Tampilkan posting dengan label Sertifikasi. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Sertifikasi. Tampilkan semua posting

Cara Mudah Aktivasi Akun Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG)

Bagi anda kawan-kawan guru yang menjadi peserta sertifikasi guru tahun 2017 pasti sekarang sedang sibuk-sibuknya menyiapkan segala keperluan.

Memang, mempersiapkan segalanya sejak awal adalah langkah yang benar, supaya nanti dalam pelaksanaan kegiatan sertifikasi anda tidak bingung lagi menyiapkan segalanya.

Salah satu persiapan yang wajib dilaksanakan oleh para calon peserta sertifikasi guru ialah melakukan aktivasi terhadap akun di website Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG).

Aktivasi akun KSG ini dilakukan secara online, karena aplikasi berbasis pada website. Lalu apa alamat websitenya?

Perlu anda ketahui bersama bahwa website KSG Tahun 2017 ini merupakan sebuah aplikasi yang berbasiskan pada website dan memiliki fungsi sebagai media/alat komunikasi untuk penyelenggaraan sertifikasi guru di indonesia

Cara Mudah Aktivasi Akun Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG)


Alamat Website KSG yakni https://ksg.kemdikbud.go.id namun saat ini alamat tersebut sudah dialihkan menuju ke alamat barunya yaitu http://103.23.100.73/pkondisi/login.

Pertanyaan selanjutnya yang muncul ialah bagaimana Cara Melakukan Aktivasi Akun KSG?

Caranya sebenarnya tidaklah terlalu sulit, anda cukup melakukan beberapa langkah saja nanti akun anda akan teraktivasi. Agar lebih jelasnya, silahkan anda simak penjelasan di bawah ini.

Artikel: Mekanisme Pendaftaran Peserta Sergur Jalur Prestasi

Cara Mudah Aktivasi Akun Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG)


Agar bisa masuk ke dalam website Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG) anda harus terlebih dahulu melakukan aktivasi terhadap akun anda masing-masing, serta melakukan pendaftaran.

Untuk bahan persiapan aktivasi akun KSG, maka perlu anda ketahui semua bahwa username yang dipakai dalam akun KSG ilah nomor peserta yang terdapat di dalam format A1 sertifikasi guru.

Adapun kode aktivasi dapat anda peroleh melalui admin dinas pendidikan Kabupaten/Kota di aman anda berada.

Mengenai Cara aktivasi akun calon sergur 2017 ialah sebagai berikut:
  • Silahkan buka browser Internet di PC anda (Pakai Google Chrome/Mozila Fire fox saja ya)
  • Kemudian masukkanlah alamat website Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG) yaitu http://103.23.100.73/pkondisi/login setelah anda masukkan selanjutnya tekan Tombol Enter di keybord anda
  • Pada laman utama website ksg.kemdikbud.go.id anda masukkan saja nomor peserta dan juga kode aktivasi yang diperoleh dari admin dinas pendidikan setempat. Jangan sampai salah ya, harus benar-benar valid. (Silahkan anda lihat pada gambar nomor 1 di atas)
  • Selanjutnya klik tombol login berwarna biru yang berada di bawahnya
  • Apabila aktivasi akun anda dinyatakan berhasil maka akan anda tampilan menu Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG) yang berisi Profil, Perbarui Informasi, Ubah Sandi, Nama, E-mail, Dibuat pada, dan Terakhir diperbarui. (Silahkan anda lihat pada gambar nomor 2 di atas)
  • Selesai. Aktivasi akun KSG berhasil dilakukan
Usahakan ya kawan, semua persyaratan harus anda siapkan sejak sekarang. Jangan menunggu nanti-nanti. Oh ya, selalu pantau terus perkembangan informasi mengenai sertifikasi guru Tahun 2017 agar anda tidak ketinggalan informasi.

Demikianlah informasi mengenai Cara Mudah Aktivasi Akun Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG) yang bisa kami sampaikan untuk anda semuanya.

Mekanisme Pendaftaran Peserta Sertifikasi Guru Jalur Prestasi

Mekanisme Pendaftaran Peserta Sertifikasi Guru Jalur Prestasi - Di dalam rangka untuk memberikan penghargaan kepada para guru yang mempunyai prestasi dalam bidang pendidikan baik dari dalam negeri ataupun luar negeri, maka Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan membuka kesempatan bagi para guru berprestasi guna mengikuti Sertifikasi Guru Jalur Prestasi Tahun 2017.

Adapun sasaran para peserta sertifikasi guru jalur prestasi ialah para guru dari di seluruh jenjang dan jenis pendidikan.

Mekanisme Pendaftaran Peserta Sertifikasi Guru Jalur Prestasi


Kuota sertifikasi guru jalur prestasi tahun 2017 ini disiapkan sejumlah 100 orang guru. Kesempatan ini terbuka untuk semua guru berprestasi.

Maka dari itu, bagi para guru yang telah memenuhi syarat diharapkan segera mengirimkan berkas ke alamat email pkpkkdikmen@gmail.com sebelum pada Hari Jum’at Tanggal 9 Juli 2017.

Kriteria Guru yang Bisa Mendaftaran Sertifikasi Guru Jalur Prestasi


Adapun Kriteria Guru yang Bisa Mendaftaran Sertifikasi Guru Jalur Prestasi adalah sebagai berikut:
  1. Guru yang berprestasi di tingkat nasional yang memperoleh peringkat 1-3
  2. Guru yang memenangkan lomba inovasi dan Pembelajaran yang memperoleh peringkat 1-3
  3. Guru yang memenangkan Olimpiade Guru di Tingkat Nasional yang memperoleh peringkat 1-3
  4. Guru yang pernah menjadi seorang pembicara pada Seminar tingkat Internasional
  5. Guru yang memperoleh penghargaan tingkat Internasional di bidang pendidikan
  6. Guru yang memperoleh penghargaan di bidang penghargaan dari sebuah lembaga Non Pemerintah

Syarat Peserta Sertifikasi Guru Jalur Prestasi


Guru berada di bawah naungan dari Kemendikbud yang belum mempunyai sertifikat pendidik
Mempunyai NUPTK
  1. Mempunyai kualifikasi akademik tingkat Sarjana (S-1)  atau D-IV yang berasal dari perguruan tinggi yang mempunyai Prodi yang sudah terakreditasi/minimal mempunyai izin penyelenggaraan
  2. Mempunyai status sebagai seorang Guru Tetap dengan dibuktikan SK Guru PNS/Guru Tetap. Bagi Guru tetap dari sekolah swasta dibuktikan dengan SK GTY minimal 2 Tahun terakhir berturut-turut di Yayasan yang sama dan Akte Notaris pendirian Yayasan dari Kemenkumham. Adapun Guru Tetap bukan PNS dari Sekolah Negeri harus mempunyai SK Pengangkatan sebagai Guru Honor Tetap yang gajiinya dari APBD dari para pejabat yang berwenang (Bupati/Walikota/Gubernur) minimal ialah 2 tahun terakhir secara berturut-turut
  3. Masih aktif mengajar dengan dibuktikan mempunyai SK Pembagian Tugas Mengajar  dari Kepsek 2 Tahun terakhir (bagi para guru yang linier kualifikasi akdemiknya dengan bidang studi sertifikasi melampirkan sertifikat terakhir)
  4. Belum memasuki usia 60 tahun pada tanggal 1 Januari 2018
  5. Sudah mengikuti UKG Tahun 2015
  6. Sehat secara jasmani dengan dibuktikan surat keterangan sehat yang berasal dari dokter pemerintah

Artikel Terkait: Aturan Jumlah Peserta Didik dalam Satu Rombel Agar Sertifikasi Cair

Dokumen yang Dipersiapkan


Adapun Dokumen yang Dipersiapkan untuk mendaftar Sertifikasi Guru Jalur Prestasi adalah sebagai berikut:
  1. Formulir Pendaftaran
  2. Fc Ijazah S-1/D-IV, dan juga ijazah S-2 dan S-3 (bagi yang mempunyai) dan disahkan oleh pihak perguruan tinggi yang mengeluarkan
  3. Fc SK sebagai seorang Guru, mulai dari SK Pengangkatan pertama sampai dengan SK terakhir yang harus dilegalisir pihak atasan langsung/pejabat yang terkait
  4. Fc SK Mengajar minimal adalah 2 tahun terkahir dari Kepsek yang dilegalisir oleh pihak atasan
  5. SK Pengangkatan terakhir (untuk Guru PNS) yang dilegalisir oleh pihak atasan secara langsung/pejabat yang terkait
  6. Fc Sertifikat Prestasi misalnya adalah Guru yang berprestasi di tingkat nasional yang memperoleh peringkat 1-3
  7. Guru yang memenangkan lomba inovasi dan Pembelajaran yang memperoleh peringkat 1-3, Guru yang memenangkan Olimpiade Guru di Tingkat Nasional yang memperoleh peringkat 1-3, Guru yang pernah menjadi seorang pembicara pada Seminar tingkat Internasional, Guru yang memperoleh penghargaan tingkat Internasional di bidang pendidikan

Proses Pendaftaran Sertifikasi Guru Jalur Prestasi


Adapun Proses Pendaftaran Sertifikasi Guru Jalur Prestasi adalah sebagai berikut:
  1. Guru mengirimkan scan berbagai dokumen asli/bukan fotocopy (seperti di atas) melalui email dengan alamat pkpkkdikmen@gmail.com paling lambat ialah pada hari Jum’at, 9 Juli 2017
  2. Tim dari Pusat akan melakukan verifikasi terhadap dokumen dan mengumumkan hasil dari verifikasi tersebut melalui email masing-masing
  3. Bagi guru yang lolos verifikasi harus mengumpulkan dokumen persyaratan kepada LPMP setempat guna dilakukan verifikasi ulang
  4. LPMP akan melakukan Verifikasi sesuai dengan prosedur yang ada pada pedoman penataan peserta sertifikasi guru (sesuai Buku 1) dan akan mengirimkan Format A1 untuk mereka yang lolos verifikasi dokumen kepada Dinas Pendidikan sesuai dengan kewenangannya
  5. Format A1 kemudian ditandatangani oleh pihak Dinas Pendidikan lalu dikirimkan kepada LPMP guna digabungkan dengan dokumen persyaratan lain untuk selanjutnya dikirimkan kepada LPTK

Jadwal Pendaftaran Sertifikasi Guru Jalur Prestasi 


Adapun Jadwal Pendaftaran Sertifikasi Guru Jalur Prestasi  adalah sebagai berikut:
  • Pengiriman scan dokumen lewat email paling lambat ialah tanggal 7 Juli 2017]
  • Verifikasi dokumen dari pihak pusat pada tanggal 4-8 Juli 2017
  • Pengumuman Calon peserta yang lolos verifikasi pada tanggal 10 Juli 2017
  • Pengiriman dokumen kepada pihak LPMP pada tanggal 10-17 Juli 2017
  • Verifikasi dokumen oleh pihak LPMP pada tanggal 12-19 Juli 2017
  • Pengumuman para peserta PLPG Jalur Prestasi pada tanggal 20 Juli 2017
  • Pengiriman Format A1 oleh pihak LPMP kepada Dinas Pendidikan pada tanggal 20-22 Juli 2017
  • Pengiriman dokumen kepada LPTK yang ditunjuk pada tanggal 25-29 Juli 2017 

Adapun Formulir Pendaftaran Sertifikasi Guru Jalur Prestasi adalah sebagai berikut:

Mekanisme Pendaftaran Peserta Sertifikasi Guru Jalur Prestasi


Demikianlah informasi mengenai Mekanisme Pendaftaran Peserta Sertifikasi Guru Jalur Prestasi yang dapat kami sampaikan.

Tunjangan Profesi Guru (Sertfikasi) Non PNS 2017 Cair Senin Besok

Sertifikasi Guru 2017 Kapan Cair?

Pertanyaan tersebut banyak diutarakan olehp para guru sertfikasi, terutama bagi mereka para Guru Non PNS. Sebab hingga saat ini, TPG tersebut belum juga turun.

Padahal data di Info GTK sudah menunjukkan semuanya valid. Harusnya dana sertifikasi bisa segera cair ke rekening guru.

Tunjangan Profesi Guru (Sertfikasi) Non PNS 2017 Cair Senin Besok


Tentu kondisi tersebut membuat banyak guru merasa was-was dan khawatir. Jangan-jangan sertifikasi untuk tahun ini tidak bisa cair.

Namun anda tidak perlu khawatir, sebab menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri ada kabar bahagia mengenai Pencairan sertifikasi guru 2017.

Apa kabar bahagia tersebut?

Dilansir dari Blog Aina Mulyana, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia menyebutkan, Tunjangan Profesi Guru/Sertifikasi untuk guru bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) cair pada pekan ini.

Pemerintah akan mempercepat proses pencairan TPG lantaran mendekati momentum perayaan Hari Raya Idul Fitri 1438 H.

Direktur Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud Bapak Sumarna Surapranata menjelaskan bahwa TPG seharusnya cair pada bulan Juli  yang akan datang.

Pihaknya menargetkan, maksimal pencairan dana TPG yaitu pada hari Senin atau Selasa pekan depan.  Jadi Inysa Allah Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi para guru Non-PNS Cair Senin Depan

"TPG Guru non-PNS pada minggu ini sudah cair duitnya," katanya di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, pada Jumat, 16 Juni 2017.

Ia juga berharap, dengan adanya percepatan pencairan ini bisa memantik pemerintah daerah agar melakukan hal serupa terhadap para guru PNS.

Seperti yang diketahui bahwa Pemerintah telah menganggarkan total Rp 2,8 triliun guna untuk tunjangan 216.857 guru bukan PNS. Anggaran tersebut dialokasikan di dalam empat kali pencairan. (sumber dari republika)

Nah, kabar itu tentunya menjadi angina segar tersendiri bagi para guru Non PNS. Sebab tunjangan yang dinanti-nantikan akan segera cair.

Apalagi menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri, berbagai kebutuhan pokok pasti harganya merangkak naik. Sehingga dengan cairnya TPG tersebut, bisa membantu para guru untuk memenuhi kebutuhannya.

Memang perlu disadari, tingkat kesejahteraan ekonomi guru, terutama untuk Non PNS masih sangat rendah sekali. Jadi sangat wajar, jika sertifikasi guru menjadi harapan tersendiri guna memperbaiki tingkat kesejahteraan mereka.

Namun untuk bisa memdapatkan sertifikasi, bukanlah perkara mudah. Ada berbagai macam persyaratan dan mekanisme yang harus dipenuhi agar seorang guru bisa memperoleh sertifikat sebagai pendidik,

Ketika telah mendapatkan sertifikat pendidik itu pun belum selesai. Para guru juga harus memenuhi persyaratan agar dana sertifikasi bisa cair.

Mudah-mudahan untuk ke depannya kesejahteraan para guru di Indonesia bisa semakin baik. Saya ucapkan Selamat untuk para guru non PNS yang dana sertifikasinya cair. Mudah-mudahan dana TPG untuk Tahun 2017 ini bisa cair mulai pada Senin Depan dengan baik.

Demikianlah informasi mengenai Tunjangan Profesi Guru (Sertfikasi) Non Pns Cair Senin Depan yang bisa kami sampaikan untuk anda semuanya.

Poin Penting Revisi Juknis Penyaluran TPG Guru Madrasah (Kemenag) Tahun 2017


Sahabat Guru Madrasah, perlua anda semua ketahui bahwa Kementerian Agama telah menerbitkan sebuah Surat yang bernomor: 1838.A/DJ. I/ PP.00/05/2017.

Isi Surat tersebut membahas tentang Revisi Petunjuk Teknis (Juknis) Penyaluran TPG Guru Madrasah (KEMENAG) Tahun 2017.

Di dalam Surat Edaran itu dijelaskan kan bahwa sehubungan dengan sudah ditetapkannya sebuah Keputusan dari Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) yang bernomor 2611 Tahun 2017 mengenai Perubahan Atas Keputusan Dirjen Pendis yang bernomor 7394 Tahun 2016 Mengenai Petunjuk Teknils (Juknis) Penyaluran Tunjangan Profesl Guru (TPG) bagi Guru Madrasah Tahun 2017.

Poin Penting Revisi Juknis Penyaluran TPG Guru Madrasah (Kemenag) Tahun 2017


Maka bersamaan dengan hal tersebut disampaikan beberapa perbuhan, yaitu:

1. Dalam BAB III huruf A angka 3. Pada awalnya di situ dijelaskan:  telah memenuhi Kualifikasi Akademik S1 atau D IV. Khusus bagi para Guru PNS yang masih berada pada golongan II namun telah lulus S-1/D-IV sebelum tanggal 31 Desember 2015 dan sudah memenuhi persyaratan yang telah diatur melatui Surat Sekjen Kementerian Agama (Kemenag) dengan Nomor 7362/SJ/Kp.01.1/10/2016.

BAB tersebut Kemudian direvisi sebagai berikut:

Telah memenuhi kualifikasi akademik S1/D-IV, belum memenuhi kuatifikasi akademik S1/D-IV, dan/atau bagi Guru PNS yang sekarang masih berada dalam gotongan ruang II.

2. Dalam BAB III huruf A angka 6 awalnya dijelaskan: "Bertugas pada suatu satuan pendidikan (Sekolah) yang telah mempunyai  izin operasional penyelengganan pendidikan dan telah memenuhi rasio peserta didik terhadap guru yang sesuai dengan ketentuan pada Pasal 17 Peraturan Pemerintah (PP) yang bernomor 74 Tahun 2009 yang membahas tentang Guru. Adapun Rasio peserta didik terhadap guru ialah 15 : 1 untuk jenjang pendidikan RA/MI/MTs/MA dan 12 : 1 untuk jenjang pendidikan MAK. Rasio tersebut dihitung berdasarkan dari Jumlah rata-rata para peserta dldik dari semua kelas/rombongan belajar (Rombel) yang diampu oleh masing-masing guru, Pemenuhan rasio yang dimakud tersebut bisa diberikan dispensasi apabila guru betugas di sebuah madrasah pada kondisi (Dispensasi 1):

a. Berada di daerah/ wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal)

b. Berada di daerah/wilayah yang secara geografis dan/atau demografis jumlah para penduduknya sangat minim sekali, yang ditunjukan dan dibuktikan melalui sebuah surat keterangan yang diterbitkan oleh pihak Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota setempat.

c. Madrasah yang menyelenggarakan pendidlkan bagi para peserta didik dengan kebutuhan khusus seperti MILB, MTsLB, MALB atau yang sejenis lainnya

BAB tersebut Kemudian direvisi sebagai berikut:

"Bertugas pada sebuah satuan pendidikan/sekolah yang mempunyai izin operasiona penyelenggaraan pendidikan dan telah memenuhi rasio peserta didik terhadap jumlah guru yang sesuai dengan ketentuan pada pasal 17 peraturan pemerintah (PP) yang bernomor 74 Tahun 2008 yang membahas tentang guru.  Adapun Rasio peserta didik terhadap guru ialah 15 : 1 untuk jenjang pendidikan RA/MI/MTs/MA dan 12 : 1 untuk jenjang pendidikan MAK. Rasio tersebut dihitung berdasarkan dari Jumlah rata-rata para peserta dldik dari semua kelas/rombongan belajar (Rombel) yang diampu oleh masing-masing guru, Pemenuhan rasio yang dimakud tersebut bisa diberikan dispensasi apabila guru betugas di sebuah madrasah pada kondisi (Dispensasi 1):

a. Berada di daerah/ wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal)

b. Berada di daerah/wilayah yang secara geografis dan/atau demografis jumlah para penduduknya sangat minim sekali, yang ditunjukan dan dibuktikan melalui sebuah surat keterangan yang diterbitkan oleh pihak Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota setempat.

c. Madrasah yang menyelenggarakan pendidlkan bagi para peserta didik dengan kebutuhan khusus seperti MILB, MTsLB, MALB atau yang sejenis lainnya

3. DalamBab IV huruf A angka 8 poin pada awalnya dijelaskan "fotokopi Surat Keputusan (SK) tentang pengangkatan sebagai Guru Tetap yang diketahui oleh pihak Kepala Kemenag Kabupaten/Kota setempat (khusus bagi Guru Bukan PNS)."

BAB tersebut Kemudian direvisi sebagai berikut: : "fotokopi Surat Keputusan (SK) tentang pengangkatan sebagai Guru yang diketahui oleh pihak Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota setempat (khusus bagi Guru Bukan PNS),"

4. Dalam BAB III huruf A angka 10 poin d pada awalnya dijelaskan: "Mendapatkan tugas tambahan sebagai seorang wakil kepala (Waka) satuan pendidikan/sekolah pada jenjang MTs dan MA/MAK atau koordinator pada bidang pendidikan madrasah pada jenjang MI, mengajar paling sedikit ialah 12 (dua belas) jam tatap muka untuk perminggu di sekolah satminkal atau membimbing sebanyak 80 (delapan puluh) orang peserta didik dan paling sedikit adalah 40 (empat puluh) orang peserta didik di satminkalnya khusus bagi wakil kepala/Waka satuan pendidikan yang mempunyai sertifikat pendidik sebagai seorang guru bimbingan dan konseling/konselor (BK) atau TIK.

BAB tersebut Kemudian direvisi sebagai berikut:

"Mendapatkan tugas tambahan sebagai seorang wakil kepala/Waka satuan pendidikan/Sekolah pada jenjang MTs dan MA/MAK atau koordinator pada bidang pendidikan madrasah pada jenjang MI, mengajar paling sedikit ialah12 (dua belas) jam tatap muka untuk per minggu atau membimbing 80 (delapan puluh) orang peserta didik bagi wakil kepala/Waka di satuan pendidikan yang memiliki sertifikat pendidik sebagai seorang guru bimbingan dan konseling/konselor (BK) atau paling sedikit ialah 40 (empat puluh) orang peserta didik bagi wakil kepala/Waka di satuan pendidikan yang memiliki sertifikat pendidik sebagai guru TIK (Komputer).

Demikianlah informasi mengenai Poin Penting Revisi Juknis Penyaluran TPG Guru Madrasah (Kemenag) Tahun 2017 yang dapat kami sampaikan.

Aturan Jumlah Peserta Didik dalam Satu Rombel Agar Sertifikasi Cair


Aturan Jumlah Peserta Didik dalam Satu Rombel Agar Sertifikasi Cair - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy pada tanggal 5 Mei 2017 telah menetap Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 17 Tahun 2017.

Permendikbud tersebut membahas tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, atau Bentuk Lain yang Sederajat.

Jika anda belum memperoleh Permendikbud itu, segeralah untuk mengunduhnya di website dapodikdasmen.

Aturan Jumlah Peserta Didik dalam Satu Rombel Agar Sertifikasi Cair


Apa sih isi dari Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017?

Isi dari Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 adalah mengenai berbagai hal yang terkait dengan Penerimaan peserta didik baru.

Salah satu poin utama yang dibahas adalah mengenai Aturan Jumlah Peserta Didik. Poin ini sangat penting untuk dipahami sebab berhubungan dengan cair atau tidaknya sertifikasi guru.

Aturan Jumlah Peserta Didik dalam Satu Rombel Agar Sertifikasi Cair

Adapun aturan mengenai Jumlah peserta didik di dalam satu Rombongan Belajar tertuang dalam BAB V Permendikbud ini.

Adapun isinya adalah sebagai berikut:

  1. Jenjang Pendidikan SD di dalam satu kelas berjumlah paling sedikit adalah 20 (dua puluh) peserta didik dan paling banyak 28 (dua puluh delapan) peserta didik
  2. Jenjang Pendidikan SMP di dalam satu kelas berjumlah paling sedikit adalah 20 (dua puluh) peserta didik dan paling banyak adalah 32 (tiga puluh dua) peserta didik
  3. Jenjang Pendidikan SMA di dalam satu kelas berjumlah paling sedikit adalah 20 (dua puluh) peserta didik dan paling banyak adalah 36 (tiga puluh enam) peserta didik
  4. Jenjang Pendidikan SMK di dalam satu kelas berjumlah paling sedikit adalah 15 (lima belas) peserta didik dan paling banyak adalah 36 (tiga puluh enam) peserta didik
  5. Jenjang Pendidikan Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) di dalam satu kelas berjumlah paling banyak adalah 5 (lima) peserta didik
  6. Jenjang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) di dalam satu kelas berjumlah paling banyak adalah 8 (delapan) peserta didik.

Ketentuan mengenai jumlah peserta didik di dalam 1 (satu) Rombongan Belajar sebagaimana yang dimaksud di atas bisa dikecualikan paling banyak adalah 1 (satu) Rombongan Belajar di dalam 1 (satu) tingkat kelas.

Jumlah Rombel pada Sekolah

Adapaun aturan Jumlah Rombongan Belajar pada Sekolah ialah sebagai berikut:

  1. Jenjang Pendidikan SD atau bentuk lain yang sederajat jumlah rombel paling sedikit ialah 6 (enam) dan paling banyak ialah 24 (dua puluh empat) Rombongan Belajar, untuk masing-masing tingkat paling banyak ialah 4 (empat) Rombongan Belajar
  2. Jenjang Pendidikan SMP atau bentuk lain yang sederajat jumlah rombel paling sedikit ialah 3 (tiga) dan paling banyak ialah 33 (tiga puluh tiga) Rombongan Belajar, untuk masing-masing tingkat paling banyak ialah 11 (sebelas) Rombongan Belajar
  3. Jenjang Pendidikan SMA atau bentuk lain yang sederajat jumlah rombel paling sedikit ialah 3 (tiga) dan paling banyak ialah 36 (tiga puluh enam) Rombongan Belajar, untuk masing-masing tingkat paling banyak ialah 12 (dua belas) Rombongan Belajar
  4. Jenjang Pendidikan SMK atau bentuk lain yang sederajat jumlah rombel paling sedikit ialah 3 (tiga) dan paling banyak ialah 72 (tujuh puluh dua) Rombongan Belajar, untuk masing-masing tingkat paling banyak ialah 24 (dua puluh empat) Rombongan Belajar.

Setelah membaca dan memahami penjelasan di atas, maka kita sebagai pengelola sekolah harus menaati apa yang sudah ditetapkan.

Perhatikanlah pada poin jumlah peserta didik dalam satu rombel. Jangan sampai, peserta didik di sekolah anda kurang atau bahkan melebihi batas ketentuan yang telah diatur.

Seperti yang tertuang dalam aturan tersebut, setiap jenjang pendidikan mempunyai batas minimal dan maksimal yang berbeda-beda.

Anda harus memahami masing-masing aturan batas jumlah peserta didik tersebut dengan baik dan benar.

Hal ini sangat penting, sebab jika jumlah peserta didik dalam satu rombel kurang atau melebihi ketentuan dapat menyebabkan data GTK menjadi TIDAK VALID. Sehingga sertifikasi tidak bisa cair.

Demikianlah informasi mengenai Aturan Jumlah Peserta Didik dalam Satu Rombel Agar Sertifikasi Cair yang bisa kami sampaikan kepada anda semuanya.

Adapun diksi lengkapnya bisa anda baca di dalam Permendikbud tersebut.

Tugas Tambahan Guru yang Diakui Sesuai Permendikbud No 12 Tahun 2017


Bapak/Ibu guru di seluruh Indonesia, perlu diketahui bahwa Kemendikbud telah mencabut Permendikbud Nomor 4 tahun 2015 yang berisi tentang terdampak perubahan K13 ke KTSP dan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2016 yang membahas tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Penyaluran Tunjangan Profesi dan Tambahan Penghasilan Bagi Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (GPNSD).

Mulai pada bulan Maret Tahun 2017 Kemendikbud telah memberlakukan peraturan baru yang tercantum dalam Permendikbud Nomor 12 Tahun 2017. Peraturan ini membahas tentang Petunjuk Teknis (Juknis) TPG Guru dan Tunjangan Khusus dan Tambahan Penghasilan bagi PNS pada Tahun 2017.

Tugas Tambahan Guru yang Diakui Sesuai Permendikbud No 12 Tahun 2017


Di dalam Pasal 22 Permendikbud Nomor 12 Tahun 2017 tersebut telah dinyatakan bahwa, Ketika  Peraturan  Menteri  ini  sudah mulai  berlaku,  maka Peraturan Menteri  sebelumnya yaitu Nomor  17  Tahun  2016  yang berisi tentang  Petunjuk  Teknis Penyaluran  Tunjangan  Profesi  dan  Tambahan  Penghasilan Bagi  Guru  Pegawai  Negeri  Sipil  Daerah telah  dicabut  dan dinyatakan tidak berlaku lagi.

Sedangkan di dalam pasal 23 Permendikbud Nomor 12 Tahun 2017 juga dinyatakan bahwa Peraturan  Menteri  ini  akan mulai  berlaku  pada  tanggal diundangkan  dan  akan mempunyai  daya  berlaku  surut  sejak mulai tanggal 1 Maret Tahun 2017.

Mengacu Permendikbud Nomor 12 Tahun 2017 tersebut, Tugas Tambahan Guru yang bisa diakui sebagaimana yang terlampir pada Lampiran I adalah sebagai berikut:

1. Tugas Tambahan Guru Sebagai wakil  kepala  satuan pendidikan, dengan kewajiban mengajarnya adalah 12 Jam atau membimbing sebanyak 80 (delapan puluh) peserta didik bagi wakil kepala satuan  pendidikan  yang  berasal  dari  Guru  bimbingan  dan konseling (BK)/konselor  atau  TIK/KKPI2. Tugas Tambahan Guru Sebagai kepala laboratorium, Kepala Perpustakaan, Kepala bengkel Ketua program keahlian/program dan Kepala unit produksi dengan kewajiban mengajarnya adalah 12 Jam atau membimbing sebanyak 80 (delapan puluh) peserta didik bagi wakil kepala satuan  pendidikan  yang  berasal  dari  seorang Guru  bimbingan  dan konseling (BK)/konselor  atau  TIK/KKPI

3. Tugas  tambahan  Guru dengan  persetujuan  dari pihak dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota setempat sesuai dengan kewenangan sebagai narasumber atau instruktur nasional, fasilitator, atau juga mentor dalam Pengembangan Keprofesionalan yang Berkelanjutan dengan kewajiban melakukan beban kerja paling  sedikit  adalah 18 (delapan  belas)  jam tatap muka di dalam waktu 1 (satu) minggu.

Di dalam Permendikbud Nomor 12 Tahun 2017 tersebut, kepala sekolah sudah tidak disebutkan kembali sebagai sebuah tugas tambahan, namun dinyatakan dalam Masa  kerja  kepala  sekolah  akan dihitung  sesuai  dengan  ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jumlah Wakil Kepala Sekolah

Adapun ketentuan mengenai Jumlah Wakil Kepala Sekolah di sebuah satuan pendidikan, ialah sebagai berikut:

1)  Mempunyai wakil kepala satuan pendidikan paling banyak adalah 3 (tiga)  orang  pada  jenjang  pendidikan SMP  sesuai  dengan  jumlah rombongan  belajar  (rombel)  yang  dipunyai  oleh  1  (satu) satuan pendidikan, yaitu:

a)  3 (tiga) hingga 9 (sembilan) rombongan belajar bisa mempunyai 1 (satu) wakil kepala di satuan pendidikan;

b)  10  (sepuluh)  hingga 18  (delapan  belas) rombongan  belajar  bisa mempunyai  paling  banyak adalah 2 (dua)  wakil kepala di satuan pendidikan;

c)  Lebih dari 18 (delapan belas) rombongan belajar bisa mempunyai  paling banyak adalah  3  (tiga)  wakil  kepala  setiap satuan pendidikan;

2)  Mempunyai wakil kepala satuan pendidikan paling banyak adalah 4 (empat) orang pada jenjang pendidikan SMA sesuai dengan jumlah rombel yang dipunyai oleh 1 (satu) satuan pendidikan, yaitu:

a)  3 (tiga) hingga 9 (sembilan) rombongan belajar bisa mempunyai  1 (satu) wakil kepala satuan pendidikan;

b)  10 (sepuluh) hingga 18 (delapan belas) rombel bisa mempunyai  paling banyak adalah 2 (dua)  wakil kepala satuan pendidikan;

c)  19  (sembilan  belas)  hingga 27  (dua  puluh tujuh)  rombel  bisa mempunyai  paling  banyak adalah  3  (tiga) wakil kepala satuan pendidikan;

d)  Lebih dari 27 (dua puluh tujuh) rombel bisa mempunyai  paling  banyak adalah 4  (empat)  wakil  kepala  satuan pendidikan;

3)  Mempunyai wakil kepala satuan pendidikan paling banyak adalah 4 (empat) orang pada jenjang pendidikan  SMK berdasarkan jumlah rombel yang dipunyai oleh 1 (satu) satuan pendidikan, yaitu:

a)  3  (tiga)  hingga 9  (sembilan)  rombel  bisa mempunyai  1 (satu) wakil kepala satuan pendidikan;

b)  10 (sepuluh) hingga 18 (delapan belas) rombel bisa mempunyai paling banyak adalah 2 (dua)  wakil kepala satuan pendidikan;

c)  19  (sembilan  belas)  hingga 27  (dua  puluh tujuh)  rombel  bisa mempunyai paling  banyak adalah  3  (tiga) wakil kepala satuan pendidikan;

d)  Lebih dari 27 (dua puluh tujuh) rombel bisa mempunyai  paling  banyak adalah  4  (empat)  wakil  kepala  satuan pendidikan;

Ketentuan Kepala Laboratorium, Kepala bengkel dan Kepala unit produksi, Kepala Perpustakaan

Adapun Ketentuan mengenai Kepala Laboratorium, Kepala bengkel dan Kepala unit produksi, Kepala Perpustakaan adalah sebagai berikut:

1)  Bagi kepala perpustakaan pada jenjang pendidikan SD/SMP/SMA/SMK.

Kepala  satuan  pendidikan  atas  persetujuan  dari pihak kepala  dinas pendidikan  kabupaten/kota/provinsi  setempat sesuai  dengan kewenangannya bisa mengangkat satu orang guru yang mempunyai  kompetensi  yang  memadai  sebagai  seorang kepala perpustakaan pada jenjang pendidikan SD/SMP/SMA/SMK.

2)  Bagi kepala laboratorium pada jenjang pendidikan SMP/SMA/SMK.

Kepala  satuan  pendidikan  atas  persetujuan dari pihak kepala  dinas pendidikan  kabupaten/kota/provinsi  setempat sesuai  dengan kewenangannya bisa mengangkat 1 (satu) orang guru yang mempunyai  kompetensi  yang  memadai  sebagai  seorang kepala laboratorium pada jenjang pendidikan SMP/SMA/SMK.

3)  Bagi Ketua program keahlian/program studi pada jenjang pendidikan SMK.

Kepala  satuan  pendidikan  SMK  atas  persetujuan  dari pihak kepala dinas pendidikan provinsi setempat bisa mengangkat 1 (satu) orang guru yang mempunyai kompetensi yang memadai sebagai seorang ketua untuk setiap program keahlian/program studi yang ada.

4)  Bagi Kepala bengkel atau sejenisnya pada jenjang pendidikan SMK.

Kepala  satuan  pendidikan  SMK  atas  persetujuan  dari kepala dinas pendidikan provinsi setempat bisa mengangkat 1 (satu) orang guru  yang  mempunyai  kompetensi  yang  memadai  sebagai seorang Kepala untuk setiap bengkel atau sejenisnya pada jenjang pendidikan SMK.

5)  Bagi Kepala unit produksi atau sejenisnya pada SMK.

Kepala  satuan  pendidikan  SMK  atas  persetujuan  dari pihak kepala dinas pendidikan provinsi setempat bisa mengangkat 1 (satu) orang guru yang mempunyai kompetensi yang memadai sebagai seorang ketua kepala unit produksi atau sejenisnya pada jenjang pendidikan SMK.

Lantas, kapankah Pencairan dana Sertiifikasi Guru?

Di dalam Permendikbud Nomor 12 Tahun 2017 telah disebutkan bahwa Pemerintah  Daerah  provinsi/kabupaten/kota  setempat wajib  membayarkan dana Tunjangan  Profesi  sesuai  tempat  terbitnya  SKTP  pada setiap  triwulan, paling lama adalah 7 (tujuh) hari kerja sesudah diterimanya dana Tunjangan Profesi yang ada di rekening kas umum daerah (RKUD) provinsi/ kabupaten/ kota setempat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sedangkan kapankan dana Tunjangan Profesi bisa diterima di rekening kas umum daerah (RKUD) provinsi/ kabupaten/ kota setempat? TIDAK ADA YANG TAHU.

Demikianlah informasi mengenai Tugas Tambahan Guru yang Diakui Sesuai Permendikbud No 12 Tahun 2017 yang bisa saya sampaiakan.


Cara Cetak Kartu Peserta UTN Ulang Tahun 2017


Cara Cetak Kartu Peserta UTN Ulang Tahun 2017 - Sahabat Guru sekalian, bagi anda para  yang belum lulus dalam Ujian Tulis Nasional (UTN) PLPG pada tahun 2016 diwajibkan untuk mengikuti UTN ulang pada Tahun 2017.

Para peserta UTN yang dinyatakan TIDAK LULUS akan diberikan kesempatan ujian ulang sebanyak 4 kali. Tentu jumlah ini sangat banyak, diharapkan para guru bisa lulus dalam mengikuti UTN Ulang yang diselenggarakan tersebut.

Pada Tahun 2017 ini, UTN ulang akan dilakukan sebanyak 2 kali. Namun apabilan dalam 2 UTN ulang tersebut masih ada guru yang tidak lulus, maka ia akan diberi kesempatan untuk melakukan UTN Ulang sebanyak 2 kali pada Tahun 2018 mendatang.

Cara Cetak Kartu Peserta UTN Ulang Tahun 2017


Mengenai waktu pelaksanaan UTN Ulang Tahap 1 Tahun 2017 akan dialaksanakan pada bulan-bilang ini. Jadwal pelaksanaanya sudah bisa anda cek masing-masing.

Bagi anda sekalian yang belum mengetahui bagaimana cara mengecek jadwal UTN, silahkan baca artikel pada tautan berikut Jadwal UTN Ulang Tahun 2017.

Setelah mengetahu Jadwal Pelaksanaan UTN ulang anda masing-masing, langkah selanjutnya adalah mencetak kartu Tanda Peserta UTN Ulang Tahun 2017.

Kartu ini berisikan identitas diri guru peserta UTN yang wajib dimiliki. Apabila tidak mencetak kartu ini, maka anda tidak akan bisa mengikuti UTN ulang.

Kartu Peserta UTN menjadi salah satu syarat formal yang dibawa oleh guru ketika mengikuti UTN Ulang. Maka dari itu, silahkan segera cetak kartu peserta anda sesegera mungkin.

Cara Cetak Kartu Peserta UTN Ulang Tahun 2017


Bagi anda para peserta UTN Ulang, berikut ini kami sampaikan bagaimana Cara Cetak Kartu Peserta UTN Ulang Tahun 2017. Berikut ini langkah-langkah yang harus anda lakukan:

  1. Buka Browser di PC anda, bisa menggunakan Google Chrome/Mozila Firefox
  2. Masukkan alamat situs resmi Sertifikasi Guru Tahun 2017 yang terbaru http://kemdiknas.swin.net.id
  3. Klik link yang bertuliskan Cek Peserta Ujian Ulang UTN 1 2017
  4. Masukan data NUPTK anda, masukkan semua nomor dengan benar jangan sampai ada satupun yang salah
  5. Jika Sudah, Klik Tombol cari atau enter maka secara otomatis akan tampil data peserta ujian ulang UTN 1 tahun 2017 anda masing-masing
  6. Silahkan lihatlah pada bagian sebelah kanan yang bawah. Di situ akan ada keterangan yang bertuliskan cetak Kartu Peserta, Kemudian klik saja maka akan otomatis kartu peserta UTN akan di Unduh dengan format file pdf.


Tambahan: Untuk mencetaknya silahkan anda cetak menggunakan printer biasa.

Contoh Kartu peserta UTN bisa anda lihat pada gambar yang saya tampilkan di atas. Seperti yang saya jelaskan, bahwa kartu tersebut berisikan identitas diri anda.

Adapun data yang tertera dalam Kartu Peserta UTN Ulang meliputi:

  1. NUPTK berisikan data NUPTK Guru bersangkutan
  2. Nomor Peserta berisikan Nomor peserta ujian guru bersangkutan
  3. Nama berisikan Nama lengkap Guru
  4. Tempat Tugas berisikan Nama Sekolah tempat guru tersebut mengajar
  5. Kecamatan berisikan lokasi sekolah tempat mengajar berada
  6. Mata Pelajaran berisikan mata pelajaran yang diampu oleh guru
  7. Lokasi Ujian berisikan tempat pelaksanaan UTN Ulang
  8. Tanggal Ujian berisikan hari pelaksanaan UTN Ulang

Supaya   guru dapat dinyatakan lulus dalam UTN, nilai yang diperoleh jarus di atas dari 80. Maka dari itu silahkan anda pelajari Kisi-Kisi Materi PLPG 2017 Semua Jenjang (TK, SD, SMP, SMA/SMK) sebagai bahan persiapan menghadapi UTN. Semakin baik   persiapan yang anda lakukan maka kemungkinan nilai yang anda peroleh akan semakin baik.

Penutup


Sertifikasi memang masih menjadi salah satu harapan bagi para guru (terutama guru swasta) untuk memperbaiki kesejahteraannya.

Namun untuk mendapatkan tunjangan tersebut bukalah perkara mudah, sebab ada berbagai persyaratan dan tahapan yang harus dipenuhi.

Salah satunya adalah dengan lulus dalam Ujian Tulis Nasional (UTN) sewaktu melaksanakan PLPG. Tapi bagi sebagian guru anda yang belum lulus dalam Ujian tersebut dikarenakan nilainya berada di bawah standar yang telah ditentukan.

Maka dari itu pemerinta mengadakan UTN Ulang. Dengan adanya ujian ulang tersebut diharapkan semua guru akan bisa lulus dalam UTN dengan nilai yang memuaskan.

Bagi anda peserta UTN Ulang, persiapkan diri anda sebaik mungkin supaya hasil yang diperoleh nantinya maksimal.

Demikianlah informasi mengenai Cara Cetak Kartu Peserta UTN Ulang Tahun 2017 yang bisa saya sampaiakan kepada anda semuanya.