Tampilkan posting dengan label NUPTK. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label NUPTK. Tampilkan semua posting

Cara Memperbaiki Proses Klaim NUPTK di Verval PTK


Cara Memperbaiki Proses Klaim NUPTK di Verval PTK - Pengajuan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) telah dibuka kembali oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Bedanya, saat ini pengajuan NUPTK tidak lagi dilakukan melalui website Padamu Negeri. Melainkan berdasarkan pada data Dapodik masik-masing PTK.

Jika dianggap sudah layak maka ia akan otomatis menjadi calon penerima NUPTK di dalam Sistem Verifikasi dan Validasi (Verval) PTK.

Bagi anda yang sudah termasuk ke dalam calon penerima NUPTK, maka segera upload beberapa dokumen penunjang. Supaya pengajuannya segera di approve oleh beberapa pihak yang berwenang.

Cara Memperbaiki Proses Klaim NUPTK di Verval PTK


Berkaitan dengan hal tersebut, saya telah menjelasnkannya pada artikel yang berjudul, Fitur Calon Penerima NUPTK Sudah Aktif, Segera Upload Dokumen Anda.

Silahkan anda baca artikel tersebut, supaya mengetahui bagaimana caranya mengupload berbagai data yang diperlukan terkait penerbitan NUPTK.

Kali ini saya akan membahas sebuah artikel yang berkaitan dengan proses penerbitan NUPTK melalui Sistem Verval PTK.

Ada sebuah masalah terkait adanya keterangan Proses Klaim NUPTK untuk beberapa guru. Persoalan ini nampaknya tidak hanya dialami oleh satu dua orang guru saja, melainkan banyak dialami oleh para guru di Indonesia secara umum.

Pada gambar di bawah anda bisa melihat, bahwa terdapat seorang guru yang status validasinya adalah Proses Klaim NUPTK.

Hal ini tentunya sangat meresahkan, sebab dengan begitu maka guru tersebut tidak bisa mengajukan berkas-berkas untuk penerbitan NUPTK.

Pertanyaan selanjutnya adalah, adakah solusu untuk mengatasi hal tersebut? Bagaimana Cara Memperbaiki Proses Klaim NUPTK di Verval PTK?

Baca juga: Cara Upload Data Calon Penerima NUPTK Agar Cepat di Approve

Sehubungan dengan masalah tersebut, di sini saya akan mencoba menjelaskan solusi mengatasi masalah tersebut.


Cara Memperbaiki Proses Klaim NUPTK di Verval PTK


Ada 2 kasus mengenai Status Validasi berisi Proses Klaim NUPTK, yaitu:

  • Kasus pertama, guru bersangkutan sudah pernah memiliki NUPTK, namun data NUPTK tersebut tidak dimasukkan ke dalam Aplikasi Dapodik. Sehingga di Sistem Verval PTK, ia diindikasikan sudah mempunyai NUPTK. Solusinya adalah Aktifkan kembali NUPTK anda. Masukkan ke dalam Aplikasi Dapodik supaya data anda yang awalnya berisi keterangan Proses Klaim NUPTK, bisa kemudian menjadi VALID.
  • Pada kasus yang kedua ini cukup membuat banyak pihak pusing. Sebab guru tersebut, benar-benar belum pernah memiliki NUPTK. Awalnya mereka dinyatakan sebagai Calon Penerima NUPTK, namun selang beberapa waktu kemudia dalam Sistem Verval PTK dinyatakan dalam Proses Klaim NUPTK. Permasalahan ini banyak sekali, sehingga mereka tida bisa mengajukan berkas pengajuan NUPTK.

Untuk masalah yang kedua ini, ada beberapa solusi yang bisa anda lakukan:

  1. Hubungi pihak Operator Dapodik di Dinas Kabupaten/Kota masing-masing. Tanyakan kepada mereka apa penyebab adanya keterangan Proses Klaim NUPTK pada data anda. Setelah dipastikan penyebabnya, mintalah untuk meriject status anda sebagai calon penerima NUPTK. Apakah ini tidak akan membatalkan seseorang menjadi calon penerima NUPTK? Iya ini akan membatalkan, namun selama data di dapodik anda sudah memenuhi syarat pengajuan NUPTK maka secara otomatis anda akan masuk kembali ke Calon Penerima NUPTK.
  2. Silahkan Hubungi Helpdesk Dapodikdasmen Pusat di laman http://helpdesk.dikdasmen.kemdikbud.go.id/ atau juga bisa kepada Unit Layanan Terpadu Kemendikbud di laman http://ult.kemdikbud.go.id/ sampaikan semua permasalahan yang anda alami melalui laman tersebut. Nanti anda akan memperoleh penjelasan mengenai data anda tersebut.
  3. Tunggu Status Validasi di Sistem Verval PTK berubah secara otomatis. Ada yang berpendapat bahwa adanya keterangan Status Validasi berisikan Proses Klaim NUPTK disebabkan karena sistem sedang dalam penyempurnaan. Sehingga mengakibatkan beberapa data berubah demikian. maka tunggu saja sampai sistem bekerja normal dan disempurnakan, sehingga nanti data akan kembali menjadi Calon Penerima NUPTK.


Penutup


Pada intinya adanya status Proses Klaim NUPTK disebabkan karena input data di Aplikasi Dapodik anda. Sebab semua data yang ada dalam Sistem Verval PTK diambil dari dapodik.

Maka dari itu, kualitas dan validitas data yang dientri ke dalam Aplikasi Dapodik harus benar-benar valid. Jangan sampai ada data yang tidak benar.

Selama data anda semuanya valid, maka dalam Verval PTK tidak akan menjadi persoalan.

Demikianlah informasi mengenai Cara Memperbaiki Proses Klaim NUPTK di Verval PTK yang bisa saya sampaikan kepada anda semuanya.

Mengapa Pengajuan NUPTK Tak Segera Diapprove Ditjen GTK?

Mengapa Pengajuan NUPTK Tak Segera Diapprove Ditjen GTK? Sobat Guru Indonesia, berita tentang terbitnya calon Penerima NUPTK beberapa waktu lalu memang cukup melegakan. Sebab, pasca sudah tidak lagi berfungsinya Padamu Negeri, para guru yang belum memiliki NUPTK bingung bagaiamana cara memperoleh NUPTK nantinya.

Kegelisahan itu kini akhirnya terjawab. NUPTK tidak lagi diajukan seperti dulu, melainkan akan ada informasi resmi dari Ditjen GTK bahwa guru tersebut sudah masuk dalam kategori Calon Penerima NUPTK. Setelah itu, baru kemudian anda melengkapi semua berkas yang diminta sebagai syarat administratif.

Mengapa Pengajuan NUPTK Tak Segera Diapprove Ditjen GTK?
Mengapa Pengajuan NUPTK Tak Segera Diapprove Ditjen GTK?

Apa saja syarat itu? Setidaknya ada tujuh hal yang perlu anda siapkan untuk bisa mendapatkan NUPTK, yaitu:

1. Kartu Tanda Penduduk

2. Surat Keputusan Guru Tetap Yayasan (SK GTY) bagi Swasta/Surat Keputusan (SK) dari Bupati/Walikota/Gubernur bagi guru yang mengajar di sekolah Negeri

3. Surat Keputusan Penugasan dari Sekolah atau yayasan yang isinya bahwa PTK tersebut benar-benar ditugaskan mengajar di sekolah (SKPBM)

4. Ijazah SD atau sederajat

5. Ijazah SMP atau sederajat

6. Ijazah SMA atau sederajat

7. Ijazah S1/D4 atau sederajat

Semua kelengkapan administrasi tersebut wajib dipenuhi oleh Calon Penerima NUPTK. Jika ada satu syarat saja yang tak dimiliki maka dapat dipastikan anda tidak akan disetujui dalam penerimaan NUPTK. Mengapa demikian? Karena pemberian NUPTK sekarang memang sangat ketat dan harus memenuhi kualifikasi yang ditentukan.

Setelah memastikan semua data di atas terpenuhi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan scan terhadap dokumen tersebut. Hasil scan disimpan dalam format pdf, jangan yang lain sebab tidak akan bisa di upload. Kemudian, silahkan hubungi operator dapodik sekolah agar segera mengupload data  anda ke vervalptk (website calon penerima NUPTK berada).

Sampai di sini, anda baru menyelesaikan tahap pertama. Progres Status Penerima NUPTK akan maju satu langkah. Selanjutnya, anda perlu mengirim ketujuh data di atas kepada operator Dapodik Dinas. Dukumen yang anda kirim bukan lagi hasil scan, melainkan fotokopi yang dilegalisir oleh pihak berwenang.

Mengapa harus demikian? Sebab penerbitan NUPTK harus melalui beberapa tahap. Salah satunya diapprove oleh Dinas Kabupaten/Kota setempat. Agar segera diapprove maka anda perlu mengirim data fisik kepada operator Dinas. Semakin cepat anda mengirim maka semakin cepat pula data anda diapprove.

Usai diapprove Dinas, Status Penerima NUPTK akan kembali maju satu langkah lagi (lihat di vervalPTK). Sampai di sini, data anda sudah sampai ke Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Namun setelah proses pengajuan sampai ke Ditjen GTK, muncul sebuah pertanyaan besar. Mengapa Pengajuan NUPTK Tak Segera Diapprove Ditjen GTK?

Pertanyaan ini banyak dilontarkan oleh para guru dan operator dapodik sekolah di berbagai forum. Apa yang ditanyakan mereka memang sangat wajar, mengingat data tersebut sudah “parkir” di bagian Ditjen berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Di sini akan berusaha menjelaskan tentang pertanyaan tersebut.

1. Penerbitan NUPTK sepenuhnya Kewenangan Ditjen GTK, Perhatikan Validitas Data

Perlu anda ketahui, kebijakan Penerbitan NUPTK sepenuhnya berada di bawah Ditjen GTK. Diterima atau tidak adalah kewenangan dari mereka sepenuhnya.

Mengacu pada Mekanisme Resmi Penerbitan NUPTK yang dikeluarkan oleh Ditjen GTK, aspek validitas data memang menjadi kunci utama. Ketika sampai di Ditjen GTK data akan diperiksa sedetail mungkin. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebenaran data PTK terkait.

Dan Perlu anda ketahui bahwa data yang diperiksa sangat banyak, karena meliputi dokumen dari Guru tingkat PAUD sampai dengan jenjang SMA sederajat. Tentu ini membutuhkan waktu yang cukup lama.

2. Pertimbangan Rasio Guru

Rasio atau jumlah perbandingan Guru dalam sebuah sekolah menjadi faktor selanjutnya. Di sini Ditjen GTK akan melihat data Guru sekolah tersebut melalui Dapodik. Dari situ, akan bisa dilihat apakah guru yang menjadi Calon Penerima NUPTK sudah sesuai dengan rasio yang diperlukan atau belum. Kembali lagi, penilaian ini berada di Ditjen GTK

3. NUPTK Bisa Saja Diterbitkan Tahun Selanjutnya

Ini hasil konsultasi saya dengan Operator Dapodik Kabupaten. Bahwa tidak semua Calon Penerima NUPTK memperoleh NUPTK pada tahun ini. Bisa saja mereka memperoleh NUPTK pada tahun selanjutnya (Bisa 1 tahun, 2 tahun, dan seterusnya). Semua itu didasarkan pada kelengkapan syarat administratif dan kebijakan yang telah ditentukan Ditjen GTK.

4. Perhatikan Status Penerima NUPTK

Selama belum ada pemberitahuan penolakan dari Ditjen GTK yang disertai alasannya, maka status anda masih menjadi calon penerima NUPTK. Maka bersabarlah dan terus berdoa agar cepat diterima

Tips Agar Pengajuan NUPTK Cepat Diapprove Ditjen GTK

Agar data Calon Penerima NUPTK bisa segera diapprove Ditjen GTK perhatian hal-hal berikut ini:

A. Gunakan data yang valid, jangan sampai ada data yang salah upload

B. Perhatikan selalu progres status penerima NUPTK (untuk hal ini silahkan berkoordinasi dengan operator dapodik sekolah)

C. Pastikan data yang anda upload tadi sesuai dengan yang berada di Dapodik. Hal ini sangat penting karena semuanya didasarkan pada Dapodik

D. Berdoalah, karena doa itu sangat penting

Penutup

Kebijakan penerbitan NUPTK sepenuhnya berada di bawah kewenangan Ditjen GTK. Kita tidak bisa memaksakan keinginan begitu saja. Tugas anda sebagai Calon Penerima NUPTK dan operator dapodik Sekolah hanyalah melengkapi data administrasi yang diperlukan. Semoga saja apa yang anda harapkan untuk segera memperoleh NUPT bisa secepatnya terwujud.



Cara Mendapatkan SK Bupati untuk Pengajuan NUPTK

Cara Mendapatkan SK Bupati untuk Pengajuan NUPTK. Sobat Guru di seluruh Indonesia, bagaimana kabar anda? Semoga anda sekalian selalu dalam keadaan sehat. Sehingga dapat terus menjalankan tugas untuk menjadi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang selalu mendidik generasi muda penerus bangsa. Di tangan anda semualah masa depan Bangsa Indonesia dipertaruhkan di kemudian hari.

Para Guru yang terhormat, terimakasih telah megunjungi blog saya ini. Mudah-mudahan melalui media ini silaturrahmi kita akan selalu terjaga dengan baik. Sahabat Guru, pasti saat ini anda semua sudah mengetahui kabar mengenai Calon  Penerima NUPTK. Tentu bagi guru honorer di sekolah swasta, kabar ini cukup membahagiakan, sebab NUPTK merupakan hal penting dalam administrasi Guru.

Cara Mendapatkan SK Bupati untuk Pengajuan NUPTK
Cara Mendapatkan SK Bupati untuk Pengajuan NUPTK.

Jika boleh diibaratkan, NUPTK itu semacam SIM kendaraan yang wajib dimiliki selama berkendara di jalan raya. Sama halnya dengan NUPTK, keberadaannya menjadi peralatan wajib Guru agar profesinya mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat. Sehingga guru bersangkutan berhak mengikuti segala program dari Kemendikbud, sekaligus bisa mendapatkan berbagai macam jenis tunjangan yang disediakan.

Selama seorang guru tak memiliki NUPTK maka ia tidak akan bisa memperoleh tunjangan profesi. Misalnya sertifikasi. Salah satu syarat utama sertifikasi Guru adalah mempunyai NUPTK. Maka tak mengherankan jika seluruh Guru honorer di Indonesia ingin segera memperoleh Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan ini.

Apa sih sebenarnya NUPTK itu? Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan  atau yang biasa disebut NUPTK adalah Nomor Induk bagi seorang Guru atau Tenaga Kependidikan (GTK). NUPTK adalah semacam nomor registrasi guru yang merupakan tanda bahwa guru tersebut sudah terdaftar secara resmi sebagai tenaga pendidik profesional di lembaga pendidikan formal di Indonesia.

Cara Mendapatkan SK Bupati untuk Pengajuan NUPTK. Perlu anda ketahui, NUPTK diberikan kepada seluruh GTK baik PNS maupun Non-PNS yang memenuhi persyaratan dan ketentuan sesuai dengan surat Direktur Jenderal GTK sebagai Nomor Identitas yang resmi untuk keperluan identifiksi dalam berbagai pelaksanaan program dan kegiata nyang berkaitan dengan pendidikan dalam rangka peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan.

Beberapa hari ini ada berita gembira mengenai NUPTK. Dalam verval PTK telah muncul daftar guru Calon penerima NUPTK? Bagi yang dinyatakan sebagai calon penerima, diharapkan segera mengumpulkan syarat-syaratnya sehingga bisa segera diproses oleh pihak berwenang. Dan NUPTK yang anda damba-dambakan bisa segera diterbitkan oleh PDSK pusat.

Setidaknya ada 7 syarat dokumen yang harus anda persiapkan, yaitu

1. KTP

2. SK GTY (Bagi Sekolah Swasta)/SK Bupati/Walikota (Bagi sekolah negeri)

3. SK Penugasan dari sekolah/yayasan

4. Ijazah Setara SD

5. Ijazah Setara SMP

6. Ijazah Setara SMA

7. Ijazah Setara D4/S1

Semua persyaratan itu harus segera anda upload melalui verval PTK, dan fotokopi berkas itu anda kirim ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat. Sehingga pengajuan NUPTK bisa segera di approve oleh dinas.

Bagi sekolah swasta, rasanya semua persyaratan tersebut bisa diperoleh semua. Namun, persolan akan muncul ketika persyaratan tersebut terasa memberatkan ketika dihadapkan kepada para Guru honorer yang mengabdi di Sekolah Negeri baik mulai tingkat SD, SMP dan SMA sederajat.

Persyaratan apa sih yang memberatkan? Persyaratan yang saya maksud adalah mengenai SK Bupati/Walikota tempat di mana guru itu mengajar. Mengapa demikian? ini disebabkan banyak para guru honorer yang belum mendapatkan SK Bupati/Walikota. Sudah menjadi rahasia umum jika syarat ini memang sulit untuk didapatkan.

Lantas, bagaimana Cara Mendapatkan SK Bupati untuk Pengajuan NUPTK? Pertanyaan ini menjadi bahan pembahasan diberbagai forum guru maupun operator Dapodik. Banyak yang mengeluhkan tak bisa melakukan pemberkasan terkait penerbitan NUPTK baru lantaran terbentur dengan belum dimilikinya SK Bupati/Walikota tersebut. Banyak para guru honorer di sekolah negeri mengajar hanya mendapatkan SK dari Kepala Sekolah masing-masing.


Dalam SE Ka. BPSDMPK-PMP Kemendikbud Nomor 14265/J/LL2013 yang diterbitkan pada tanggal 24 Juli 2013, Syarat SK Bupati/Walikota dalam penerbitan NUPTK sudah sesuai dengan PP Nomor 48 Tahun 5 Pasal 8. “Sejak ditetapkannya Peranturan Pemerintah ini, semua Pejabat Pembina Kepegawaian dan pejabat lain di lingkungan instansi, dilarang mengangkat tenaga honorer atau yang sejenis, kecuali ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah”

Kemudian selanjutnya pengumuman tersebut dipertegas kembali oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) lewa Surat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesi Nomor 814.1/169/SJ tentang larangan mengangkat tenaga honorer oleh Gubernur/Bupati/Walikota di Institusi Pemerintahan berdasarkan PP Nomor 48 Tahun 2005 pasal 8.

Adapun jika Gubernur/Bupati/Walikota tetap mengangkat tenaga honorer dimaksud maka sepenuhnya menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah.


Perlu anda pahami bersama, dalam aturan  di atas lembaga pemerintahan tidak diperkenankan untuk mengangkat tenaga honorer. Aturan ini juga berlaku bagi guru di sekolah negeri. Sehingga status mereka adalah guru honorer sekolah yang hanya memperoleh SK dari sekolah.

Lalu, apa yang perlu dilakukan terkait dengan Cara Mendapatkan SK Bupati untuk Pengajuan NUPTK? Menurut saya ada beberapa solusi yang bisa diambil untuk mengubah kesulitan yang dialami oleh guru honorer di sekolah negeri:

1. Mengubah persyaratan pengajuan NUPTK, ini merupakan langkah yang paling mungkin. Dengan perubahan tersebut diharapkan SK Bupati/Walikota tak lagi menjadi salah satu syarat utama pengajuan NUPTK. Sehingga guru honorer di sekolah negeri bisa memenuhi dokumen pemberkasan yang diminta. Namun, tampaknya sulit dilakukan sebab sampai saat ini, SK Bupati menjadi salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki seorang gur calon Penerima NUPTK.

2. Berharap Kepada Wakil Rakyat di DPR. Sebagai bagian dari warga negara, aspirasi guru bisa disampaiakan kepada para anggota DPR. Dengan menjalin komunikasi dengan DPR, diharapkan apa yang menjadi hambatan atau kendala guru Honorer di sekolah negeri dapat segera terselesaikan. Sebab secara politis, DPR merupakan wakil dari Rakyat Indonesia, yang di dalamnya juga ada para guru.

3. Berdoa. Sebagai orang yang beriman saya sangat percaya dengan kekutan doa. Apa yang perlu di doakan? Setidaknya ada dua menurut saya, yaitu Pertama, Semoga SK Bupati/Walikota bisa segera diterbitkan dan diberikan kepada guru honorer di sekolah negeri. Sedangkan doa kedua, apabila yang doa pertama tidak bisa dilakukan, semoga secepatnya ada solusi untuk mengatasinya. Sehingga para guru honorer bisa segera memperoleh NUPTK.

Demikian informasi mengenai Cara Mendapatkan SK Bupati untuk Pengajuan NUPTK. Meski pada tahun ini anda belum berkesempatan memperoleh NUPTK karena ada sejumlah syarat yang kurang, saya harap anda akan terus mengajar dengan baik. Saya percaya anda yang saat ini menjadi guru honorer di sekolah negeri mempunyai niat yang mulia, tulus ikhlas mendidik para siswa di Indonesia agar terhindar dari bahaya kebodohan.

NUPTK hanyalah soal administrasi saja, pada hakikatnya proses pembelajaran guru adalah yang utama. Kendati demikian, pemerintah juga perlu memikirkan nasib para Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ini, termasuk dalam hal pengajuan NUPTK.

Cara Upload Data Calon Penerima NUPTK Agar Cepat di Approve

Cara Upload Data Calon Penerima NUPTK Agar Cepat di Approve. Sahabat Operator Dapodik dan Guru sekalian, tentu anda semua sudah mengetahui kabar terbaru yang cukup menggembirakan bukan? Berita membahagiakan yang saya maksud adalah mengenai Calon Penerima NUPTK. Di mana, dalam verval NUPTK guru-guru telah masuk dalam kategori Calon Penerima NUPTK. Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel saya yang berjudul Fitur Calon Penerima NUPTK Aktif.

Nah, setelah anda mengetahui bahwa telah masuk sebagai Calon Penerima NUPTK, lantas harus bagaimana? Perlu diketahui bersama, bagi calon penerima NUPTK diwajibkan untuk segera mengupload segala data penunjang yang diminta, supaya pengajuan NUPTK bisa segera di Approve oleh pihak yang berwenang.

Cara Upload Data Calon Penerima NUPTK Agar Cepat di Approve
Cara Upload Data Calon Penerima NUPTK Agar Cepat di Approve.

Apa saja sih data yang harus di upload itu? Ini wajib anda catat dengan seksama, setidaknya untuk langkah awal ada 7 dokumen yang perlu anda upload, yaitu:

A. Kartu Tanda Penduduk (KTP)

B. Surat Keputusan Guru Tetap (sekolah Swasta dari Yayasan, Sekolah Negeri dari Bupati/walikota setempat)

C. Surat Penugasan dari sekolah/Yayasan di mana guru tersebut berada

D. Ijazah Setara SD

E. Ijazah Setara SMP

F. Ijazah Setara SMA

G. Ijazah Setara D4/S1

Lalu bagaimana jika tidak memiliki salah satu dokumen tersebut? Perlu dipahami, ketujuh dokumen di atas sifatnya wajib dipenuhi. Jika ada satu saja yang tidak dimiliki maka secara otomastis pengajuannya tidak akan disetujui.

Pada sekolah negeri, dokumen yang seringkali belum dimiliki adalah mengenai Surat Keputusan (SK) Guru Tetap yang dikeluarkan oleh Bupati/Walikota setempat. Tidak banyak guru honorer di sekolah negeri yang memiliki SK ini. Sehingga meski mereka masuk dalam kategori Calon Penerima NUPTK namun persyaratan yang harus diminta belum sepenuhnya dimiliki?

Bagaimana solusinya? Sampai saat ini belum ada solusi yang bisa diperbuat, sebab SK dari Bupati/Walikota menjadi syarat wajib untuk bisa memiliki NUPTK. Intinya bagi anda guru honorer di sekolah negeri harus sabar terlebih dahulu menanti sampai SK yang dinantikan itu segera anda dapatkan.

Bagi Guru yang belum sarjana atau memiliki ijazah D4 juga tak bisa memenuhi persyaratan pengajuan NUPTK. Seorang guru yang bisa memiliki NUPTK haruslah sudah menyelesaikan pendidikan hingga D4/S1. Bagi yang masih kuliah atau baru D3 diharapkan segera menyelesaikan kuliah sarjananya, supaya berkas kelengkapan pengajuan NUPTK dapat dipenuhi dan diterima oleh PDSK pusat.

Bagi anda yang sudah memenuhi segala persyaratan di atas, maka langkah selanjutnya adalah Upload Dokumen. Penting untuk diketahui, proses ini tidak boleh dilakukan sembarangan melainkan harus sesuai dengan aturan yang berlaku supaya cepat di approve. Bagaimana Cara Upload Data Calon Penerima NUPTK Agar Cepat di Approve? Dokumen yang anda upload harus di scan dan di simpan dalam format PDF.

Pertanyaan selanjutnya, sudahkah anda tahu cara menyecan dokumen dan disimpan dalam format PDF? Bagi anda yang belum tahu tentu cukup menyulitkan, sebab tidak semua scaner yang ada diprin menyedikan penyimpanan dalam format langsung. Untuk itu perlu teknik khusus bagi yang scannya tidak ada format PDF. Perhatikan langkah-langkah berikut ini:

1. Hubungkan PC dengan Scanner (bisa Scan yang ada di prin atau khusus mesin scanner saja)

2. Jangan lupa hidupkan PC dan scan anda

3. Buka Menu Paint di PC anda

4. Klik Menu File yang ada di sebelah pojok kiri atas kemudian Klik From Scanner Or Camera

5. Klik Tombol Scan, kemudian proses scanner dokumen akan dimulai.

6. Setelah selesai di scan, jangan lupa atur hasil scan data dengan baik

7. Selanjutnya simpan hasil scanner dalam format JPG ke folder PC anda

8. Selanjutnya buka Microdoft Word

9. Copy hasil scanner anda ke Microsoft Word dengan menggunakan menu Copy Paste

10. Atur lebar hasil scan anda sampai memenuhi dokumen di Microsoft Word

11. Langkah terakhir simpan dokumen tersebut, di bagian kolom save as type anda cari yang PDF

12. Klik Simpan, maka otomatis dokumen anda akan berbentuk PDF

Sampai di sini anda sudah bisa membuat hasil scan dokumen Calon Penerima NUPTK dalam bentuk PDF. Saya ingatkan sekali lagi harus berbentuk PDF, sebab sistem hanya support dengan PDF. Kalau anda nekat upload data dengan format lain misalnya JPG atau PNG maka hasilnya fatal anda bisa-bisa ditolak dalam proses pengajuan NUPTK.

Setelah anda memiliki dokumen hasil Scanner langkah selanjutnya adalah upload dokumen. Langsung saja berikut ini Cara Upload Data Calon Penerima NUPTK Agar Cepat di Approve:

Cara Upload Data Calon Penerima NUPTK Agar Cepat di Approve
Cara Upload Data Calon Penerima NUPTK Agar Cepat di Approve.

1. Buka website Verval PTK yang beralamat di http://vervalptk.data.kemdikbud.go.id/

2. Kemudian pilih NUPTK dan Klik Menu Calon Penerima NUPTK

3. Di sini anda akan melihat siapa saja Guru di sekolah anda yang masuk dalam kategori Calon Penerima NUPTK

4. Klik nama anda

5. Setelah itu akan mucul halaman Upload Dokumen

6. Upload satu per satu dokumen anda dengan cara Klik Tombol dokumen

7. Carilah lokasi File dokumen yang anda simpan tersebut

8. Tunggu sampai proses upload data selesai. Selesainya proses penguplodan ditandai dengan adanya tombol hijau bunda di samping dokumen

9. Lakukan langkah tersebut sampai pada dokumen ke tujuh

10. Setelah semuanya selesai di unggah, langkah terakhir adalah klik Upload Dokumen

11. Tunggu setelah proses Upload data selesai

Catatan Pentingg!!! Proses upload data sebaiknya satu per satu. Supaya data benar-benar berhasil diunggah dengan penuh. Jangan sampai terburu-buru dengan mengunggah dokumen secara bersama-sama. Hal ini akan berakibat data yang diupload jadi gagal sehingga anda perlu mengulanginya lagi. Cepat dan lamanya proses unggah dokumen, tergantung pada koneksi internet anda. Sehingga alangkah baiknya jika koneksi internet yang dipakai harus lancar.

Usai semua dokumen diupload, nama anda otomatis akan hilang di Menu Calon Penerima NUPTK. Lalu di mana nama anda? Nama Guru yang sudah Upload Dokumen akan dipindah ke bagian status pengerimaan NUPTK. Di sinilah anda bisa memantau progres pengajuan NUPTK anda masing-masing. Bagi yang belum tahu caranya berikut ini langkah-langkahnya:

1. Di website verval PTK silahkan masuk ke Menu NUPTK kemudian Klik Status Penerimaan NUPTK

2. Ada 4 tahap dalam pengajuan NUPTK, yaitu Upload Dokumen, Approve Dinas, Approve Ditjen baru kemudian Penerbitan NUPTK

3. Warna pada garis menandakan bertambahnya progres pengajuan NUPTK

4. Semakin ke kanan maka semakin baik pula progres pengajuan anda (Untuk gambarnya, bisa anda lihat di atas)

Demikian informasi mengenai Cara Upload Data Calon Penerima NUPTK Agar Cepat di Approve. Semoga artikel ini bisa membantu anda dalam proses pengajuan NUPTK. Dan mudah-mudahan apa yang anda harapkan untuk dapat memperoleh Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan dapat segera terwujud.

Fitur Calon Penerima NUPTK Aktif. Segera Upload Dokumen Anda

Fitur Calon Penerima NUPTK Aktif. Segera Upload Dokumen Anda. Kabar yang ditunggu-tunggu para guru di Indonesia akhirnya muncul juga. Apakah kabar tersebut? Berita gembira ini terkait dengan Aktifnya Fitur Calon Penerima NUPTK. Tentu bagi guru yang belum memilikinya pasti ingin segera memeroleh NUPTK. Hal ini sangat wajar mengingat NUPTK menjadi syarat penting agar seorang guru bisa memperoleh sertifikasi.

Apa itu NUPTK? Bagi anda yang belum tahu, kami jelaskan NUPTK adalah kependekan dari Nomor Unik Pendidikdan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang merupakan Nomor Induk bagi seorang Guru atau Tenaga Kependidikan (GTK). Jadi Semua PTK yang ada di Indonesia baik yang berstatus swasta maupun negeri dapat memiliki NUPTK ini.

Fitur Calon Penerima NUPTK Aktif
Fitur Calon Penerima NUPTK Aktif.


NUPTK terdiri dari 16 angka yang bersifat unik dan tetap. NUPTK yang dimiliki seorang GTK tidak akan berubah meskipun guru bersangkutan telah pindah tempat mengajar, ada perubahan riwayat status kepegawaian atau terjadi perubahan data lainnya terkait dengan Guru tersebut.

Perlu anda ketahui bersama, NUPTK diberikan kepada seluruh GTK baik PNS maupun Non-PNS yang memenuhi persyaratan dan ketentuan sesuai dengan surat Direktur Jenderal GTK sebagai Nomor Identitas yang resmi untuk keperluan identifiksi dalam berbagai pelaksanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dalam rangka peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan.

Seorang GTK dapat memiliki NUPTK dengan cara memastikan datanya telah diinput dengan lengkap, benar dan valid dalam aplikasi Dapodik sesuai dengan kondisi sebenarnya. Setelah melalui proses verifikasi dan validasi GTK oleh PDSK Kemendikbud, bagi GTK yang memang benar-benar belum memiliki NUPTK akan diusulkan ke sekolah induk secara sistem untuk dilengkapi dokumen-dokumen yang sesuai persyaratan untuk dikirim ke Dinas Pendidikan Kab/Kota setempat melalui sistem Aplikasi Verval GTK untuk diverifikasi. Setelah lolos verifikasi oleh Disdik selanjutnya secara sistem akan diverifikasi oleh Ditjen GTK. Bila dinyatakan lulus verifikasi maka PDSK akan menerbitkan NUPTK bagi GTK tersebut.

Lantas apa saja Syarat Penerbitan NUPTK itu? Ini menjadi pertanyaan yang sering diajukan oleh guru supaya segera mendepatkannya. Menjawab pertanyaan tersebut, Berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 14652/B.B2/PR/2015 tentang Penerbitan NUPTK bagi Guru dan Tenaga Kependidikan pada Satuan Pendidikan Formal dan Non Formal di Tahun 2016 dijelaskan bahwa Syarat dan Ketentuan Penerbitan NUPTK adalah sebagai berikut:

1. Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah pada jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, PLB.

2. Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Satuan Pendidikan Non Formal (KB/TPA/SPS, PKBM/TBM, Kursus, danUPT)

3. Guru PNS/CPNS, Pengawas PNS,dan Guru bukan PNS

4. Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Satuan pendidikan Non Formal PNS/CPNS dan bukan PNS

5. S1/D4 dari LPTK/PTN yang memiliki prodi terakreditasi atau dari LPTK/PTS yang terakreditasi Kopertisse tempat bagi guru dan tenaga kependidikan yang diangkat setelah Januari2006

6. Guru dan tenaga kependidikan yang aktif dalam Dapodikdikdasmen dan paud-Dikmas dengan ketentuan:

a. Belum memiliki NUPTK melalui proses verval GTK oleh PDSPK

b. Kandidat guru dan tenaga kependidkan penerima NUPTK melengkapi persyaratan dengan memindai (meng-upload) dokumen persyaratan melalui aplikasi verval GTK:

i. Guru dan tenaga kependidikan PNS: SKCPNS/PNS+SK Penugasan dari Dinas Pendidikan

ii. Guru dan tenaga kependidikan non PNS:

1) Di sekolah negeri:SKPengangkatan dari Bupati/Walikota/Gubernur

2) Di sekolah swasta: SK Pengangkatan GTY selama 2 tahun secara terus menerus dihitun gsampai dengan bulan Januari 2016 (SK tidak berlaku surut)

7. Guru yang aktif tidak dalam dapodik (GuruKemenag):

a. Diajukan oleh operator Disdik melalui aplikasi vervalGTK

b. Belum memiliki NUPTK melalui proses verval GTK oleh PDSPK

c. Kandidat guru penerima NUPTK melengkapi persyaratan denga nmemindai (meng-upload) dokumen persyaratan melalui aplikasi vervalGTK:

i. Guru PNS, SK CPNS/PNS+SK Penugasan dari Disdik

ii. Guru non PNS:

1) Di sekolah negeri: SK Pengangkatan dari Bupati/Walikota/Gubernur

2) Di sekolah swasta: SK Pengangkatan GTY selama 2 tahun secara terus menerus dihitung sampai dengan bulan Januari 2016 (SK tidak berlaku surut)

8. Diverifikasi dokumen persyaratannya oleh Disdik Kab/Kota, Ditjen GTK sesuai kebijakan yang ada

Perlu anda fahami, jika antara sekolah yang berada di bawah naungan Kemendikbud dan Kemenag memiliki sedikit perbedaan proses pengajuan NUPTK ini. Untuk itu anda perlu memahami benar-benar mekanismenya.

Nah, setelah membaca Syarat Penerbitan NUPTK di atas, apakah anda sudah memenuhi semuanya. Jika sudah segera anda meminta Operator Sekolah anda untuk mengecek daftar Calon Penerima NUPTK. Sebab fitur ini sudah mulai dibuka, jika dinyatakan sebagai Calon Penerima NUPTK maka perlu segera mengupload beberapa data yang diperlukan.

Langkah Pertama adalah mengecek Daftar Penerima NUPTK, Caranya:

1. Silahkan Login ke website verval PTK yang beralamat di http://vervalptk.data.kemdikbud.go.id masukkan username dan password sesuai Dapodik di Menu Login

2. Setelah berhasil Login, di Menu Data PTK akan terlihat daftar PTK induk di sekolah anda. Data mereka akan lengkap ditampilkan di situ.  Bagi calon penerima NUPTK, di Kolom Status Validasi akan tertulis “Calon Penerima NUPTK”

3. Kemudian Klik Menu NUPTK-Calon Penerima NUPTK. Di situ akan terlihat daftar Guru yang masuk dalam kategori Calon Penerima NUPTK

Daftar Dokumen yang Harus Diupload Calon Penerima NUPTK.
Daftar Dokumen yang Harus Diupload Calon Penerima NUPTK.

Sampai tahap ini anda sudah bisa melihat, siapa saja Guru di sekolah anda yang menjadi Calon Penerima NUPTK. Lalu apa yang selanjutnya harus dilakukan? Untuk Calon Penerima NUPTK, yang harus segera dilakukan adalah mengupload dokumen yang diperlukan, adapun Cara Upload Dokumen Calon Penerima NUPTK adalah:

1. Klik nama Calon Penerima NUPTK tersebut

2. Setelah anda Klik, akan muncul Menu Upload Dokumen, yang di dalamnya ada keterangan Nama PTK, Jenis Kelamin, Tanggal Lahir dan Tempat Lahir

3. Adapun Dokumen yang diperlukan adalah:

a. Dokumen 1 Kartu Tanda Penduduk (KTP)

b. Dokumen 2 Surat Keputusan Guru Tetap Yayasan (SK GTY)

c. Dokumen 3 Surat Keputusan Penugasan dari Yayasan/Sekolah (SKPBM)

d. Dokumen 4 Ijazah Setara SD

e. Dokumen 5 Ijazah Setara SMP

f. Dokumen 6 Ijazah Setara SMA

g. Dokumen 7 Ijazah Setara S1/D4

4. Upload Dokumen tersebut satu per satu dengan mengeKlik Tombol Select yang berada di sebelah kanan

5. Setelah semua terupload, langkah terakhir adalah Klik Tombol Menu Upload Dokumen yang berada di bawah

6. Selesai, dokumen anda berhasil di upload. Tinggal menunggu persetujuan dari PDSK.

Catatan Penting!!! Dokumen-dokumen yang anda upload adalah hasil scan yang berupa PDF. Jika menggunakan format lain maka dokumen tidak bisa masuk, sebab berdasarkan keterangan file yang support dengan dokumen ini hanyalah PDF.

Demikian Informasi mengai Fitur Calon Penerima NUPTK Aktif. Segera Upload Dokumen anda agar bisa segera memperoleh NUPTK. Semoga pada kesempatan kali ini anda semua termasuk Guru yang menerima NUPTK. Semoga dapat bermanfaat. Terimakasih.

Syarat dan Ketentuan Penonaktifan NUPTK

Syarat dan Ketentuan Penonaktifan NUPTK. Assalamualaikum. Terimakasih telah mengunjungi Blog Saya ini. Semoga silaturrahmi kita akan selalu terjaga dengan baik. Pembaca sekalian, tentu bagi seorang guru khususnya tidak asing dengan namanya NUPTK. Semua guru di Indonesia, baik sekolah negeri maupun swasta tentu ingin mendapatkan NUPTK. (Tentang bagaimana cara mendapatkan NUPTK, saya telah menuliskannya dengan judul Syarat dan Ketentuan Penerbitan NUPTK Terbaru)

NUPTK saat ini menjadi kelengkapan yang harus dipenuhi oleh seorang guru jika ingin mendapatkan sertifikasi. Kepemilikan NUPTK merupakan salah satu syarat utama, selama belum memiliki NUPTK seorang guru tidak akan bisa memperoleh sertifikasi. Maka dari itu sangat wajar jika guru-guru yang sudah mengabdi minimal 2 tahun berharap sesegera mungkin mendapatkan NUPTK.

Syarat dan Ketentuan Penonaktifan NUPTK
Syarat dan Ketentuan Penonaktifan NUPTK.

Kendati demikian, adankalnya NUPTK itu di non aktifkan oleh PTK bersangkutan. Hal ini bisa terjadi karena PTK tersebut sudah tidak lagi mengajar di sebuah sekolah. Sehingga NUPTK yang dimilikinya dianggap sudah tidak penting lagi. Karena hal tersebut, lebih baik NUPTK yang ada segera di non aktifkan saja.

Lantas, bagaimana Syarat dan Ketentuan Penonaktifan NUPTK? Sebenarnya cara penonaktifan NUPTK sangat mudah. Hanya saja ada sedikit perbedaan tahap penonaktifan NUPTK yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dengan guru yang berada di bawah naungan Departemen Agama Kabupaten setempat. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak penjelasan berikut ini:

1. Guru di bawah naungan Kemendikbud,  Syarat dan Ketentuan Penonaktifan NUPTK adalah:

a. Mengajukan surat penonaktifan NUPTK ke Disdik dengan melampirkan surat pengantar dari Kepala Sekolah

b.Operator Disdik melalui aplikasi verval GTK mengajukan penonaktifan NUPTK dengan memindai (scan) dan meng-upload:

a) Dokumen penonaktifan dari guru yang bersangkutan

b) Surat Pengantar Kepala Sekolah

c) Surat Persetujuan dari Disdik

2. Guru di bawah naungan Kemenag, Syarat dan Ketentuan Penonaktifan NUPTK adalah:

a. Mengajukan surat penonaktifan NUPTK ke Disdik dengan melampirkan surat pengantar dari Kepala Madrasah dan surat persetujuan dari Kanwil Kemenag

b.Operator Disdik melalui aplikasi verval PTK mengajukan penonaktifan NUPTK dengan memindai (scan) dan meng-upload:

a) Dokumen penonaktifan dari guru yang bersangkutan

b) Surat Pengantar Kepala Madrasah

c) Surat Persetujuan dari Kanwil Kemenag

d) Surat Persetujuan dari Disdik

Demikian informasi terkait dengan Syarat dan Ketentuan Penonaktifan NUPTK. Semoga dapat membantu anda yang ingin menonaktifkan NUPTK. Terimakasih.

Syarat dan Ketentuan Penerbitan NUPTK Terbaru

Syarat dan Ketentuan Penerbitan NUPTK Terbaru. Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan atau yang biasa disebut NUPTK merupakan salah satu instrumen penting dalam hal kepangkatan Guru. Dengan memiliki NUPTK, seorang Guru akan bisa memperoleh berbagai macam tunjangan dari pemerintah seperti Sertifikasi dan Inpassing. Selama belum memiliki NUPTK maka seorang guru belum bisa mendapat tunjangan.

Lantas, bagaimana cara mendapatkan NUPTK? Mulai tahun 2016 pengajuan NUPTK dilakukan secara online lewat VerVal GTK. Panduan utamanya ialah data mengajar anda yang sudah masuk dalam Aplikasi Dapodikdasmen. Aturan baru ini tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 14652/B.B2/PR/2015 tentang Penerbitan NUPTK bagi Guru dan Tenaga Kependidikan pada Satuan Pendidikan Formal dan Non Formal di Tahun 2016.

Syarat dan Ketentuan Penerbitan NUPTK Terbaru
Syarat dan Ketentuan Penerbitan NUPTK Terbaru.

Dalam aturan tersebut dijelaskan secara detil tentang Syarat dan Ketentuan Penerbitan NUPTK Terbaru bagi Guru danTenaga Kependidikan adalah sebagai berikut:

1. Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah pada jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, PLB.

2. Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Satuan Pendidikan Non Formal (KB/TPA/SPS, PKBM/TBM, Kursus, danUPT)

3. Guru PNS/CPNS, Pengawas PNS,dan Guru bukan PNS

4. Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Satuan pendidikan Non Formal PNS/CPNS dan bukan PNS

5. S1/D4 dari LPTK/PTN yang memiliki prodi terakreditasi atau dari LPTK/PTS yang terakreditasi Kopertisse tempat bagi guru dan tenaga kependidikan yang diangkat setelah Januari2006

6. Guru dan tenaga kependidikan yang aktif dalam Dapodikdikdasmen dan paud-Dikmas dengan ketentuan:

a. Belum memiliki NUPTK melalui proses verval GTK oleh PDSPK

b. Kandidat guru dan tenaga kependidkan penerima NUPTK melengkapi persyaratan dengan memindai (meng-upload) dokumen persyaratan melalui aplikasi verval GTK:

i. Guru dan tenaga kependidikan PNS: SKCPNS/PNS+SK Penugasan dari Dinas Pendidikan

ii. Guru dan tenaga kependidikan non PNS:

1) Di sekolah negeri:SKPengangkatan dari Bupati/Walikota/Gubernur

2) Di sekolah swasta: SK Pengangkatan GTY selama 2 tahun secara terus menerus dihitun gsampai dengan bulan Januari 2016 (SK tidak berlaku surut)

7. Guru yang aktif tidak dalam dapodik (GuruKemenag):

a. Diajukan oleh operator Disdik melalui aplikasi vervalGTK

b. Belum memiliki NUPTK melalui proses verval GTK oleh PDSPK

c. Kandidat guru penerima NUPTK melengkapi persyaratan denga nmemindai (meng-upload) dokumen persyaratan melalui aplikasi vervalGTK:

i. Guru PNS, SK CPNS/PNS+SK Penugasan dari Disdik

ii. Guru non PNS:

1) Di sekolah negeri: SK Pengangkatan dari Bupati/Walikota/Gubernur

2) Di sekolah swasta: SK Pengangkatan GTY selama 2 tahun secara terus menerus dihitung sampai dengan bulan Januari 2016 (SK tidak berlaku surut)

8. Diverifikasi dokumen persyaratannya oleh Disdik Kab/Kota, Ditjen GTK sesuai kebijakan yang ada

Itulah semua Syarat dan Ketentuan Penerbitan NUPTK Terbaru . Jika anda sudah memenuhinya maka anda akan masuk dalam kandidat calon penerima NUPTK. Semoga dapat membantu.


Sumber: Panduan Pengelolaan Data GTK dan NUPTK Pusat Data dan Statistik Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


Mekanisme Penerbitan NUPTK 2016

Mekanisme Penerbitan NUPTK Terbaru 2016. Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) adalah nomor yang diidam-idamkan oleh para guru di Indonesia. Dengan memiliki nomor ini, maka seorang guru berhak memperoleh berbagai macam program dari pemerintah. Salah satunya adalah sertifikasi guru.

Maka tak mengherankan, jika banyak guru (terutama guru swasta) ingin segera memperoleh NUPTK. Dengan memiliki nomor ini, mereka berharap bisa segera mengikuti sertifikasi guru. Sehingga memperoleh dana tunjangan yang lumayan untuk memperbaiki kesejahteraan guru.

Mekanisme Penerbitan NUPTK 2016
Mekanisme Penerbitan NUPTK 2016.


Namun sayangnya, untuk mendapatkan NUPTK bukanlah hal yang mudah. Seorang guru harus memenuhi beragam syarat administratif terlebih dahulu supaya bisa ditetapkan sebagai calon penerima NUPTK. Hal ini sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu, di mana untuk memperoleh nomor ini guru hanya perlu mengajukan melalu sistem Padamu Negeri.

Mulai tahun 2016, sistem penerbitan NUPTK diperbarui. Dirjen GTK sepertinya lebih selektif dalam memberikan nomor tersebut. Hanya guru yang benar-benar telah memenuhi syarat saja yang akan memperplehnya.

Pengajuan NUPTK saat ini dilakukan secara online melalui verval PTK. Guru akan masuk terlebih dahulu sebagai Calon Penerima NUPTK, kemudian ia harus mengupload berbagai data yang diminta. Baru kemudian Dirjen GTK akan menentukan apakah sudah layak menerima NUPTK atau belum.

Data guru tersebut diambil dari aplikasi Dapodik. Maka dari itu dalam mengisi data PTK seorang operator dapodik sekolah harus sesuai dengan aturan agar guru masuk dalam kategori calon penerima NUPTK. Agar lebih jelas, simak penjelasan di bawah ini.

Mekanisme Penerbitan NUPTK Terbaru 2016

Ada dua Tahap yang harus dilalui, agar NUPTK bisa diterbitkan. Kedua tahap tersebut bisa anda simak sebagai berikut:

A. Tahap Proses Verifikasi dan Validasi (VerVal) Data Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK)

1. Semua data GTK harus disinkronisasi melalui aplikasi dapodik masing-masing sekolah sehingga bisa masuk ke Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK).

2. PDSK akan melakukan verifikasi dan validasi data yang disinkroniasasikan untuk mengecek validitas dan kelengkapan data. Bagi GTK yang datanya dinilai valid akan masuk dalam arsip referensi. Sementara yang belum memiliki NUPTK akan dimasukkan ke dalam kategori Kandidat Penerima NUPTK. Para kandidat itulah yang nantinya akan menjadi Calon Penerima NUPTK. Penentuan itu didasarkan pada analisis kebutuhan guru. Sedangkan bagi yang datanya belum valid, akan secara otomatis dilakukan validasi data.

B. Tahap Proses Penerbitan NUPTK

1. Operator dapodik sekolah memeriksa data GTK yang telah masuk sebagai Calon Penerima NUPTK melalui VerVal GTK. Setelah mengetahui data tersebut, operator memberitahu kepada para GTK untuk segera melengkapi persyaratan administratif sebagai calon penerima NUPTK.

Apa saja persyaratan tersebut? Berdasarkan Surat Edaran (SE) dari Ditjen GTK bernomor 14652/B.82/PR/2015 syarat administratif yang harus dipenuhi calon penerima NUPTK adalah:

a. Kartu Tanda Penduduk (KTP)

b. Surat Keputusan CPNS atau PNS/Surat Keputusan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Setempat (bagi GTK CPNS/PNS)/Surat Keputusan Guru Tetap Yayasan bagi guru swasta minimal selama 2 tahun secara terus-menerus sampai dengan bulan januari 2016. Ini tidak berlakuk surut bagi GTK yang mengajar di sekolah swasta. Atau Surat Keputusan Pengangkatan dari Gubernur/Bupati/Walikota bagi GTK non PNS yang bertugas di sekolah negeri.

c. Ijazah Sekolah mulai dari SD, SMP, SMA sederajat dan ijazah D4/S1.

Semua data tersebut kemudian di scan yang selanjutnya diupload melalui verval GTK untuk melengkapi persyaratan. Ingat, data yang diupload harus asli tidak boleh fotokopi.

2. Setelah diupload, operator dinas Pendidikan Kabupaten/Kota akan melakukan verval terhadap data Calon Penerima NUPTK. Serta melakukan analisis terhadap kebutuhan guru atau simrasio di wilayahnya. Apabila dinilai sudah valid dan memenuhi semua persyaratan data yang diunggah akan diapprove (disetujui). Namun apabila tidak valid maka akan ditolak dengan memberikan alasan.

3. Kemudian Operator Pusat di Ditjen GTK akan melakukan verlval terhadap semua calon penerima NUPTK dan kembali melakukan analisis kebutuhan guru atau simrasio di masing-masing wilayah. Apabila valid akan langsung di approve namun jika tidak akan ditolak dengan menyertakan alasannya.

4. Bagi yang datanya sudah di approve Ditjen GTK, selanjutnya operator PDSK akan menerbitkan NUPTK. Hal ini didasarkan pada hasil verifikasi dan validasi yang telah dilakukan oleh Operator dari Ditjen GTK. Setiap kemajuan progres pengajuan NUPTK dapat dilihat melalui verval GTK.

Demikian informasi mengenai Mekanisme Penerbitan NUPTK Terbaru 2016 yang bisa saya berikan untuk anda.