Tampilkan posting dengan label PIP. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label PIP. Tampilkan semua posting

Cara Mendapatkan Bantuan PIP Bagi Siswa yang Tak Punya KIP

Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) selama ini diprioritaskan bagi para peserta didik yang mempunyai Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Namun dalam pelaksanaannya, banyak peserta didik yang masuk dalam kategori tidak mampu nyatanya tidak mempunyai KIP. Alhasil mereka tidak memperoleh dana PIP.

Melihat kondisi tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membagikan informasi terkait dengan Cara Mendapatkan Bantuan PIP Bagi Siswa yang Tak Punya KIP.

Cara Mendapatkan Bantuan PIP Bagi Siswa yang Tak Punya KIP


Tentu informasi ini menjadi kabar bahagia bagi para peserta didik yang tidak mempunyai KIP namun masuk dalam kategori penerima bantuan PIP.

Dengan adanya kebijakan baru ini, diharapkan para peserta didik tersebut bisa memperoleh dana PIP sehingga keberlangsungan pendidikannya dapat terjamin.

Lalu bagaimanakah Cara Mendapatkan Bantuan PIP Bagi Siswa yang Tak Punya KIP?

Ada beberapa tahap yang perlu dilakukan supaya siswa yang tidak memiliki KIP bisa memperoleh dana PIP. Tahapan-tahapannya bisa anda lihat pada info grafis gambar di atas.

Artikel: Syarat Pencairan PIP secara Kolektif

Agar lebih jelas, berikut penjelasan dari gambar tersebut:

Tahap 1
  • Anak mendaftarkan diri sebagai calon penerima PIP kepada Sekolah/SKB/PKBM/LKP

Tahap 2
  • Menyeleksi dan menyusun daftar peserta didik sebagai calon penerima PIP
  • Memasukkan daftar usulan peserta ke Aplikasi Dapodik
  • Menyampaikan daftar usulan kepada Dinas Pendidikan setempat (untuk jenjang SD dan SMP)

Tahap 3
  • Menetapkan SK penerima dana PIP sesuai data Dapodik
  • Untuk Jenjang Pendidikan SMA dan SMK menerima SK dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan dan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan
  • Menginstruksikan lembaga penyalur untuk mentransfer dana PIP rekening peserta didik

Tahap 4
  • Menyetujui usulan dari Sekolah/SKB/PKBM/LKP
  • Menyampaikan/meneruskan usulan dari Sekolah/SKB/PKBM/LKP kepada direktorat teknis
  • Memverifikasi ususlan dari SD dan SMP melalui aplikasi PIP

Tahap 5
  • Membuat rekening PIP per peserta didik penerima berdasarkan SK direktorat teknis

Tahap 6

Lembaga Penyalur, bertugas
  • Mentransfer dana PIP ke rekening peserta didik
  • Menginformasikan peserta didik atau keluarganya melalui dinas pendidikan setempat bahwa dana sudah siap diambil
  • Mengoordinasikan dengan dinas pendidikan setempat untuk pelaksanaan pengambilan dana
  • Memberikan dana PIP kepada peserta didik

Tahap 7

Direktorat Teknis, bertugas:
  • Meneruskan/menyampaikan SK dan daftar nama penerima PIP kepada sekolah/SKB/PKBM/LKP
  • Mengoordinasikan jadwal pengambilan dana dengan Sekolah/SKB/PKBM/LKP


Tahap 8

Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, bertugas:
  • Menyampaikan SK penerima PIP ke sekolah/dinas pendidikan Kab/kota dengan tembusan ke dinas pendidikan provinsi
  • Memantau perkembangan pencairan dana PIP

Tahap 9

Sekolah/SKB/PKBM/LKP, bertugas:
  • Menginformasikan peserta didik atau keluarganya bahwa dana siap dicairkan
  • Membuat surat keterangan untuk pencairan dana PIP
  • Menginformasikan jadwal/teknis kepada peserta didik untuk pencaira dana PIP

Tahap 10

Peserta didik/Anak (6-21 tahun), bertugas:
  • Membawa surat keterangan dan persyaratan lain untuk pengambilan dana 
  • Mengambil dana PIP di lembaga penyalur
Itulah 10 Tahap tentang Cara Mendapatkan Bantuan PIP Bagi Siswa yang Tak Punya KIP. Diperlukan kerjasama dari semua pihak agar para peserta didik yang tidak mampu bisa memperoleh dana PIP.

Untuk itu, baik peserta didik maupun sekolah terutama harus mengupdate data di dapodik agar para peserta didik bisa diusulkan memperoleh dana PIP.

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan semoga dapat membantu.

Syarat Pencairan BSM/PIP Secara Kolektif Terbaru 2017


Syarat Pencairan BSM/PIP Secara Kolektif Terbaru 2017 - Saah satu usaha pemerintah untuk menyukseskan rintisan belajar 12 Tahun adalah dengan Program Indonesia Pintar (PIP)

Program Indonesia Pintar (PIP) adalah merupakan salah satu dari bentuk nawacita dari pemerintah yang kehadirannya akan sangat membatu sekali terutama bagi mereka yang berhak mendapatkan manfaatnya.

Pada awalnya penyaluran dana PIP dilakukan secara individu oleh orang tua peserta didik dengan didampingan dari pihak sekolah, saat ini program yang dahulu bernama bantuan siswa miskin (BSM) telah dapat dicairkan secara bersamaan atau kolektif.

Perubahan kebijakan ini disebabkan adanya banyak sekali keluhan baik dari pihak orang tua peserta didik maupun dari pihak sekolah sendiri yang merasa sangat kerepotan sekali dalam proses pencairan dana BSM/PIP.

Baca juga: Juklak PIP Tahun 2017

Salah satu sebab utamanya ialah antrian yang membutuhkan waktu sangat lama. Kami sendiri pernah mengalaminya, proses pencairan dana BSM/PIP di bank daerah yang jaraknya sangat jauh, sekolah harus rmenyewa kendaraan, berangkat pagi hari dan pulang sampai jam 12 malam. Tentu hal ini sangat tidak efektif dan efisien sekali.

Syarat Pencairan BSM/PIP Secara Kolektif Terbaru 2017


Sesuai dengan aturan yang terdapat dalam petunjuk teknis program indonesia pintar atau Juknis PIP terbaru 2017,  sekarang ini pencairan dana PIP bisa dilakukan dengan cara kolektif oleh pihak kepala sekolah dengan menyertakan syarat dan ketentuan yang diwajibkan, yaitu:
  • Surat keterangan dari kepala sekolah terkait
  • Fotokopi KTP dari kepala sekolah terkait
  • Fotokopi SK pengangkatan sebagai kepala sekolah defenitif yang saat ini masih berlaku
  • Surat pertanggungjawaban mutlak atau SPTJM
Selain beberapa syarat yang sudah ditetapkan dalam juknis PIP, biasanya dari pihak bank penyalur dana juga akan meminta tambahan beberapa syarat berupa surat kuasa pencairan dana PIP dari salah satu orang tua siswa penerima PIP kepada kepala sekolah tersebut.

Sementara dari pihak dinas pendidikan kabupaten akan meminta laporan pencairan dana PIP berupa daftar koektif penyerahan dana dari pihak kepala sekolah kepada para  siswa / oranng tua siswa penerima.

Pencairan dana PIP secara kolektif bisa dilakukan dengan catatan para penerima PIP berada di wilayah yang sangat sulit untuk mengakses menuju ke bank penyalur dana, biaya transportasi untuk pengambilan yang cukup besar, dan atau cuaca sangat buruk/kondisi lingkungan yang dapat membahayakan paa siswa.

Dana PIP yang sudah dicairkan wajib sesegera mungkin diserahkan kepada para siswa penerima paling lambat adalah 5 hari kerja sesudah pencairan kolektif selesai dilakukan. Sedangkan pelaporan pencairan PIP secara kolektif ke dinas pendidikan kabupaten/kota masing-masing harus dilakukan paling lambat ialah 10 hari kerja.

Proses Pencairan Dana PIP

Proses pengambilan/pencairan dana bantuan PIP akan dilakukan oleh peserta didik/penerima kuasa di bank yang menjadi penyalur dengan mengacu pada ketentuan sebagai berikut:

1. Virtual Account

  • Pengambilan dana PIP langsung oleh para peserta didik harus dengan membawa Surat Keterangan dari Kepala Sekolah/Ketua Lembaga. Untuk para peserta didik yang tidak/belum mempunyai KTP wajib didampingi oleh pihak guru/kepala sekolah/ orangtua/wali peserta didik tersebut.
  • Pengambilan dana PIP secara kolektif oleh pihak Kepala Sekolah/Ketua Lembaga harus dengan menyertakan beberapa  dokumen sebagai berikut:
  1. Surat Keterangan dari pihak Kepala Sekolah/Ketua Lembaga terkait
  2. Fotokopi KTP dari Kepala Sekolah/Ketua Lembaga dan menunjukan KTP aslinya
  3. Fotokopi SK Pengangkatan dari Kepala Sekolah/Ketua Lembaga defenitif yang masih berlaku saat ini
  4. Surat yang berisi Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM)

2. Rekening Tabungan

Sebelum Proses pencairan/pengambilan dana PIP, mengenairekening tabungan harus dilakukan proses aktivasi terlebih dahulu oleh para peserta didik, dengan menyertakan: (1) Surat Keterangan dari Kepala Sekolah/Ketua Lembaga terkait dan (2) Tanda pengenal berupa (KIP/Kartu Pelajar/Kartu Tanda Penduduk atau KTP/ Surat Keterangan dari Kepala Desa/Lurah/Kartu Keluarga  atau KK). Untuk para peserta didik tingkat SD dan SMP yang tidak/belum mempunyai KTP akan didampingi oleh pihak guru/kepala sekolah/orangtua/wali peserta didik tersebut. Setelah proses aktivasi, dana PIP bisa langsung diambil/dicairkan oleh para peserta didik penerima dana. Adapun pengambilan dana PIP bisa dilakukan dengan cara:

  • Pengambilan secara langsung oleh para peserta didik dengan menyertakan  tanda pengenal seperti: KIP/Kartu Pelajar/Kartu Tanda Penduduk atau KTP/ Surat Keterangan dari Kepala Desa/Lurah/Kartu Keluarga  atau KK dan buku tabungan.
  • Pengambilan dengan cara kolektif oleh pihak Kepala Sekolah/Ketua Lembaga dengan membawa Surat Kuasa dari pihak orang tua/wali peserta didik (untuk jenjang SD/paket A dan jenjang SMP/paket B) atau dari para peserta didik (untuk jenjang SMA/paket C dan jenjang SMK/Lembaga Kursus) penerima PIP, dengan melampirkan beberapa dokumen sebagai berikut:
  1. Fotokopi KTP dari Kepala Sekolah/Ketua Lembaga terkait dan menunjukkan KTP aslinya
  2. Fotokopi SK Pengangkatan sebagai Kepala Sekolah/Ketua Lembaga definitif yang masih berlaku sampai sekarang
  3. Buku tabungan dari para peserta didik penerima yang diambil secara kolektif
  4. Surat yang berisi  Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM)
Pencairan dana PIP secara kolektif bisa dilakukan dengan catatan para penerima PIP berada di wilayah yang sangat sulit untuk mengakses menuju ke bank penyalur dana, biaya transportasi untuk pengambilan yang cukup besar, dan atau cuaca sangat buruk/kondisi lingkungan yang dapat membahayakan paa siswa.

Dana PIP yang sudah dicairkan wajib sesegera mungkin diserahkan kepada para siswa penerima paling lambat adalah 5 hari kerja sesudah pencairan kolektif selesai dilakukan. Sedangkan pelaporan pencairan PIP secara kolektif ke dinas pendidikan kabupaten/kota masing-masing harus dilakukan paling lambat ialah 10 hari kerja.

Demikian informasi mengenai Syarat Pencairan BSM/PIP Secara Kolektif Terbaru 2017 yang bisa saya sampaikan kepada anda semuanya.

8 Informasi Penting tentang Penyaluran PIP SMK Tahun 2017


Pada Tahun 2017 ini penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk jenjang pendidikan SMK di seluruh Indonesia terdapat perubahan.

Setidaknya ada 8 Informasi Penting tentang Penyaluran PIP SMK Tahun 2017 yang wajib anda ketahui bersama agar setiap siswa yang masuk menjadi daftar penerima bisa memperoleh dana tersebut.

Hal ini sangat penting sekali, mengingat ada beberapa perubahan mendasar yang berbeda dengan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Misalnya saja mengenai pengambilan dana PIP. Pada tahun-tahun sebelumnya, penyaluran dana PIP khusus untuk SMK melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Namun mulai Tahun 2017 ini dialihkan penyalurannya melalui Bank Negara Indonesia (BNI). Jadi beberapa perubahan ini perlu kita pahami bersama agar pencairan bantuan bisa dilaksanakan dengan lancar tanpa ada suatu halangan apapun.

 7 Informasi Penting tentang Penyaluran PIP SMK Tahun 2017


Apalagi peranan PIP dalam menunjang keberlangsungan pendidikan para peserta ddik sangat penting sekali.

Bagi para siswa yang terdaftar menjadi calon penerima dana PIP, mereka akan memperoleh sejumlah bantuan langsung dari pemerintah yang berupa uang tunai.

Nantinya uang tersebut bisa dipergunakan untuk berbagai keperluan operasional para peserta didik. Misalnya, untuk membeli seragam, buku, tas dan beragam keperluan sekolah lainnya.

Dengan begitu diharapkan peserta didik dan para orang tua/wali dapat terbantu daam hal pembiayaan sekolah putra-putrinya selama menempuh pendidikan sampai dengan jenjang SMK dan SMA sederajat.

Sehingga harapan pemerintah supaya semua anak usia sekoah di seluruh Indonesia mampu mengenyam pendidikan sampai dengan tingkat SMK/SMA sederajat dapat terwujud dengan baik.

Untuk itu silahkan simak baik-baik penjelasan mengenai 8 Informasi Penting tentang Penyaluran PIP SMK Tahun 2017 di bawah ini:

  1. Bank Penyalur dana PIP SMK adalah BNI (Bank Negara Indonesia)
  2. Persyaratan pencairan dana PIP bisa dilihat pada Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) PIP Tahun 2017
  3. Bagi sekolah-sekolah yang lokasinya berada jauh dari BNI, supaya berkoordinasi dengan pihak BNI setempat untuk mencairkan dana PIP secara kolektif
  4. Distribusi data penerima PIP menggunakan Aplikasi SIIP!SMK yang sudah  di  launching pada saat Rapat Koordinasi (Rakor) PIP SMK Tahun 2017 di Kota Surakarta 
  5. Bagi sekolah-sekoah yang belum bisa melakukan login ke aplikasi SIIP!SMK silahkan  anda menyampaikan keluhan melalui laman Pengaduan PIP SMK yang bisa diakses dengan mengunjungi laman  http://pipsmk.ditpsmk.net/pengaduan-pip-smk-2016/
  6. Silahkan anda menyampaikan saran dan masukan untuk aplikasi SIIP!SMK sehingga aplikasi ini bisa berkembang dengan baik dan semakin handal
  7. Database untuk Operator Dapodik sekolah akan disinkronkan secara berkala
  8. PIP SMK Tahun 2017 akan disalurkan dengan BNI dengan menggunakan rekening tabungan di mana REKENING PERLU DIAKTIVASI terlebih oleh para peserta didik penerima DENGAN CARA mendatangi langsung ke BNI terdekat (Adapun mekanisme kolektif silahkan anda koordinasikan dengan pihak BNI setempat)

Itulah 8 Informasi Penting tentang Penyaluran PIP SMK Tahun 2017. Ketujuh informasi tersebut harus anda fahami dengan baik.

Terutama pada poin nomor 3. Di situ dijelaskan bahwa untuk bisa mengetahui distribusi penerima dana PIP maka anda harus menggunakan Aplikasi SIIP!SMK.

Saat ini Aplikasi SIIP!SMK sudah digunakan. Pencairan dana PIP SMK untuk Tahap 1, 2 dan 3 sudah melalui aplikasi ini. Silahkan anda cek segera.

Mengenai cara menggunakan Aplikasi SIIP!SMK akan saya jelaskan pada artikel selanjutnya. Untuk gambaran awal, anda bisa melihat dashbor aplikasi ini pada gambar di atas.

Tentu hal ini sangat berbeda sekali dengan sebelumnya. Dulu, untuk mengetahui penerima PIP, cukup dengan mengunjungi website PIP SMK. Kemudian memasukkan NPSN sekolah maka data penerima PIP akan muncul.

Namun cara tersebut menurut saya memang memiliki kekurangan, sebab semua orang yang tahu NPSN sekolah bisa mengetahui daftar penerima dana PIP.

Kondisi ini sangat berbeda dengan Aplikasi SIIP!SMK. karena yang bisa mengakses apikasi ini hanya para operator dapodik. Sebab username dan password yang digunakan sama dengan aplikasi dapodikdasmen.

Mari kita bersama-sama menyukseskan program pemberian dana Program Indonesia Pintar bagi para siswa yang memang berhak mendapatkannya. Supaya semua anak di Indonesia dapat mengenyam pendidikan hingaa jenjang menengah atas.

Demikian informasi 8 Informasi Penting tentang Penyaluran PIP SMK Tahun 2017 yang bisa saya sampaikan kepada anda semuanya.


Juklak PIP Terbaru 2017 PDF


Juklak PIP Terbaru 2017 PDF - Dalam rangka untuk melaksanakan ketentuan pada Pasal 16 pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 19 Tahun 2016 yang membahas tentang Program Indonesia Pintar, maka diperlukan Peraturan Bersama antara Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen)  dan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen Paud-Dikmas).

Peraturan bersama yang dimaksud tersebut adalah membahas tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar Tahun 2017 atau yang disingkat dengan Juklak PIP.

Peraturan bersama antara Dirjen Dikdasmen dan Dirjen Paud-Dikmas tersebut bernomor: 07/D/BP/2017 dan NOMOR : 02/MPK.C/PM/2017. Bagi semua sekolah di Indonesia diharapkan mengetahui Juklak ini, supaya memahami petunjuk pelaksanaan yang benar.

Juklak PIP


Apa itu Juklak PIP Tahun 2017?


Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar Tahun 2017 atau yang selanjutnya di dalam Peraturan Bersama antara Dirjen Dikdasmen dengan Dirjen Paud-Dikmas ini disebut Juklak PIP Tahun 2017 adalah sebuah pedoman bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah tingkat provinsi, pemerintah daerah pada tingkat kabupaten/kota, dan satuan pendidikan (sekolah) dalam melaksanakan ketentuan yang berlaku dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud)  Nomor 19 Tahun 2016 yang membahas tentang Program Indonesia Pintar

Perlu adan tahu bahwa Petunjuk Pelaksanaan PIP Tahun 2017 yang sebagaimana tercantum di dalam lampiran bersama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Bersama antara Dirjen Dikdasmen dan Dirjen Paud-Dikmas.

Peraturan Bersama antara dua direktorat pendidikan ini resmi mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, yaitu pada tanggal 5 Januari 2017.

Lampiran Juklak PIP Terbaru 2017


Di dalam Lampiran Juklak PIP Terbaru 2017 berisi berbagai macam pembahasan dan mekanismen pelaksanaan mengenai Program Indonesia pada Tahun 2017 ini.

Adapun di dalam lampiran tersebut memuat beberapa poko bahasan, yaitu:

  1. Bab I membahas tentang Pendahuluan
  2. Bab II membahas tentang Mekanisme Pelaksanaan
  3. Bab III membahas tentang Peran dan fungsi
  4. Bab IV membahas tentang Monitoring, Evaluasi, Pelaporan dan Pengaduan
  5. Bab V membahas tentang Pengawasan dan Sanksi
  6. Bab VI berisikan tentang Penutup

Semuanya dibahas lengkap dalam Petunjuk Pelaksanaan PIP Tahun 2017. Maka dari itu, pengelola sekolah sudah seharusnya mengetahui dan memahami isi dari Juknis ini.

Tujuan dari PIP


Adanya Program Indonesia Pintar dari pemerintah pusat untuk para peserta didik di Indonesia merupakan suatu hal yang sangat bermanfaat sekali.

Sebab bantuan ini bisa meringankan biaya yang harus dikeluarkan peserta didik atau orang tua/wali untuk keperluan biaya pendidikannya.

Memang PIP ini menjadi salah satu cara pemerintah untuk menyukseskan program wajib belajar selama 12 tahun.

Ini artinya para anak usia sekolah di Indonesia diharapkan mengenyam pendidikan sampai dengan jenjang SMA/SMK sederajat. Sehingga kualitas pendidikan di Indonesia bisa selalu meningkat.

PIP sendiri mempunya beberapa tujuan penting, yaitu:

  1. Untuk meningkatkan akses bagi anak yang usianya mulai dari 6 sampai dengan 21 tahun supaya  memperoleh layanan pendidikan sampai mereka tamat satuan pendidikan tingkat menengah untuk mendukung pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal/Rintisan Wajib Belajar selama 12 Tahun
  2. Untuk mencegah para peserta didik dari kemungkinan nantinya mereka putus sekolah (drop out) atau tidak bisa melanjutkan pendidikannya  akibat dari kesulitan ekonomi yang dialami oleh keluarganya
  3. Untuk menarik para anak usia sekolah yang saat ini tidak sedang bersekolah dan/atau para peserta didik putus sekolah (drop out) atau tidak sedang melanjutkan supaya bisa kembali memperoleh layanan pendidikan di sekolah/ Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM/ Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)/Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) atau satuan berbagai macam pendidikan nonformal lainnya.
  4. Untuk eringankan biaya personal pendidikan para peserta didik

Melihat tujuan dari PIP tersebut, sudah sepatutnya kita mendukung program ini. Mari kita bantu supaya anak-anak di sekeliling kita agar bisa melanjutkan pendidikannya lagi.

Download Juklak PIP Terbaru 2017 PDF


Seperti yang tertera pada judul artikel ini, saya akan melampirkan Juklak PIP Terbaru 2017 PDF. Anda bisa mengunduhnya secara Cuma-Cuma.

Juklak PIP Terbaru 2017 PDF memiliki format file PDF. Ukurannya pun terbilag kecil sehingga mudah sekali untuk di unduh.

Langsung saja silahkan anda unduh filenya di bawah ini:




Apabila anda sudah mengunduh Juklak PIP Terbaru 2017 PDF, segera pelajari dari awal sampai dengan akhir supaya anda memahaminya secara utuh.

Sebab terdapat berbagai macam pembahasan yang perlu anda sekalian pahami. Supaya peserta didik yang memang berhak dapat memperoleh bantuan dana ini.


Penutup


Memang perlu diakui masih ada sebagian para anak usia sekolah yang tidak bisa melanjutkan pendidikannya disebabkan karena tidak memiliki biaya.

Di sinilah pentingnya program Indonesia pintar. Sebab dengan adanya bantuan ini, siswa akan memperoleh dana langsung untuk keperluan pendidikannya.

Sehingga program rintisan wajib belajar selama 12 tahun yang digaungkan pemerintah dapat terlaksana dengan baik.

Demikian informasi mengenai Juklak PIP Terbaru 2017 PDF yang bisa saya sampaikan untuk anda sekalian.


Mekanisme Mendapatkan PIP Terbaru 2017

Mekanisme Mendapatkan PIP Terbaru 2017 -Sahabat Dikbud di seluruh Indonesia kali saya akan beagi informasi mengenai Mekanisme Mendapatkan PIP Terbaru 2017.

Ini sangat penting supaya peserta didik yang tidak mampu secara ekonomi di sekolah anda bisa memperoleh bantuan dana ini.

Informasi ini saya ambil dari Petunjuk Pelaksanaan  (Juklak) Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2017. Mohon disimak dengan seksama.

Baca juga: Juklak PIP Terbaru 2017

Mekanisme Mendapatkan PIP Terbaru 2017


Mekanisme untuk Mendapatkan KIP


Kartu Indonesia Pintar (KIP) akan diberikan kepada anak yang berusia 6 sampai dengan 21 tahun sebagai penanda atau identitas untuk menjadi prioritas bagi sasaran penerima dana bantuan PIP jika anak sudah terdaftar sebagai siswa pada sebuah lembaga pendidikan formal atau lembaga pendidikan non formal lainnya.

Baca juga: Mekanisme Pengusulan PIP bagi Siswa Pemegang KIP

Persyaratan mendapatkan KIP adalah:

  1. Mempunyai Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau
  2. Terdaftar sebagai peserta Program Keluarga Harapan (PKH).
Jika Orang tua siswa belum mempunyai KKS/PKH, agar supaya melapor kepada Dinas Sosial Kabupaten/Kota masing-masing dengan membawa identitas diri resmi (KTP/KK/SIM) guna untuk memperoleh KKS.

C. Penetapan Penerima Dana/Manfaat PIP


Untuk penetapan penerima dana manfaatdari  PIP dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada ketentuan sebagai berikut:
  1. Peserta didik sasaran PIP akan ditetapkan sebagai penerima dana/manfaat PIP dalam bentuk sebuah surat keputusan (SK) dari direktur teknis yang bersangkutan.Bagi siswa dari program  Paket A/B/C penetapan penerima dana/manfaat PIP akan dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SD/SMP/SMA dengan berdasarkan pada surat keputusan penetapan penerima PIP dari Direktorat 
  2. Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Direktorat Jendral (Ditjen) PAUD dan DIKMAS Kemdikbud.
  3. Bagi siswa kursus/pelatihan penetapan penerima dana/ manfaat PIP akan dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMK yang berdasarkan pada surat keputusan penetapan penerima PIP yang berasal dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jendral (Ditjen) PAUD dan DIKMAS Kemdikbud.

D. Penyaluran Dana/Manfaat PIP

Dana PIP akan disalurkan secara langsung kepada  peserta didik penerima dengan mekanisme sebagai berikut:
  1. Direktorat teknis akan menyampaikan daftar penerima PIP yang sudah tercantum dalam sebuah surat keputusan dari direktur teknis terkait kepada bank/lembaga sebagai penyalur untuk di buatkan sebuah rekening.
  2. Direktorat teknis akan mengajukan sebuah Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM) ke KPPN guna untuk diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang berdasarkan pada surat keputusan dari direkttaur teknis terkait.
  3. KPPN akan menyalurkan dana sesuai dengan SP2D kepada rekening penyalur atas nama direktorat teknis pada bank atau lembaga penyalur.
  4. Direktorat teknis akan menyampaikan sebuah Surat Perintah Pemindahbukuan (SP2N) kepada bank atau lembaga penyalur untuk menyalurkan/memindahbukukan dana yang berasal dari rekening penyalur langsung kepada rekening penerima. Teknis penyaluran dana ini akan diatur dalam perjanjian kerjasama antara direktorat teknis dengan bank atau lembaga penyalur.
  5. Direktorat teknis dan bank atau lembaga penyalur dana PIP akan menginformasikan kepada para peserta didik penerima melalui sekolah/SKB/PKBM atau lembaga pendidikan nonformal lainnya masing-masing dan/atau dinas pendidikan kabupaten/kota/provinsi setempat dengan melampirkan sebuah surat keputusan penerima dana/manfaat PIP.
  6. Dinas pendidikan kabupaten/kota/provinsi masing-masing akan meneruskan surat keputusan penerima dana/manfaat PIP kepada sekolah/satuan pendidikan nonformal bersangkutan.
  7. Sekolah/satuan pendidikan nonformal bersangkutan akan meneruskan informasi dari surat keputusan sebagai penerima dana/manfaat PIP kepada para peserta didik/orang tua/wali bersangkutan.
  8. Direktorat teknis akan melakukan penyaluran dana PIP kepada para peserta didik penerima melalui sebuah rekening tabungan dan/atau rekening sementara  atau biasa dikenal dengan virtual account.

E. Pencairan Dana/Manfaat PIP


Pencairan (pengambilan) dana PIP akan dilakukan oleh para peserta didik/penerima kuasa di bank atau lembaga penyalur dengan mengacu pada ketentuan sebagai berikut:


1. Rekening Tabungan


Sebelum pencairan atau pengambilan dana, para peserta didik harus melakukan aktivasi rekening tabungan terlebih dahulu, dengan membawa beberapa dokumen berikut:
  • Surat Keterangan dari Kepala Sekolah/Ketua Lembaga
  • Salah satu tanda atau dentitas pengenal seperti KIP/ Kartu Tanda Penduduk/Kartu Pelajar/ Kartu Keluarga/Surat Keterangan dari Kepala Desa/Lurah.

Bagi peserta didik yang berasal dari jenjang SD dan SMP yang tidak memiliki KTP akan didampingi oleh kepala sekolah/guru/orangtua/wali bersangkutan. Sesudahah aktivasi, dana PIP akan bisa langsung diambil/dicairkan oleh para peserta didik penerima.

Adapun Pengambilan dana PIP bisa dilakukan dengan cara:
  • Pengambilan langsung oleh para peserta didik, dengan membawa dan menyertakan salah satu dokumen pendukung seperti: KIP/Kartu Pelajar/ Kartu Keluarga/Kartu Tanda Penduduk/ Surat Keterangan dari Kepala Desa/Lurah.
  • Pengambilan secara kolektif bisa dilakukan oleh kepala sekolah/ bendahara sekolah/ketua lembaga/ lembaga dengan membawa beberapa dokumen pendukung yaitu:
  1. Surat Kuasa yang berasal dari orang tua/wali (untuk jenjang SD/Paket A dan SMP/Paket B) atau dari para peserta didik (untuk jenjang pendidikan SMA/Paket C dan SMK/Lembaga Kursus) penerima PIP
  2. Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) adapun format nanti terlampir.
  3. Surat Keterangan Kepala Sekolah/Ketua Lembaga  adapun format nanti terlampir
  4. Fotokopi KTP dari Kepala Sekolah atau Ketua Lembaga dan menunjukkan aslinya
  5. Fotokopi Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Kepala Sekolah atau Ketua Lembaga definitif yang masih berlaku dan menunjukkan SK aslinya
  6. Buku tabungan para peserta didik yang akan diambil secara kolektif;

2. Virtual Account


Pengambilan langsung yang dilakukan oleh para peserta didik dengan membawa Surat Keterangan dari Kepala Sekolah/Ketua Lembaga (format terlampir) dan bagi peserta didik yang tidak mempunyai KTP akan didampingi oleh kepala sekolah/guru/ orangtua/wali bersangkutan.

Pengambilan secara kolektif yang bisa dilakukan oleh Kepala Sekolah/Ketua Lembaga/bendahara sekolah/lembaga dengan membawa beberapa dokumen sebagai berikut:
  • Surat Kuasa yang berasal dari orang tua/wali (untuk jenjang SD/Paket A) dan jenjang SMP/Paket 
  • Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) adapun format nanti terlampir.
  • Surat Keterangan Kepala Sekolah/Ketua Lembaga  adapun format nanti terlampir
  • Fotokopi KTP dari Kepala Sekolah atau Ketua Lembaga dan menunjukkan aslinya
  • Fotokopi Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Kepala Sekolah atau Ketua Lembaga definitif yang masih berlaku dan menunjukkan SK aslinya.
Pengambilan yang dilakukan secara kolektif bisa dilakukan jika memenuhi salah satu dari kondisi sebagai berikut:

a. Para Penerima PIP bertempat tinggal di daerah yang kondisinya sulit sekali untuk mengakses ke bank atau lembaga penyalur, seperti:
  1. Tidak ada kantor bank atau lembaga penyalur yang berada di kecamatan sekolah atau tempat tinggal peserta didik tersebut
  2. Kondisi geografis yang sangat menyulitkan seperti daerah kepulauan, pegunungan, atau pedalaman
  3. Jarak dan waktu tempuh yang relatif sangat jauh
b. Para Penerima PIP bertempat tinggal di daerah yang kondisi transportasinya sangat sulit, seperti:
  1. Biaya transportasi yang dibutuhkan relatif besar
  2. Armada transportasi yang tersedia terbatas.
c. Para Penerima PIP tidak memungkinkan untuk mengambil dana dengan secara langsung dan seperti:
  1. Sedang dalam keadaan sakit
  2. Sedang melakukan praktik kerja lapangan
  3. Sedang mengalami bencana alam atau cuaca buruk
  4. Hambatan lainnya yang tidak bisa diduga.
Dana yang telah dicairkan secara kolektif haruslah segera diberikan kepada para siswa penerima yang bersangkutan paling lambat 5 (lima) hari kerja sesudah pencairan, dan pelaporan pemberian dana pencairan kolektif tersebut dilakukan paling lambat pada 7 (tujuh) hari kerja setelah pencairan.

Laporan disampaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat (untuk jenjang pendidikan SD/SMP/SKB/PKBM atau lembaga pendidikan nonformal penyelenggara Paket A dan B), atau kepada dinas pendidikan provinsi setempat (untuk jenjang pendidikan SMA/SMK/SKB/PKBM atau lembaga pendidikan nonformal penyelenggara Paket C dan pendidikan kursus, dengan menyerahkan dan menyertakan tanda terima pendistribusian dana pengambilan kolektif tersebut (format terlampir).

Bagi para penerima PIP yang berasal dari lembaga Kursus dan Pelatihan, proses pencairan akan dilakukan secara kolektif oleh pimpinan lembaga dengan memenuhi berbagai persyaratan pencairan kolektif mengingat durasi pembelajaran terhitung relatif singkat.

Pencairan/pengambilan dana PIP dilakukan langsung oleh peserta didik atau secara kolektif di bank atau lembaga penyalur, harus dengan kondisi berikut ini:
  1. Tidak akan ada pemotongan dana dalam bentuk apapun 
  2. Saldo minimal rekening yang ada di tabungan adalah Rp0,00
  3. Tidak dikenakan biaya administrasi perbankan apapun
Demikian informasi mengenai Mekanisme Mendapatkan PIP Terbaru 2017 yang bisa saya sampaikan.



Mekanisme Pengusulan PIP Bagi Siswa Pemegang KIP 2017


Mekanisme Pengusulan PIP - Program Indonesia Pintar atau PIP dilaksanakan dengan melibatkan pihak sekolah/SKB/ PKBM/LKP atau satuan pendidikan nonformal yang lainnya yang berada di bawah pembinaan dari direktorat teknis di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dinas pendidikan kabupaten/kota setempat, dinas pendidikan provinsi setemmpat, lembaga penyalur dan instansi terkait yang lainnya.

Nah dari hal itu pada kesempatan kali ini saya akan berbagi informasi kepada anda mengenai Mekanisme Pengusulan PIP Bagi Siswa Pemegang KIP 2017.

Baca juga: Juklak PIP Terbaru 2017

Ini sangat penting supaya peserta didik pemegang KIP dapat memperoleh bantuan dana PIP dari pemerintah Pusat.

Mekanisme Pengusulan PIP Bagi Siswa Pemegang KIP 2017


Mekanisme Pengusulan PIP Bagi Siswa Pemegang KIP 2017


Pengusulan penerima dana PIP dilakukan dengan menggunakan mekanisme sebagai berikut:

Peserta didik yang memiliki KIP

a. Bagi peserta didik yang berada di sekolah formal (SD, SMP, SMA dan SMK) caranya adalah sebagai berikut:



  • Para  Peserta didik penerima KIP harus melaporkan kepemilikan kartunya kepada sekolah masing-masing, guna didata sebagai calon penerima dana dari PIP
  • Bagi peserta didik penerima KIP yang belum/tidak berstatus sebagai peserta didik di sebuah sekolah, diharapkan melaporkan kartunya ke pihak sekolah/SKB/PKBM atau lembaga pendidikan nonformal yang lainnya sebagai identitas prioritas para calon peserta didik dan penerima dana bantuan PIP pada waktu Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sebuah sekolah.
  • Sekolah menandai status kelayakan siswa sebagai penerima dana bantuan PIP dengan cara melakukan entri atau memutakhirkan (updating) data siswa yang memiliki KIP ke dalam aplikasi Dapodik secara benar dan lengkap, terutama pada saat mengisi kolom data berikut ini:


  1. Nama Siswa
  2. Tempat lahir Siswa
  3. Tanggal lahir Siswa 
  4. Nama ibu kandung Siswa
  5. Nomor KIP Siswa

Data tersebut akan berfungsi sebagai data usulan peserta didik penerima dari tingkat sekolah kepada direktorat teknis.

Apabila sekolah menemukan siswa yang memiliki KIP namun ia tidak layak (artinya kondisi ekonominya mampu atau kaya), maka sekolah harus menandai status ketidaklayakan siswa sebagai penerima dana bantuan PIP dengan cara memberikan tanda status Tidak Layak yang berada di dalam aplikasi Dapodik.


  • Bagi jenjang pendidikan SD/SMP/SMA/SMK sekolah harus menandai status kelayakan siswa dan melakukan entri data nomor KIP ke dalam aplikasi Dapodik sekolah sebagai calon penerima dana bantuan PIP.Berdasarkan dari data usulan siswa yang layak PIP pada aplikasi Dapodik tersebut, direktorat teknis akan menerbitkan sebuah SK Penetapan Penerima Dana bantuan PIP 
  • untuk keperluan pencairan dana bantuan PIP tersebut.

b. Bagi peserta didik di LKP/SKB/PKBM atau satuan pendidikan nonformal yang lainnya yang berada di bawah dari pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), mekanisme pengusulan dan penetapannya adalah sebagai berikut:


  • Untuk lembaga LKP/SKB/PKBM atau satuan pendidikan nonformal yang lainnya yang ditunjuk oleh Kemdikbud sebagai pengelola dana bantuan program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW adalah sebagai berikut berikut ini:
  • Para  Peserta didik yang berusia mulai dari 16 sampai dengan 21 tahun yang sudah mendaftar ke dalam LKP/SKB/PKBM atau satuan pendidikan nonformal yang lainnya dengan membawa dan menyertakan KIP
  • SKB/PKBM/LKP atau satuan pendidikan nonformal yang lainnya akan mengusulkan siswa calon penerima PIP kepada dinas pendidikan kabupaten/kota masing-masing.
  • Dinas pendidikan kabupaten/kota masing-masing mengetahui dan meneruskan usulan yang berasal LKP/SKB/PKBM atau satuan pendidikan nonformal yang lainnya tersebut kepada Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan
  • Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan akan memvalidasi dan menerbitkan sebuah SK Penetapan Penerima Bantuan PIP dengan menggunakan atribut data sebagi berikut ini: 
  • Provinsi 
  • Kabupaten/Kota 
  • Kecamatan 
  • NPSN/NILEK/NILEM 
  • Nama Lembaga
  • Alamat Lembaga 
  • Nama Peserta Didik 
  • Tanggal Lahir 
  • Nama Ibu Kandung 
  • Nomor KIP
  • Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihanakan  meneruskan SK Penetapan tersebut kepada Direktorat Pembinaan SMK
  • Berdasarkan dari SK Penetapan yang berasal dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan maka selanjutnya Direktorat Pembinaan SMK akan menerbitkan sebuah SK Penetapan Penerima Dana bantuan PIP guna keperluan pencairan bantuan tersebut

2) Bagi LKP/SKB/PKBM atau satuan pendidikan nonformal yang lainnya yang sudah menerima siswa di luar Program PKK dan PKW mekanismenya adalah sebagai berikut:


  • Para Peserta didik yang berusia mulai dari 16 sampai dengan 21 tahun yang telah terdaftar pada tahun 2016 di lembaga LKP/SKB/PKBM atau satuan pendidikan nonformal yang lainnya yang mempunyai KIP, akan diusulkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota setempat
  • Dinas pendidikan kabupaten/kota setempat akan mengetahui dan meneruskan usulan dari LKP/SKB/PKBM atau satuan pendidikan nonformal yang lainnya tersebut kepada Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan
  • Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan akan memvalidasi dan menerbitkan sebuah SK Penetapan Penerima Bantuan dengan menggunakan atribut data sebagai berikut: 

(1) Provinsi
(2) Kabupaten/Kota
(3) Kecamatan
(4) NPSN/NILEK/NILEM
(5) Nama Lembaga
(6) Alamat Lembaga
(7) Nama Peserta Didik
(8) Tanggal Lahir
(9) Nama Ibu Kandung
(10) Nomor KIP

  • Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan akan meneruskan SK penetapan tersebut kepada Direktorat Pembinaan SMK
  • Berdasarkan dari SK Penetapan dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, maka Direktorat Pembinaan SMK akan melaukan penerbitkan sebuah SK Penetapan Penerima Dana bantuan PIP untuk keperluan pencairan bantuan tersebut.

3) Bagi peserta didik di Paket A, B, dan C mekanisme pengusulan PIP adalah sebagai berikut:


  • Peserta didik yang berusia mulai dari 6 sampai dengan 21 tahun yang telah terdaftar pada tahun 2016 di lembaga SKB/PKBM atau satuan pendidikan nonformal lainnya yang mempunyai KIP, akan diusulkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat
  • SKB/PKBM atau satuan pendidikan nonformal yang lainnya akan mengusulkan para peserta didik pemilik KIP kepada dinas pendidikan kab/kota setempat.
  • Dinas pendidikan kab/kota setempat akan mengetahui dan meneruskan usulan dari SKB/PKBM atau satuan pendidikan nonformal yang lainnya kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan
  • Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan akan menerbitkan sebuah SK Penetapan Penerima Bantuan dengan menggunakan atribut data sebagai berikut: 
  1.  Provinsi
  2. Kabupaten/Kota
  3. Kecamatan
  4. NPSN/NILEM
  5. Nama Lembaga 
  6. Alamat Lembaga 
  7. Nama Peserta Didik 
  8. Tanggal Lahir 
  9. Nama Ibu Kandung 
  10. Nomor KIP
  • Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan selanjutnya akan meneruskan SK Penetapan Penerima ke kepada Direktorat Pembinaan SD/SMP/SMA.
  • Berdasarkan SK Penetapan yang berasal dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Direktorat Pembinaan SD/SMP/SMA akan menerbitkan sebuah SK Penetapan Penerima dana bantuan PIP untuk keperluan pencairan dana bantuan tersebut..

Demikianlah informasi mengenai Mekanisme Pengusulan PIP Bagi Siswa Pemegang KIP 2017 yang bisa saya sampaikan kepada anda semua. Ikuti semua petunjuk di atas agar siswa anda memperoleh dana bantuan PIP.

Syarat, Prioritas Penerima dan Besaran Dana PIP Tahun 2017


Besaran Dana PIP - Pada tahun 2017 ini pemerintah akan memberikan kembali dana Program Indonesia Pintar (PIP) kepada semua peserta didik di Indonesia mulaidari tingkat dasar sampai dengan menengah.

Berkaitan dengan hal tersebut, sudah dibuat keputusan bersama yang membahas tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Idonesia Pintar (Juklak PIP) Tahun 2017.


Di dalam Juklak tersebut dibahas berbagai macam hal mengenai teknis pelaksanaan PIP tahun ini. Mulai dari pengusulan sampai dengan pelaporan.

Untuk itu sekolah harus memahami setiap mekanisme yang berlaku supaya nanti dalam proses pengsulan dan pelaporan dana PIP sesuai dengan aturan yang berlaku.

Salah satu pokok bahasan di dalam Juklak PIP Tahun 2017 adalah mengenai Prioritas Sasaran Penerima PIP, Syarat Penerima dan dana Besaran Dana PIP.

Nah dari itulah saya di sini akan membahas mengenai ketiga hal tersebut. Silahkan and simak dengan sebaik mungkin.

Syarat, Prioritas Penerima dan Besaran Dana PIP Tahun 2017


Prioritas Sasaran Penerima


Prioritas Sasaran PIP adalah para Peserta Didik yang berusia 6 sampai dengan 21 tahun (Usia Sekolah) yang merupakan:
  1. Para Peserta didik pemilik Kartu Indonesia Pintar (KIP)
  2. Para Peserta didik yang berasal dari keluarga miskin/rentan miskin dan/atau dengan berbagai pertimbangan khusus seperti:
  • Para Peserta didik yang berasal dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH)
  • Para Peserta didik yang berasal dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)
  • Para Peserta didik yang berstatus sebagai yatim piatu/yatim/piatu dari sekolah/panti asuhan atau panti sosial
  • Para Peserta didik yang terkena dari dampak suatu bencana alam
  • Para Peserta didik yang mengalami Kelainan fisik (peserta didik inklusi), korban dari musibah bencana, dari orang tua PHK, yang berada di daerah konflik, berasal dari keluarga terpidana, sedabf berada di LAPAS, dan juga mempunyai lebih dari 3 saudara yang tinggal dalam serumah
  • Peserta pada lembaga kursus atau satuan pendidikan nonformal lainnya;
  • Peserta didik di jenjang SMK yang sedang menempuh studi keahlian kelompok bidang: Pertanian, Perikanan, Peternakan, Kehutanan dan Pelayaran/Kemaritiman.

Persyaratan Penerima

Para Peserta didik yang berasal dari prioritas sasaran penerima PIP bisa diusulkan dengan memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

1. Para Peserta didik yang berada di Pendidikan Formal:

  • Terdaftar sebagai peserta didik aktif di sebuah sekolah
  • Terdaftar dalam Aplikasi Dapodik sekolahnya

2. Para Peserta Didik yang berada di Lembaga Pendidikan Nonformal pada usia 6 sampai dengan 21 tahun:

  • Terdaftar sebagai peserta didik di lembaga SKB/PKBM/LKP atau satuan pendidikan nonformal yang lainnya
  • Terdaftar di dalam Aplikasi Dapodik satuan pendidikan nonformal tersebut.

Sasaran Penerima PIP

Sasaran Penerima Program Indonesia Pintar (PIP) adalah sebanyak 16.487.872 peserta didik di seluruh Indonesia dengan rincian sebagai berikut:
  • Jenjang Pendidikan SD/Paket A Sasaran PIP sebanyak 9.528.732
  • Jenjang Pendidikan SMP/Paket B Sasaran PIP sebanyak 4.019.090
  • Jenjang Pendidikan SMA/Paket C Sasaran PIP sebanyak 1.243.415
  • Jenjang Pendidikan SMK/Kursus dan Pelatihan Sasaran PIP sebanyak 1.696.635
Jadi dari seluruh data tersebut  jumlah sasaran penerima PIP adalah sebanyak 16.487.872 peserta didik.

Besaran Dana PIP


Seperti yang sudah saya jelaskan di atas bahwa besaran dana PIP masing-masing siswa berbeda disesuaikan dengan jenjang pendidikannya masing-masing.

Adapun data lengkap mengenai besaran dana PIP yang diberikan kepada para peserta didik ialah sebagai berikut:

1. Jenjang Pendidikan Sekolah Dasar (SD)/Paket A:

  • Para Peserta didik yang berada di Kelas I, II, III, IV dan V pada Tahun Pelajaran 2016/2017 diberikan dana untuk dua semester sekaligus sebesar Rp450.000,00 (Empat Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).
  • Para Peserta didik yang berada Kelas VI pada Tahun Pelajaran 2016/2017 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp225.000,00 (Dua Ratus Dua Puluh Lima Ribu Rupiah).
  • Para Peserta didik yang berada di Kelas II, III, IV, V dan VI pada Tahun Pelajaran 2016/2017 diberikan dana untuk dua semester sebesar Rp450.000,00 (Empat Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)
  • Para Peserta didik yang berada Kelas I Tahun Pelajaran 2017/2018 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp225.000,00 (Dua Ratus Dua Puluh Lima Ribu Rupiah).

2. Jenjang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Paket B:

  • Para Peserta didik yang berada di Kelas VII dan VIII pada Tahun Pelajaran 2016/2017 diberikan dana untuk satu tahun sebesar Rp750.000,00 (Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).
  • Para Peserta didik yang berada Kelas IX pada Tahun Pelajaran 2016/2017 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp375.000,00 (Tiga Ratus Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah).
  • Para Peserta didik yang berada do Kelas VIII dan IX pada Tahun Pelajaran 2016/2017 diberikan dana untuk satu tahun sebesar Rp750.000,00 (Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).
  • Para Peserta didik yang berada Kelas VII pada Tahun Pelajaran 2017/2018 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp375.000,00 (Tiga Ratus Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah).

3. Jenjang Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA)/Paket C:

  • Para Peserta didik yang berada Kelas X dan XI pada Tahun Pelajaran 2016/2017 diberikan dana untuk satu tahun sebesar Rp1.000.000,00 (Satu Juta Rupiah).
  • Para Peserta didik yang berada Kelas XII pada Tahun Pelajaran 2016/2017 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp500.000,00 (Lima Ratus Ribu Rupiah).
  • Para Peserta didik yang berada di Kelas XI dan XII pada Tahun Pelajaran 2016/2017 diberikan dana untuk satu tahun sebesar Rp1.000.000,00 (Satu Juta Rupiah).
  • Para Peserta didik yang berada di Kelas X pada  Tahun Pelajaran 2017/2018 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp500.000,00 (Lima Ratus Ribu Rupiah).

4. Jenjang Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK):

a. Untuk Program 3 Tahun
  • Para Peserta didik SMK yang berada di Kelas X dan XI pada Tahun Pelajaran 2016/2017 diberikan dana untuk satu tahun sebesar Rp1.000.000,00 (Satu Juta Rupiah).
  • Para Peserta didik SMK yang berada di Kelas XII pada Tahun Pelajaran 2016/2017 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp500.000,00; (Lima Ratus Ribu Rupiah).
  • Para Peserta didik SMK yang berada di Kelas XI dan XII pada Tahun Pelajaran 2017/2018 diberikan dana untuk satu tahun sebesar Rp1.000.000,00 (Satu Juta Rupiah).
  • Para Peserta didik SMK yang berada di Kelas X pada Tahun Pelajaran 2017/2018 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp500.000,00. (Lima Ratus Ribu Rupiah).

b. Untuk Program 4 tahun
  • Para  Peserta didik SMK yang berada di Kelas X, XI dan XII pada Tahun Pelajaran 2016/2017 diberikan dana untuk satu tahun sebesar Rp1.000.000,00 (Satu Juta Rupiah).
  • Para Peserta didik SMK yang berada di Kelas XIII pada Tahun Pelajaran 2016/2017 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp500.000,00 (Lima Ratus Ribu Rupiah).
  • Peserta didik SMK Kelas XI, XII dan XIII Tahun Pelajaran 2017/2018 diberikan dana untuk satu tahun sebesar Rp1.000.000,00;
  • Para Peserta didik SMK yang berada di Kelas X Tahun pada Pelajaran 2017/2018 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp500.000,00 (Lima Ratus Ribu Rupiah).

5. Untuk Lembaga kursus dan pelatihan:

  • Untuk Anak usia sekolah (mulai dari usia 16 sampai dengan 21 tahun) pemegang KIP yang tidak bersekolah namun sudah mendaftar dan aktif mengikuti pembelajaran lembaga kurusus dan pelatihan seperti di SKB/PKBM/LKP atau satuan pendidikan nonformal yang lainnya dan telah terdaftar dibawah naungan dari binaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, akan diberikan dana PIP sebesar Rp1.000.000,00 selama peserta didik tersebut mengikuti kursus terstandar dalam waktu satu periode kursus dalam satu tahun tanpa mempertimbangkan lamanya waktu kursus yang akan ditempuh.
Demikian informasi mengenai Syarat, Prioritas Penerima dan Besaran Dana PIP Tahun 2017 yang dapat saya sampaikan.

Juklak PIP Terbaru 2017


Juklak PIP Terbaru 2017 - Sahabat Operator Dapodikdasmen, memasuki semester baru tentu pekerjaan anda akan kembali menumpuk. Berbagai data harus anda siapkan agar sekolah bisa menerima dan memperoleh segala macam program yang diberikan pemerintah pusat.

Salah satunya ialah mengenai Program Indonesia Pintar atau yang biasa disebut dengan PIP. tentunya anda sekalian sudah sangat faham mengenai program berskalan nasional ini.

Ya, PIP merupakan sebuah program dari pemerintah pusat yang bertujuan untuk membantu terlaksananya wajib belajar 12 tahun untuk semua anak usia sekolah di Indonesia.

Nantinya para peserta didik yang berasal dari keluarga tidak mampu yang masuk dalam PIP akan memperoleh dana langsung untuk memenuhi kebutuhan pendidikannya.

Juklak PIP Terbaru 2017


Adapun besaran jumlah dana yang diberikan disesuaikan dengan jenjang pendidikan yang sedang ditempuh oleh peserta didik terkait.

Berbicara mengenai PIP, apakah anda sudah mempunyai Petunjuk Pelaksanaan (Juklak PIP) terbaru Tahun 2017 ini?

Jika belum maka saya sarankan anda segera mendapatkannya agar mengetahui mekanisme pengusulan, penggunaan hingga pelaporan dana PIP terbaru.

Anda juga bisa memperoleh Juklak PIP Terbaru 2017 pada akhir artikel ini. Nanti akan saya bagikan linknya kepada anda semua di bawah.

Sebab saat ini telah dikeluarkan sebuah Peraturan Bersama Antara Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) dan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen Paud Dikmas).

Peraturan dengan Nomor: 07/D/BP/2017 dan Nomor : 02/MPK.C/PM/2017 membahas tentang PETUNJUK PELAKSANAAN (Juklak) PROGRAM INDONESIA PINTAR TAHUN 2017.

Apa itu Juklak PIP Terbaru 2017?


Juklak PIP Terbaru 2017 adalah sebuah pedoman bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi, pemerintah di daerah kabupaten/kota di Indonesia , dan satuan pendidikan dalam melaksanakan ketentuan mengenai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) yang bernomor 19 Tahun 2016 yang membahas tentang Program Indonesia Pintar.

Jadi Juklak ini akan membahas secara detil mengenai mekanisme pelaksanaan Program Indonesia Pintar untuk semua sekolah yang ada di Indonesia.

Agar Lebih jelasnya silahkah simak latar belakang Juklak PIP Terbaru Tahun 2017 di bawah ini.

Latar Belakang Juklak PIP Terbaru Tahun 2017


Presiden Republik Indonesia melalui sebuag Instruksi Presiden Nomor 7 pada Tahun 2014 telah menginstruksikan kepada Menteripara , Kepala Lembaga Negara, dan Kepala Pemerintah Daerah untuk melakukan Program Keluarga Produktif melalui sebuah Program Simpanan Keluarga Sejahtera atau PSKS, Program Indonesia Sehat atau PIS dan Program Indonesia Pintar atau PIP.

Untuk mencapai tujuan tersebut maka diperlukan langkah-langkah proaktif dari lembaga dan institusi terkait sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing secara terkoordinasi dan terintegrasi guna untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi program untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sesuai dengan tugas dan kewenangannya akan melaksanakan Program Indonesia Pintar (PIP) dengan tujuan untuk meningkatkan akses bagi para anak usia 6 sampai dengan 21 tahun untuk memperoleh berbagai layanan pendidikan sampai tamat satuan pendidikan menengah. Serta mencegah para peserta didik dari kemungkinan suatu saat akan putus sekolah (drop out).

Dengan adanya PIP maka diharapkan mampu menjamin para peserta didik dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan sampai dengan tamat pendidikan menengah.

Serta dapat menarik para peserta didik yang putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan supaya kembali memperoleh layanan pendidikan.

Perlu diketahui bahwa PIP bukan hanya bagi peserta didik yang berada di sekolah. Namun juga berlaku bagi para peserta didik yang berada di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKBM, dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), atau sebuah satuan pendidikan nonformal lainnya, sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan.

Hingga sampai saat ini, disparitas partisipasi sekolah antar kelompok masyarakat dinilai masih cukup tinggi. Pada Angka Partisipasi Kasar (APK) keluarga yang sudha mampu secara ekonomi secara umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan APK keluarga yang tidak mampu.

Salah satu alasannya adalah karena tingginya biaya pendidikan baik dari segi biaya langsung maupun biaya tidak langsung yang ditanggung oleh para peserta didik.

Biaya langsung peserta didik antara lain contohnya adalah iuran sekolah, buku, seragam, dan berbagai alat tulis.

Sementara biaya tidak langsung yang ditanggung oleh para peserta didik antara lain contohnya adalah biaya transportasi, biaya kursus, uang saku dan berbagai macam biaya yang lainnya.

Tingginya biaya pendidikan tersebut menngakibatkan tingginya angka peserta didik yang tidak melanjutkan di jenjang sekolah dan juga menyebabkan tingginya angka putus sekolah (drop out), sehingga akan berpengaruh terhadap APK.

Dengan besarnya sasaran PIP yang mencapai angka total 20,3 juta anak/peserta didik usia sekolah baik di sekolah/lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (17,9 juta anak/siswa) maupun yang berada di bawah naungan dari Kementerian Agama (2,4 juta anak/siswa).

Dengan adanya PIP ini diharapkan akan bisa mengatasi rendahnya APK sekaligus sebagai salah satu upaya dari pemerintah dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia dengan bekal melalui pendidikan dan keterampilan yang lebih baik.

Isi Juklak PIP Terbaru Tahun 2017


Juklak PIP Terbaru Tahun 2017 berisi berbagai informasi mengenai Program Indonesia Pintar, yang meliputi:

  • Latar Belakang
  • Tujuan
  • Landasan Hukum
  • Prioritas Sasaran Penerima
  • Persyaratan Penerima
  • Sasaran dan Besaran Dana PIP
  • Mekanisme Pelaksanaan
  • Mekanisme Pengusulan
  • Mekanisme untuk Mendapatkan KIP
  • Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Demikianlah informasi yang bisa saya sampaikan terkai dengan Juklak PIP Terbaru Tahun 2017 yang bisa saya sampaikan kepada anda semua.

Adapun link Juklak PIP Terbaru Tahun 2017 ada di bawah ini.


Cara Instalasi Client dan Xambro UNBK

Sobat Admin Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sudahkan anda menyelesaikan berbagai tahap persiapan pelaksanaan UNBK?

Apabila sudah, maka itu adalah hal yang baik. Sebab semakin cepat persiapan dilaukan maka semakin baik pula.

Salah satu hal yang harus dipersiapkan dalam pelaksanaan UNBK adalah instalasi Client dan Xambro. Keduanya menjai software penting dalam sistem UNBK.

Bagi anda yang belum faham mengenai kedua hal tersebut, berikut ini kami jelaskan mengenai Cara Instalasi Client dan Xambro UNBK

Cara Instalasi Client dan Xambro UNBK

Cara Instalasi Client UNBK


Pertama yang perlu dilakukan adalah instalasi Client. Ketika anda melakukan instalasi Client, harus memperhatikan berbagai hal berikut ini:
  1. Membuat statik  IP address di komputer server dan komputer peserta UNBK
  2. Mematikan firut AUTO SLEEP yang berada di server lokal dengan menggunakan power option di control panel. Caranya, Klik Control Panel > Pilih Hardware and Sounds > Pilih Power Options > Pilih Change Plan Settings>Pilih Change advance power settings
  3. Lakukan expand terhadap  pilihan Hardisk >  silahkan ganti settingan yang ada menjadi Never pada pilihan yang ada
  4. Lakukan expand pada pilihan Sleep > kemudian ganti settingan menjadi Never
  5. Langkah terakhir, silahkan pilih tombol Apply > kemudian Klik OK
  6. Melakukan atau membuat perintah PING di dalam DOS Prompt dari komputer peserta UNBK menuju ke komputer host server lokal yang digunakan untuk mengecek dan memastikan bahwa jaringan telah terkoneksi dengan baik
  7. Apabila komputer klien memakai OS Windows XP, maka perlu menginstall .net framework 3.5 supaya CBAT XAMBRO dapat berjalan sempurna.
  8. Menyalin atau Copy satu folder CBAT XAMBRO yang berasal dari paket Folder VHD Simulasi Offline kepada seluruh komputer yang digunakan klientpeserta.
Selesai, Instalasi Client telah berhasil.

Cara Instalasi Xambro UNBK

Xambro adalah sebuah aplikasi yang berjalan di platform operating system windows dengan memakai library program yang berasal dari aplikasi web browser. Xambro berjalan secara optimal apabila menggunakan library aplikasi web browser Google Chrome.

Berikut ini kami jelaskan cara menjalankan Xambro UNBK secara lengkap.

A. Cara Instalasi Xambro di Platform OS Win7 dan Win8

  1. Silahkan instal web browser Google Chrome versi terbaru (jangan gunakan web browser lain).
  2. Salin (Copy)  folder  Xambro  yang  yang terdapat pada  folder  prerequisite  menujuke local drive c:\ PC anda
  3. Copy fike Xambro.exe ke dalam desktop komputer untuk dijadikan shortcut.
  4. Setelah  anda melaukan semua langkah  di  atas    dengan  benar , maka Xambroser sudah siap untuk dijalankan

B. Cara Instalasi Xambro di Platform OS WinXP

1. Pastikan terlebih dahulu di dalam PC Client sudah terdapat Browser Chrome

2. Install file yang bernama dotnetfx35

  • Silahkan Jalankan file dotnettfx35.exe tersebut di dalam folder prerequsites
  • Maka akan muncul jendela scurity warning dotnet framework 3.5
  • Klik tombol yang bertuliskan RUN dan akan muncul gambar extracting file yang berfungsi untuk melakukan ekstrak pada file file dotnettfx35.exe tadi
  • Sesudah proses ekstrak  selesai,  silahkan anda kembali  ke  desktop  dan  bersiap-siap menjalanlankan Xambro.

Cara Instalasi Client dan Xambro UNBK

C. Cara Menjalankan Xambro

Untuk menjalankan Xambro, anda harus melakukan beberapa langkah berikut ini:

  1. Pertama Klik short cut Xambro. sehingga akan muncul jendela Tampilan Xambro
  2. Pilihlah menu SETTINGS kemudian anda akan diminta memasukkan password. Isi password tersebut dengan “12345” lalu klik tombol OK yang ada di sebelah kanannya. (Usahakan jangan menggunakan enter yang ada di keyboard ketika anda akan mengeksekusi password)
  3. Lalu akan tampil jendela setting Xambro
  4. Dalam Jendela Serring Xambro akan ada beberapa menu. Menu-menu tersebut harus anda pahami dengan baik. Adapun menu tersebut yaitu:
  • Password berfungsi  untuk  mengakses  menu  settings  di dalam  Xambro.  Default password Xambro adalah 12345.
  • Browser File Name adalah Web Browser yang akan digunakan untuk Xambro. Defaultnya ) Browser File Name adalah C:\Program Files (x86)\Google\Chrome\Application\chrome.exe Settingan atau pengaturan ini untuk pengguna windows 64 bit, dan C:\Program Files\Google\Chrome\Application\chrome.exe (silahkan lihat lokasi installasi browser google chrome anda)
  • Browser Arguments adlah berisi Library yang digunakan untuk Xambro, adapun -kiosk untuk google chrome Defaultnya adalah –incognito –kiosk.
  • Initial url adalah Alamat   url   yang   akan   diakses   oleh Xambro,   defaultnya  Initial url adalah https://192.168.0.200/unbk.
  • Unlock Keys adalah Kombinasi tombol yang harus ditekan (klik) secara bersamaan untuk mematikan Xambro. Defaultnya Unlock Keys adalah LControlKey+H+C+B ((maksudnya adalah kombinasi antaratombol keyboard ctrl sebelah kiri + huruf H + huruf C + huruf B).
  • Sesudah semua isian dipastikan lengkap dan benar, selanjutnya klik tombol SAVE untuk menyimpan.
  • Silahkan jalankan  Xambro  dengan  cara mengklik  tombol RUN. Apabila  Xambro  berhasil mengakses UNBK maka akan tampil laman log in seperti gambar kedua di atas tersebut.
Demikian informasi mengenai Cara Instalasi Client dan Xambro UNBK yang dapat saya sampaikan untuk anda semuanya.


Panduan Aktivasi Akun Aplikasi PIP SMA


Panduan Aktivasi Akun Aplikasi PIP SMA. Sobat Operator Dapodik SMA, ada kabar terbaru terkait dengan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA). Apa berita terbaru tersebut? Yang saya maksud kabar baru di sini adalah rilisnya Sistem Aplikasi PIP berbasis website khusus untuk SMA.

Aplikasi PIP berbasis website untuk SMA adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk melaporkan segala informasi terkait dengan penyaluran dana PIP bagi peserta didik di SMA. Seperti yang telah anda ketahui, selama ini laporan PIP masih menggunakan cara manual, yaitu sekolah diberi file kemudian harus sesuai data yang diminta lalu dikirim lagi ke dinas pendidikan Kabupaten/Kota setempat.

Panduan Aktivasi Akun Aplikasi PIP SMA
Panduan Aktivasi Akun Aplikasi PIP SMA.

Cara ini dirasa kurang efektif dan efisien, mengingat penyaluran Dana PIP tidak dilakukan dalam satu tahap melainkan beberapa tahap. Itupun tidak semua SMA memperoleh dana PIP pada setiap tahap penyaluran. Sehingga laporan manual sudah tidak lagi relevan dengan kebutuhan laporan PIP yang harus selalu update dan akurat sesuai data yang ada.

Apa tujuan adanya Aplikasi PIP berbasis website untuk SMA? Tujuan utama pembuatan aplikasi ini adalah untuk mengetahui secara cepat dan akurat apakah dana PIP untuk peserta didik sudah disalurkan dengan benar atau belum. Jika terjadi persoalan saat penyaluran dana, diharapkan sekolah bisa segera melapor kepada Direktorat Pembinaan SMA agar bisa segera dicarikan solusi atas permasalahan yang dialami.

Kawan-kawan operator dapodik SMA, kendati ini disebut dengan aplikasi namun perlu diingat kalau ini merupakan aplikasi berbasis website. Apa maksudnya? Artinya Aplikasi PIP berbasis website untuk SMA ini tidak perlu software untuk menginstallnya. Lalu, bagaimana cara menggunakannya? Caranya cukup mudah, anda hanya perlu mengunjungi alamat website http://psma.kemdikbud.go.id/home/pip

website akan membawa anda langsung ke halaman Login laporan PIP SMA. Namun anda harus tahu, untuk bisa login anda tidak hanya harus memasukkan username dan password sebagaimana biasa anda lakukan. Melainkan anda harus memiliki kode token yang akan digunakan dalam proses login Artinya Aplikasi PIP berbasis website untuk SMA.

Di manakah bisa memperoleh kode token tersebut? Kode token untuk aktivasi aplikasi ini yang mengetahui adalah Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat. Maka segeralah anda menghubungi operator dapodik dinas untuk meminta kode token sekolah anda. Ingat! Setiap sekolah memiliki kode token yang berbeda-beda. Satu kode hanya untuk satu sekolah saja.

Setelah memiliki kode token tersebut, selanjutnya anda harus melakukan Aktivasi akun. Bagaimana caranya? Perhatikan dengan baik penjelasan  yang saya tulis berikut ini.

Panduan Aktivasi Akun Aplikasi PIP SMA

1. Buka Browser anda

Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah membukan browser yang akan anda gunakan untuk menggunakan Aplikasi PIP SMA. Saya menganjurkan anda untuk menggunakan browser Google Chrome atau Mozila Firefox. Sangat tidak dianjurkan menggunakan explore, karena berkaitan dengan kelancaran aplikasi.

2. Masuk ke Halama Laporan PIP SMA

Masukkan alamat url http://psma.kemdikbud.go.id/home/pip/index.php kemudian tekan enter. Alamat ini adalah untuk masuk ke dalam laporan PIP SMA maka harus anda ingat baik-baik.

3. Tunggu Sampai Halaman Menu Aktivasi Muncul

Setelah url tersebut anda enter, browser akan loading. Tunggu sampai Halaman Menu aktivasi akun muncul. Halaman Aktivasi berisi ucapan Selamat Datang di PIP Manager. Sampai di sini artinya anda berhasil masuk ke halaman Laporan PIP SMA

4. Isi Semua Data

Saat Masuk ke Halaman Aktivasi akun anda akan diminta memasukkan berbagai macama data, yaitu:

a. ID Token harus anda isi dengan memasukkan token yang sudah dikirim melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat

b. Nama Pengguna isi dengan Nama Operator Dapodik atau Operator yang bertugas melaporkan dana PIP

c. NPSN diisi dengan NPSN masing-masing sekolah (setiap sekolah memiliki NPSN yang berbeda)

d. Email diisi dengan memasukkan email aktif yang nantinya digunakan untuk Login

e. Password diisi dengan memasukkan password yang nantinya digunakan untuk login (usahakan password yang unik namun mudah diingat)

Setelah semua data tersebut sudah anda isi semua, terakhir silahkan Klik Tombol Aktifkan berwarna hijau yang ada di bawah data-data tersebut.

5. Tunggu Sampai Muncul Pemberitahuan Sukses

Pemberitahuan Sukses ditandai dengan munculnya kalimat “Halo, Akun Anda Sudah Aktif. Silahkan Login!” jika kalimat ini sudah keluar tandanya akun anda telah aktif. Dan segera klik tombol Close pada pemberitahuan tersebut.

6. Lakukan Login

Silahkan langsung anda coba untuk melakukan Login Laporan PIP. Gunakan email dan password yang anda masukkan dalam proses registrasi tadi untuk login.

Sampai pada tahap nomor 6 proses aktivasi akun anda berhasil. Anda bisa melakukan login dan segera mengirim data laporan PIP ke Dit PSMA. Selama data-data yang dimasukkan saat aktivasi akun valid maka dijamin proses registrasi tersebut akan berjalan dengan lancar dan benar.

Demikian informasi tentang Panduan Aktivasi Akun Aplikasi PIP SMA yang bisa saya berikan. Jika ada pertanyaan silahkan anda tulis pada kolom komentar di bawah ini.




Panduan Lengkap Laporan Aplikasi PIP SMK

Salam Satu Data. Kawan-kawan operator Dapodik di manapun anda berada, semoga anda semua dalam keadaan sehat wal afiat tanpa kekurangan suatu apapun sehingga bisa terus menjalankan tugas mulia untuk mengelola Data Pendidikan yang perannya sangat vital dalam sekolah di Indonesia.

Sahabat Operator, pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai PIP. Fokus artikel yang saya buat ini adalah mengenai Laporan PIP SMK. Lantaran mendapat dana dari pemerintah tentu sekolah khususnya SMK perlu memberi laporan. Hasil laporan ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. Sehingga dalam pelaksanaan dan pemberian PIP untuk siswa khusus SMK akan semakin baik.

Panduan Lengkap Laporan Aplikasi PIP SMK
Panduan Lengkap Laporan Aplikasi PIP SMK.

Perlu diketahui bersama dahulu, Program Indonesia Pintar atau PIP adalah bantuan berupa uang tunai dari pemerintah yang diberikan kepada peserta didik yang orang tuanya tidak atau dianggap kurang mampu membiayai pendidikan anaknya. Sehingga mereka perlu mendapat bantua biaya pendidikan agar putranya dapat menyelesaikan pendidikannya minimal sampai jenjang SMA sederajat.

PIP ini hanya diberikan kepada Peserta Didik. Sipakah yang disebut Peserta Didik itu? Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Dalam bahasa mudahnya peserta didik merupakan siswa yang bersekolah di jenjang pendidikan tertentu mulai dari dasar sampai dengan menengah.

Apa sih sebenarnya tujuan PIP? PIP memiliki beberapa tujuan, yaitu:

A. Untuk meningkatkan akses bagi anak usia 6 sampai 21 tahun agar mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat satuan pendidikan menengah atau SMA SMK dalam rangka mendukung pelaksanaan pendidikan menengah universal/rintisan wajib belajar 12 tahun.

B. Mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan akibat kesulita ekonomi.

C. Menarik siswa putus sekolah atau tidak melanjutkan agar kembali mendapatkan layanan pendidikan di sekolah, sanggar kegiatan belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, lembaga kursus dan pelatihan, satuan pendidikan non formal lain atau balai latihan kerja.

Membaca dari tujuan tersebut, maka PIP program yang sangat baik untuk kemajuan pendidikan Indonesia. Hanya saja yang perlu diperhatikan pemerintah adalah bagaimana caranya PIP ini tepat sasaran. Artinya diterima benar oleh peserta didik yang memang membutuhkan.

Lalu apa syarat peserta didik bisa memperoleh PIP? Para peserta didik penerima PIP diutamakan yang memiliki KIP. Apa itu KIP? KIP atau Kartu Indonesia Pintar adalah kartu yang diberikan kepada anak usia 6 hingga 21 tahun sebagai penanda/identitas untuk mendapatkan manfaat dari PIP. Tentu dengan syarat utamanya, anak tersebut terdaftar secara resmi menjadi peserta didik di sebuah sekolah dan Nomor KIP yang dimilikinya sudah dimasukkan ke dalam Dapodik. Untuk lebih jelasnya, silahkan anda baca artikel sebelumnya yang berjudul Cara Input Data Peserta Didik Penerima PIP.

Sedangkan Khusus bagi SMK, para penerima dana PIP akan dipublikasikan melalui website http://pipsmk.ditpsmk.net/ Ada beberapa tahap penerimaan PIP, anda bisa mengeceknya satu per satu apakah sekolah anda masuk dalam kategori penerima PIP tahap tertentu atau belum. Untuk mengeceknya sendiri terbilang sangat mudah. Setelah anda membuka alamat web tersebut, selanjutnya pilih Menu PIP, anda tinggal masukkan NPSN sekolah anda dan Tahap penerimaan PIP yang ingin diketahui. Secara otomatis web akan menampilkan data peserta Didik SMK yang menerima dana PIP.

Kembali pada judul artikel ini,  yaitu Panduan Lengkap Laporan Aplikasi PIP SMK. Ini menjadi tugas Operator Dapodik sebab yang mengetahui jumlah penerima dana PIP SMK tersebut adalah operator Dapodik. Semakin cepat anda membuat laporan, maka akan semakin baik. Namun perlu diingat, Laporan PIP SMK bukanlah cetak, namun berbasis web. Artinya anda hanya perlu mengisi laporan tersebut melalui website. Cukup mudah bukan? Kendati cukup mudah anda juga tidak boleh menggampangkan. Semua tahap harus dilakukan dengan benar agar tak terjadi kekeliruan.

Panduan Lengkap Laporan Aplikasi PIP SMK
Panduan Lengkap Laporan Aplikasi PIP SMK.

Langsung saja, berikut ini Panduan Lengkap Laporan Aplikasi PIP SMK:

1. Buka website http://pipsmk.ditpsmk.net/laporan/login.php

Ketika membuka website tersebut anda akan langsung masuk ke halaman Login, sehingga tak perlu bingung mencari tahu lagi bagaimana cara login.

2. Lakukan Login

Setelah masuk ke halaman Login, maka akan tampil Halaman Laporan PIP SMK 2016. Di situ akan tampil username dan password. Gunakan username dan passwod akun Dapodik untuk Login ke Aplikasi Laporan PIP SMK 2016. Setelah semua anda isi, silahkan Klik Tombol Masuk berwarna biru yang ada di bawah.

3. Perhatikan Data Siswa Penerima PIP di SMK anda

Usai berhasil Login, anda akan di bawa masuk ke Halaman Data Siswa SMK. Perhatikan jumlah peserta didik anda yang mendapat PIP. Di halaman ini akan ditampilkan secara detil data siswa, mulai dari VAC, Nama, Tahap, Dana, Status Cair, Bermasalah/Ganda dan Last Ipdate.

Di sebelah kiri atas, juga akan tampil Menu Summary yang artinya, data laporan yang sudah dimasukkan yang isinya, Siswa yang diuslkan, Data Siswa di SK, Sudah Cair dan Data Bermasalah. Data ini akan berubah setelah anda melakukan pelaporan.

4. Lakukan Pelaporan

Di Menu Data Siswa Penerima PIP SMA ada beberapa menu Laporan yang terletak di atas, yaitu Belum Cair (Berwarna Biru), Sudah Cair (Berwarna Hijau) dan Bermasalah (berwarna Merah). Cara membuat laporannya adalah, Klik tombol Kotak kecil yang berada di sebelah kiri Data VAC. Kemudian pilihlah 3 Munu yang ada di atas. Ingat, laporan ini harus riil terjadi. Sehingga kalau memang Belum Cair ya Klik Belum Cair.

Catatan Penting!!! Menu Bermasalah/Ganda diperuntukkan bagi siswa yang Datanya bermasalah sehingga dana PIP tidak bisa dicairkan. Atau Datanya ganda, sehingga memperoleh dua bantuan PIP. Setelah melakukan Laporan, Data Summary yang ada di sebelah kiri otomatis akan berubah.

5. Usulkan Siswa Penerima PIP

Di Aplikasi PIP SMK juga ada Menu Usulan sekolah yang berada di Menu Summary. Fungsinya adalah untuk mengusulkan jumlah siswa di SMK anda agar juga dapat memperoleh dana PIP. Caranya, masukkan jumlah siswa yang akan anda usulkan, dengan angka. Kemudian Klik Tombol Submit warna biru di bawahnya.

Cukup Mudah bukan? Demikian informasi mengena Panduan Lengkap Laporan Aplikasi PIP SMK. Semoga dapat bermanfaat.

Cara Mengecek Nomor KIP

Cara Mengecek Nomor KIP. Kartu Indonesia Pintar atau yang biasa disebut dengan KIP merupakan sebuah program dari pemerintah pusat untuk membantu biaya pendidikan siswa dengan cara memberikan bantuan uang secara langsung. Adapun jumlah bantuannya di sesuaikan dengan jenjang pendidikan yang di lalui oleh siswa bersangkutan.

Melalui program PIP diharapkan semua siswa di Indonesia dapat menamatkan pendidikan minimal 12 tahun. Atau sama dengan lulus jenjang SMA sederajat. Sungguh tujuan mulia yang harus disukseskan semua pihak.

Inqury Data PIP Siswa.



Untuk bisa masuk dalam PIP siswa bersangkutan harus mendapatkan KIP dari pemerintah pusat. Nomor KIP siswa tersebut,  kemudian harus di input ke dalam apliaksi Dapodik dimana siswa tersebut sedang bersekolah.

Lantas bagaimana untuk siswa miskin yang belum dapat KIP? Di sini sekolah bisa mengusulkan siswa layak PIP melalui Dapodik. Dengan memilih salah satu alasan mengapa siswa tersebut layak PIP yang sudah tersedia di Dapodik.

Bagi siswa yang memiliki KIP dan sudah diinput ke Dapodik, anda dapat mengecek validitas data siswa bersangkutan. Hal ini penting agar data di KIP benar-benar sesuai dengan data diri siswa di Dapodik sehingga siswa bersangkutan bisa memperoleh dana PIP.

Pengecekan data ini, juga berfungsi untuk melihat apakah data siswa di KIP dengan di Dapodik sudah sama ataukah belum. Banyak kasus terjadi, ejaan nama nama siswa di KIP dan Dapodik berbeda. Hal ini kadang-kadang menimbulkan pertanyaan apakah ini tidak masalah? Jawabannya tentu tidak masalah. Jika ditemukan perbedaan ejaan nama dan lain-lain nanti akan secara otomatis disesuaikan dengan data yang ada di dalam Dapodik

Kemudian pertanyaannya adalah, bagaimana cara untuk mengecek nomor KIP siswa? Caranya anda harus online dan mengunjungi sebuah website PIP. agar lebih mudahnya silahkan pahami penjelasan di bawah ini.

Cara Mengecek Nomor KIP

1. Masuk ke Website Program Indonesia Pintar atau PIP. untuk lebih mudahnya silahkan salin url berikut ini ke jendela browser anda, bisa menggunakan Chrome, Mozila, Opera dan lain sebagainya http://pipsd.kemdikbud.go.id/pelaporan/index.php?wc=tabular&wm=view_iframe

2. Input Nomor KIP Siswa. Nomor KIP yang diinput berada pada bagian atas sebelah kanan kartu. Input setiap nomor KIP ke dalam kolom Nomor KIP yang telah disediakan

3. Tekan Tombol Inquiry yang berada di samping kanannya

4. Data Siswa Muncul. Usai tombol inquiry anda klik maka secara otomatis akan muncul data rinci siswa pemegang kartu KIP. Mulai dari nama, tempat tanggal lahir hingga nomor KIP siswa tersebut. Perhatikan dengan benar setiap data yang dimunculkan. Apabila sudah benar maka anda bisa tenang, namun kalau ada yang keliru maka segeralah lakukan perbaikan data.

Ingat ya, dalam input data nomor KIP harus benar. Jika ada salah dalam menginput nomor meskipun satu saja, itu akan mengakibatkan data Invalid. Artinya data tersebut tidak ditemukan. Hal ini sangat wajar, mengingat setiap rangkaian digit nomor yang tertera dalam KIP tidak bisa diubah sedikitpun.

Kesalahan yang banyak terjadi adalah ketika menginput angka Nol (0) atau huruf o. Mengapa demikian? sebab penulisan keduanya di KIP hampir sama, sehingga agak menyulitkan banyak operator baik saat mengecek data atau menginputnya ke dalam dapodik. Untuk mengatasi hal ini, anda bisa menggunakan aplikasi scanner barcode yang bisa diinstal ke dalam gadget anda.

Demikian informasi mengenai Cara Mengecek Nomor KIP yang bisa saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat bagi semuanya.

Cara Input Data Peserta Didik Penerima PIP

Cara Input Data Peserta Didik Penerima PIP. Assalamualaikum, Sahabat Operator Dapodik semuanya tentu anda sudah tahu tentang Program Indonesia Pintar atau PIP. Untuk siswa yang telah mendapatkan Kartu Indonesia Pintar harus segera diminta mengumpulkan fotokopi kartu tersebut. Gunanya sebagai bahan input data calon penerima dana PIP di dalam Dapodik.

Secara otomatis, sistem penerima KIP akan langsung ditetapkan sebagai calon penerima bantuan dana PIP. Syaratnya ya tadi, data nomor KIP sudah diinput ke dalam aplikasi Dapodik. Seperti yang telah anda ketahui PIP merupakan sebuah program bantuan pendidikan yang berskala nasional, fungsinya membantu biaya operasional peserta didik.

Cara Input Data Peserta Didik Penerima PIP.

Pastinya anda semua sudah sangat faham dengan program ini. Dengan memperoleh dana PIP, pembiayaan pendidikan siswa akan terbantu. Sebab besaran dana yang diberikan kepada setiap siswa dinilai sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional di sekolah. Program ini diharapkan bisa menjadi salah satu cara untuk menyukseskan program Wajib Belajar 12 tahun.

Perlu dimengerti bersama, input nomor PIP di dalam aplikasi Dapodik Versi terbaru 2016 memiliki perubahan. Apa perubahan itu? Perubahan ini terletak pada aturan input Data Peserta Didik calon Penerima bantuan dana PIP. Identitas siswa tersebut haruslah diinput secara lengkap, usahakan jangan ada data yang kosong terutama untuk kolom wajin yang bertanda bintang merah.

Salah satu data yang harus diinput dengan benar ada;ah Nama dan Nomor Penerima KIP. Apabila nama siswa di KIP sudah sesuai dengan di Dapodik anda cukup melakukan salin data. Namun apabila tidak sama, silahkan anda input secara manual di kolom Nama Penerima Kartu Indonesia Pintar yang telah disedikan.

Hal tersbut perlu anda cermati dengan benar, sebab banyak persoalan muncul diakibatkan saat melakukan inputa data nomor pemegang KIP di Dapodik ada yang salah. Kesalahan tersebut terjadi lantaran ada dua nomor yang tertera pada bagia pojok kanan dan kiri atas kartu. Lalu nomor bagian mana yang harusnya diinput? Jawabannya adalah Nomor yang tertera pada bagian pojok kanan atas. Semua nomor seri tersebut harus anda masukkan ke dalam Dapodik.

Selain masalah tersebut, biasanya kesalahan terletak pada perbedaan ejaan nama. Antara nama siswa di KIP berbeda dengan yang diinput ke dalam aplikasi Dapodik. Seperti yang saya jelaskan di atas, anda perlu melakukan input secara manual. Sebab menurut informasi yang beredar, data nama di KIP akan diganti sesuai dengan nama siswa yang berada di Dapodik.

Agar anda tidak keliru lagi dalam melakukan input data terkait PIP di Dapodik, silahkan perhatikan seksama Cara Input Data Peserta Didik Penerima PIP berikut ini:

1. ketika sampai pada Kolom Usulan dari sekolah (layak PIP) yang ada di Dapodik maka silahkan diisi dengan pilihan TIDAK. Kenapa tidak? Karena siswa yang telah memiliki KIP tak bisa diusulkan lagi sebagai calon penerima KIP. Usulan ini berlaku bagi siswa yang layak untuk menerima dana PIP namun belum memiliki KIP

2. Kemudian silahkan dipilih YA pada data Penerima KIP. Ketika anda memilih YA maka kolom isian Nomor KIP dan Nama penerima  KIP akan secara otomatis aktif dengan sendirinya.

3.Terakhir, Inputkan data Nomor KIP dan Nama yang tertera pada KIP sesuai dengan data yang ada. Apabila nama siswa penerima KIP ejaannya sama persis dengan di Dapodik silahkan langsung Klik tombol Salin Data.

Demikian informasi mengenai Cara Input Data Peserta Didik Penerima PIP yang bisa saya sampaikan pada anda pada kesempatan kali ini.

Cara Mengusulkan Siswa Layak PIP

Cara Mengusulkan Siswa Layak PIP di Dapodik. Sahabat operator dapodik, dalam menginput data siswa ada kolom yang harus anda isi dengan benar. Pengisian kolom ini nanti akan menjadi acuan pemberian dana PIP kepada setiap siswa. Fungsinya untuk membantu pembiayaan pendidikan peserta didik di seluruh Indonesia.

Bagi anda yang belum faham saya jelaskan secara singkat, Program Indonesia Pintar atau yang disebut dengan PIP adalah sebuah program yang berlaku dalam skala nasional yang berasal dari pemerintah pusat demi memberi bantuan biaya pendidikan siswa, mulai dari tingakat SD sampai dengan SMA sederajat.

Cara Mengusulkan Siswa Layak PIP di Dapodik
Cara Mengusulkan Siswa Layak PIP di Dapodik.


Program ini diharapkan menjadi salah satu cara untuk menyukseskan kewajiban belajar 12 tahun bagi anak Indonesia. Pemberian dana PIP dilakukan secara langsung dalam bentuk uang. Penyalurannya melalui beberapa bank yang telah ditunjuk secara resmi oleh pemerintah. Bagi siswa yang dinyatakan calon penerima dana PIP segera melengkapi data administrai maka bantuan bisa langsung diambil.

Sebenarnya dana bantuan PIP sudah mulai disalurkan kepada para siswa. Bagi siswa yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan sudah diinput ke dalam Dapodik, pasti sudah masuk dalam penerima bantuan dana ini. Sebab bantuan tersebut memang diperuntukan bagi siswa pemegang KIP.

Lantas bagaimana dengan peserta didik yang tidak atau belum memiliki KIP? Apakah mereka tidak akan mendapatkan bantuan ini selamanya? Padahal jika dilihat secara kemampuan ekonomi orang tua, siswa tersebut dinilai sangat membutuhkan bantuan dana PIP.

Sederet pertanyaan tersebut seringkali diutarakan oleh para operator dalam berbagai forum. Perlu anda fahami, meski dana PIP diberikan terutama bagi yang mempunyai KIP tetapi sekolah dapat memberikan usulan yang intinya agar siswa tersebut bisa menerima bantuan PIP.

Apakah semua siswa bisa diusulkan untuk menerima dana PIP? Tentu tidak. Kita harus ingat bahwa PIP ini diperuntukkan bagi siswa yang kurang mampu. Sementara mereka yang sudah sangat cukup dalam hal finansial maka alangkah bijaknya tidak perlu diusulkan.

Mengapa demikian? Agar penerima bantuan PIP memang benar-benar untuk mereka yang membutuhkan. Ada 8 kriteria siswa yang bisa diusulkan menerima PIP. Jika siswa di sekolah termasuk salah satunya maka dapat diusulkan. Kedelapan kriteria tersebut adalah:

1. Siswa yang Berada di daerah/wilayah konflik

2. Siswa yang terkena dampak dari Bencana alam

3. Siswa yang memiliki kelainan fisik

4. Siswa yang berasal dari Keluarga terpidana/berada dilapas

5. Siswa yang memilik kartu Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Perlindungan sosial (KPS), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)

6. Siswa yang pernah mengalami droup out atau putus sekolah

7. Siswa yang tergolong dalam kategori miskin/rentan miskin

8. Siswa yang dalam keadaan patim piatu, berada di panti asuhan atau panti sosial

Delapan kriteria tersebut yang bisa diusulkan untuk menerima dana PIP. Hanya saja pada realitasnya dikuota untuk mereka yang diusulkan tidak sebanyak pemegang KIP. Tapi bukan berarti hal itu tidak perlu dilakukan, sebab dari usulan tersbut bisa saja siswa akan memperoleh KIP.

Setelah memastikan siswa terkait masuk dalam kategori siswa yang layak diusulkan mendapat PIP, maka kemudian anda harus mengusulkannya. Bagaimana caranya? Perhatikanlah artikel tentang Cara Mengusulkan Siswa Layak PIP di Dapodik berikut ini.

1. Di bagian Kolom Usulan dari sekolah (layak PIP) silahkah anda isi  dengan pilihan jawaban YA. Artinya, peserta didik tersebut layak dan bersedia  diusulkan untuk menjadi calon penerima dana bantuan PIP.

2. Kemudian, silahkan anda memilih alasan mengapa peserta didik tersebut layak diusulkan menjadi penerima dana PIP di dalam Dapodik. Contohnya dikarenakan Siswa teresbut berasal dari keluarga Miskin/RentanMiskin.

3. Terakhir silahkan anda Pilih referensi AlasanLayak Program Indonesia Pintar (PIP)

Demikianlah informasi mengenai Cara Mengusulkan Siswa Layak PIP di Dapodik yang bisa saya sampaikan untuk anda semuanya pada kesempatan kali ini.