adalah Kode Rekening, Uraian Rincian Obyek dan Jumlah Dana kelebihan tersebut.

3. Mengirimkan kelebihan salur dana BOS dengan cara transfer melalui kantor cabang Bank kabupate/kota setempat yang telah ditunjuk, ke rekening KUD Pemerintah Provinsi dengan kode rekening sesuai dengan kabupaten/kota masing-masing.

4. Mengirimkan fotokopi dari STS yang anda isi tadi kepada Dinas Pendidikan Provinsi dan kabupaten/kota setempat

5. Adapun jumlah kelebihan dana BOS tahun 2016 yang harus dikembalikan skolah harus sesuai dengan data yang ada (biasanya dirilis oleh Dinas Pendidikan Provinsi).

Pada intinya mengapa ada Mekanisme Pengembalian Kelebihan Salur Dana BOS, itu karena pemerintah ingin agar pengelolaan dana BOS transparan. Sehingga pemberiannya sesuai dengan keadaan nyata. Karena dana ini berasal dari negara maka harus dipertanggungjawabkan dengan benar.

Pengembalikan kelebihan ini harus pada bulan desember. Jangan sampai melebihi bulan tersebut. Karena hal itu bisa menjadi persolah, atau temuaan dari inspektorat dan BPKP setempat. Pastinya anda semua tak ingin hal itu terjadi sehingga segera kembalikan kelebihan salur dana bos tersebut ke rekening Kas Umum Daerah setempat

Demikianlah informasi mengenai Mekanisme Pengembalian Kelebihan Salur Dana BOS yang bisa saya sampaikan kepada anda semuanya.

Tata Cara Pelaporan Dana BOS Online

Tata Cara Pelaporan Dana BOS Online. Semua sekolah di Indonesia tentu akan memperoleh dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS. Sesuai dengan namanya, dana ini digunakan untuk pembiayaan operasional sekolah. Mulai dari tingkat SD sampai dengan SMA sederajat.

Dana BOS ini dialokasikan dari anggaran negara. Maka dalam penggunaannya harus sesuai dengan aturan dan petunjuk teknis yang telah ditentukan. Tidak boleh, dana ini digunakan untuk sembarang keperluan yang tidak masuk dalam kategori penggunaan BOS. Jika ada penyelewengan, konsekuensinya tidak main-main karena harus berhadapan dengan hukum.

Tata Cara Pelaporan Dana BOS Online
Tata Cara Pelaporan Dana BOS Online.

Mulai tahun 2016, pemberian dana BOS tidak lagi dilakukan setiap 6 bulan sekali (Semester). Melainkan diberikan setiap 3 bulan sekali (Tri Wulan). Jadi dalam satu tahun, setiap sekolah akan memperoleh penyaluran dana BOS empat kali dihitung mulai bulan Januari sampai dengan Desember.

Maka dari itu, setiap sekolah wajib menjaga kualitas datanya. Terlebih harus melakukan sinkronisasi data sebelum batas waktu (Cut Off) dana BOS berakhir. Jika ini tidak dilakukan, besar kemungkinan sekolah tersebut tidak akan memperoleh penyaluran dana BOS pada tahap tertentu. Dan ini sudah terbukti berkali-kali.

Setelah sekolah memperoleh dana BOS pada setiap tahap, bukan berarti pekerjaan telah beres. Sebagai dana yang berasal dari negara, penggunaan BOS harus dipertanggungjawabkan secara baik dan terbuka. Di sinilah peran penting dari bendahara BOS yang harus menyusun laporan dengan sebaik mungkin.

Kapan laporan BOS harus dibuat? Setelah dana BOS diterima, maka sekolah wajib melaporkan penggunaannya. Artinya karena penyalurannya dilakukan tiga bulan sekali, maka laporan BOS juga harus dibuat setiap tiga bulan sekali.

Bagaimana caranya? Pada awalnya laporan BOS hanya dalam bentuk print out. Namun saat ini berbeda, sekolah juga harus melaporkan dana BOS secara online. Kemendikbud sebagai kementerian yang menangani pendidikan telah membuat sebuah sistem aplikasi untuk pelaporan dana BOS.

Seorang bendaharan BOS harus menguasai cara laporan secara online ini. Jika tidak, dikhawatirkan terdapat salah input data yang bisa mengakibatkan kesalahan dalam pelaporan online. Pastinya anda tidak menginginkan hal ini terjadi. Maka dari itu perhatikanlah penjelasan berikut ini.

Tata Cara Pelaporan Dana BOS Online

1. Masuk Website BOS Online

Untuk menuju halaman laporan dana BOS online silahkan anda kunjungi alamat http://bos.kemdikbud.go.id nanti akan muncul tampilan beranda. Kemudian klik tombol Login berwarna merah yang berada di bagian bawah sebelah kanan.

2.  Login BOS Online

Anda akan di bawa ke Menu Login. Di situ ada 3 data yang harus anda isi, yaitu Jenjang, Username dan Password. Kolom Jenjang diisi sesuai dengan jenjang sekolah anda, misalnya SMK. Sedangkan Username dan Password diisi sama dengan yang anda gunakan di Dapodik. Setelah terisi semua, klik tombol Login berwarna biru yang ada di bawahnya.


3. Masuk List Raport Sekolah

Selanjutnya anda akan di bawa masuk pada halaman List Raport Sekolah. Klik tombol Tambah berwarna biru yang berada di sebelah kanan. Tunggu sampai muncul halaman Tambah Laporan.

4. Isi Data Tambah Laporan

Setelah Halamam Tambah Laporan terbuka, ada tiga jenis tabel yang harus diisi. Yaitu Triwulan, Penerimaan Dana, dan Penggunaan Dana per Komponen. Tabel Triwulan diisi dengan pilihan tahun dan triwulan yang akan dilaporkan. Tabel Penerimaan Dana diisi jumlah dana yang diterima di triwulan tersebut. Tabel Penggunaan Dana per Komponen diisi dengan data penggunaan dana BOS per Komponen yang telah ditetapkan. Semua Tabel tersbut harus diisi dengan lengkap dan valid. Jangan sampai ada satu data yang luput dan tidak diisi.

5. Klik Tombol Proses

Setelah semua data diisi lengkap, silahkan Klik Tombol Proses berwarna biru di bawah Tabel Penggunaan Dana per Komponen. Tombol Proses ini berfungsi untuk mengirim Laporan Dana BOS Online.


6. Edit Data Laporan BOS Online

Jika ada data yang kurang pas, anda bisa melakukan edit data. Caranya dengan Klik Menu Edit pada masing-masing laporan Triwulan BOS. Setelah diperbaiki, kemudian Klik Tombol Proses.

7. Selesai

Dengan klik Tombol Proses maka laporan penggunaan dana BOS anda sudah terkirim dan selesai. Anda bisa bernafas lega, sambil minum kopi hehe

Sahabat bendahara BOS, setelah selesai mengirim Laporan Dana BOS Online sebaiknya anda melakukan pengecekan kembali. Pengecekan ini bertujuan untuk melihat apakah data yang dikirim sudah benar-benar sesuai atau belum. Adapun Cara Cek Laporan BOS Online adalah sebagai berikut:

a. Masuk ke website Laporan BOS Online, seperti langkah di atas

b. Pilih Menu Penggunaan Dana Per Komponen yang berada di sebelah kiri

c. Isi Data Sekolah yang meliputi, Jenjang, Provinsi, Kabupaten/Kota, Status Sekolah, Nama Sekolah dan Tahun.

d. Pilih Sumbit. Tombol Sumbit ini berfungsi untuk menampilkan data Laporan BOS secara online

e. Pilih Export Excel. Tombol ini berfungsi untuk mengunduh laporan BOS online dalam format Excel

Penutup

Setiap penyaluran Dana BOS wajib dipertanggungjawabkan. Karena berhubungan dengan dana yang besar saya menganjurkan agar dalam sekolah memiliki Tim Manajemen BOS tersendiri, Apa fungsinya? Fungsi utamanya adalah untuk mengelola dana BOS sebaik mungkin dan sesuai dengan Juknis yang berlaku.

Apakah setelah melaporkan dana BOS secara online tidak perlu membuat laporan prin out? Masih tetap perlu, biasanya dikirim ke Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota setempat. Maka dari itu setiap penggunaan dana BOS harus disertai bukti kuitansi. Demikian informasi tentang Tata Cara Pelaporan Dana BOS Online yang bisa saya sajikan.


Buku Panduan Sukses Bendahara BOS SMK

Sobat Bendahara BOS di manapun berada. Ada kabar baru buat anda sekalian, apa itu? Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Kemendikbud telah meluncurkan buku elektronik khusus untuk bendahara BOS. Buku ini diberi nama Buku Panduan Sukses Bendahara BOS SMK.

Buku Panduan Sukses Bendahara BOS SMK adalah sebuah buku yang berisi tentang tata cara dan mekanisme pengelolaan dana BOS SMK. Di dalamnya, anda bisa melihat bagaimana prosedur pengelolaan BOS SMK mulai dari ketika penerimaan sampai dengan pelaporannya baik secara prin out maupun online.

Buku Panduan Sukses Bendahara Bos SMK.



Perlu anda pahami bahwa dana BOS SMK juga berasal dari anggaran negara. Maka penggunaannya harus sesuai dengan aturan yang telah ditentukan. Dana ini tidak boleh dipergunakan sembarangan, apabila ini dilakukan akan mempunyai konsekuensi hukum. Sudah banyak kasus seperti itu terjadi, yang mengakibatkan Kepsesk atau bendahara harus berurusan dengan hukum.

Tentu anda semua tak ingin mengalami hal seperti ini. Maka dari itulah Buku Panduan Sukses Bendahara BOS SMK disusun. Tujuan buku ini dibuat adalah untuk membantu dan mempermudah bendahara sekolah dalam melakukan pengelolaan terhadap dana BOS SMK. Sehingga tidak ditemukan lagi kesalahan dalam pelaporan dana yang telah digunakan.

Buku Panduan Sukses Bendahara BOS SMK dibuat dalam bentuk elektronik (PDF). Bagai saya ini hal yang sangat baik. Mengapa demikian? Dengan dibuat secara elektonik maka siapa saja dapat memilikinya dengan mudah. Caranya anda tinggal mengunjungi website PSMK, kemudian pilih bagian unduhan pilih buku panduan bos ini.

Selain itu, apabila ingin memilikinya dalam bentuk prin out maka anda bisa dengan mudah mencetaknya. Sehingga setiap saat bisa dibaca untuk menjadi sumber pengetahuan dalam pengelolaan dana BOS SMK.

Mengapa sih harus dibuatkan Buku Panduan Sukses Bendahara BOS SMK? Ini satu hal yang harus anda pahami. Dana BOS SMK berbeda dengan jenjang sekolah lain. Perbedaan ini terletak pada aturan penggunaan serta cara pelaporannya. Sehingga tidak bisa disamakan dengan pengelolaan BOS jenjang sekolah lain.

Dalam Buku Panduan Sukses Bendahara BOS SMK di bagian awal anda akan melihat kata pengantar dari Drs. M. Mustaghfirin Amin, MBA Direktur Pembinaan SMK. Apa isi dari kata pengantar buku ini? Mari kita simak penjelasan berikut.

Pertama direktur PSMK mengucapkan puji syukur kepada tuhan, karenanyalah Buku Panduan Sukses Bendahara BOS SMK bisa diterbitkan dengan baik dan sukses. Buku ini dibuat sebagai buku pendampingan untuk para bendahara BOS SMK.

Pendampingan untuk apa? Terutama dalam menyusun tata administrasi dan pelaporan dana BOS SMK sesuai dengan Juknis atau petunjutk Teknis penggunaan dan pertanggungjawaban dana BOS yang berlaku. Berdasarkan Permendikbud Nomor 16 Tahun 3026 yang khusus membahas tentang dana BOS.

Perlu anda ketahui bahwa program dana BOS untuk SMK diberikan kepada sekolah dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 1.400.000 per siswa. jadi anda tinggal mengalikannya dengan jumlah siswa di sekolah anda. Untuk apa sih dana BOS SMK ini, setidaknya ada 3 tujuan utama.

Pertama, untuk mewujudkan pelaku pendidikan Sekolah mengengah Kejuruan (SMK) yang kuat dan tangguh. Kedua, untuk mewujudkan akses siswa terhadap pendidikan SMK yang meluas, merata di seluruh Indonesia serta berkeadilan untuk semua pihak. Ketiga, dalam rangka mewujudkan proses pembelajaran yang berkualitas dan memiliki mutu tinggi di jenjang SMK.

Untuk lebih jelasnya berikut ini Buku Panduan Sukses Bendahara BOS SMK, silahkan anda unduh.







Demikian Informasi mengenai Buku Panduan Sukses Bendahara BOS SMK yang bisa saya sampaikan kepada anda sekalian.

Panduan Laporan BOS Online SMA dan SMK Tahun 2016

Panduan Laporan BOS Online SMA dan SMK. Sehubungan dengan telah turunnya Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Triwulan Ketiga Tahun 2016, maka para bendahara sekolah harus segera melaporkan penggunaan dan pertanggungjawaban Dana BOS tersebut. Semakin cepat dana BOS dilaporkan, maka akan semakin baik, sebab hal ini berhubungan dengan penggunaan keuangan negara.

Saya rasa anda semuanya pasti sudah sangat faham mengenai apa itu dana BOS. Dana ini digunakan untuk biaya operasional sekolah, sehingga untuk memenuhi keperluan operasional, sekolah tidak perlu lagi meminta kepada para siswa.


Panduan Laporan BOS Online SMA dan SMK
Panduan Laporan BOS Online SMA dan SMK.


Dari sinilah dapat ditarik garis kesimpulan bahwa Dana BOS juga bertujuan membantu siswa dalam pembiayaan keperluan sekolah. Sehingga cita-cita wajib belajar pendidikan minimal 12 tahun yang dicanangkan pemerintah untuk skala nasional dapat terwujud secepatnya dan baik.

Perlu anda pahami, penyaluran dana BOS saat ini tidak sama dengan beberapa waktu lalu. Apa yang beda? Perbedaan ini terletak pada metode dan waktu penyalurannya. Jika dahulu dilakukan satu semester sekali, maka saat ini dana BOS diberikan setiap tiga bulan sekali (tri wulan). Maka dari itu, pelaporan penggunaan dana BOS juga harus dilakukan setiap tiga bulan sekali pasca dana itu diterima sekolah.

Perlu para bendahara BOS ketahui, dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 16 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Dana Bantuan Operasional Sekolah semua sekolah berkewajiban untuk mengisi laporan penggunaan dana BOS.

Pelaporan penggunaan dan pertanggungjawaban Dana BOS saat ini tidak hanya dilakukan secara manual. Melainkan juga harus dilakukan secara online melalui website www.bos.kemdikbud.go.id Hal ini dilakukan untuk menciptakan akuntabilitas dalam penggunaan Dana BOS di masing-masing sekolah.

Adapun laporan penggunaan dan pertanggungjawaban Dana BOS Online berisikan 17 Komponen. Semua komponen tersebut harus anda laporkan per Triwulan sesuai dengan penyaluran dana BOS. Sehingga setiap 3 bulan usai dana BOS cair, bendahara harus melaporkan kegunaan dana tersebut. Tentunya penggunaannya harus disesuaikan dengan Juknis yang berlaku di masing-masing tingkat satuan pendidikan.

Pertanyaan selanjutnya adalah sudah tahukah anda mengetahui Panduan Laporan BOS Online SMA dan SMK? Jika anda merasa belum tahu sebaiknya perhatikan penjelasan berikut ini dengan baik.

1. Pertama silahkan masuk ke website laporan dana bos di alamat url www.bos.kemdikbud.go.id. Anda akan di bawa pada halaman beranda Dana BOS. Akan terlihat banyak menu yang terkait dengan laporan BOS. Nah karena anda akan melakukan laporan, maka silahkan klik tombol Login Pelaporan

2. Anda kemudian diminta melakukan Login sistem. Login ini sama menggunakan username dan password sesuai Dapodik. Mengapa demikian? sebab Aplikasi laporan BOS ini memang didesain terintegrasi dengan Aplikasi Dapodik

3. Kemudian isi data sekolah anda. Pengisian data sekolah harus komplit dan sesuai dengan data riil yang ada. Jangan sampai data yang anda input ke dalam sistem keliru atau salah, sebab ini akan membuat repot anda sendiri

4. Isi semua data yang diminta dalam 17 Komponen laporan Dana BOS. Di sinilah seorang bendahara BOS harus mengerti dan memahami isi masing-masing komponen. Jangan sampai keliru dalam mengisi data karena laporan anda bisa saja tidak disetujui.

Saran saya, khususnya bagi bendahara BOS agar membaca jukni penggunaan Dana BOS serta Peraturan yang terkait dengannya. Tujuannya supaya dalam penggunaan dan pelaporannya sesuai dengan aturan yang berlaku. Demikian Informasi mengenai Panduan Laporan BOS Online SMA dan SMK Tahun 2016. Semoga dapat bermanfaat anda semua.