Tampilkan posting dengan label Siswa. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Siswa. Tampilkan semua posting

Aturan Seleksi Calon Peserta Didik Baru 2017


Sebentar lagi masa penerimaan Calon Peserta Didik baru untuk Tahun Pelajaran 2017/2018 akan segera diselenggarakan. Untuk itu, calon peserta didik dan orang tua/wali harus mengerti berbagai ketentuan terkait penerimaan siswa baru.

Salah satunya adalah mengenai Aturan Seleksi Calon Peserta Didik Baru 2017. Khusus untuk sekolah negeri, tahap seleksi wajib dilakukan. Semua calon siswa harus mengikuti tahapan seleks yang telah ditentukan di dalam juknis.

Aturan Seleksi Calon Peserta Didik Baru 2017
Image Source: Pixabay.com.


Lalu bagaimana Aturan Seleksi Calon Peserta Didik Baru 2017? Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Jenjang Pendidikan SD/Sederajat


Aturan Seleksi calon peserta didik baru Tahun 2017 untuk kelas 1 (satu) SD atau bentuk lainnya yang sederajat itu harus mempertimbangkan berbagai kriteria dengan mempergunakan urutan prioritas yang sesuai dengan daya tampung masing-masing sekolah, berdasarkan dari ketentuan rombelnya adalah sebagai berikut:

  • Usia calon peserta didik paling rendah 6 Tahun pada tanggal 1 juli. Apabila calon siswa berusia 7 tahun maka wajib diterima. Hal ini sesuai dengan ketentuan pada Juknis tepatnya dalam Pasal 5 ayat (1)
  • Jarak antara tempat tinggal calon peserta didik menuju ke Sekolah sesuai dengan ketentuan zonasi yang berlaku.

Di dalam proses seleksi calon peserta didik baru untuk kelas 1 (satu) jenjang pendidikan SD atau bentuk lainnya yang sederajat tidak perlu dilaksanakan berbagai tes masuk, mulai dari tes membaca, menulis, dan berhitung.

Jenjang Pendidikan SMP/Sederajat

Untuk Seleksi calon peserta didik baru kelas 7 (tujuh) jenjang pendidikan SMP atau bentuk lainnya yang sederajat harus mempertimbangkan berbagai kriteria dengan menggunakan urutan prioritas yang sesuai dengan daya tampung masing-masing sekolah berdasarkan dari ketentuan rombongan belajar adalah sebagai berikut:

  • Jarak antara tempat tinggal menuju ke sekolah sesuai dengan aturan ketentuan zonasi yang ada
  • Usia peserta paling tinggi adalah 15 tahun. Hal ini sesuai dengan ketentuan didalam Juknis sebagaimana yang tertera di dalam Pasal 6 huruf a
  • Nilai hasil ujian ketika berada di jenjang SD atau bentuk lainnya  yang sederajat
  • Prestasi calon peserta didik, baik di bidang akademik maupun non-akademik yang diakui oleh pihak Sekolah berdasarkan kewenangan di daerahnya masing-masing.

Jenjang Pendidikan SMA, SMK/Sederajat

Untuk seleksi calon peserta didik baru kelas 10 (sepuluh) jenjang pendidikan SMA, SMK, atau bentuk lainnya yang sederajat harus mempertimbangkan berbagai kriteria dengan mengacu pada urutan prioritas yang sesuai dengan daya tampung berdasarkan dari ketentuan rombongan belajar adalah sebagai berikut:

  • Jarak antara tempat tinggal menuju ke sekolah sesuai dengan aturan ketentuan zonasi yang ada
  • b. Usia calon peserta didik baru paling tinggi adalah 21 tahun. Hal ini sebagaimana yang tertera pada Juknis dalam Pasal 7 ayat (1) huruf a
  • SHUN ketika berada di jenjang pendidika SMP atau bentuk lainnya  yang sederajat
  • Prestasi calon peserta didik, baik di bidang akademik maupun non-akademik yang diakui oleh pihak Sekolah .

Jarak antara tinggal tempat calon peserta didik menuju ke Sekolah sesuai dengan ketentuan zonasi yang berlaku, sebagaimana yang ada pada ayat (1) huruf a, kecuali bagi para calon peserta didik baru pada jenjang pendidikan SMK atau bentuk lainnya yang sederajat.

Khusus untuk calon peserta didik pada jenjang pendidikan SMK atau bentuk lainnya yang sederajat, selain mengikuti proses seleksi yang sudah tertera, Sekolah juga dapat melakukan seleksi dalam hal bakat dan minat sesuai dengan bidang keahlian/program keahlian/kompetensi keahlian yang dipilih oleh masing-masing calon peserta didik.

Tentunya tes bakat dan minat tersebut harus menggunakan berbagai kriteria yang telah ditetapkan oleh Sekolah dan institusi pasangan/asosiasi profesi dari pihak SMK tersebut.

Sedangkan bagi sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat sendiri, bisa melaksanakan seleksi selain yang tertera pada penjelasan di atas atau menggunakan tes bakat skolastik atau tes potensi akademik dari masing-masing calon peserta didik.

Demikianlah informasi mengenai Aturan Seleksi Calon Peserta Didik Baru 2017 yang dapat kami sampaikan.

Juknis PPDB Tahun Pelajaran 2017/2018 SD, SMP, SMA/SMK

Tahun Pelajaran 2016/2017 akan segera berakhir. Itu artinya Tahun Pelajaran bar 2017/2018 akan segera datang.

Salah satu kegiatan utama menjelang tahun pelajaran baru adalah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Untuk itulah kali ini kami akan memberi informasi Juknis PPDB Tahun Pelajaran 2017/2018 SD, SMP, SMA/SMK.

Supaya proses PPDB 2017 di sekolah anda berjalan dengan baik, maka harus memperhatikan segala hal yang tertera di dalam Juknis PPDB yang di keluarkan oleh Kemendikbud.

Juknis PPDB Tahun Pelajaran 2017/2018 SD, SMP, SMA/SMK
Image Source: Pixabay.com,


Hal ini berlaku bagi sekolah negeri maupun swasta, tujuannya untuk menetapkan strategi terbaik untuk memperoleh siswa baru. Strategi ini sangat penting agar bisa menarik minat calon siswa baru dan target PPDB yang telah ditetapkan dapat tercapai sesuai harapan.

Di dalam Permendikbud nomor 17 tahun 2017 yang membahas tentang Juknis PPDB tahun pelajaran 2017/2018 jenjang pendidikan TK, SD, SMP, SMA/SMK sederajat memiliki tujuan untuk menjamin terlaksananya PPDB agar berjalan secara objektif, akuntabel, terbuka/transparan, tanpa adanya diskriminasi. Sehingga diharapkan dapat mendorong peningkatan akses terhadap layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik untuk tercapainya pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia.

Bagi Sekolah yang digelar oleh pihak pemerintah daerah dalam proses penerimaan peserta didik baru wajib menyesuaikan dengan aturan yang terdapat di dalam juknis PPDB 2017 baik yang dilakukan secara online dalam jejaring (daring) maupun yang diselenggarakan secara off line di luar jejaring (luring). Proses penerimaan peserta didik baru tersebut harus dilaksanakan dengan memperhatikan pada Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2017/2018 yaitu dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Juli tahun 2017.

Artikel Terkait: Syarat Pendaftaran PPG 2017 Bersubsidi untuk Guru PNS dan Honorer

Pihak Sekolah memiliki kewajiban untuk mengumumkan secara terbuka adanya proses pelaksanaan maupun informasi mengenai PPDB 2017 diantaranya meliputi persyaratan, proses seleksi dan daya tampung yang sesuai dengan ketentuan rombongan belajar, biaya pendidikan, serta hasil dari penerimaan siswa baru menggunakan papan pengumuman sekolah , media masa atau website resmi sekolah Apabila memiliki.

Persyaratan Calon Peserta Didik Baru Tahun 2017


Adapun Syarat PPDB Tahun 2017 untuk masing-masing jenjang pendidikan adalah sebagai berikut:

A. Syarat PPDB TK Tahun 2017


Telah berusia 4 (empat) hingga 5 (lima) tahun khusus untuk kelompok A, dan berusia 5 (lima) hingga 6 (enam) tahun khusus untuk kelompok B

B. Syarat PPDB SD Tahun 2017


Berusia paling rendah adalah enam tahun terhitung pada tanggal 1 Juli 2017, kecuali khusus bagi calon peserta didik yang mempunyai kecerdasan atau bakat istimewa sementara yang berusia 7 (tujuh) tahun wajib untuk diterima dengan harus mempertimbangkan batas daya tampung sekolah tersebut sesuai dengan juknis dan ketentuan mengenai aturan rombongan belajar yang berlaku yakni di dalam satu rombel harus berjumlah paling sedikit adalah 20 (dua puluh) dan paling banyak adalah 28 (dua puluh delapan) peserta didik baru.

Adapun prioritas utama peserta didik baru ialah usia, jarak/zonasi rumah dengan sekolah, bukannya berdasarkan kemampuan membaca siswa, berhitung ataupun juga menulis.

C. Syarat PPDB SMP Tahun 2017


Berusia paling tinggi ialah 15 (lima belas) tahun, mempunyai ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar jenjang pendidikan SD sederajat, adapun ketentuan rombel  minimalnya ialah 20 sampai dengan 32 peserta didik.

Prioritas peserta didik baru diberlakukan berdasarkan ketentuan yang meliputi zonasi, usia siswa, nilai ujian ketika SD, prestasi akademik / non akademik yang dimiliki oleh peserta didik.

D. Syarat PPDB SMA/SMK 2017


Berusia maksimal ialah 21 (dua puluh satu) tahun, mempunyai ijasah/STTB jenjan pendidikan SMP sederajat, mempunyai SHUN jenjang pendidikan sebelumnya. Jumlah peserta didik baru untuk SMA paling sedikit ialah 20 (dua puluh) dan paling banyak ialah 36 (tiga puluh enam) siswa di dalam satu rombel.

Adapun prioritas PPDB akan dilihat berdasarkan dari jarak tempat tinggal peserta didik menuju ke sekolah sesuai dengan ketentuan zonasi, usia siswa, SHUN ketika SMP dan prestasi dalam bidang akademik/non-akademik yang dmiliki siswa dan diakui oleh sekolah.

Dalam juknis PPDB 2017 khusus PPDB SMK, prioritas mengenai zonasi tidak berlaku. Panitia PPDB SMK dapat melaksanakan seleksi bakat dan minat peserta didik sesuai dengan bidang keahlian masing-masing; program keahlian, kompetensi keahlian yang dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh sekolah dan institusi pasangan/asosiasi profesi SMK tersebut.

Proses PPDB Tahun 2017 ini, semua pembiayaan pelaksanaan PPDB dan pendataan ulang peserta didik bagi sekolah yang menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) akan dibebankan ke dalam anggaran BOS.

Segala aturan yang tertera di dalam Juknis PPDB 2017 wajib dilakukan oleh sekolah supaya memenuhi standar PPDB  tahun ajaran 2017/2018 yang telah ditentukan. Sesudah proses PPDB dilaksanakan maka sekolah wajib melakukan kegiatan pengisian, pengiriman, dan pemutakhiran data para peserta didik baru dan rombongan belajar melalui aplikasi dapodikdasmen semester 1 secara berkala paling sedikit ialah 1 kali di dalam satu semester.

Demikian informasi singkat mengenai Juknis PPDB Tahun Pelajaran 2017/2018 SD, SMP, SMA/SMK yang bisa kami sampaikan.

Hal-hal yang Harus Dilakukan Bagi Sekolah Terindikasi Siswa Ganda


Beberapa waktu yang lalu Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud melakukan validasi data peserta didik secara nasional. Validasi data ini diambil dari aplikasi dapodik yang digunakan oleh seluruh sekolah. Hasil yang didapat cukup mencengangkan, banyak indikasi diberbagai sekolah terdapat data peserta didik ganda yang tercatat aktif di lebih dari satu sekolah sekaligus.

Temuan data peserta didik ganda sangat komprehensif, artinya mencakup seluruh jenjang pendidikan mulai dari SD sampai dengan SMA sederajat. Temua ini menjadi hal yang sangat serius, sebab menandakan adanya kesalahan pendataan terkait peserta didik yang terjadi dalam skala nasional di seluruh wilayah Indonesia.

Hal-hal yang Harus Dilakukan Bagi Sekolah Terindikasi Siswa Ganda
Hal-hal yang Harus Dilakukan Bagi Sekolah Terindikasi Siswa Ganda.

Berita mengenai hal tersebut tentu sangat mengejutkan sekali. Mengingat sebelumnya belum ada pengumuman resminya, Ditjen Dikdasmen juga telah merilis daftar peserta didik yang terindikasi ganda. Dan jika dilihat dengan seksama kita patut prihatin, sebab masalah ini terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Akibat kejadian tersebut, hari Jum’at lalu Ditjen Dikdasmen memberi informasi kepada setiap sekolah yang terindikasi ada siswa ganda. Informasi yang diberikan langsung ditujukan kepada kepala sekolah melalui pesan pendek SMS yang intinya kurang lebih sebagai berikut, ekolah tersebut diindikasi terdapat data peserta didik ganda dengan sekolah lainnya. Sekolah diminta untuk melakukan sinkronisasi dapodik atau melakukan registrasi ulang. Periksalah juga kesesuaian dan kebenaran data peserta didik di website dapodikdasmen.

Apa sih akibatnya jika sekolah terdapat indikasi siswa ganda? Bagi sekolah yang mendapat surat cinta dari Ditjen Dikdasmen, maka secara otomatis peserta didik yang terindikasi tersebut akan dihapus datanya dari dalam Dapodik. Data tersebut akan masuk dalam Menu Peserta Didik keluar dengan keterangan alasan lainnya.

Jika peserta didik terhapus seperti itu, maka hal ini akan berpengaruh terhadap jumlah dana BOS yang akan diterima pada triwulan ini. Kalau hanya satu mungkin masih agak tidak masalah, namun jika data yang dihapus mencapai puluhan? Tentuk akan sangat berpengaruh dan merugikan bagi sekolah sendiri bukan?

Pastinya anda semua sebagai pengelola sekolah tidak ingin hal ini terjadi. Maka dari itu, bagi sekolah yang terindikasi terdapat data siswa ganda perlu merespon dengan cepat agar persoalan ini tidak merugikan sekolah. Lalau apa yang harus dikerjakan? Ikutilah petunjuk mengenai Hal-hal yang Harus Dilakukan Bagi Sekolah Terindikasi Siswa Ganda

1.  Melakukan sinkronisasi terhadap Aplikasi Dapodik atau melakukan registrasi ulang Dapodik. Lihatlah apa data yang diinput dan prefill yang digunakan sudahg sesuai atau belum (Ini jika diperlukan).

2.  Lakukan pemeriksaan terhadap  kebenaran data peserta didik yang anda entrikan ke dalam dapodik. Cek jumlah peserta didik yang masuk dala anggota rombongan belajar

3.  Lakukan identifikasi terhadap data peserta didik yang masuk dalam kategori data ganda dan tidak aktif.

4.  Apabila siswa yang dikeluarkan oleh Ditjen Dikdasmen, benar-benar terdaftar di sekolah anda maka kembalikan data tersebut dari Menu PD keluar melalui Tombol Batalkan yang ada di dalamnya

5.  Setiap sekolah dilarang keras melakukan pengaktifan kembali terhadap data siswa yang telah mutasi, lulus atau keluar dari sekolah untuk dimasukkan kembali ke dalam Dapodik.

6. Setelah semua anda laksanakan maka segera lakukan sinkronisasi dapodik untuk untuk mengirim perbaikan data sekolah anda.

Pada intinya, supaya data peserta didik aman dan tidak terindikasi ganda, pada saat melakukan input data anda harus mengecek validitas data siswa. Demikian informasi mengenao Hal-hal yang Harus Dilakukan Bagi Sekolah Terindikasi Siswa Ganda yang bisa saya sampaikan kepada anda sekalian.

Ini Akibatnya Jika Sekolah Terdapat Siswa Ganda

Ditjen Dikdasmen telah merilis Daftar peserta didik ganda di sekolah (Laporan lengkapnya bisa anda lihat di Website Dapodikdasmen). Tentu ini menjadi kabar yang mengejutkan, mengingat terdapat banyak sekali data siswa yang diduga ganda dengan sekolah lain.

Apa yang dimasud dengan Data Siswa Ganda?

Berdasarkan keterangan resmi di website dapodikdasme, Data Siswa ganda ialah peserta didik yang diidentifikasi sama namun terdaftar lebih dari satu sekolah. Artinya, ditemukan identitas siswa yang sama persis berada di dua sekolah. Secara logika hal ini memang tidak mungkin, sebab seorang siswa tidak mungkin dalam waktu bersamaan sekolah di dua tempat sekaligus

Ilustrasi Siswa Ganda

Data siswa ganda tersebut diperoleh dari Identifikasi yang dilihat berdasarkan kesamaan ID peserta didik, Nama lengkap, Tempat tanggal lahir, nama ibu kandung, nama ayah yang diinput, serta Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Data-data tersebut harusnya hanya dimiliki oleh seorang siswa saja, dan setiap siswa hanya boleh sekolah di satu sekolah.

Apabila ditemukan data siswa ganda, maka data tersebut dinilai tidak valid sebab sangat tidak mungkin di waktu yang bersamaan seorang peserta didik terdaftar aktif pada lebih dari satu sekolah. Dari mana data itu bisa dilihat? Dari entrian Dapodik, aplikasi ini sekarang secara otomatis mampu mengidentifikasi adanya data siswa ganda. Sehingga anda perlu hati-hati saat melakukan input data PD.

Apa sih penyebab adanya hal ini? Paling tidakn, ada beberapa sebab yang mengakibatkan terjadinya data Siswa Ganda di Sekolah. Namun terlepas dari itu semua, sekolah yang dinyatakan memiliki siswa ganda harus segera menindaklanjuti hal tersebut dan segera melakukan validasi data siswanya. Supaya data peseta didik di dalam aplikasi Dapodik benar-benar valid.

Jika tidak segera divalidasi, berdasarkan kesepakatan bersama Tim BOS, sekolah yang teridentifikasi memiliki peserta didik ganda akan mengalami beberapa hal yang dapat merugikan sekolah. Adapun konsekuensi yang akan diterima oleh sekolah dengan data siswa ganda adalah sebagai berikut:

1. Sistem dapodikdasmen akan secara otomatis melakukan penghapusan terhadap salah satu data peserta didik dari anggota rombongan belajar di dalam dapodik. Ini dilakukan untuk data siswa ganda yang terdaftar di satu sekolah. Misalkan di sebuah sekolah ada data siswa sama namun berada di dua kelas yang berbeda, maka salah satu datanya akan dihapus.

2. Sistem akan mengeluarkan kedua data peserta didik dari dapodik, sehingga masuk dalam data siswa yang tidak aktif. Kebijakan ini diperuntukkan bagi data siswa ganda yang terdaftar aktif pada lebih dari satu sekolah

Kedua hal tersebut menjadi konsekuensi bagi sekolah yang teridentifikasi terdapat data siswa ganda. Lantas apa sih penyebab hal ini terjadi? Adanya data siswa ganda disebabkan oleh kegiatan dari pengguna aplikasi dapodik yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Di antaranya adalah:

a. Siswa pindah ke sekolah baru (mutasi/lulus). Data siswa tersebut  sudah diinput/ditarik di sekolah yang baru. Namun data siswa yang berada di sekolah lama belum diregistrasi keluar sebagai peserta didik mutasi/lulus. Ada juga kasus siswa sudah dimutasi namun belum dilakukan sinkronisasi dapodik.

b. Ketika melakukan registrasi dapodik masih menggunakan data prefil lama. Sehingga data yang masuk adalah data lama maka saat registrasi pastikan menggunakan prefil baru yang bisa diunduh di generate prefill

c. Melakukan Installasi Aplikasi Dapodik dan input data sekolah sama dengan menggunakan beberapa PC yang berbeda

Ketiga hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya data siswa ganda. Tentu bagi semua sekolah tak ingin siswanya dihapus. Untuk itu segeralah lakukan validasi data peserta didik anda sebelum cut off Dapodik. Demikian penjelasan mengenai Akibatnya Jika Sekolah Terdapat Siswa Ganda. Semoga bisa menjadi perhatian bagi kita semua semua.

Cara Cek Siswa Ganda yang Dihapus dari Pusat

Adanya pesan singkat atau SMS dari Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) pada Jum’at (16/9/2016) kemarin tentu menjadi kabar mengejutkan. Hal ini lantaran karena terdapat indikasi data siswa ganda yang masuk di dua sekolah sekaligus. Tentu ini sebuah kabar yang harus segera direspon.

Pesan singkat tersebut dikirim ke nomor hp kepala sekolah yang terindikasi ada data siswa ganda. Isi pesan singkat tersebut kurang lebih intinya ialah sekolah tertentu terindikasi ada peserta didik yang datanya ganda di dua sekolah. Untuk itu, sekolah diminta untuk melakukansinkronisasi dan regitrasi ulang data siswa ke dalam dapodik. Selain itu, juga diperintahkan untuk mengecek kebenaran data peserta didik di website dapodikdasmen.

Cara Cek Siswa Ganda yang Dihapus dari Pusat.

Adanya kebijakan ini tentunya harus disikapi dengan positif dan harus diapresiasi oleh semua pihak. Sebab hal ini dilakukan agar data siswa benar-benar valid dan tidak ganda dengan sekolah lain. Tujuannya apa? Agar pendataan peserta didik bisa dilakukan dengan baik, sebagai landasan pengambilan kebijakan strategis di kemudian hari.

Sayangnya dalam beberapa kasus, terdapat sekolah yang benar-benar siswanya ada namun karena data siswa tersebut juga ada di sekolah lain akhirnya data siswa tersebut harus di cleansing (dihapus). Tentu hal ini bisa merugikan sekolah yang memang menjadi tempat siswa tersebut bersekolah, karena akan memengaruhi dana BOS yang akan segera dikeluarkan.

Lantas bagaimana solusinya? Untuk sementara waktu saya sendiri pun belum tahu solusinya karena belum ada berita resmi dari Dikdasmen. Sepengatahuan saya siswa yang kena cleansing bisa dikembalikan lagi ke Dapodik melalui Operator Dapodik Dinas. Tentunya dengan membawa bukti-bukti valid tentang siswa tersebut.

Untuk solusinya lebih lanjut, sepertinya belum ada yang tahu. Karena kebijakan ini belum sepenuhnya mendapat penjelasan resmi dari Ditjen Dikdasmen. Kendati demikian, ada beberapa hal yang bisa anda lakukan supaya data siswa yang terkena clensing bisa kembali lagi ke dalam Dapodik.

Perlu diperhatikan bersama, supaya semua sekolah alangkah baiknya mengecek kembali jumlah siswanya baik yang di Dapodik ataupun di Website Dapodikdasmen. Dari situ anda bisa melihat, apakah terdapat siswa yang dihapus dari pusat atau tidak. Anda bisa menghitung jumlah antara di Dapodik dan di website dapodikdasmen.

Lalu bagaimana Cara Cek Siswa Ganda yang Dihapus dari Pusat? Langkah-langkahnya sebenarnya cukup mudah anda cukup melakukan beberapa hal berikut ini:

1. Lakukan Sinkronisasi Dapodik terlebih dahulu. Pastikan Dapodik telah diupdate ke versi 2016.b. jika dapodik masih versi lama, maka segera diupdate. Ini bertujuan untuk memperbarui data sekolah yang berada di website dapodikdasmen

2. Setelah selesai, silahkan masuk Ke Menu Peserta Didik  keluar yang berada di aplikasi Dapodik anda. Lokasinya berada di Tabulasi Menu bagian kiri berwarna merah.

3. Silahkan unduh data peserta didik yang keluar tersebut (tombol unduhnya berada di atas)

4. Buka hasil unduhan dan cari tanggal mutasi sekitar tgl 15 September 2015 dengan Alasan Mutasi lainnya

Jika anda merasa yakin bahwa peserta didik yang masuk dalam PD Keluar adalah benar-benar siswa di sekolah anda, maka anda bisa memasukkan kembali ke dapodik. Caranya, silahkan tandai siswa yang dimaksud kemudian klik Tombol Batalkan yang berada di bagian atas.

Demikian Cara Cek Siswa Ganda yang Dihapus dari Pusat. Selalu cek validitas data peserta didik anda supaya tidak terkena cleansing. Semoga bisa membantu anda semua.