Tampilkan posting dengan label UN. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label UN. Tampilkan semua posting

puspendik.kemdikbud.go.id: Alamat Cek Hasil UN Online SD, SMP, SMA, SMK


Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2016/2017 untuk semua jenjang pendidikan telah selesai dilakukan. Secara keseluruhan, pelaksanaan ujian pada tahun ini terbilang lancar.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2017 pelaksanaan UN untuk tingkat SMP, SMA/SMK sederajat dilakukan berbasis komputer (UNBK). Sehingga peserta didik tida lagi mengerjakan soal secara konvensional melainkan sudah menggunakan komputer.

Cek Hasil UN Online SD, SMP, SMA, SMK


Tahukah anda, Hasil UN secara nasional saat ini sudah bisa dilihat secara?

Jika anda ingin mengetahui, maka cukup mengunjungi puspendik.kemdikbud.go.id: Alamat Cek Hasil UN Online SD, SMP, SMA, SMK.

Website Puspendik tersebut, merupakan layanan resmi Kemendikbud untuk mengetahui sejauh mana Indeks Integritas Ujian Nasional Tingkat Sekolah. Serta untuk mengecek hasil UN melalui jejaring online pada jenjang SD, SMP, SMA dan SMK Tahun pelajaran 2016/2017.

Artikel Terkait: Pengumuman UN Tahun 2017

Dengan mengakses website tersebut, anda bisa melihat indeks integritas UN Tahun 2016/2017 di seluruh wilayah Indonesia.

Bagi saya ini cukup menarik sekali, dengan melihat data dari daerah lain, kita bisa semakin termotivasi untuk meningkatkan indeks integritas dan hasil kelulusan di sekolah untuk tahun pelajaran yang akan datang.

Cek Hasil UN Online SD, SMP, SMA, SMK melalui puspendik.kemdikbud.go.id


Berkaitan dengan apa yang telah saya jelaskan di atas, kali ini saya akan menjelaskan informasi mengenai Cek Hasil UN Online SD, SMP, SMA, SMK melalui puspendik.kemdikbud.go.id

Cek hasil online ini bisa dilakukan oleh peserta didik dan juga guru. File-file dengan format pdf yang ada di dalamnya juga bisa anda unduh, sehingga bisa dibuka kapan saja tanpa harus terkoneksi dengan jaringan internet.

Langsung saja ya, berikut ini langkah-langkah untuk mengecek Hasil UN Online SD, SMP, SMA, SMK melalui puspendik.kemdikbud.go.id

  • Pertama, anda harus memastikan bahwa Perangkat Komputer atau laptop anda telah terhubung dengan Internet. Pakai jaringan yang stabil ya, jangan putus nyambung putus nyambung 
  • Buka browser Internet (pakai google chrome/mozila fire fox saja)
  • Pada tab browser yang sudah dibuka silahkan masukkan alamat website berikut:  ini https://puspendik.kemdikbud.go.id/hasil-un/  (silahkan anda salin saja dari web saya ini)
  • Setelah berhasil anda masukkan, lalu tekan ENTER
  • Selanjutnya browser akan mengarahkan anda menuju ke halaman pengecekan hasil UN dan IUN sekolah
  • Agar dapat melihat hasil ujian nasional sekolah silahkan anda pilih Jenjang yang ingin anda ketahui (Misalnya saja SMP), Propinsi, Kabupaten/kota, Status, Jenis sekolah. isi semua data itu dengan benar ya kawan
  • Setelah semuanya diisi, silahkan klik tombol Download PDF agar data sekolah yang anda pilih bisa terdownload di PC/laptop anda
  • Dengan cara yang sudah saya jelas diatas, maka anda bisa melihat semua jenjang sekolah yang tadi telah anda pilih.
  • Lalu apabila anda ingin melihat secara langsung hasil UN sekolah silahkan masukkan data NPSN dan kode sekolah lalu klik Tombol Cari.
  • Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah hasil ujian nasional dari beberapa sekolah yang tadi file PDF nya telah berhasil anda Download.
Cek Hasil UN Online SD, SMP, SMA, SMK



Nah bagaimana kawan, cukup gampang dan simpel sekali kan. Dengan beberapa langkah maka kita akan mengetahui indeks UN sekolah

Sekian dulu ya kawan informasi mengenai Cek Hasil UN Online SD, SMP, SMA, SMK melalui puspendik.kemdikbud.go.id yang bisa kami sampaikan.

Terus semangat meningkatkan mutu pendidikan ya, agar nilai dan indeks integritas UN sekolah kita untuk tahun depan dapat meningkat. Amiin.

Pengumuman Hasil UN SMP, SMA, SMK Tahun 2017



Tidak terasa, Ujian Nasional Tahun 2017 sudah mulai dilaksanakan. Diawali pada tanggal 3-7 April untuk jenjang pendidikan SMK, secara berkelanjutan pada minggu berikutnya akan diteruskan oleh jenjang SMA dan SMP sederajat.

Saat ini, bagi para siswa peserta ujian tinggal menunggu Pengumuman Hasil UN  SMP, SMA, SMK Tahun 2017.

Tentu ini suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu sekali oleh mereka. Segala perjuangan untuk menghadapi UN sebentar lagi akan bisa dilihat hasilnya.

Apalagi pada tahun 2017 ini, teknis pelaksanaan UN berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Lantaran UN kali ini sebagian besar dilaksanakan dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Pengumuman Hasil UN  SMP, SMA, SMK Tahun 2017


Soal-soal ujian nasional tidak lagi dalam bentuk cetak kertas, melainkan dikerjakan secara online dengan menggunakan komputer.

Pengumuman Hasil UN  SMP, SMA, SMK Tahun 2017 


Sebagai pengingat bagi kita semua, berdasarkan Prosedur Standar Operasioanl Ujian Nasional (POS UN) Tahun 2017, Jadwal pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk jenjang SMA dan SMK dilaksanakan mulai tanggal 20 Maret 2017.

Sedangkan untuk Jadwal UN jenjang SMK seperti yang telah saya jelasnkan di atas dimulai pada tanggal 3 April 2017. Sementara Jadwa UN untuk jenjang SMA dimulai pada tanggal 10 April 2017.

Untuk jenjang SMP jadwal pelaksanaan USBN dimulai pada tanggal 17 April sampai dengan tanggal 19 April 2017. Sementara Jadwa Pelaksanaan UN SMP baik itu UNKP maupun UNBK akan diselenggarakan pada tanggal 2 Mei 2017. Mengenai hal ini silahkan baca Jadwal Lengkap UN dan USBN Tahun 2017.

Pertanyaannya kemudian adalah, kapan tanggal Pengumuman Hasil UN peserta didik jenjang SMA dan SMK  Tahun 2017?  Begitu juga Kapan Tanggal Pengumuman hasil UN khusus untuk siswa jenjang pendidikan SMP Tahun Tahun 2017?

Berdasarkan dari Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dengan Nomor: 0043/P/BSNP/I/2017 yang berisi tentang Prosedur Operasional Standar (POS) Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) untuk Tahun Pelajaran 2016/2017, dijelaskan bahwa:

Jadwal Pengumuman Hasil UN siswa jenjang pendidikan SMA dan SMK sederajat Tahun 2017 dilakukan pada tanggal 2 Mei 2017

Jadwal Pengumuman Hasil UN siswa jenjang pendidikan SMP sederajat Tahun 2017 dilaukan pada tanggal 2 Juni 2017

Jadi antara jenjang SMA dan SMK dengan jenjang pendidikan SMP, pengumuman hasil UN terpaut 1 bulan saja.

Kriterian Kelulusan Peserta UN


Dalam pelaksanaan UN tentu yang diharapkan hasilnya adalah LULUS dengan memperoleh nilai yang sangat memuaskan.

Lantas, apa kriterian kelulusan UN untuk Siswa jenjang SMP, SMA dan SMK?

Berdasarkan dari Peranturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 3 Tahun 2017 dan berdasarkan juga POS USBN telah disebutkan bahwa para Peserta didik akan dinyatakan lulus dari Satuan Pendidikan/program pendidikan sesudah mereka memenuhi beberapa kriteria berikut ini:

  1. Sudah menyelesaikan semua program pembelajaran 
  2. Mendapatkan nilai sikap/perilaku minimal dengan kategori baik 
  3. Lulus dalam US dan USBN 
  4. Kriteria lainnya yang bisa ditentukan oleh pihak sekolah seperti mengenai kehadiran, rerata nilai rapor selama proses pembelajaran dan lain sebagainya.

Apabila para peserta didik telah memenuhi semua kriteria tersebut, maka mereka akan dinyatakan lulus dalam UN Tahun 2017.

Penutup


Waktu pengumuman hasil UN siswa, baik jenjang pendidikan SMP, SMA dan SMK merupakan sebuah momen yang sangat istimewa. Maka tak heran, jika siswa, guru maupun orang tua selalu penasaran menunggu datangnya tanggal pengumuman tersebut.

Bagi para peserta didik, Pengumuman Hasil UN  SMP, SMA, SMK Tahun 2017 menjadi hari yang sangat ditunggu-tunggu sekali. Sebab akan menjadi sebuah hari yang sangat bersejarah sekali bagi mereka.

Sedangkan bagi para orang tua/wali Pengumuman Hasil UN  SMP, SMA, SMK Tahun 2017 sangat diperlukan untuk melihat hasil pembelajaran yang selama ini dijalani siswa. Hasil UN juga bisa menjadi landasan untuk membimbing para putra-putrinya agar lebih berprestasi.

Terlepas dari hal tersebut, saat pengumuman sebaiknya dijadikan sebagai bahan introspeksi diri dan bersyukur. Jangan sampai menyambut kelulusan dengan hal-hal negatif. Seperti corat-coret seragam sekolah, berkonvoi di jalan raya dan lain sebagainya.

Demikianlah informasi mengenai Pengumuman Hasil UN  SMP, SMA, SMK Tahun 2017 yang bisa saya sampaikan kepada anda semuanya.

Infografis Ujian Nasional 2017


Infografis Ujian Nasional 2017 - Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun 2017 akan tiba sebentar lagi. Ini menjadi momen istimewa terutama bagi para siswa yang yang menjadi peserta UN.

Kendati tidak lagi menjadi satu-satunya penentu kelulusan peserta didik, tetap saja UN masih menjadi sesuatu yang sangat penting dalam proses pendidikan siswa.

Ketika hasil UN seorang peserta didik menunjukkan nilai yang memuaskan maka itu menjadi prestasi tersendiri yang patut untuk dibanggakan.

Maka dari itu, baik peserta didik, guru maupun orang tua/wali siswa harus mempersiapkan putra-putrinya dalam menghadapi UN sebaik mungkin.

Infografis Ujian Nasional 2017


Sebab semakin matang persiapan yang dilakukan maka kemungkinan memperoleh hasil UN dengan nilai yang bagus akan semakin terbuka lebar.

Sebagai bahan informasi pelaksanaan Ujian Nasional Tahun 2017, Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia membuat sebuah infografis.

Hal ini bertujuan agar semua pihak bisa memahami berbagai mekanisme yang berlaku pada UN tahun ini. Berikut info lengkapnya:

Infografis Ujian Nasional 2017


Ujian Nasional Tahun 2017 mengambil tagline yang berisilan kalimat Prestasi Penting, Jujur yang Utama.

Sebuah tagline yang filosofis menurut saya. Sebab memang sebuah prestasi itu sangat penting, tetapi jangan lupa bahwa kejujuran dalam mencapai prestasi tersebut itulah yang paling utama.

Ujian Nasional kali ini dijadikan sebagai penilaian dari hasil belajar peserta didik oleh pemerintah. Maka pada tahun 2017 ini pemerintah akan tetap melaksanakan UN.

UN tida lagi menentukan kelulusan para peserta didik dan untuk Indeks integritas pada Ujian Nasional (IIUN) akan tetap dilaksanakan sebagai pemetaan mutu pendidikan dan/atau satuan pendidikan (Sekolah).

Jadwal  UN SMP/Sederajat


Untuk jadwal pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maumpun UN berbasis Kertas dan pensil pada jenjang pendidikan SMP/Sederajat akan dilaksanakan pada tanggal yang sama, dengan rincian sebagai berikut:
  • Tanggal 2 Mei 2017 mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia
  • Tanggal 3 Mei 2017 mata pelajaran yang diujikan adalah Matematika
  • Tanggal 4 Mei 2017 mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Inggris
  • Tanggal 8 Mei 2017 mata pelajaran yang diujikan adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Sedangkan Jadwa UN Susulan bagi jenjang SMP sederajat dilaksanakan pada:

  • Tanggal 22 Mei 2017 mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia dan Matematika
  • Tanggal 23 Mei 2017 mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Inggris dan IPA


Jadwal  UN SMA/Sederajat

Untuk jadwal pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maumpun UN berbasis Kertas dan pensil pada jenjang pendidikan SMA/Sederajat akan dilaksanakan pada tanggal yang sama, dengan rincian sebagai berikut:


  • Tanggal 10 April 2017 mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia
  • Tanggal 11 April 2017 mata pelajaran yang diujikan adalah Matematika
  • Tanggal 12 April 2017 mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Inggris
  • Tanggal 13 April 2017 mata pelajaran yang diujikan adalah Satu Mapel sesuai dengan jurusan peserta didik

Sedangkan Jadwa UN Susulan bagi jenjang SMA sederajat dilaksanakan pada:

  • Tanggal 18 April 2017 mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia dan Matematika
  • Tanggal 19 April 2017 mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Inggris dan Satu Mapel sesuai dengan jurusan peserta didik


Catatan Penting!!! Khusus bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur akan dilaksanakan pada tanggal 3-6 April 2017 bersamaan dengan Jadwal UN untuk jenjang SMK. Hal ini disebabkan karena adanya pelaksanaan Proses Jum’at Agung di wilayah tersebut.

Infografis Ujian Nasional 2017


Jadwal  UN SMK/Sederajat

Untuk jadwal pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maumpun UN berbasis Kertas dan pensil pada jenjang pendidikan SMK/Sederajat akan dilaksanakan pada tanggal yang sama, dengan rincian sebagai berikut:

  • Tanggal 3 April 2017 mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia
  • Tanggal 4 April 2017 mata pelajaran yang diujikan adalah Matematika
  • Tanggal 5 April 2017 mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Inggris
  • Tanggal 6 April 2017 mata pelajaran yang diujikan adalah Teori Kejuruan 

Sedangkan Jadwa UN Susulan bagi jenjang SMK/sederajat dilaksanakan pada:

  • Tanggal 18 April 2017 mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia dan Matematika
  • Tanggal 19 April 2017 mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Inggris Teori Kejuruan


Mapel Pilihan untuk Jenjang SMA/Sederajat


Pada jenjang pendidikan SMA/Sederajat, setiap peserta didik akan diperbolehkan memilih satu jenis mata pelajaran yang akan diujikan sesuai dengan jurusan atau peminatan yang dipilih peserta didik tersebut.

Pemilihan mata pelajaran tersebut tidak harus linier dengan pilihan jurusan kuliah peserta didik nantinya, namun semata-mata hanya untuk menunjukkan kemampuan terbaik peserta didik.

Adapun Mapel Pilihan untuk jenjang SMA/sederajat adalah sebagai berikut:

  • Untuk Jurusan IPA mata pelajaran pilihan meliputi Fisika, Kimia, Biologi
  • Untuk Jurusan IPS mata pelajaran pilihan meliputi Geografi, Sosiologi, Ekonomi
  • Untuk Jurusan Bahasa  mata pelajaran pilihan meliputi Antropologi, Sastra Indonesia, Bahasa Asing (Jerman/Perancis/Arab/Mandarin/Jepang)


Informasi Tambahan


Soal Ujian Nasional Tahun 2017 100% dibuat oleh Badan Penelitian & Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Seluruh soal berupa pilihan ganda, yang berjumlah 5 pilihan meliputi A, B, C, D, E

Bai para peserta Ujian Nasional Tahun Ajaran 2015/2016 yang ingin memperbaiki bisa mendaftarkan diri melalui sekolah asal. Jadwal pelaksanaanya akan bersamaan dengan jadwal UN susulan jenjang SMA/sederajat.

Adapun untuk informasi lengkap mengenal Ujian Nasional Tahun 2017 seperti mengenai POS UN, Kisi-kisi dan lain sebagainya bisa anda akses melalui website un.kemdikbud.go.id

Mari kita bersama sukseskan pelaksanaan UN tahun ini. Sehingga para peserta mendapatkan nilai yang sangat baik.

Mudah-mudahan informasi mengenai Infografis Ujian Nasional 2017 dapat membantu anda sekalian.

Tanggal-tanggal Penting Terkait Pelaksanaan UN 2017


Tanggal-tanggal Penting Terkait Pelaksanaan UN 2017 - Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun Ajaran 2016/2017 akan dimulai pada awal bulan april mendatang. Berbagai persiapan harus segera dilakukan oleh stakeholder sekolah untuk menyambut dan menyukseskan pelaksanaan “hajatan” tahunan pendidikan nasional ini.

Seperti yang anda ketahui, UN adalah sebuah kegiatan untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan pada beberapa mata pelajaran tertentu yang dilakukan secara rasional dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan.

Semua sekolah di Indonesia, mulai dari jenjang SMP dan SMA sederajat wajib mengikuti UN. Terlepas dari adanya pro kontra pelaksanaanya, nyatanya UN masih menjadi media untuk melakukan penilaian pendidikan dalam skala nasional.

Pastinya semua sekolah mengingkan agar proses UN berlangsung dengan lancar tanpa suatu halangan apapun. Maka dari itu perlu dilakukan persiapan sejak dini mungkin.

Supaya persiapan UN yang dilakukan dapat berjalan dengan efektif dan terstruktur, maka para panitia UN di tingkat sekolah harus mengetahui Tanggal-tanggal Penting Terkait Pelaksanaan UN 2017.

Tanggal-tanggal yang dimaksud tersebut berkaitan dengan berbagai tahap persiapan, pelaksanaan hingga pasca pelaksanaan UN berlangsung.

Tanggal-tanggal Penting Terkait Pelaksanaan UN 2017


Perlu anda semuanya tahu bahwa tanggal pelaksanaan UN hanya salah satu bagian dari sekian banyak tahapan yang harus dilalui oleh sekolah.

Berbagai tahapan tersebut mulai dari mempersiapkan data administrasi peserta ujian, simulasi pelaksanaan UN sampai dengan waktu pengiriman jawaban soal UN kepada panitia di tingkat pusat.

Tanggal-tanggal Penting yang berkaitan dengan Pelaksanaan UN wajib untuk diketahui oleh pihak sekolah. Jangan sampai ada satu waktu pun yang terlewat sebab itu akan merugikan sekolah dan peserta didik sendiri.

Baca Juga: Uji Kompetensi Keahlian SMK Tahun 2017

Misalnya, pada tanggal tertentu merupakan batas akhir pengiriman data diri calon peserta UN. Namun karena pihak sekolah (panitia UN) tidak mengetahui informasi itu, akibatnya sekolahnya terlambat dalam mengumpulkan data yang diminta.

Kendati hanya terlambat satu atau dua hari saja, hal ini akan mempunyai akibat yang sangat fatal sekali. Bisa saja, peserta didik di sebuah sekolah akan gagal mengikuti UN pada tahun 2017 karena datanya tidak segera dikumpulkan kepada pihak terkait untuk dilakukan validasi.

Tentunya anda  sekalian tidak menginginkan berbagai akibat buruk itu terjadi pada sekolah anda bukan? Apabila kejadian seperti yang saya contohkan terjadi, pastinya akan membua semua pihak merasa dirugikan terutama dari siswa sendiri. Sebab mereka gagal mengikuti ujian nasional pada tahun ini.

Untuk menghindari hal-hal buruk tersebut, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan informasi mengenai Tanggal-tanggal Penting Terkait Pelaksanaan UN 2017.

Informasi ini saya ambil dari lampiran Prosedur Operasional Standar Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2016/2017. Sehingga kebenarannya sangat bisa dipertanggungjawabkan.

Tanggal-tanggal Penting Terkait Pelaksanaan UN 2017


A. Pengumpulan Data Peserta UN Tahun 2017


1. Jenjang Pendidikan SMA Sederajat

  • Pengumpulan dan Entri Data Peserta UN dilakukan pada tanggal 22 Desember 2016 – 25 Januari 2017.
  • Pencetakan Daftar Calon Peserta (DOP) dilakukan pada tanggal 22 Desember 2016 – 25 Januari 2017.
  • Pengiriman data peserta dari Sekolah Indonesia Luar Negeri ke Panitia UN Tingkat Pusat dilakukan paling lambat tanggal 25 Januari 2017.
  • Cetak, Validasi dan Verifikasi Daftar Nominasi Sementara (DNS) dilakukan paling lambat pada tanggal 25 Januari 2017.
  • Cetak dan Distribusi Daftar Nominasi Tetap (DNT) dilakukan paling lambat pada tanggal 31 Januari 2017.
  • Cetak dan Distribusi Kartu Peserta Ujian ) dilakukan paling lambat pada tanggal 24 Maret 2017.

2. Jenjang Pendidikan SMP Sederajat

  • Pengumpulan dan Entri Data Peserta UN dilakukan pada tanggal 22 Desember 2016 – 25 Januari 2017.
  • Pencetakan Daftar Calon Peserta (DOP) dilakukan pada tanggal 22 Desember 2016 – 25 Januari 2017.
  • Pengiriman data peserta dari Sekolah Indonesia Luar Negeri ke Panitia UN Tingkat Pusat dilakukan paling lambat tanggal 25 Januari 2017.
  • Cetak, Validasi dan Verifikasi Daftar Nominasi Sementara (DNS) dilakukan paling lambat pada tanggal 25 Januari 2017.
  • Cetak dan Distribusi Daftar Nominasi Tetap (DNT) dilakukan paling lambat pada tanggal 31 Januari 2017.
  • Cetak dan Distribusi Kartu Peserta Ujian ) dilakukan paling lambat pada tanggal 25 April 2017.


B. Jadwal Pengumpulan Nilai Sekolah dan Praktik Kompetensi SMK


Jadwal ini hanya diperuntukkan untuk pengiriman nilai praktik Kompetensi SMK/MAK saja. Sementara untuk jenjang sekolah lain tidak.

  • Pengiriman Nilai Praktik Kompetensi SMK/MAK dari sekolah ke Kabupaten/Kota dilakukan paling lambat pada tanggal 17 April 2017.
  • Pengiriman Nilai Praktik Kompetensi SMK/MAK dari Kabupaten/Kota setempat ke Provinsi dilakukan paling lambat pada tanggal 25 April 2017.
  • Pengiriman Nilai Praktik Kompetensi SMK/MAK dari provinsi kepada pusat dilaukan paling lambat pada tanggal 28 April 2017.


C. Jadwal Pengolahan LJUN Tahun 2017


1. Untuk Jenjang SMA Sederajat

  • Kegiatan Pemindaian, untuk SMK/MAK dilakukan pada tanggal 4-9 April 2017. Untuk SMA/MA dilaukan pada tanggal 10-20 April 2017. Sedangkan untuk Susulan dilakukan pada tanggal 17-20 April 2017.
  • Batas akhir pengiriman nilai kompetensi (SMK/MAK) dilakukan paling lambat pada tanggal 21 April 2017.
  • Batas akhir pengiriman hasil pemindaian ke Panitia UN Pusat, untuk SMK/MAK dilakukan pada tanggal 11 April 2017. Untuk SMA/MA dilaukan pada tanggal 21 April 2017. Sedangkan untuk Susulan dilakukan pada tanggal 21 April 2017.
  • Kegiatan Skoring dilakukan pada tanggal 11-26 April 2017.
  • Pengiriman Data Hasil UN ke Provinsi dilakukan pada tanggal 27 April 2017.
  • Pengumuman Kelulusan dari Satuan Pendidikan dilakukan pada tanggal 2 Mei 2017.

2. Untuk Jenjang SMP Sederajat

  • Kegiatan Pemindaian, utamanya dilakukan pada tanggal 3-17 Mei 2017. Sedangkan untuk Susulan dilakukan pada tanggal 22-25 Mei 2017.
  • Batas akhir pengiriman hasil pemindaian ke Panitia UN Pusat, utamanya dilakukan pada tanggal 18 Mei 2017. Sedangkan untuk Susulan dilakukan pada tanggal 26 Mei 2017. 
  • Kegiatan Skoring dilakukan pada tanggal 18-26 Mei 2017.
  • Pengiriman Data Hasil UN ke Provinsi dilakukan pada tanggal 27 Mei 2017.
  • Pengumuman Kelulusan dari Satuan Pendidikan dilakukan pada tanggal 2 Juni 2017.

Cukup banyak sekali memang, untuk itu pihak sekolah terutama panitia pelaksana UN harus mengerti betul setiap tanggal yang telah ditentukan.

Jangan sampai ada satu kegiatan atau jadwal yang terlewatkan. Sebab itu bisa menjadi kerugian besar terhadap sekolah tersebut.

Misalnya saja yang saat ini masih berlangsung, yaitu proses Cetak dan Distribusi Daftar Nominasi Tetap (DNT) yang harus dilakukan paling lambat mulai tanggal 31 Januari 2017.

Itu artinya tahap pencetakan dan pendistribusian DNT hanya tinggal beberapa hari mendatang, karena akan berakhir pada hari Selasa.

Usahakan sebisa mungkin DNT harus segera anda cetak, karena prosesnya membutuhkan waktu yang agak lama. Jika dilakukan mendadak dalam satu hari bisa saja pada tanggal terakhir ketetapan DNT belum rampung dicetak atau didistribusikan.

Demikian informasi yang bisa saya sampaikan mengenai Tanggal-tanggal Penting Terkait Pelaksanaan UN 2017 pada kesempatan kali ini.

Peserta UN Tahun 2017


Dalam Pelaksanaan Ujian Nasional (UN), peserta ujian merupakan faktor yang sangat penting. Sebab pada dasarnya UN dilaksanakan untuk mereka.

Perlu anda ketahui bahwa setiap peserta didik yang berada di kelas terakhir di sebuah satuan pendidikan tidak bisa secara otomatis bisa menjadi Peserta UN Tahun 2017.

Setiap peserta didik yang akan menjadi peserta UN harus memenuhi syarat dan mekanismen yang telah ditentukan dalam Prosedur Operasional Standar UN Tahun 2017.

Supaya lebih jelasnya, berikut ini kami sajikan informasi mengenai Peserta UN Tahun 2017

Peserta UN Tahun 2017


A. Syarat Peserta UN Tahun 2017


1. Syarat umum peserta UN 2017


a. Peserta didik sudah/pernah berada pada tahun terakhir di suatu jenjang pendidikan pada satuan pendidikan tertentu.

b. Peserta didik mempunyai laporan lengkap mengenai penilaian hasil belajar di suatu jenjang pendidikan pada satuan pendidikan tertentu yang dimulai dari semester I pada tahun pertama sampai dengan semester pertama di tahun terakhir.

c. Peserta didik mempunyai laporan lengkap mengenai penilaian hasil belajar di jenjang Pendidikan Kesetaraan.

2. Syarat peserta UN dari Pendidikan Formal Tahun 2017


a. Peserta didik terkait telah terdaftar pada jenjang pendidikan SMP, MTs, SMPTK, SMA, MA, SMAK, SMTK, SMK MAK, dan SPK. (itu adalah jenjang pendidikan yang ada di Indonesia)

b. Bagi Peserta didik SMK atau MAK khusus Program 4 tahun yang sudah merampungkan proses pembelajaran selama 3  tahun.

c. Peserta didik yang telah mempunyai ijazah atau surat keterangan lain yang setara dengan ijazah tersebut, atau mempunyai penghargaan sama dengan ijazah dari suatu satuan pendidikan yang setingkat lebih rendah dengannya. Penerbitan ijazah yang dimaksud tersebut sekurang-kurangnya adalah 3 tahun sebelum mengikuti Ujian Sekolah (US), atau sekurang-kurangnya adalah 2 tahun bagi peserta program Sistem Kredit Semester (SKS).

d. Bagi Peserta UN yang berasal dari program SKS harus dari satuan pendidikan yang mempunyai akreditasi A dan telah mempunyai izin penyelenggaraan program SKS.

e. Bai Peserta didik Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada pada Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) harus mengikuti UN untuk semua mapel yang diujikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dan berlaku pada pendidikan formal.

f. Bagi Peserta didik yang sedang belajar di SPK di Indonesia bisa mendaftar dan mengikuti UN di satuan pendidikannya atau satuan pendidikan pelaksana UN yang sudah terakreditasi A dan ditetapkan oleh Dinas Pendidikan terkait sesuai dengan kewenangannya masing-masing.

g. Bagi Warga negara Indonesia yang sedang belajar di sekolah asing di luar negeri bisa mengikuti proses UN, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) dan/atau instansi tertentu yang berwenang di Kementerian Agama (Kemenag).

Bai Peserta UN yang dikarena sebab tertentu dan disertai dengan bukti yang sah tidak bisa mengikuti proses UN di satuan pendidikannya, bisa mengikuti UN di sekolah atau madrasah lainnya di jenjang dan jenis pendidikan yang sama dengan sekolah peserta didik tersebut.

Apabila Peserta UN yang dikarenakan sebab tertentu dan disertai dengan bukti yang sah tidak bisa mengikuti proses UN maka bisa mengikuti UN susulan.

3. Syarat peserta UN untuk Pendidikan Kesetaraan Tahun 2017


a. Peserta didik telah terdaftar pada jenjang PKBM, SKB, Pondok Pesantren yang menyelenggarakan program Wustha atau kelompok belajar yang sejenis dengan pendidikan tersebut dan sudah memiliki izin.

b. Peserta didik sudah mengikuti dan menjalani proses pembelajaran untuk mencapai standar kompetensi di setiap Mapel sesuai dengan Satuan Kredit Kompetensi (SKK) yang sudah ditetapkan di dalam bentuk tatap muka, tutorial dan pembelajaran secara mandiri.

c. Mempunyai laporan lengkap mengenai penilaian hasil belajar pada setiap derajat kompetensi di setiap jenjang pendidikan kesetaraan.

d. Peserta didik yang berasal dari Program Paket B atau Wustha dan Program Paket C wajib mempunyai ijazah yang berasal dari satuan pendidikan yang setingkat lebih rendah dengan minimum usia ijazah tersebut adalah 3 tahun.

Peserta didik yang berasal dari kelompok belajar lainnya bisa mendaftar di PKBM, SKB, dan Pondok Pesantren yang mempunyai izin dari instansi atau pihak yang berwenang.

4. Syarat peserta UN untuk Pendidikan Informal (Sekolah Rumah) Tahun 2017


a. Peserta didik telah terdaftar pada sekolah rumah yang mempunyai izin dari Dinas Pendidikan yang berwenang.

b. Peserta didik telah mempunyai laporan hasil belajar lengkap dari pendidik.

c. Peserta didik sudah terdaftar untuk mengikuti dan menjalani ujian akhir satuan pendidikan di satuan pendidikan formal atau nonformal pada jenjang tertentu yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan sesuai dengan kewenangannya masing-masing.

Peserta melakukan pendaftaran pada satuan pendidikan formal atau satuan pendidikan nonformal di jenjang pendidikan tertentu yang akan ditetapkan oleh Panitia UN Tingkat Kabupaten atau Kota untuk mengikuti proses UN.

5. Syarat peserta UN untuk Pendidikan Kesetaraan di Luar Negeri Tahun 2017


a. Peserta didik telah terdaftar di satuan pendidikan kesetaraan yang sudah memperoleh izin dan mempunyai laporan kegiatan tutorial yang berasal dari lembaga pendidikan nonformal.

b. Peserta didik sudah menjalani proses pembelajaran untuk mencapai standar kompetensi tertentu pada masing-masing mapel sesuai dengan Satuan Kredit Kompetensi (SKK) yang sudah ditetapkan dalam bentuk tatap muka, tutorial dan pembelajaran secara mandiri.

c. Peserta didik yang berasal dari Program Paket B atau Wustha dan Program Paket C wajib mempunyai ijazah yang berasal dari satuan pendidikan yang setingkat lebih rendah dengan dengan jenjang pendidikan tersebut minimum usia ijazah adalah 3 tahun.

d. Peserta didik mempunyai bukti tentang kegiatan pembelajaran dan laporan lengkap mengenai penilaian hasil belajar yang telah dicap dan ditandatangani pimpinan lembaga penyelenggara pendidikan nonformal dan kemudian diserahkan ketika akan melakukan pendaftaran menjadi peserta UN Pendidikan Kesetaraan kepada Atase Pendidikan atau Konsulat Jenderal supaya kemudian diteruskan kepada Panitia UN Tingkat Pusat.

Apabila tidak berada dalam pembinaan Atase Pendidikan atau Konsulat Jenderal maka bukti kegiatan pembelajaran dan laporan mengenai lengkap penilaian hasil belajar yang sudah dicap dan ditandatangani pimpinan lembaga penyelenggara pendidikan nonformal harus diserahkan ketika melakukan pendaftaran menjadi peserta UN Pendidikan Kesetaraan ke Panitia UN Tingkat Pusat dan diverifikasi dari Direktorat terkait yang berwenang.

6. Syarat dan pendaftaran peserta UN untuk peserta didik yang belum memenuhi kriteria pencapaian kompetensi lulusan yang ditetapkan Tahun 2017


a. Sudah Terdaftar sebagai peserta UN pada tahun pelajaran 2015/2016 di jenjang pendidikan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat.

b. Belum memenuhi standar kriteria pencapaian kompetensi lulusan yang telah ditetapkan.

Peserta UN pada tahun pelajaran 2015/2016 atau jenjang SMA/MA/SMK/MAK atau sederajat yang hendak mengikuti UNBK di tahun pelajaran 2016/2017 wajib melakukan pendaftaran dirinya sendiri dan menentukan mata ujian yang akan diikuti olehnya nanti melalui satuan pendidikan asal peserta didik tersebut.

Apabila satuan pendidikan asal peserta didik tersebut tidak melaksanakan UNBK maka UN bisa dilakukan pada satuan pendidikan lain yang akan melakukan UNBK.

UNBK untuk peserta yang akan memperbaiki nilai UN pada Tahun Pelajaran 2015/2016 dilaksanakan berdasarkan jadwal UN Susulan di jenjang dan jenis pendidikan yang sama peserta didik.

B. Pendaftaran Peserta Ujian Nasional Tahun 2017


1. Pendidikan Formal


a. Sekolah atau Madrasah yang melaksanakan UN melakukan pendataan terhadap calon peserta.

b. Sekolah atau Madrasah pelaksana UN mengirim data calon peserta UN ke pangkalan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud dan mengirimkan tembusannya kepada Panitia UN di Tingkat Provinsi/Kabupaten/ Kota setempat sesuai dengan kewenangannya masing-masing.

c. Panitia Tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota setempat sesuai dengan kewenangannya masing-masing melaksanakan verifikasi terhadap calon data peserta UN agar ditetapkan menjadi Daftar Nominasi Sementara atau DNS dan selanjutnya mengirimkannya kepada satuan pendidikan.

d. Satuan pendidikan harus melaksanakan verifikasi DNS dan mengirimkan hasil verifikasi tersebut ke Panitia UN di Tingkat Provinsi/ Kabupaten/Kota setempat sesuai dengan kewenangannya masing-masing.

e. Panitia UN di Tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota setempat sesuai dengan kewenangannya masing-masing harus melakukan beberapa hal berikut:

1) pemutakhiran data peserta

2) pencetakan terhadap daftar nominasi tetap (DNT) peserta

3) pengiriman DNT peserta UN tersebut kepada satuan pendidikan

f. Data peserta SILN selanjutnya harus dikirim kepa Panitia UN di Tingkat Pusat.

g. Kepala sekolah atau madrasah yang melaksanakab UN harus menerbitkan, menandatangani, dan membubuhkan stempel sekolah atau madrasah di kartu peserta UN yang sudah ditempel foto peserta ujian terkait.

2. Bagi Pendidikan Kesetaraan di Dalam Negeri


a. Bagi Penyelenggara Program Paket B atau Wustha dan Program Paket C harus mendata dan mendaftarkan para peserta didik yang sudah memenuhi persyaratan ke pangkalan Dapodik Kemdikbud. Selanjutnya mengirimkan tembusan data tersebut kepada Panitia UN di Tingkat Kabupaten/Kota setempat, Cq. Unit pelaksana UN bagi Pendidikan Kesetaraan.

b. Bagi Penyelenggara Program Paket B atau Wustha dan Program Paket C di Pondok Pesantren harus mendaftarkan peserta didik yang sudah memenuhi persyaratan kepada  Kantor Kementerian Agama yang berada di Kabupaten/Kota setempat. Kemudian Kantor Kemenag Kabupaten/Kota  setempat melakukan entri dan verifikasi terhadap data calon peserta UN dengan menggunakan aplikasi yang sudah dibuat oleh Puspendik dan menyerahkannya kepada  Panitia UN di Tingkat Kabupaten/Kota masing-masing.

c. Unit pelaksana UN khusus untuk Pendidikan Kesetaraan harus melakukan verifikasi terhadap berkas pendaftaran dan menyusun Daftar Calon Peserta UN.

d. Unit pelaksana UN khusus untuk Pendidikan Kesetaraan harus mengirimkan Daftar Calon Peserta UN kepada Panitia di UN Tingkat Kabupaten/Kota setempat.

e. Panitia UN di Tingkat Kabupaten atau Kota setempat melakukan entri terhadap data calon peserta UN dengan menggunakan aplikasi yang telah dibuat oleh Puspendik.

f. Panitia UN di Tingkat Kabupaten atau Kota mencetak dan mendistribusikan Daftar Nominasi Sementara (DNS) peserta UN kepada Unit pelaksana dan Kantor Kemenag di Kabupaten/Kota setempat.

g. Unit Pelaksana UN khusus untuk Pendidikan Kesetaraan dan Kantor Kemenag di Kabupaten/Kota setempat melakukan verifikasi terhadap DNS dan mengirimkan hasil verifikasi tersebut kepada Panitia UN di Tingkat Kabupaten/Kota.

h. Panitia UN di Tingkat Kabupaten/Kota melakukan rekapitulasi dan mengirimkan DNS dalam bentuk dokumen elektronik. Kemudian mencetaknya kepada Panitia UN di Tingkat Provinsi masing-masing.

i. Panitia UN di Tingkat Provinsi harus mengumpulkan, menggabungkan, menyusun daftar peserta dan merekapitulasi data calon peserta UN.

j. Panitia UN di Tingkat Provinsi harus menetapkan dan mendistribusikan Daftar Nominasi Tetap (DNT) peserta UN kepada Panitia UN di Tingkat Kabupaten/Kota masing-masing.

k. Panitia UN di Tingkat Kabupaten/Kota masing-masing mendistribusikan DNT Pserta UN kepada Unit pelaksana UN Pendidikan Kesetaraan dan Kantor Kemenag di setiap Kabupaten/Kota.

l. Panitia UN di Tingkat Provinsi mengirimkan daya soft copy DNT peserta UN kepada Panitia UN di Tingkat Pusat.

m. DNT peserta UN yang sudah ditetapkan dan dikirim kepaa Panitia UN di Tingkat Pusat sudah tidak bisa diubah kembali.

3. Bagi Pendidikan Kesetaraan di Luar Negeri


a. Pelaksana Program Paket B, dan Program Paket C harus mendaftarkan peserta didiknya yang telah memenuhi persyaratan dalam bentuk DNS peserta UN dan mengirimkan DNS tersebut kepada Atase Pendidikan atau Konsulat Jenderal di Kantor Perwakilan RI setempat.

b. Atase Pendidikan atau Konsulat Jenderal pada Kantor Perwakilan RI tersebut harus melakukan verifikasi terhadap DNS peserta yang telah diajukan oleh penyelenggara Program Pendidikan Kesetaraan yang kemudian harus diteruskan kepada Panitia UN di tingkat Pusat.

c. Pelaksana UN pada Program Paket B, dan Program Paket C yang berada di luar negeri yang tidak berada dalam pembinaan Atase Pendidikan atau Konsulat Jenderal pada Kantor Perwakilan RI harus  menyusun dan mengajukan DNS peserta secara langsung kepada Panitia UN di Tingkat Pusat dalam hal ini adalah Puspendik, Kemdikbud RI yang berada di Jakarta.

d. Panitia UN di Tingkat Pusat akan melakukan verifikasi terhadap DNS dan kemudian menetapkannya menjadi DNT peserta UN.

e. Panitia UN di Tingkat Pusat akan mendistribusikan DNT peserta UN ke Pelaksana UN Pendidikan Kesetaraan yang berada di luar negeri melalui Atase Pendidikan atau Konsulat Jenderal pada Kantor Perwakilan RI masing-masing. Apabila Pelaksana UN pada Pendidikan Kesetaraan yang berada di luar negeri tidak berasal dalam pembinaan dari Atase Pendidikan/Konsulat Jenderal di Kantor Perwakilan RI maka Panitia UN di Tingkat Pusat akan mendistribusikan DNT peserta UN secara langsung kepada  Pelaksana UN Pendidikan Kesetaraan yang berada di luar negeri atau melalui Direktorat yang terkait.

f. Panitia UN di Tingkat Pusat akan menyimpan softcopy DNT peserta UN.

4. Bagi Pendidikan Informal (Sekolah Rumah)


a. Penyelenggara sekolah rumah harus melakukan pendataan terhadap calon peserta yang telah memenuhi persyaratan ujian.

b. Penyelenggara sekolah rumah harus mendaftarkan calon peserta kepada satuan pendidikan formal atau satuan pendidikan kesetaraan yang akan melaksanakan UN yang sudah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan sesuai dengan kewenangannya masing-masing.

c. Bagi Satuan pendidikan formal atau satuan pendidikan kesetaraan harus memproses pendaftaran berdasarkan dengan prosedur pendaftaran peserta ujian yang telah ditetapkan dalam POS UN Tahun 2017, kemudian ditetapkan oleh dinas pendidikan tekait sesuai kewenangannya masing-masing.

Demikian Informasi mengenai Peserta UN Tahun 2017 yang bisa saya sampaikan.


Jumlah Soal dan Alokasi Waktu UN Tahun 2017


Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun 2017 akan dimulai pada bulan April mendatang. Itu artinya hanya tersisa beberapa bulan saja bagi sekolah dan peserta didik untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi UN.

Salah satu terobosan baru dalam UN kali ini adalah, pelaksanaannya yang diperioritaskan menggunakan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer. Tentu anda semua saya rasa sudah mengetahui kabar ini.

Salah satu hal penting dalam pelaksanaan UN adalah mengenai soal. Maka dari itu pada kesempatan kali ini saya akan menyeampaikan pembahasan mengenai Jumlah Soal dan Alokasi Waktu UN Tahun 2017.

Perlu diketahui bahwa bahan UN yang berupa naskah soal dan master, compact disk (CD) listening comprehension (LC) biasanya digunakan untuk mapel bahasa inggris adalah sebuah dokumen negara yang bersifat rahasia.

Naskah soal dan CD ujian nasional yang sudah dipergunakan maka disimpan di satuan pendidikan dan dimusnahkan ketika 1 bulan sesudah pengumuman hasil UN.

Adapun Pemusnahan naskah soal dan CD UN bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu:

a. Dibakar atau dimusnahkan dengan menggunakan alat penghancur khusus  untuk dokumen dan CD

b. Pemusnahan yang dilakukan oleh Satuan Pendidikan harus disaksikan oleh Panitia UN pada tingkat satuan pendidikan.

Bagi setiap Satuan pendidikan harus menjamin keamanan dan kerahasiaan naskah soal Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) selama masa penyimpanan berlangsung.

Apabila dalam bahan UN terdapat kekeliruan yang bisa berpotensi menimbulkan masalah maka  Panitia UN pada Tingkat Pusat bisa melakukan perbaikan sesudah melakukan koordinasi dengan BSNP.

Jumlah Soal dan Alokasi Waktu UN Tahun 2017

Jumlah Soal dan Alokasi Waktu UN Tahun 2017


Jumlah Soal dan Alokasi Waktu UN Tahun 2017 di masing-masing satuan pendidikan dan pilihan program keahlian/jurusan siswa berbeda-beda. Untuk lebih detilnya perhatikan info berikut ini.

Jenjang SMA/MA pada Program IPA untuk Peminatan Matematika dan IPA


1. Mapel Bahasa Indonesia, Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

2. Mapel Bahasa Inggris, Jumlah Butir Soal 50,  Alokasi Waktu 120 Menit (Khusus untuk mapel Bahasa Inggris, terdiri dari 15 soal listening comprehension atau 15 soal jenis reading untuk penyandang tuna rungu dan 35 soal pilihan ganda)

3. Mapel Matematika, Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit

4. Satu Mapel pilihan (Fisika Kimia, atau Biologi),  Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit

Jenjang SMA/MA pada Program IPS untukPeminatan IPS


1. Mapel Bahasa Indonesia, Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

2. Mapel Bahasa Inggris, Jumlah Butir Soal 50,  Alokasi Waktu 120 Menit (Khusus untuk mapel Bahasa Inggris, terdiri dari 15 soal listening comprehension atau 15 soal jenis reading untuk penyandang tuna rungu dan 35 soal pilihan ganda)

3. Mapel Matematika, Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit

4. Satu Mapel pilihan (Ekonomi, Sosiologi atau Geografi),  Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit

Jenjang SMA/MA pada Program Bahasa untuk Bahasa dan Budaya


1. Mapel Bahasa Indonesia, Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

2. Mapel Bahasa Inggris, Jumlah Butir Soal 50,  Alokasi Waktu 120 Menit (Khusus untuk mapel Bahasa Inggris, terdiri dari 15 soal listening comprehension atau 15 soal jenis reading untuk penyandang tuna rungu dan 35 soal pilihan ganda)

3. Mapel Matematika, Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit

4. Satu Mapel pilihan, meliputi:
  • Sastra Indonesia Kurikulum 2006 Bahasa, Bahasa dan Sastra Indonesia K13 Jumlah Soal 40 Alokasi Waktu 120 Menit
  • Antropologi Jumlah Soal 50 alokasi waktu 120 menit
  • Bahasa Asing (Bahasa Arab, Jepang, Jerman, Mandarin atau Perancis) Jumlah Soal 50 Alokasi Waktu 120 Menit

Jenjang SMA pada SPK


1. Mapel Bahasa Indonesia, Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

2. Mapel Bahasa Inggris, Jumlah Butir Soal 50,  Alokasi Waktu 120 Menit (Khusus untuk mapel Bahasa Inggris, terdiri dari 15 soal listening comprehension atau 15 soal jenis reading untuk penyandang tuna rungu dan 35 soal pilihan ganda)

3. Mapel Matematika, Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit

4. Satu Mata Ujian pilihan yang sesuai dengan peminatan peserta didik   Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit

Jenjang MA Program Keagamaan


1. Mapel Bahasa Indonesia, Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

2. Mapel Bahasa Inggris, Jumlah Butir Soal 50,  Alokasi Waktu 120 Menit (Khusus untuk mapel Bahasa Inggris, terdiri dari 15 soal listening comprehension atau 15 soal jenis reading untuk penyandang tuna rungu dan 35 soal pilihan ganda)

3. Mapel Matematika, Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit

4. Satu Mata Ujian pilihan (Tafsir, Hadis atau Fiqih)  Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

Jenjang SMAK


1. Mapel Bahasa Indonesia, Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

2. Mapel Bahasa Inggris, Jumlah Butir Soal 50,  Alokasi Waktu 120 Menit (Khusus untuk mapel Bahasa Inggris, terdiri dari 15 soal listening comprehension atau 15 soal jenis reading untuk penyandang tuna rungu dan 35 soal pilihan ganda)

3. Mapel Matematika, Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit

4. Satu Mata Ujian pilihan (Kitab Suci, Doktrin Gereja Katolik dan Moral Kristiani atau Liturgi)  Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

Jenjang SMTK


1. Mapel Bahasa Indonesia, Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

2. Mapel Bahasa Inggris, Jumlah Butir Soal 50,  Alokasi Waktu 120 Menit (Khusus untuk mapel Bahasa Inggris, terdiri dari 15 soal listening comprehension atau 15 soal jenis reading untuk penyandang tuna rungu dan 35 soal pilihan ganda)

3. Mapel Matematika, Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit

4. Satu Mata Ujian pilihan (Ilmu Pengetahuan Al Kitab, Etika Kristen atau Sejarah Gereja)  Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

Jenjang SMK/MAK


1. Mapel Bahasa Indonesia, Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

2. Mapel Matematika, terdiri atas 3 kelompok yaitu

  • Kelompok Teknologi, Kesehatan, dan Pertanian
  • Kelompok Pariwisata, Seni dan Kerajinan, Teknologi Kerumahtanggaan, Pekerjaan Sosial, dan Administrasi Perkantoran
  • Program Keahlian Akuntansi dan Penjualan

Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit

3. Mapel Bahasa Inggris, Jumlah Butir Soal 50,  Alokasi Waktu 120 Menit (Khusus untuk mapel Bahasa Inggris, terdiri dari 15 soal listening comprehension atau 15 soal jenis reading untuk penyandang tuna rungu dan 35 soal pilihan ganda)

4. Teori Kejuruan  Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit

Jenjang Program Paket C jurusan IPS


1. Mapel PKn, Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

2. Mapel Bahasa Indonesia, Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

3. Mapel Matematika, Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit.

4. Mapel Bahasa Inggris, Jumlah Butir Soal 50,  Alokasi Waktu 120 Menit

5. Mapel Ekonomi Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit

6. Mapel Geografi, Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

7. Mapel Sosiologi, Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

Jenjang Program Paket C jurusan IPA


1. Mapel PKn, Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

2. Mapel Bahasa Indonesia, Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

3. Mapel Matematika, Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit.

4. Mapel Bahasa Inggris, Jumlah Butir Soal 50,  Alokasi Waktu 120 Menit

5. Mapel Fisika Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit

6. Mapel Kimia, Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit

7. Mapel Bioogi, Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit

Jumlah Soal dan Alokasi Waktu UN Tahun 2017

Jenjang SMP, MTs, SMPTK dan SMPLB


1. Mapel Bahasa Indonesia, Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

2. Mapel Matematika, Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit.

3. Mapel Bahasa Inggris, Jumlah Butir Soal 50,  Alokasi Waktu 120 Menit

4. Mapel Ilmu Pengetahuan Alam Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit

Jenjang SMP dan SPK


1. Mapel Bahasa Indonesia, Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

2. Mapel Matematika, Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit.

3. Mapel Bahasa Inggris, Jumlah Butir Soal 50,  Alokasi Waktu 120 Menit

4. Mapel Ilmu Pengetahuan Alam Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit

Jenjang Paket B atau Wustha


1. Mapel PKn, Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

2. Mapel Bahasa Indonesia, Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

3. Mapel Matematika, Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit.

4. Mapel Ilmu Pengetahuan Alam Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit

5. Mapel Ilmu Pengetahuan Sosial, Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

6. Mapel Bahasa Inggris, Jumlah Butir Soal 50,  Alokasi Waktu 120 Menit

Jenjang SMALB Khusus Bagi Tunanetra (A), Tunadaksa (D) dan Tunalaras (E)


1. Mapel Bahasa Indonesia, Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

2. Mapel Bahasa Inggris (terdiri atas 14 butir soal listening comprehension dan 35 butir soal pilihan ganda), Jumlah Butir Soal 50,  Alokasi Waktu 120 Menit

3. Mapel Matematika, Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit.

Jenjang SMALB Khusus Bagi Tunarungu (B)


1. Mapel Bahasa Indonesia, Jumlah Butir Soal 50, Alokasi Waktu 120 Menit

2. Mapel Bahasa Inggris, Jumlah Butir Soal 50,  Alokasi Waktu 120 Menit

3. Mapel Matematika, Jumlah Butir Soal 40, Alokasi Waktu 120 Menit.

Demikian informasi mengenai Jumlah Soal dan Alokasi Waktu UN Tahun 2017 yang bisa saya sampaiakan pada kesempatan kali ini.


Pendaftaran Peserta UN Tahun 2017


Sobat Dikbud, pada tanggal 11 Januari 2017 lalu Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan sebuah surat tentang Pendaftaran Peserta Ujian Nasional 2017.

Tentu bagi anda yang bertugas sebagai admin UN di sekolah sudah sangat faham jika saat ini sedang ramai-ramainya pembahasan mengenai ujian nasional

Hal ini sangat wajar sekali mengingat pelaksanaan UN dalam waktu beberapa bulan lagi akan segera dilaksakan.

Pendaftaran Peserta UN Tahun 2017

Surat  ini ditujukan untuk menindaklanjuti hasil rapat koordinasi UN yang digelar pada 22 Desember 2016 lalu. Tentu saja, sekolah sebagai pelaksana UN harus merespon dan memahami isi surat dari Balitbang ini, karena berkaitan dengan hal penting yaitu pendaftaran peserta UN.

Surat bernomor 0204/H/EP/2017 tersebut ditujukan kepada beberapa pihak, yaitu:

1. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Seluruh Indonesia

2. Kepala Kantor Wilayah Provinsi Kementerian Agama Seluruh Indonesia

3. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia

4. Kepala Kantor Kabupaten/Kota Kementerian Agama Seluruh Indonesia

Isi Surat tentang Pendaftaran Peserta UN Tahun 2017


Adapun isi surat mengenai Pendaftaran Peserta UN Tahun 2017, kurang lebihnya adalah sebagai berikut:

1. Meminta kepada semua dinas pendidikan dan kantor wilayah kementerian agama agar segera memberitahukan kepada sekolah/madrasah agar segera melakukan pembaruan terhadap data peserta didik terutama yang berada di kelas akhir mulai dari SMP/MTs sederajat dan SMA/MA/SMK sederajat yang nantinya akan mengikuti Ujian Nasional di tahun 2017.

2. Khusus bagi jenjang pendidikan SMA/MA, setiap peserta didik diminta memilih salah satu mata pelajaran (mapel) yang akan mereka tempuh sesuai degan peminatan/jurusan peserta didik, selain mapel wajib yang diujikan dalam UN (Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris).

Adapun Mata Pelajaran peminatan/jurusan yang bisa dipilih oleh peserta didik jenjang SMA/MA tersebut adalah sebagai berikut:
  • Pemintan/jurusan IPA bisa memilih Mapel Fisika, Kimia atau Biologi
  • Peminatan/jurusan IPS bisa memilih Mapel Geografi, Sosiologi atau Ekonomi
  • Peminatan/jurusan Bahasa bisa memilih Mapel Antropologi, Sastra Indonesia atau Bahasa Asing (Jepang, Mandarin, Arab, Perancis atau Jerman)
3. Usai semua data diperbarui diharapkan data tersebut segera diunggah ke laman biounsmp.kemdikbud.go.id dan biounsma.kemdikbud.go.id. proses pengunggahan dilakukan paling lambat dilakukan pada tanggal 25 Januari 2017.

Apabila sobat ingin membaca surat lengkapnya, silahkan lihat pada gambar di atas. Atau anda juga bisa mengunduhnya sendiri di website kemendikbud.

Surat ini ditanda tangani oleh Totok Suprayitno, beliau adalah Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Tembusan Surat Pendaftaran Peserta UN Tahun 2017


Adapun tembusan surat mengenai Pendaftaran Peserta UN Tahun 2017 ditujukan kepada beberapa pihak berikut ini:

1. Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama

2. Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

3. Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

4. Kepala Pusat Peniaian Pedidikan Balitabang Kemendikbud.

Membaca isi surat tentang Pendaftaran Peserta UN Tahun 2017 di atas, tentu harus segera direspon dengan baik terutama bagi jenjang pendidikan SMA/MA.

Sebab pada jenjang SMA/MA terdapat aturan baru yaitu pemilihan satu mata pelajaran yang sesuai dengan jurusan/peminatan peserta didik.

Ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana mereka hanya mengerjakan mata pelajaran wajib UN saja yang meliputi Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Alangkah baiknya, bagi peserta didik jenjang SMA/MA agar diminta untuk segera memilih mata pelajaran yang mereka tempuh tersebut.

Hal ini penting dilakukan supaya persiapan menyambut UN bisa dilakukan sejak dini mungkin. Sehingga hasil ujian nasional peserta didik bisa dinyatakan lulus dengan nilai yang memuaskan.

Bagi anda yang belum tahu informasi terbaru mengenai ujian nasional bahwa pelaksanaan UN tahun ajaran 2016/2017 diprioritaskan dengan menggunakan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer atau yang biasa disebut UNBK.

Kewajiban pelaksanaan UNBK ini diperuntukkan bagi jenjang sekolah SMP sederajat dan SMA/SMK sederajat kecuali Sekolah Luar Biasa (SLB).

Nantinya bagi sekolah yang sudah memiliki minimal 20 unit komputer dan satu unit server bisa melakukan UNBK secara mandiri.

Lalu bagaimana dengan sekolah yang belum mempunyai sarana untuk UNBK? Mereka nantinya akan melangsungkan ujian di sekolah yang telah menjalankan UNBK (Gabung dengan sekolah terdekat).

Untuk tempat penggabungan sekolah dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer ini akan ditentukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Dinas Pendidikan Provinsi masing-masing.

Selain pelaksanaan UNBK serentak untuk jenjang sekolah SMP dan SMA sederajat, ada juga terobosan baru yaitu diadakannya Ujian Sekolah Berstandar Nasional.

Di mana nanti ada beberapa mata pelajaran yang diujikan kepada peserta didik sesuai dengan jenjang pendidikannya masing-masing.

Mengenai penjelasan lengkap USBN, anda bisa membaca artikel dengan judul Jadwal Lengkap UN dan USBN.

Demikian informasi mengenai Pendaftaran Peserta UN Tahun 2017 yang bisa saya sampaikan. semoga dapat membantu anda semuanya.


Panduan Pengisian Data Biodata UN Offline


Sobat Admin UN dan Operator Dapodik, seperti janji sebelumya, saya akan kembali membahas  tentang Panduan Pendataan Biodata UN Offline.

Kali ini saya akan mengulas tema khusus yaitu mengenai Panduan Pengisian Data Biodata UN Offline. Ini adalah salah satu tahap utama dalam pengisian Biodata UN.

Ada lima jenis data yang harus diisi dalam Biodata UN Offline, yaitu Data Provinsi, Kabupaten, Data Sekolah, Siswa dan Impor Data.

Semua jenis data tersebut harus diisi dengan baik dan benar sehingga tidak terjadi kesalahan dalam proses pendataan Biodata siswa tersebut.

Supaya pengisian data Biodata UN Offline benar, silahkan perhatikan penjelasan berikut ini:

Data Provinsi

  • Data Provinsi wajib diisi secara lengkap  sesuai dengan format yang disediakan
  • Klik Tombol Provinsi maka akan muncul sebuah keterangan dari provinsi yang anda pilih, Misalnya saja saya memiliki Daerah Istimewah Yogyakarta (DIY) maka seluruh hal yang berkaitan dengan dinas provinsi di DIY akan akan tampil

Data Kabupaten/Kota


Usai data provinsi selesai diisi silahkan klik Rayon/Kabupaten
  • Data untuk Kabupaten > isian berasal dari file rayon11_xxU.dbf yang merupakan hasil dari download.
  • Silahkan Cek terlebih dulu, kesesuaian data kabupaten dengan provinsi.  Data di Kabupaten harus cocok dengan data di propinsi

Data Sekolah 


Data sekolah berasal dari isian dari file sek11_xx01U.dbf hasil dari unduhan

(11 adalah  tahun 2011, xx adalah kode provinsi )

( U untuk SMA, K untuk SMK dan P untuk SMP )

Panduan Pengisian Data Biodata UN Offline

Setelah pendataan provinsi, kabupaten dan sekolah selesai dilakukan, itu artinya  proses pendataan peserta didik sudah dimulai.

Kemudian, silahkan pilih peserta didik sekolah yang diinginkan, caranya dengan klik pada sub menu yang tersedia. Selanjutnya entri data peserta didik bisa dimulai.

Selanjutnya langsung pilih Siswa sekolah yang dikendaki dan klik pada sub menu, entri data siswa dapat dimulai atau dilanjutkan.

Data sekolah tidak bisa diganti, diubah, atau diedit tanpa seijin atau sepengatahuan dari pengelola data di pusat (dari PUSPENDIK ).

Apabila terdapat perubahan data di sebuah sekolah atau beberapa sekolah maka Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota harus membuat laporan secara tertulis kepada Propinsi. Selanjutnya dari pihak propinsi akan melaporkan kepada Pengelola Data di pusat.

Sembari menunggu data sekolah di update atau ditambah oleh pihak PUSPENDIK proses entri data untuk masing-masing sekolah akan ditunda sampai dengan keluarnya data sekolah yang baru.

Data Siswa

Dalam melakukan entri data siswa dapat dilakukan dengan menggunakan dua cara, yaitu secara manual dan menggunakan nomor peserta

a. Entri Manual dengan Menggunakan Data Manual


Entri manual dengan menggunakan data manual dilakukan dengan cari mengentri data siswa per sekolah secara urut mulai Kelas parallel dari kode terkecil menuju ke kode parallel yang memiliki kode lebih besar.

Dari nomor absen paling kecil menuju ke nomor absen yang lebih besar ( pengisian dimulai dari kelas parallel 01 dulu , kemudian absen no 1, baru 02 dan seterusnya )

Apabila berganti dengan kelas parallel bisa diisikan secara langsung maka secara otomatis record di bawahnya akan mengikuti ( contohnya parallel diisi dengan 03 maka record yang berada di bawahnya akan terisi otomatis 03, sedangkan pada nomor absen akan dimulai lagi dengan nomor 02 dan seterusnya.)

Data yang diisi haruslah selengkap mungkin supaya nantinya bisa memberikan data informasi yang jelas, cepat dan akurat.

Secara otomatis data akan tersimpan ketika berganti record.

Catatan penting: Apabila komputer tiba-tiba mati ketika sedang entri data maka sebelum melanjutkan proses entri, usahakan terlebih dahulu cek data terakhir yang sedang diisi.

Sebab bisa saja data terakhir yang di entri tersebut belum tersimpan oleh sistem.

b. Entri dengan Menggunakan Nomor Peserta Pada SKHUN/SKHUASBN


Untuk mengentri dengan nomor SKHUN  yang harus anda siapkan adalah data Siswa pada jenjang pendidikan di bawahnya yaitu 3 tahun sebelumnya.

Pada Data siswa jenjang SMA/MA/SMK memerlukan biodata ketika mereka berada di SMP/MTs 3 tahun sebelumnya.

Sedangkan bagi mereka yang berada di jenjang SMP/MTs membutuhkan Biodata ketika berada di SD/MI 3 tahun sebelumnya.

Biodata jenjang SD dan SMP sudah tersedia di Server Pusat atau di Pengelola Data di tingkat Propinsi. Khsus bagi jenjang SMK data tabel Kompetensi harus sudah ada di Dataprg.

Caranya dengan Klik pada cek box di bagian kanan atas Input dengan menggunakan nomor SKHUASBN bagi peserta didik SMP/MTs/SMPT atau SKHUN bagi peserta didik jenjang SMA/ MA/SMK.

Nantinya akan tersedia format data untuk mengisi data nomor yang berada di 7 kolom dengan urutan :

Kode jenjang diisi dengan 1 digit

Kode tahun diisi dengan 2 digit

Kode Propinsi diisi dengan 2 digit

Kode Kota/Kab diisi dengan 2 digit

Kode Sekolah diisi dengan 3 digit

Kode siswa diisi dengan 3 digit

Kode Cek digit diisi dengan 1 digit

Jika nomor yang sudah dientri benar maka data akan bisa langsung mengisi record sekolah. Apabila selesai dan sesuai kemudian klik Simpan.

Cara tersebut harus dilakukan secara terus menerus sampai seluruh data siswa yang dikehendaki sudah terdata dengan benar.

Selanjutnya adalah dengan melengkapi data tersebut menggunakan data yang diperlukan, seperti Nomor Absen, Kelas Paralel, Nomor Induk, NISN, dan lain sebagainya.

Perlu diingat cara entri ini tidak berlaku terhadap peserta ujian lulusan pada Paket A, B atau Pontren. Apabila ada maka harus melakukan entri data secara manual.

Setiap kode peserta tidak akan bisa diisi sebab nantinya akan diisi secara online, paralel dan nomor absen wajib diisi karena akan digunakan sebagai kode peserta sementara.

Khusus bagi SMK akan ada pengisian kode program keahlian. Jika anda ingin melihat daftarnya dapat dilihat dengan menekan tombol F1 atau klik kiri dua kali pada mouse di  posisi kolom isian program keahlian.

Sedangkan bagi jenjang SMA masih harus ditambah lagi dengan kode Program Studi yang ada (IPS,IPA, Agama atau Bahasa).

Namun apabila nomor SKHUASBN atau SKHUN tidak bisa ditemukan atau salah ketika memasukkan maka muncul sebuah pesan bahwa nomor SKHUN tersebut tidak ditemukan.

Import Data


Untuk melakukan import data harus melalui tahap berikut ini.

  • Data Siswa yang berasal dari File Excel, fitur ini digunakan untuk melakukan import data siswa dari format excel atau extension xls dan di dalam versi 5.0/95’ menjadi sebuah Biodata yang baku. Adapun Format biodata Excel telah tersedia dalam program ini.

Cara Import data:

  1. Taruhlah file excel yang hendak di export ke dalam Folder Biodata
  2. Cari nama sekolah yang dikendaki dengan memilih Propinsi, Kabupaten dan Sekolah bersangkutan
  3. PilihlahSub Menu Export/Import

Apabila semua data sudah benar maka di dalam folder biodata akan tersimpan file dbf nya.

Catatan Penting,  Struktur data pada file yang berformat excel  haruslah sama dengan struktur data yang ada pada file hasil Buat Format Excel. Setelah selesai melakukan import data harap dicermati data tanggal lahir peserta.

b. Data Siswa dari Bioxxyyy.dbf


Fitur ini digunakan untuk melakukan strukturisasi ulang terhadap Biodata yang berasal dari hasil entri data dengan menggunakan BIOUN.EXE yang lama dan yang telah digunakan selama ini untuk melakukan pendataan hingga menjadi sebuah biodata yang baku.

Proses ini secara otomatis akan mengubah isi maupun nama file.

Catatan penting:

  1. Sebelum menggunakan proses ini lakukan backup data agar anda mempunyai data cadangan.
  2. Paralel dan Absen harus terisi, jangan sampai terjadi data ganda.  Adapun penamaan file Excel harus disesuaikan dengan aturan BIOtt-pprrsssj.XLS.
Demikian informasi mengenai Panduan Pengisian Data Biodata UN Offline semoga bisa membantu.


Panduan Pendataan Biodata UN Offline


Saat ini para operator Dapodik dan panitia pelaksana Ujian Nasional (UN) tahun 2017 sedang sibuk-sibuknya segala administrasi kelengkapannya. Salah satunya mengenai Biodata UN.

Menanggapi berbagai permasalahan dan hambatan yang dihadapi oleh operator dan panitia UN, saya di sini akan coba membantu dengan membahas tentang Panduan Pendataan Biodata UN Offline.

Fokus artikel yang saya buat kali ini adalah mengenai tahap persiapan dalam pengelolaan Biodata UN Offiline ini.

Untuk hal-hal lain terkait cara pengisian data, proses, cetak hingga utilitas akan saya bahas selanjutnya. Tujuan saya adalah agar poin-poin pembahasan mengenai pendataan Biodata UN Offline bisa dikupas secara mendalam dan tuntas. Sehingga tidak ada lagi masalah yang dihadapi oleh operator dapodik dan panitia UN.

Supaya anda mendapat penjelasan lengkap, silahkan perhatikan artikel dari saya berikut ini:

Panduan Pendataan Biodata UN Offline

Apa Itu Aplikasi Pendataan Biodata UN Offline?


Aplikasi Pendataan Biodata UN Offline adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk melakukan pendataan terhadap peserta didik yang akan menjadi calon peserta UN.

Aplikasi ini digunakan untuk menangani proses pendataan peserta didik yang akan menjadi  calon peserta Ujian Nasional. Mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs/SMPT, SMA/MA  dan SMK.

Di dalam Aplikasi Pendataan Biodata UN Offline operator dapodik atau petugasa pendataan UN sekolah harus memastikan bahwa semua data peserta didiknya sudah benar-benar valid.

Mulai dari nama lengkap, NISN, nomor peserta  ujian dan segala data pelengkap pelaksanaan UN. Kelengkapan data ini akan memengaruhi validitas data peserta UN yang nanti akan keluar.

Sejak sekarang dan seterusnya, mekanisme  sistem pendataan calon peserta ujian nasional di sebuah satuak akan dilaksanakan secara online.

Dengan menggunakan sistem online ini diharapkan proses pendataan tersebut bisa berjalan dengan lancar tanpa adanya suatu hambatan apapun.

Dikarenakan belum semua daerah di Indonesia bisa mengakses internet dengan baik dan lancar, maka dibuatlah Aplikasi Pendataan Biodata UN Offline.

Tujuan dibuatnya Aplikasi Pendataan Biodata UN Offline adalah sebagai upaya untuk memudahkan petugas pelaksana UN di tingkat sekolah dalam menginput data peserta UN.

Data tersebut nantinya bisa diinput secara offline terlebih dahulu (terutama bagi wilayah yang sulit mengakses jaringan internet). Ketika data yang diinput sudah lengkap dan valid baru kemudian diunggah ke server pusat.

Apakah Aplikasi Pendataan Biodata UN Offline Harus Diinstal?


Berbeda dengan aplikasi lainnya yang harus diinstal ke dalam komputer/laptop, Aplikasi Pendataan Biodata UN Offline tidak perlu diinstalasi. Pengguna hanya perlu menyalin beberapa folder yang berisikan file-file berikut ini:
  1. BIODATA UN. Exe
  2. msvsc71.dll 
  3. fp9renu.dll
  4. vfp9r.dll
  5. foxypreview.app
  6. vfp9t.dll
  7. ReportPreview.app
  8. ReportBuilder.app
  9. ReportOutput.app
  10. Kompetensi.dbf ( hanya untuk keperluan SMK )
Cukup banyak memang, hal ini sangat wajar mengingat pendataan UN itu mencakup seluruh data diri peserta didik di sebuah sekolah.

Syarat Penggunaan Aplikasi Pendataan Biodata UN Offline


Sebelum anda menggunakan Aplikasi Pendataan Biodata UN Offline, ada beberapa syarat yang harus dilengkapi terlebih dahulu. Persyaratan ini berkaitan dengan spesifikasi PC yang akan anda gunakan dalam mengelola Aplikasi Pendataan Biodata UN Offline.

Adapun Spesifikasi yang komputer/laptop yang bisa digunakan untuk mengelola Aplikasi Pendataan Biodata UN Offline adalah:
  • Komputer/Laptop yang digunakan memiliki memori yang memadai
  • Komputer/Laptop yang digunakan harus menggunakan minimal OS Windows XP atau bisa windows versi terbaru (harus diinstal lengkap
  • Hardisk atau media data harus cukup untuk menampung seluruh data.

Persiapan Sebelum Entri Data


Agar proses pendataan berjalan dengan lancar, sebelum melakukan entri data peserta UN anda harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Sudah mengunfuh file yang berasa dari data base pusat  dengan nama : rayon11_xxU.dbf dan sek11_xx01U.dbf ( xx di sini merupakan kode propinsi ) serta Kompetensi.dbf. Jangan pernah sekali-kali menggunakan File tersebut tidak boleh menggunakan file yang bukan dari data base pusat.  Untuk alamat websitenya nanti menyusul.

2. Buatlah folder yang akan digunakan untuk menjadi area kerja pendataan (Misalnya adalah  Data-UN11B ), maka Copykanlah file terseut ke dalam folder Data-UN11B, yang isinya antara lain :
  • BIODATA UN. Exe
  • msvsc71.dll
  • vfp9r.dll
  • vfp9renu.dll
  • vfp9t.dll
  • foxypreview.app
  • ReportBuilder.app
  • ReportOutput.app
  • ReportPreview.app
  • Kompetensi.dbf > Khusus bagi keperluan SMK saja, SMP dan SMA tidak perlu menggunakannya
3. Buatlah sebuah sub folder Dataprg di dalam folder Data-UN11B

4. Kemudian Copykan data file rayon11_xxU.dbf, sek11_xx01U.dbf serta Kompetensi.dbf yang berasal dari hasil download di Dataprg.

Adapun Struktur Folder baku yang digunakan untuk melakukan pendataan Peserta Ujian Nasional

- letak/Drive dapat di mana saja seperti Drive C, D, E atau yang lainnya
- Foldernya bernama \ Data-UN11A\04-01\Biodata
                                                   \04-02\Biodata
                                                    \Dataprg

5. Telah tersedia data-data  awal yang nantinya akan digunakan sebagai dasar rujukan kebenaran (validitas) data. Urutkanlah data manual tersebut mulai dari kelas paralel yang paling terkecil.

Cara Login Aplikasi Pendataan Biodata UN Offline

Setelah semua syarat dan persiapan sebelum mengoperasikan Aplikasi Pendataan Biodata UN Offline dipenuhi, selanjutnya adalah melakukan Login aplikasi. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai beriktu:

  • Klik Dua Kali File BIODATA UN.Exe

Supaya dapat menjalankan aplikasi Aplikasi Pendataan Biodata UN Offline, anda cukup klik dua kali pada file BIODATA UN.Exe  yang tersdia.

  • Masuk Laman Login

Setelah itu akan tampil sebuah kotak untuk login yang berisikan User ID dan Password. Masukkan data User ID dan Password anda masing-masing. Jangan lupa pilih jenjang sekolah yang berada di bawahnya.

  • Klik Tombol Login

Sesudah anda memasukkan data User ID dan Password yang valid, silahkan Klik Tombol Login. Jika anda berhasil, maka akan tampil sebuah halaman seperti gambar di atas.

Dalam laman utama Aplikasi Pendataan Biodata UN Offline akan terdapat berbagai menu. Seperti Isi Data, Cetak, Proses Kelua, dan Utilitas,.

Di dalam menu-menu utama tersebut nanti masih ada beberapa sub menu-sub menu lainnya untuk pengoperasian aplikasi.

Penutup

Seperti yang telah saya ungkapkan di atas, artikel ini baru berisi Panduan Pendataan Biodata UN Offline pada tahap persiapan. Untuk kelanjutannya, saya akan mengupasnya secepatnya. Silahkan anda penuhi semua persiapan tersebut agar proses pendataan berjalan lancar.

Surat Edaran Mendikbud tentang Pelaksanaan UN Tahun 2017


Surat Edaran Mendikbud tentang Pelaksanaan UN Tahun 2017. Berkaitan dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tahun 2016/2017, Kementerian Pendidikan telah mengeluarkan sebuah Surat Edaran.

Surat Edaran dengan nomor 1 Tahun 2017 itu berisi tentang Pelaksanaan UN Tahun 2017 ini. Tentu saja, anda sekalian sudah mengetahui bahwa UN pada tahun ini berbeda dengan sebelumnya.

Ujian Nasional Tahun 2017 terutama bagi tingkat SMP/MTs, SMK, SMA/MA tidak lagi dilakukan secara manual dengan menggunakan media kertas dan pensil. Melainkan sudah berbasik komputer, atau yang disebut dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer.

Memang benar, UNBK bukan dilaksanakan kali ini saja. Sebelumnya sistem UN tersebut juga sudah pernah diberlakukan.

Bedanya, UNBK pada tahun-tahun lalu hanya dilaksanakan oleh sekolah-sekolah yang sudah siap (terutama dalam hal sarana dan prasarana). Namun pada tahun 2017, semua sekolah WAJIB mengikuti UNBK.

Lalu bagaimana dengan sekolah  yang belum siap? Mereka harus tetap menjalankan UNBK dengan cara gabung dengan sekolah lain yang sudah siap.

Selain kewajiban melaksanaan UNBK , dalam UN tahun 2017 juga ada ujian tambahan yang dinamakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Dalam ujian ini, nantinya peserta didik harus mengerjakan beberapa soal mata pelajaran yang telah ditentukan dalam skala nasional (jenis soal yang diberikan sama).

Materi pelajaran yang diujikan dalam USBN akan disesuaikan dengan tingkatan sekolah dan jurusan yang diambil oleh peserta didik di satuan pendidikan. Sehingga terdapat beberapa mapel yang berbeda.

Supaya lebih jelasnya silahkan baca Jadwal Lengkap UN dan USBN  2017.
Surat Edaran Mendikbud tentang Pelaksanaan UN Tahun 2017


Isi Surat Edaran Mendikbud tentang Pelaksanaan UN Tahun 2017

Ada beberapa poin yang disampaikan dalam Surat Edaran Mendikbud tentang Pelaksanaan UN Tahun 2017. Yang jelas Mendikbud menegaskan bahwa pelaksanaan UN Tahun 2016/2017 akan diusahakan menggunakan UNBK.

Supaya pelaksanaan UNBK secara nasional ini berlangsung dengan baik dan lancar, untuk itu diharapkan semua pihak bisa bekerja sama dan memperhatikan hal-hal berikut ini:

  • Mewajibkan dan menetapkan pada setiap sekolah kecuali bagi Sekolah Luar Biasa (SLB) yang telah mempunyai PC atau komputer dengan kapasitas lebih dari 20 unit komputer serta satu uni server untuk melaksanakan UNBK di sekolahnya.
  • Kepada kepala Dinas pendidikan tingkat provinsi /Kabupaten/Kota agar segera menetapkan sekolah yang belum bisa menjalankan UNBK di sekolahnya masing-masing supaya peserta didiknya dapat mengikuti UN di sekolah pelaksana UNBK yang lokasinya berada dalam radius maksimal 5 kilometer dari sekolahnya tersebut. Hal ini dilakukan sebagai langkah optimalisasi semua komputer yang sudah ada.
  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah menyiapkan aplikasi khusus yang dapat diakses melalui laman http://spasial.data.kemdikbud.go.id/unbk/ yang bisa anda gunakan untuk melakukan pemanfaatan bersama terhadap fasilitas komputer yang ada di sekolahnya. Melalui aplikasi tersebut, anda akan dapat mengetahui sekolah mana yang nantinya menjadi lokasi pelaksana UNBK
  • Supaya fasilitas komputer yang tersedia di sekolah dan madrasah pelaksana UNBK bisa dimanfaatkan bersama, pihak Kemendikbud sudah membuat dan menetapkan jadwal pelaksanaan Ujian nasional yang berbeda untuk setiap jenjang pendidikan.
  • Pemerintah Daerah (Pemda Setempat) sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya diharapkan bisa membatu memenuhi atau mengadakan perlengkapan komputer bagi sekolah yang belum memiliki komputer. Utamanya bagi sekolah-sekolah yang letaknya berada jauh dari sekolah pelaksana UNBK. Tentunya juga harus mempertimbangkan ketersediaan listrik.
  • Diharapkan Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota bisa menyampaikan kesiapan dalam pelaksanaan UNBK di masing-masing wilayahnya paling lambat 25 Januari 2017 melalui http://spasial.data.kemdikbud.go.id/unbk/
Keenam poin tersebut adalah poin penting yang saya rangkum dari Surat Edaran Mendikbud tentang Pelaksanaan UN Tahun 2017. Untuk diksi lengkapnya silahkan anda baca sendiri melalui gambar di atas atau bisa anda unduh sendiri.

Tembusan Surat Edaran Mendikbud tentang Pelaksanaan UN Tahun 2017

Tembusan Surat Edaran Mendikbud tentang Pelaksanaan UN Tahun 2017 tertanggal 10 Januari 2017 ini ditujukan untuk berbagai pihak, yaitu:
  1. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
  2. Menteri Dalam Negeri (Mendagri)
  3. Menteri Agama (Menag)
  4. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi seluruh Indonesia
  5. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia
  6. Kepala Kantor wilayah Kemenag seluruh Indonesia
  7. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia
  8. Para Pimpinan Unit Utama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Adanya Surat Edaran Mendikbud tentang Pelaksanaan UN Tahun 2017 perlu disikapi dengan segera oleh sekolah-sekolah di Indonesia.

Sebab untuk pertama kalinya, UN akan dilaksanakan serentak dengan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK.

Tentu ini menjadi tantangan tersendiri, bukan hanya sekolah yang belum bisa menjalankan UNBK namun juga bagi sekolah pelaksana UNBK itu sendiri. Karena di sini, sekolah dituntut agar benar-benar siap melaksanakan UNBK

Mudah-mudahan terobosan pelaksanaan UNBK secara serentak ini akan berbuah manis dan hasil UN peserta didik bisa memuaskan. Sehingga mutu pendidikan di Indonesia akan semakin meningkat.

Cetak Verifikasi Data Siswa Calon Peserta UN

Cara Cetak Verifikasi Data Siswa Calon Peserta UN. Sobat admin Ujian Nasional sekalin, sudahkah anda menyelesaikan tugas terkait dengan UN? Jika sudah semua maka anda termasuk operator yang rajin dan disiplin. Namun apabila belum selesai maka segeralah diselesaikan sebab pelaksanaan UN akan dimulai beberapa bulan lagi.

Salah satu dokumen administrasi yang wajib anda siapkan adalah verifikasi data siswa calon peserta UN. Apa itu? Verifikasi data siswa calon peserta UN adalah daftar peserta didik yang akan mengikuti UN dari sebuah sekolah di mana data/identitasnya sudah diverifikasi oleh pihak sekolah yang dinyatakan lengkap dan valid.

Cetak Verifikasi Data Siswa Calon Peserta UN
Cetak Verifikasi Data Siswa Calon Peserta UN.

Data siswa yang harus diverifikasi meliputi semua hal yang menyangkut identitas diri peserta didik bersangkutan. Mulai dari Nama Lengkapnya, Nomor Induk Siswa Nasional atau NISN, sampai dengan identitas kedua orang tuannya. Semua wajib lengkap dan valid, sehingga tidak ada kekeliruan maupun kesalahan data ketika nanti UN dilaksanakan.

Verifikasi data siswa calon peserta UN ini dilakukan melalui Aplikasi Pendataan Ujian Nasional Tahun 2016/2017. Aplikasi ini bersifat offline di mana softwarenya diberikan oleh dinas pendidikan Kabupaten/Kota masing-masing. Untuk masalah ini saya sudah mengulasnya secara detil dalam artikel yang berjudul Cara Cek Validasi Siswa di Aplikasi Pendataan UN.

Kembali lagi ke judul artikel ini, mengapa data siswa calon peserta UN harus dicetak? Karena kelengkapan data UN bukan hanya berbasis online semata. Melainkan juga harus dicetak dan ditanda tangani oleh pihak yang memiliki wewenang. Ini sangat penting karena menjadi tanda bukti legalitas sebuah dokumen.

Ada beberapa data yang akan dicetak dari verifikasi data siswa calon peserta UN ini. Data tersebut di antaranya meliputi, Nomor Peserta UN, Nama Lengkap, Nomor Tempat Duduk sampai dengan identitas lengkap tempat tanggal lahir siswa bersangkutan.

Lalu bagaimana Cara Cetak Verifikasi Data Siswa Calon Peserta UN? Tentu yang harus anda persiapkan terlebih dahulu adalah data siswa. Data tersebut perlu anda pastikan bahwa sudah sepenuhnya selesai diverifikasi. Jangan ada perubahan lagi setelah anda melakukan pencetakan. Simaklah penjelasan di bawah ini dengan seksama


Cara Cetak Verifikasi Data Siswa Calon Peserta UN

1. Login ke dalam Aplikasi Pendataan UN Tahun Ajaran 2016/2017

Silahkan anda masuk ke Aplikasi Pendataan dengan menggunakan User ID dan Password masing-masing. Setiap sekolah berbeda-beda, yang memberikan kedua hal tersebut adalah dinas pendidikan kabupaten/kota setempat.

2. Pilihlah Menu Cetak

Menu cetak berada di bagian atas dalam beranda Aplikasi Pendataan UN. Seperti yang anda lihat dari gambar di atas ada sebuah menu yang bertuliskan Cetak. Silahkan anda Klik satu kali saja.

3. Pilihlah Sub Menu Daftar Siswa

Sub Menu Daftar Siswa berada di sebelah kiri dari beranda aplikasi pendataan UN yang berwarna biru. Karena anda akan melakukan pencetakan terhadap data siswa, maka silahkan klik satu kali Sub Menu tersebut

4. Pilihlah Sub Menu Rayon/Wilayah

Rayon/Wilayah berfungsi untuk memetakan sekolah yang disesuaikan dengan lokasi (Provinsi/Kabupaten) di mana sekolah tersebut berada. Sehingga anda akan dimudahkan ketika hendak mencari sebuah data sekolah.

5. Pilihlah Sub Menu Sekolah

Sub Menu Sekolah ini berfungsi untuk mencari data sekolah. Temukan nama sekolah anda, jangan sampai keliru dengan sekolah lainnya

6. Pilih Setting Cetak

Setting cetak berada di bagian bawah sebelah kiri. Fitur ini berfungsi untuk melakukan pengaturan terhadap apa yang akan dicetak. Dalam setting cetak ada 4 hal, yaitu siswa, verifikasi, DNS dan DNT.

Karena anda ingin melakukan pencetakan terhadap verifikasi data calon peserta UN maka yang diceklis adalah,  Verifikasi, Ringkas, dan TTD Kepsek (Tanda Tangan Kepala Sekolah). Jangan lupa keterangan halaman juga perlu diisi

7. Klik Tombol Cetak

Terakhir adalah cetak data. Klik tombol cetak yang berada di bagian bawah sebelah kanan Aplikasi Pendataan UN.

8. Tandatangani Kepsek dan Pengawas

Setelah semua data berhasil dicetak, selanjutnya harus segera ditandatangani oleh Kepala Sekolah (Kepsek) dan Pengawas sekolah tersebut. Ini menjadi tanda bukti legalitas dokumen UN tersebut.

Penutup

Ketika akan melakukan pencetakan, PC harus terhubung dengan printer. Usahakan printer yang dipakai mempunyai kualitas bagus, sehingga hasilnya akan jelas. Demikian informasi mengenai Cara Cetak Verifikasi Data Siswa Calon Peserta UN yang dapat saya berikan kepada anda semuanya.

Cara Validasi Data Siswa di Aplikasi Pendataan UN

Cara Validasi Data Siswa di Aplikasi Pendataan UN. Ujian Nasional Tahun 2017 akan segera tiba. Pelaksanaan ujian ini akan dimulai Pada bulan April nanti. Sehingga segala persiapan tinggal beberapa bulan lagi. Maka dari itu sekolah sebagai pihak pelaksana perlu memastikan segala persiapan telah dilakukan dengan baik dan benar.

Salah satu hal yang wajib dipersiapan oleh sekolah dalam menghadapi UN adalah data siswa atau peserta didik. Data siswa peserta UN adalah identitas resmi siswa calon peserta ujian nasional yang diambil dari dokumen legal baik didasarkan dari KK dan KTP yang nantiya menjadi data diri siswa saat mengikuti semua proses tahapan pelaksanaan UN.

Cara Validasi Data Siswa di Aplikasi Pendataan UN
Cara Validasi Data Siswa di Aplikasi Pendataan UN.

Data identitas calon peserta UN haruslah mencakup berbagai macam informasi. Mulai dari nama lengkap, NISN, Nomor Peserta Ujian sampai dengan identitas kedua orang tuanya. Semua data tersebut wajib diinput ke dalam sistem Aplikasi Pendataan Ujian Nasional. Sehingga siswa bisa terdaftar sebagai peserta UN.

Bagaimana jika ada data yang belum dilengkapi? Perlu anda fahami dalam aplikasi pendataan UN sudah ada daftar data siswa. Keseluruhan data tersebut wajib diisi. Oleh karena itu, bagi sekolah dan siswa perlu menyiapkan segala administrasi keperluan UN sejak dini. Sehingga ketika sudah naik ke kelas akhir datanya sudah lengkap dan dinyatakan valid.

Bagi sekolah yang data siswanya sudah dilengkapi sepenuhnya, bukan berarti tugas anda telah selesai. Operator yang bertugas sebagai admin UN tingkat sekolah perlu melakukan pengecekan data siswa dan melakukan validasi di dalam Aplikasi Pendataan UN. Apa fungsinya? Untuk memastikan kebenaran data para peserta un di sekolah anda.

Misalnya, ada siswa peserta UN yang bernama ARIF KHOIRUDIN namun dalam Aplikasi Pendataan UN tertulis ARIF KHOIRUDDIN maka itu harus segera diperbaiki. Meski perbedaan hanya terletak pada penulisan huruf D yang ganda itu bisa menjadi persoalan. Maka dari itu, saat melakukan pengecekan data siswa gunakanlah dokumen resmi seperti ijazah sekolah dahulu, akta kelahiran atau KK untuk mengecek validitas kebenarannya.

Sepertinya hal itu memang terlihat sepele. Namun pada kenyataannya efeknya sangat besar. Bisa jadi karena kesalahan penulisaan ejaan nama, siswa di sebuah sekolah tak bisa mengikuti ujian nasional. Apabila ini yang terjadi tentunya yang paling dirugikan adalah peserta didik tersebut.

Berkaitan dengan hal itu, di sini saya akan menjelaskan tahapan Cara Cek dan Validasi Data Siswa Peserta UN. Cek dan validasi data ini dilakukan melalui Aplikasi Pendataan Ujian Nasional. Sehingga bisa langsung dilihat, peserta didik yang datanya terdapat kekeliruan atau kesalahan. Simaklah dengan seksama penjelasan di bawah ini.


Cara Validasi Data Siswa di Aplikasi Pendataan UN

1. Login terlebih dahulu ke dalam Aplikasi Pendataan Ujian Nasional menggunakan username dan password anda masing-masing

2. Di halaman beranda Aplikasi Pendataan Ujian Nasional, Pilihlah sub menu Siswa yang berwarna biru. Letaknya di samping kiri beranda aplikasi.

3. Setelah menu siswa anda klik, kemudian pilihlah Kolom Rayon atau Wilayah. Pilih sesuai dengan rayon dan wilayah di mana lokasi sekolah anda berada

4. Usai rayon atau wilayah ditemukan, selanjutnya Pilih Kolom Sekolah yang posisinya berada di bawahnya. Cari nama sekolah anda.

5. Maka kemudian akan muncul data siswa di sekolah anda yang menjadi calon peserta UN. Ada beberapa data penting Siswa yang harus anda cek, yaitu:

a. Nama Peserta, harus lengkap, ejaan benar sesuai dengan dokumen yang sah (ijazah sebelumnya atau Akta Kelahiran)

b. Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), harus sesuai dengan data yang ada. Nomor yang diinput harus terdata dalam nisn.data.kemdikbud.go.id

c. Kode Program Keahlian siswa, harus sesuai dengan program keahlian siswa di sekolah. Jangan sampai tertukar. Apabila siswa berada di Jurusan IPA maka kodenya sesuai jurusan IPA

d. Tempat Lahir adalah Nama Kabupaten di mana siswa tersebut lahir

e. Tanggal Lahir adalah keterangan waktu ketika siswa tersebut dilahirkan

f. Jenis Kelamin harus jelas apakah Laki-Laki atau Perempuan

g. Nama Orang tua berisi tentang data Ayah dan Ibu Kandung. Biasanya yang paling utama adalah data Ibu Kandung. Diinput dengan nama lengkap dan ditulis dengan ejaan yang benar

h. Alamat menunjukkan lokasi di mana siswa tersebut tingal

i. Kurikulum adalah jenis kurikulum yang dipakai oleh sekolah. Ada 2 jenis kurikulum, KTSP dan Kurikulum 2013

j. Agama berisi tentang keyakinan yang dipeluk oleh siswa

k. Nomor Seri Ijazah adalah nomor yang tertera pada ijazah sebelumnya

l. Nomor Seri SKHUN adalah nomor yang tertera pada Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) sebelumnya.

m. Nomor Peserta SMP/MTs berisi nomor ujian siswa saat di jenjang pendidikan SMP/MTs

n. Status SMP/MTs berisi tentang status SMP/MTs tersebut Negeri atau Swasta

o. Terakhir adalah Jenis SMP/MTs

Sangat banyak sekali memang, dan ini sangat wajar karena data tersebut berkaitan dengan identitas calon peserta UN. Saran saya, semua data tersebut harus sudah anda isi sejak awal masuk sekolah. Sehingga ketika memasuki Ujian Nasional maka semua data tersebut sudah siap. Demikian informasi mengenai Cara Validasi Data Siswa di Aplikasi Pendataan UN yang bisa saya sampaikan.

Jadwal Lengkap UN dan USBN 2017

Jadwal Lengkap UN dan USBN 2017. Sobat Guru Indonesia, kali ini admin akan memberikan informasi mengenai Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional Tahun 2017. Seperti kabar yang telah diumumkan bahwa UN akan tetap digelar pada tahun ini. Untuk itu semua sekolah perlu mempersiapkan diri dengan sebaik-bainya.

Dalam rangka persiapan UN, Kementerian Pendidikan dan Kebuadayaan pada tanggal 22 Desember 2016 telah mengadakan Rapat Koordinasi Persiapan UN dan USBN. Rapat ini bertujuan untuk membahas berbagai mekanisme dan aturan yang akan dilakukan pada pelaksanaannya di tahun ini.

Jadwal Lengkap UN dan USBN 2017
Jadwal Lengkap UN dan USBN 2017.

Ada berbagai informasi penting yang dihasilkan dalam Rapat Koordinasi Persiapan UN dan USBN tersebut. Diantaranya mengenai kebijakan tentang UN, Jadwal Pelaksanaan UN di semua jenjang sekolah sampai dengan Mapel-Mapel yang akan diujikan dalam USBN tahun ini. Berikut ini kami bahas satu per satu poin tersebut.


Kebijakan mengenai Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Tahun 2017

Ada tiga hal penting mengenai Ujian Nasional dan Ujian Sekolah pada tahun ini, ketiganya adalah sebagai berikut:

1. Ujian Nasional (UN) akan tetap dilaksanakan.

2. Ujian Sekolah (US) kini ditingkatkan mutunya menjadi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2017 untuk beberapa mata pelajaran saja.

3. Memperluas pelaksanaan ujian berbasis komputer, baik Ujian Nasional maupun Ujian Sekolah Berstandar Nasional


Mata Pelajaran UN dan USBN Tahun 2017

Untuk Jenis Mata Pelajaran dalam UN dan USBN ada perbedaan antara masing-masing tingkat satuan pendidikan. Untuk lebih jelasnya perhatikan penjelasan berikut ini:

A. Jenjang Pendidikan SMP

1) Mapel Ujian Nasional Meliputi, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan IPA

2) Mapel USBN Meliputi, Pendidikan Agama, PPKN dan IPS

B. Jenjang Pendidikan SMA

1) Mapel UN meliputi, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Mapel pilihan sesuai jurusan (1 mapel)

2) Mapel USBN meliputi, Pendidikan Agama, PPKN, Sejarah dan 3 Mapel sesuai program studi siswa

C. Jenjang Pendidikan SMK

1) Mapel UN meliputi, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan

2) Mapel USBN meliputi, Pendidikan Agama, PPKN dan Keterampilan Komputer

Baca Juga: Peserta UN Tahun 2017

Jadwal UN dan USBN 2017

Perhatikan Jadwal UN dan USBN 2017 ini dengan baik. Jadwal ini disusun mulai dari jadwal persiapan hingga pelaksanaannya. Lebih jelasnya perhatikan penjelasan berikut ini:

1. Tanggal 21 Desember 2016 Kisi-kisi UN dan USBN selesai dibuat

2. Tanggal 31 Januari 2017 Pelatihan narasumber tingkat provinsi

3. Tanggal 15 Maret 2016 KKG/MGMP selesai menyusun soal mandiri

4. Tanggal 1 April 2017 Perakitan dan distribusi master soal ke sekolah

5. Tanggal 3-6 April 2017 Pelaksanaan UN SMK

6. Tanggal 10-13 April 2017 Pelaksanaan UN SMA/MA

7. Tanggal 2, 3, 4, 15 Mei 2017 Pelaksanaan UN SMP/MTs gelombang I

8. Tanggal 8, 9, 10, 16 Mei 2017 Pelaksanaan UN SMP/MTs gelombang II

Persiapan Pelaksanaan UN Tahun 2017

1. Dalam rangka meningkatkan efisiensi, mutu, reliabilitas, integritas, dan kehematan Ujian Nasional dilaksanakan dengan moda UNBK

2. Jadwal Ujian Nasional untuk jenjang SMK, SMA/MA, dan SMP/MTs tidak bebarengan sehingga komputer bisa dipergunakan secara bergantian (resource sharing)

3. Sekolah/Madrasah pelaksana UN dengan jumlah komputer lebih dari 20 unit dan mempunyai server bisa ditetapkan menjadi sekolah tempat pelaksanaan UNBK

4. Peserta didik tingkat SMA/MA dari sekolah yang belum mempunyai infrastruktur UNBK mengikuti ujian di SMK atau SMP/MTs pelaksana UNBK, demikian juga berlaku sebaliknya

5. Dinas Pendidikan di Provinsi/Kabupaten setempat (Sesuai dengan kewenangannya) menetapkan tempat pelaksanaan ujian bagi peserta didik dari sekolah yang belum mempunyai fasilitas berdasar kedekatan jarak antar sekolah tersebut

6. Saat ini telah terdata sebanyak 12.053 sekolah/madrasah siap menjadi tempat pelaksana UNBK, dengan jumlah kapasitasnya mencapai 2.188.947 peserta didik

Kesiapan UN Tahun 2017

1. Soal UN

a. Soal UN bagi jenjang pendidikan SMP/MTs, SMA/MA, SMK, SMPLB/SMALB untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan sudah siap dalam Bank Soal

b. Soal UN bagi pendidikan Paket B, dan C sudah siap dalam Bank Soal

c. Total semuanya sudah disiapkan soal bagi 88 Mapel untuk berbagai jenjang pendidikan @40-50 soal dengan berbagai varian soal yang disesuaikan dengan kebutuhan

2. Metode Pelaksanaan UN

a. Ujian Nasional rencananya akan semaksimal mungkin dilaksanakan dengan UNBK, terutama bagi jenjang pendidikan tingkat SMA/MA/sederajat, hingga kini diperkirakan sebanyak 85-90% peserta didik menggunakan UNBK, sedangkan sisanya masih menggunakan ujian basis kertas (dicetak)

b. Pada jenjang pendidikan tingkat SMP/MTs/sederajat, diperkirakan ada 50% yang menggunakan UNBK, sedangkan sisanya masih menggunakan basis kertas

3. Pengorganisasian UN

a. Dalm Ujian Nasional akan dibentuk sebuah Kepanitiaan tingkat Pusat dan Daerah  yang masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Selain itu juga dengan memperkuat peran LPMP dan melibatkan Komite Sekolah dan Perguruan Tinggi

b. Pelaksanaan Rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan yang berada di Provinsi/Kabupaten-Kota berlangsung pada 22 Desember 2016

c. Pelaksanaan Rapat Koordinasi dengan KemristekDikti dan Panitia SNMPTN akan dilaksanakan pada 23 Desember 2016

4. Pelaksanaan UN

a. UN Untuk Jenjang SMK  dilaksanakan pada 3-6 April 2017

b. UN untuk jenjang SMA/MA dilaksanakan pada 10-13 April 2017

c. UN untuk jenjang SMP/MTs gelombang I dilaksanakan pada 2, 3, 4, 15 Mei 2017. Sementara untuk gelombang II dilaksanakan pada 8, 9, 10, 16 Mei 2017

Persiapan Pelaksanaan USBN Tahun 2017

1. Mata pelajaran USBN Tahun 2017

a. Untuk jenjang SMP mapel USBN meliputi Pendidikan Agama, PPKN, IPS

b. Untuk jenjang SMA mapel USBN meliputi Pendidikan Agama, PPKN, Sejarah, 3 mapel sesuai program studi siswa

• Jurusan IPA meliputi Fisika, Kimia, Biologi;

• Jurusan IPS meliputi Ekonomi, Geografi, Sosiologi;

• Jurusan Bahasa meliputi Sastra Indonesia, Antropologi, Bahasa Asing

c. Untuk jenjang SMK mapel USBN meliputi Pendidikan Agama, PPKN, Keterampilan Komputer

2. Pelaksanaan USBN Tahun 2017

a. Guru pelatih akan diberikan pelatihan khusus penulisan kisi-kisi/indikator soal, penulisan soal, dan cara penskoran soal baik jenis soal pilihan ganda maupun uraian atau esai beserta rubrik penilaiannya

b. Adapun Penulisan soal oleh para guru yang tergabung dalam KKG/MGMP di Kabupaten/Kota/Gugus setempat harus mengacu pada kisi-kisi USBN yang ditentukan

c. Master soal USBN disimpan oleh Kepala Sekolah

d. Buku soal USBN dicetak dan disimpan di sekolah masing-masing

e. Pelaksanaan USBN sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab mutlak dari Kepala Sekolah

f. Penskoran hasil dari USBN akan dilakukan oleh guru secara silang antar sekolah dalam gugus setempat

Baca Juga: Cara Download Berita Acara dan Data Calon Peserta UN

Kesiapan USBN Tahun 2017

1. Soal USBN

• Penyusunan kisi-kisi USBN sudah selesai dilakukan pada tanggal 21 Desember 2016, dan akan  ditetapkan oleh BSNP dalam minggu ini

• Penyusunan soal USBN 25% dilakukan dari pusat dalam proses, selesai akhir Desember 2016 ini

• Pelatihan trainer Nasional USBN akan selesai pada15 Desember 2016

• Pelatihan nara sumber USBN tingkat provinsi pada tahap I selesai pada 20 Desember 2016

• Pelatihan nara sumber USBN tingkat provinsi tahap berikutnya akan selesai pada akhir Januari 2017 (sitargetkan ada 3000 guru)

• Penyusunan soal mandiri oleh anggota KKG/MGMP dilakukan pada awal Januari– 15 Maret 2017

• Perakitan soal oleh anggota KKG/MGMP dan distribusi master soal ke semua sekolah akan selesai pada awal April 2017

2. Pengorganisasian USBN Tahun 2017

• Pelaksanaan Rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten-Kota di Indonesai berlangsung pada 22 Desember 2016

• Dukungan pelatihan dan hibah pada anggota KKG/MGMP pada tahun 2017 dilakukan untuk menyusun soal USBN

3. Pelaksanaan USBN Tahun 2017

• USBN untuk jenjang pendidikan SMA/sederajat dilakukan pada bulan April 2017 yang Dikoordinasikan oleh Dinas Provinsi

• USBN untuk jenjang pendidikan SMP/sederajat dilakukan pada bulan Mei 2017 yang Dikoordinasikan oleh Dinas Kabupaten/Kota

Demikian informasi tentang Jadwal Lengkap UN dan USBN 2017 yang bisa saya sampaikan untuk anda semuanya.