Uji Kompetensi Keahlian SMK Tahun 2017

Uji Kompetensi Keahlian SMK Tahun 2017. Sahabat pendidikan di seluruh Indonesia, ada kabar terbaru terkait dengan dunia pendidikan khususnya di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan. Dalam rilis resminya, Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud mengumumkan terdapat satu jenis ujian/tes baru, yang disebut dengan Uji Kompetensi Keahlian atau disingkat dengan UKK.

UKK ini hanya diperuntukkan bagi SMK saja. Sehingga untuk anda yang berada di SMA atau MA tenang saja. Kendati demikian informasi ini bisa menjadi tambahan pengetahuan yang mungkin saja bisa bermanfaat suatu hari nanti, baik buat pribadi maupun untuk perkembangan dunia pendidikan dalam skala luas.

Uji Kompetensi Keahlian untuk SMK
Uji Kompetensi Keahlian untuk SMK.

Apa itu Uji Kompetensi Keahlian SMK?


Uji Kompetensi Keahlian (UKK) adalah salah satu cara pemerintah dalam usahanya untuk mejamin mutu pendidikan di satuan pendidikan khusus Sekolah Menengah Kejuruan. Dalam penjelasan resminya dikatakan ini sebagai bagian intervensi pemerintah, tentu intervensi yang dimaksud memiliki arti positif. Sebab bertujuan menajamin kualitas mutu di lingkungan SMK.

Tujuan Uji Kompetensi Keahlian Tahun 2017


Adanya Uji Kompetensi Keahlian (UKK) mempunyai tujuan utama yaitu untuk mengukur sejauh mana pencapaian kompetensi peserta didik di level tertentu yang sesuaikan dengan kompetensi keahlian yang dipelajari selama proses pembelajaran di SMK.

Artinya yang diujikan di sini adalah yang berkaitan dengan kompetensi masing-masing peserta didik. Misalnya, ada seorang siswa yang masuk dalam Program Keahlian Teknik Sepeda Motor, maka dalam UKK yang diujikan berkaitan dengan segala sesuatu mengenai jurusan Teknik Sepeda Motor yang dipelajari siswa tersebut.

Uji Kompetensi Keahlian terdiri dari dua hal, yaitu Ujian Praktik Kejuruan pada umumnya dilakukan sebelum waktu pelaksanaan Ujian Nasional (UN), serta Ujian Teori Kejuruan yang memang menjadi bagian dari seluruah rangkaian pelaksanaan Ujian Nasional di SMK.

Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian Tahun 2017


Berbeda dengan ujian pada umumnya, dalam  Ujian Praktik Kejuruan bisa diselenggarakan dengan menggunakan standar tertentu yang ditetapkan oleh dunia usaha dan industri, Lembaga (badan) Sertifikasi Profesi dan perangkat uji yang telah dikeluarkan oleh Kemendikbud di berbagai tempat pelaksanaan uji kompetensi.

Maksudnya standar kelulusan Uji Kompetensi Keahlian bisa ditetapkan oleh dunia industri yang bekerjasama dengan SMK. Tentunya, industri ini harus sesuai dengan kompetensi keahlian yang ada di sekolah. Misalanya, pada Kompetensi Keahlian Busa Butik maka yang bisa menetapkan standar adalah perusahaan yang bergerak dalam hal Busana Butik.

Setiap Satuan pendidikan yang akan menyelenggarakan Uji Kompetensi Keahlian harus dinyatakan layak dijadikan sebagai pelaksanaan tempat uji kompetensi oleh koordinator UN pada Tingkat Provinsi atau Lembaga Sertifikasi Profesi tertentu. Jadi tidak semua satuan pendidikan bisa melaksanakan UKK ini.

Perangkat Uji Kompetensi Keahlian Tahun 2017


Segala macam perangkat yang berkaitan dengan ujian praktik yang dikeluarkan oleh Kemendikbud bersifat terbuka. Artinya para siswa yang menjadi peserta ujian ini bisa berlatih dengan menggunakan perangkat UKK yang disediakan sebelum pelaksanaan ujian dimulai.

Adapun perangkat Uji Kompetensi Keahlian terdiri atas 6 hal, yaitu Kisi-kisi Ujian/Soal Teori kejuruan atau KST, Soal Teori Kejuruan atau STK , Kisi-kisi Soal Praktik Kejuruan atau KSP, Soal Praktik Kejuruan atau SPK, Lembar Pedoman Penilaian Soal Praktik atau PPsp dan Instrumen Verifikasi Penyelenggara Ujian Praktik Kejuruan atau InV. Semua perangkat tersebut akan saya bahas satu per satu di bawah ini.

Kisi-kisi Soal/Ujian Teori kejuruan (KST) Tahun 2017


Kisi-kisi soal ujian Teori Kejuruan (KST) adalah sebuah konsep, prosedur, prinsip-prinsip, materi, bahan, dan berbagai hal lain yang harus dikuasai siswa peserta uji kompetensi keahlian dalam melaksanakan pekerjaan pada bidang tertentu. Kisi-kisi ujian Teori kejuruan ini berdifat terbuka untuk umum.

Sesuai dengan namanya, kisi-kisi biasanya berisi tentang konsep atau pedoman pelaksanaan uji kompetensi keahlian. Jadi, para peserta bisa mengetahui bayangan pelaksanaan UKK dari kisi-kisi ini. Sebab dalam pelaksanaan ujian pasti akan mengacu pada kisi-kisi yang telah ditentukan.

Sampai artikel ini saya tulism Kisi-kisi soal ujian Teori Kejuruan belum dirilis oleh Dit PSMK Kemendikbud. Jadi anda semua perlu bersabar sebenatar. Jika sudah diunggah pasti saya akan membagikannya kepada anda sekalian.

Soal Teori Kejuruan (STK) Tahun 2017


Soal Teori Kejuruan atau STK adalah sejumlah soal yang berupa pilihan ganda dengan menggunakan 5 opsi jawaban. Pasti anda tidak asing dengan soal model ini, karena sama dengan soal UN atau UAS yang menggunakan pilihan ganda dengan opsi jawaban a, b, c, d dan e.

Soal Teori Kejuruan terdiri dari dua model ujian, yaitu model Ujian Nasional Berbasis Kertas atau Paper-based Test dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau yang dalam bahasa inggris disebut dengan Computer-based Test.


Kisi-kisi Soal Praktik Kejuruan (KSP) Tahun 2017


Kisi-kisi soal ujian Praktik Kejuruan adalah sebuah kompetensi utama dari Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang wajib dikuasai oleh peserta uji kompetnsi keahlian dalam melaksanakan setiap pekerjaan di bidang tertentu.

Kisi-kisi soa; ujian Praktik kejuruan akan dipergunakan sebagai acuan dalam melakukan pembuatan terhadap perangkat ujian praktik kejuruan yang meliputi Soal Praktik Kejuruan, Lembar Pedoman Penilaian, dan Instrumen Verifikasi.

Soal Praktik Kejuruan (SPK) Tahun 2017


Soal Praktik Kejuruan (SPK) adalah sejumlah soal yang berupa penugasan bagi para peserta uji kompetensi keahlian untuk membuat dan mengerjakan suatu produk/jasa yang sesuai dengan kompetensi kehalian masing-masing.

Lembar Pedoman Penilaian Soal Praktik (PPsp) Tahun 2017


Lembar Pedoman Penilaian Soal Praktik (PPsp) adalah rubrik yang akan dipergunakan untuk melakukan pemberian skor pada setiap komponen penilaian. Lembar penilaian ini akan memuat beberapa hal yaitu komponen penilaian, sub-komponen penilaian, pencapaian kompetensi, serta kriteria penilaian praktik yang dilakukan.

Instrumen Verifikasi Penyelenggara Ujian Praktik Kejuruan (InV) Tahun 2017


Instrumen Verifikasi Penyelenggara Ujian Praktik Kejuruan (InV) adalah datan instrumen yang akan dipergunakan untuk melakukan penilaian terhadap kelayakan satuan pendidikan (sekolah) atau institusi lain. Tujuannya sebagai tempat untuk menyelenggarakan ujian Praktik Kejuruan.

Instrumen Verifikasi Penyelenggara Ujian Praktik Kejuruan (InV) memuat empat standar utama, yaitu standar persyaratan peralatan utama, standar persyaratan peralatan pendukung dan standar persyaratan tempat atau ruang serta memuat berbagai persyaratan penguji yang terdiri atas penguji dari pihak internal dan eksternal.

Nantinya semua perangkat Uji Kompetensi Keahlian tersebut bisa anda dapatkan dengan cara mengunduhnya. Namun, saya ulangi lagi bahwa sampai sekarang semua perangkat itu belum dikeluarkan. Mudah-mudahan informasi meneganai Uji Kompetensi Keahlian SMK Tahun 2017 ini bisa berguna.

Cara Membuat Perencanaan Penilaian di e-Rapor SMK

Cara Membuat Perencanaan Penilaian di e-Rapor SMK. Dalam aplikasi e-rapor satu hal yang wajib anda masukkan dalam sistem adalah mengenai penilaian. Data penilaian ini nantinya menjadi dasar bagi guru untuk memberikan penilaian terhadap peserta didik di SMK sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing.

Sebelum anda melaksanakan penilaian, terutama dalam hal penilaian di aspek kognitif (pengetahuan) dan keterampilan, seorang guru haruskan melakukan perencanaan terlebih dahulu. Berbeda dengan perencanaan penilaian pada umumnya, dalam aplikasi e-Rapor SMK bisa di bilang masih sederhana.

Cara Membuat Perencanaan Penilaian di e-Rapor SMK.

Pada aplikasi e-Rapor SMK ini, perencanaan penilaian yang dimaksud belum mencakup pembuatan materi penilaian maupun kisi-kisi penilaian yang nantinya digunakan. Khusus bagai para pengguna yang memiliki hak akses e-Rapor SMK terutama yang menjabat sebagai wakil kepala sekolah (Wakasek) mempunyai hak istimewa untuk melakukan pengawasan atau memonitor seluruh perencanaan penilaian yang dilakukan oleh guru bersangkutan. Aktivitas pengawasan ini istilah aplikasi e-Rapor SMK disebut dengan read-only.

Ada dua jenis perencanaan penilaian yang harus guru lakukan di apikasi e-Rapor SMK. Yaitu, Perencanaan Penilaian Pengetahuan dan Perencanaan Penilaian Ketrampilan. Di sini saya akan membahas keduanya satu per satu. Sehingga dalam melakukan perencanaan Penilaian tidak ada yang salah

A. Perencanaan Penilaian Pengetahuan


Perencanaan Penilaian Pengetahuan adalah sejumlah rencana untuk melakukan penilaian terhadap tingkat pengetahuan peserta didik. Untuk melakukan penambahan atau mengedit data perencanaan penilaian pengetahuan, anda harus melakukan beberapa langkah berikut ini.

1. Klik Fitur perencanaan penilaian pengetahuan. Fitur ini bisa anda akses melalui menu yang bertuliskan Perencanaan-Penilaian Pengetahuan di aplikasi e-Rapor SMK

2. Setelah jendela Daftar Perencanaan Penilaian Pengetahuan muncul Guru bisa melakukan penambahan data perencanaan penilaian pengetahuan dengan menekan tombol Tambah Data.

3. Dalam form penambahan data perencanaan penilaian pengetahuan ini secara default jumlah aktivitas penilaian adalah lima.

4. Untuk melakukan penambahan aktivitas penilaian, guru bisa menggunakan tombol menu Tambah Aktivitas Penilaian.

5. Isi data kolom aktivitas penilaian dengan aktivitas penilaian yang akan anda lakukan.

6. Selanjutnya, Teknik penilaian akan secara otomatis muncul berdasarkan daftar isian referensi teknik penilaian yang diisikan oleh Admin e-Rapor SMK atau staf Tata usaha yang ditugaskan.

7. Total bobot yang diinput tidak harus mencapai 100.

8. Informasi mengenai kompetensi dasar disimbolkan dengan kode. Kompetensi dasar tersebut bisa anda ketahui dengan melakukan mouseover pada kode kompetensi dasar yang tercantum di samping kolom bobot.

9. Untuk bisa memilihnya, silahkan anda klik checkbox yang letaknya berada di bawah kompetensi dasar.

10. Isilah Kolom keterangan dengan informasi tambahan mengenai aktivitas penilaian anda.

11. Terakhir Klik Tombol Simpan

Ingat! Ketika anda sudah melakukan penyimpanan, guru tak bisa lagi melakukan edit data perencanaan penilaian pengetahuan. Apabila terjadi kesalahan maka yang bisa anda lakukan adalah menghapus perencanaan penilaian tersebut. Kemudian baru melakukan penambahan terhadap perencanaan penilaian baru seperti langkah-langkah di atas.

B. Perencanaan Penilaian Keterampilan


Perencanaan Penilaian Ketrampilan adalah sejumlah rencana untuk melakukan penilaian terhadap tingkat ketrampilan peserta didik. Untuk bisa melakukan penambahan atau pengeditan terhadap perencanaan penilaian keterampilan, anda perlu melakukan beberapa tahap berikut ini.

1. Klik Fitur perencanaan penilaian ketrampilan. Fitur ini bisa anda akses dengan menggunaka menu Perencanaan-Penilaian Keterampilan di e-Rapor SMK

2. Klik Tombol Tambah Data, Fungsinya untuk melakukan penambahan data perencanaan penilaian keterampilan

3. Selanjutnya akan tampil form Tambah Data perencanaan Penilaian ketrampilan yang default jumlah aktivitas penilaian adalah lima.

4. Klik Tombol Aktivitas Penilaian fungsinya untuk melakukan penambahan aktivitas penilaian dari guru

5. Isi Kolom aktivitas penilaian ini dengan daftar aktivitas yang nanti akan anda lakukan.

6. Teknik penilaian tersebut akan secara otomatis tampil berdasarkan daftar isian referensi teknik penilaian yang diisikan oleh Admin e-Rapor SMK atau staf Tata usaha yang ditugaskan.

7. Total bobot yang diinputkan tidak harus mencapai100.

8. Informasi mengenai kompetensi dasar disimbolkan dengan menggunakan kode.

9. Kompetensi dasar bisa anda ketahui dengan melakukan mouseover di kode kompetensi dasar yang telah tercantum di bagan samping kolom bobot.

10. Klik checkbox yang berada di bawah kompetensi dasar untuk memilihnya.

11. Isi Kolom keterangan dengan informasi tambahan mengenai aktivitas penilaian yang akan lakukan.

12. Terakhir klik tombol Simpan untuk melakukan penyimpanan terhadap data yang sudah diinput.

13. Sama halnya dengan aturan perencanan penilaian pengetahuan, ketika anda sudah melakukan penyimpanan, guru bersangkutan tak bisa lagi melakukan pengeditan terhadap data perencanaan penilaian yang sudah diinput. Apabila terjadi sebuah kesalahan maka yang bisa dilakukan adalah dengan menghapus perencanaan penilaian tersebut. Baru kemudian melakukan penambahan perencanaan penilaian ketrampilan baru seperti langkah-langkah di atas.

Mengingat belum adanya fitur edit data rencana penilaian, maka harus diperhatikan dalam melakukan penambahan anda harus melakukannya dengan benar. Usahakan jangan sampai ada kekeliruan.

Saran saya, sebelum anda melakukan penambahan atau edit perencanaan penilaian pengetahuan dan ketrampilan, ada baiknya anda tulis dulu secara manual. Kemudian konsultasikan dengan kepala sekolah atau wakil kepala sekolah anda masing-masing.

Setelah perencanaan penilaian tersebut dinyatakan sudah benar dan sesuai dengan kebutuhan, maka bisa anda input ke dalam e-Rapor SMK. Langkah ini sebagai upaya pencegahan supaya tidak terjadi kesalahan. Sebab apabila anda harus mengulangi penambahan perencanaan penilaian membutuhkan waktu yang cukup lama. Semoga informasi mengenai Cara Membuat Perencanaan Penilaian di e-Rapor SMK bisa membantu anda.

Pemilihan Sekolah Rujukan Pelaksana UNBK 2017

Pemilihan Sekolah Rujukan Pelaksana UNBK 2017. Ujian Nasional Tahun 2017 rencananya tidak lagi menggunakan cara manual memakai kertas. Melainkan akan diselenggarakan dengan Moda berbasik komputer. Atau yang selama ini biasa disebut sebagai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Keputusan ini diambil dalam Rapat Koordinasi Persiapan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional Kemendikbud beberapa waktu yang lalu. Supaya lebih jelas silahkan anda baca artikel saya sebelumnya yang berjudul UN 2017 Semuanya Berbasis Komputer.

Pemilihan Sekolah Rujukan Pelaksana UNBK 2017
Pemilihan Sekolah Rujukan Pelaksana UNBK 2017.

Sekolah-sekolah yang bisa melaksanakan UNBK sendiri, paling tidak memiliki lebih dari dua puluh unit komputer dan server. Ketentuan ini sudah menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi. Tentunya ini bukan perkara mudah, sebab bagi sekolah yang masih dalam proses berkembang, syarat minimal sarana tersebut sangat sulit untuk dipenuhi.

Pertanyaan kemudian adalah bagaimana dengan sekolah-sekolah yang belum bisa memenuhi standar infrastruktur yang telah ditetapkan? Dalam rapat koordinasi Kemendikbud disebutkan, sekolah yang belum mempunyai sarpras untuk melaksanakan UNBK sendiri akan melaksakan ujian nasional di sekolah yang telah melaksanakan UNBK.

Nantinya setiap sekolah bisa saling bergantian menggunakan fasilitas yang tersedia di sekolah rujukan. Maka dari itu, dalam ujian nasional tahun 2017 jadwal pelaksanaan antara SMK, SMA/MA dan SMP/MTs dilakukan dalam waktu yang berbeda. Sehingga diharapkan semua sekolah bisa melaksanakan UNBK.

Sesuai penjelasan yang ada, sekolah yang belum mempunyai fasilitas untuk melaksanakan UNBK akan dirujuk ke sekolah lain yang lebih siap. Penetapan sekolah rujukan ini akan menjadi wewenang dan tanggungjawab dari Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota masing-masing. Penentuan ini akan didasarkan pada kedekatan antara sekolah rujukan UNBK di wilayah tersebut.

Sekedar informasi, berdasarkan data Sebaran Sekolah Pelaksana UNBK terdapat total 12.053 sekolah dan Madrasah yang sudah siap melaksanakan UNBK. Jumlah ini meliputi jenjang pendidikan SMP/MTs, SMA/MA dan SMK. Adapun rinciannya sebagai berikut.

1. Jenjang Pendidikan SMP/MTS, total sekolah 56.777, siswa peserta UN 4.164.229, sekolah pelaksana UNBK 3.226, jumlah komputer 176.835 dengan kapasitas 530.505

2. Jenjang Pendidikan SMA/MA, total sekolah 21.407, siswa peserta UN 1.694.787, sekolah pelaksana UNBK 3.532, jumlah komputer 207.365 dengan kapasitas 622.095

3. Jenjang Pendidikan SMK, total sekolah 12.738, siswa peserta UN 1.266.364, sekolah pelaksana UNBK 5.295, jumlah komputer 345.449 dengan kapasitas 1.036.347

Dari data tersebut dapat diketahui total sekolah (dari tingkat SMP/MTs, SMA/MA dan SMK) di Indonesia mencapai 90.922, jumlah peserta UN 7.125.380 siswa, Sekolah pelaksana UNBK 12.053, jumlah komputer yang siap digunakan 729.649 unit dengan kapasitas total 2.188.947.

Melihat data tersebut, diharapkan moda UNBK bisa diterapkan pada pelaksanaan ujian nasional kali ini. Caranya ya tadi, dengan memetakan sekolah rujukan yang nantinya dijadikan lokasi pelaksanaan UNBK bagi sekolah yang belum bisa melaksanakan ujian berbasis komputer secara mandiri.


Pemetaan Sekolah Rujukan Penyelenggara UNBK


Tidak semua sekolah di Indonesia bisa melaksanakan UNBK sendiri. Ada berbagai kriteria khusus yang harus dipenuhi. Hanya sekolah yang memang sudah siap terutama dalam hal sarana prasarana saja yang akan ditetapkan menjadi sekolah rujukan penyelenggara UNBK.

Dinas Pendidikan, akan melakukan pemetaan terhadap semua sekolah yang ada. Kemudian setelah memetakan sekolah yang siap dan belum siap melaksanakan nantinya akan dipilih sekolah rujukan dan tempat pelaksanaan UNBK bagi sekolah yang belum bisa melaksanakan UNBK secara mandiri.

Saat ini anda juga bisa melihat data spasial pemetaan sekolah rujukan penyelenggara UNBK tahun 2017 dengan mengunjungi alamat website ini http://spasial.data.kemdikbud.go.id/unbk/

Adapun dalam melakuka Pemilihan Sekolah Rujukan Pelaksana UNBK 2017 ada 2 tahap, yaitu:

1. Penunjukkan tadmin Ujian Nasional Kabupataen/Kota dan Provinsi. Selanjutnya melakukan pendaftaran di website http://sdm.data.kemdikbud.go.id ini dilakukan agar memperoleh akses login yang nantinya digunakan untuk berkomunikasi dengan admin Pusat.

2. Memastikan setiap sekolah yang bisa menjadi rujukan sebagai tempat pelaksanaan UNBK bagi sekolah-sekolah lain di sekitar yang belum bisa melaksanakannya.

Menurut saya pelaksanaan UNBK secara nasional ini memang ide yang bagus. Hanya saja, perlu dipikirkan kembali kesiapan sekolah, terutama bagi sekolah yang belum bisa melaksanakan UNBK secara mandiri.

Sebab jika harus melakukan ujian nasional ke sekolah rujukan, saya kurang efektif. Apalagi kalau jarak keduanya cukup jauh. Harapan saya semoga semua kebijakan ini akan berdampak positif terhadap perkembangan pendidikan Indonesia.

Cetak Verifikasi Data Siswa Calon Peserta UN

Cara Cetak Verifikasi Data Siswa Calon Peserta UN. Sobat admin Ujian Nasional sekalin, sudahkah anda menyelesaikan tugas terkait dengan UN? Jika sudah semua maka anda termasuk operator yang rajin dan disiplin. Namun apabila belum selesai maka segeralah diselesaikan sebab pelaksanaan UN akan dimulai beberapa bulan lagi.

Salah satu dokumen administrasi yang wajib anda siapkan adalah verifikasi data siswa calon peserta UN. Apa itu? Verifikasi data siswa calon peserta UN adalah daftar peserta didik yang akan mengikuti UN dari sebuah sekolah di mana data/identitasnya sudah diverifikasi oleh pihak sekolah yang dinyatakan lengkap dan valid.

Cetak Verifikasi Data Siswa Calon Peserta UN
Cetak Verifikasi Data Siswa Calon Peserta UN.

Data siswa yang harus diverifikasi meliputi semua hal yang menyangkut identitas diri peserta didik bersangkutan. Mulai dari Nama Lengkapnya, Nomor Induk Siswa Nasional atau NISN, sampai dengan identitas kedua orang tuannya. Semua wajib lengkap dan valid, sehingga tidak ada kekeliruan maupun kesalahan data ketika nanti UN dilaksanakan.

Verifikasi data siswa calon peserta UN ini dilakukan melalui Aplikasi Pendataan Ujian Nasional Tahun 2016/2017. Aplikasi ini bersifat offline di mana softwarenya diberikan oleh dinas pendidikan Kabupaten/Kota masing-masing. Untuk masalah ini saya sudah mengulasnya secara detil dalam artikel yang berjudul Cara Cek Validasi Siswa di Aplikasi Pendataan UN.

Kembali lagi ke judul artikel ini, mengapa data siswa calon peserta UN harus dicetak? Karena kelengkapan data UN bukan hanya berbasis online semata. Melainkan juga harus dicetak dan ditanda tangani oleh pihak yang memiliki wewenang. Ini sangat penting karena menjadi tanda bukti legalitas sebuah dokumen.

Ada beberapa data yang akan dicetak dari verifikasi data siswa calon peserta UN ini. Data tersebut di antaranya meliputi, Nomor Peserta UN, Nama Lengkap, Nomor Tempat Duduk sampai dengan identitas lengkap tempat tanggal lahir siswa bersangkutan.

Lalu bagaimana Cara Cetak Verifikasi Data Siswa Calon Peserta UN? Tentu yang harus anda persiapkan terlebih dahulu adalah data siswa. Data tersebut perlu anda pastikan bahwa sudah sepenuhnya selesai diverifikasi. Jangan ada perubahan lagi setelah anda melakukan pencetakan. Simaklah penjelasan di bawah ini dengan seksama


Cara Cetak Verifikasi Data Siswa Calon Peserta UN

1. Login ke dalam Aplikasi Pendataan UN Tahun Ajaran 2016/2017

Silahkan anda masuk ke Aplikasi Pendataan dengan menggunakan User ID dan Password masing-masing. Setiap sekolah berbeda-beda, yang memberikan kedua hal tersebut adalah dinas pendidikan kabupaten/kota setempat.

2. Pilihlah Menu Cetak

Menu cetak berada di bagian atas dalam beranda Aplikasi Pendataan UN. Seperti yang anda lihat dari gambar di atas ada sebuah menu yang bertuliskan Cetak. Silahkan anda Klik satu kali saja.

3. Pilihlah Sub Menu Daftar Siswa

Sub Menu Daftar Siswa berada di sebelah kiri dari beranda aplikasi pendataan UN yang berwarna biru. Karena anda akan melakukan pencetakan terhadap data siswa, maka silahkan klik satu kali Sub Menu tersebut

4. Pilihlah Sub Menu Rayon/Wilayah

Rayon/Wilayah berfungsi untuk memetakan sekolah yang disesuaikan dengan lokasi (Provinsi/Kabupaten) di mana sekolah tersebut berada. Sehingga anda akan dimudahkan ketika hendak mencari sebuah data sekolah.

5. Pilihlah Sub Menu Sekolah

Sub Menu Sekolah ini berfungsi untuk mencari data sekolah. Temukan nama sekolah anda, jangan sampai keliru dengan sekolah lainnya

6. Pilih Setting Cetak

Setting cetak berada di bagian bawah sebelah kiri. Fitur ini berfungsi untuk melakukan pengaturan terhadap apa yang akan dicetak. Dalam setting cetak ada 4 hal, yaitu siswa, verifikasi, DNS dan DNT.

Karena anda ingin melakukan pencetakan terhadap verifikasi data calon peserta UN maka yang diceklis adalah,  Verifikasi, Ringkas, dan TTD Kepsek (Tanda Tangan Kepala Sekolah). Jangan lupa keterangan halaman juga perlu diisi

7. Klik Tombol Cetak

Terakhir adalah cetak data. Klik tombol cetak yang berada di bagian bawah sebelah kanan Aplikasi Pendataan UN.

8. Tandatangani Kepsek dan Pengawas

Setelah semua data berhasil dicetak, selanjutnya harus segera ditandatangani oleh Kepala Sekolah (Kepsek) dan Pengawas sekolah tersebut. Ini menjadi tanda bukti legalitas dokumen UN tersebut.

Penutup

Ketika akan melakukan pencetakan, PC harus terhubung dengan printer. Usahakan printer yang dipakai mempunyai kualitas bagus, sehingga hasilnya akan jelas. Demikian informasi mengenai Cara Cetak Verifikasi Data Siswa Calon Peserta UN yang dapat saya berikan kepada anda semuanya.

UN 2017 Semuanya Berbasis Komputer


UN 2017 Semuanya Berbasis Komputer. Wacana Moratorium Ujian Nasional yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan beberapa waktu lalu akhirnya ditolak pmerintah. Alhasil pada tahun 2017 ini, ujian berskala nasional akan tetap diselenggarakan untuk semua jenjang sekolah mulai dari tingkat SD sampai dengan SMA sederajat di seluruh wilayah Indonesia.

Ada yang menarik dalam pelaksanaan UN Tahun 2017 nanti. Berbeda dengan Ujian Nasional sebelumnya yang sebagian besar masih menggunakan metode manual dengan memakai kertas, Sedangkan pada UN tahun 2017 diusahakan semuanya menggunakan UNBK. Kebijakan ini akan berlaku secara nasional terutama bagi jenjang pendidikan SMA, SMK, dan MA sederajat.

UN 2017 Semuanya Berbasis Komputer
UN 2017 Semuanya Berbasis Komputer.

Hal itu termuat dalam Rapat Koordinasi yang membahas tentang Persiapan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Tanggal 22 Desember 2016 lalu. Apa hasilnya rapat tersebut, simak baik-baik penjelasan berikut ini.

1. UN akan Dilaksanakan dengan Menggunakan Moda UNBK

Dalam dokumen hasil Rapat Koordinasi pada bagian persiapan pelaksanaan UN Tahun 2017 dijelaskan dengan tegas bahwa Ujian Nasional tahun ini akan dilaksanakan dengan menggunakan Moda Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK.

Kebijakan ini diambil dengan tujuan supaya dapat meningkatkan efisiensi, reliabilitas, mutu, integritas dan pelaksanaan UN. Seperti yang diketahui, pelaksanaan UN dengan menggunakan kertas membutuhkan biaya yang sangat besar. Persoalan ini diharapkan bisa di atasi dengan memakai moda UNBK.

Dalam UNBK ini, nantinya peserta didik tak lagi menggunakan kertas sebagai alat untuk mengerjakan dan menjawab soal ujian nasional. Melainkan, mereka harus mengisi jawaban ke dalam komputer/PC yang disedikan. Nantinya semua jawaban tersebut akan terkumpul jadi satu ke dalam sever yang kemudian akan dikirim pusat.

2. Jadwal Pelaksanaan UN di Setiap Jenjang Pendidikan Berbeda

Agar pelaksanaan UNBK bisa berjalan dengan maksiman, nantinya jadwal pelaksanaan ujian nasional untuk jenjang pendidikan SMA/MA, SMK dan SMP/MTs tidak dilakukan secara bersamaan. Mereka akan mengikuti UN dalam waktu yang berbeda. Sehingga fasilitas komputer yang ada bisa dipergunakan secara bergantian atau yang biasa disebut resource sharing.

3. Sekolah Pelaksana UNBK Harus Memiliki Lebih dari 20 Komputer dan Mempunyai Server

Bagi Sekolah dan madrasah yang sudah memiliki komputer dengan jumlah lebih dari 20 unit dan mempunyai server sendiri akan ditetapkan menjadi sekolah tempat penyelenggaraan Ujian Nasional Berbagasis Komputer (UNBK). Sehingga sekolah-sekolah lain yang berada di sekitarnya bisa juga mengikuti Ujian Nasional di sekolah tersebut.

4. Sekolah yang Belum Memiliki Infrastruktur Mengikuti UN di Sekolah Pelaksana UNBK

Memang harus disadari, belum semua sekolah di Indonesia memiliki Infrastruktur memadai untuk melaksanakan UNBK. Maka dari itu, bagi sekolah-sekolah yang belum memenuhi standar sarana prasarana untuk penyelenggaraan UNBK akan mengikuti ujian nasional di sekolah yang akan melaksanakan UNBK.

Kebijakan ini berlaku untuk semua jenjang, baik SMP/MTS, dan SMK, SMA/MA. Jadi sekolah yang belum memiliki infrastruktur pelaksanaan UNBK, ujian nasional siswanya akan bergabung dengan sekolah di sekitar yang sudah melaksanakan UNBK.

5. Tempat Pelaksana UNBK Ditetapkan Dinas Pendidikan

Tidak semua sekolah akan menjadi lokasi pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer. Hanya sekolah-sekolah yang dianggap siap saja (terutama dalam segi infrastruktur) yang akan menyelenggarakan UNBK.

Pihak yang menentukan tempat pelaksanaan UNBK Tahun 2017 adalah dari Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten setempat sesuai dengan kewenangan mereka. Penentuan tempat pelaksanaan UN bagi sekolah yang belum mempunyai infrastruktur akan dilihar dari kedekatan jarak sekolah tersebut dengan sekolah pelaksana UNBK.

Dengan memperhitungkan kedekatan jarak antar sekolah, maka sekolah yang belum melaksanakan UNBK tidak terhalangi dengan jarak tempuh yang sangat jauh dengan sekolah pelaksana UNBK. Sehingga diharapkan semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar tanpa suatu halangan apapun juga.

6. Jumlah Sekolah Pelaksana UNBK

Hingga saat ini, jumlah sekolah dan madrasah yang tercatat siap melaksanakan UNBK mencapai 12.053 sekolah. Kapasitas peserta didiknya mencapai jumlah 2.188.947 siswa. diharapkan jumlah ini akan terus bertambah, sehingga semua sekolah di Indonesia ini bisa menjalankan UNBK.

Semua itu adalah perencanaan awal untuk pelaksanaan Ujian Tahun 2017 ini. Berdasarkan data yang ada, diperkirakan sebanyak 85-90% peserta didik di Indonesia melaksanakan ujian nasional dengan mempergunakan UNBK. Sementara sisanya yang diperkirakan mencapai 15-10% masih menggunakan dengan basis kertas (dicetak).

Untuk jenjang pendidikan SMP/MTs/sederajat, diperkirakan sebanyak 50% pserta didik melaksanakan ujian nasional dengan moda UNBK. Sedangkan sekitar 50% sisanya masih masih menggunakan moda basis kertas.

Dengan melihat data tersebut, tentunya pelaksanaan UNBK dalam skala nasional bisa direalisasikan. Namun begitu, persiapan secara matang wajib untuk dilakukan oleh semua pihak. Supaya dalam pelaksanaan UN nanti berjalan dengan lancar. Demikian informasi mengenai UN 2017 Semuanya Berbasis Komputer yang bisa saya sampaikan.

Cara Validasi Data Siswa di Aplikasi Pendataan UN

Cara Validasi Data Siswa di Aplikasi Pendataan UN. Ujian Nasional Tahun 2017 akan segera tiba. Pelaksanaan ujian ini akan dimulai Pada bulan April nanti. Sehingga segala persiapan tinggal beberapa bulan lagi. Maka dari itu sekolah sebagai pihak pelaksana perlu memastikan segala persiapan telah dilakukan dengan baik dan benar.

Salah satu hal yang wajib dipersiapan oleh sekolah dalam menghadapi UN adalah data siswa atau peserta didik. Data siswa peserta UN adalah identitas resmi siswa calon peserta ujian nasional yang diambil dari dokumen legal baik didasarkan dari KK dan KTP yang nantiya menjadi data diri siswa saat mengikuti semua proses tahapan pelaksanaan UN.

Cara Validasi Data Siswa di Aplikasi Pendataan UN
Cara Validasi Data Siswa di Aplikasi Pendataan UN.

Data identitas calon peserta UN haruslah mencakup berbagai macam informasi. Mulai dari nama lengkap, NISN, Nomor Peserta Ujian sampai dengan identitas kedua orang tuanya. Semua data tersebut wajib diinput ke dalam sistem Aplikasi Pendataan Ujian Nasional. Sehingga siswa bisa terdaftar sebagai peserta UN.

Bagaimana jika ada data yang belum dilengkapi? Perlu anda fahami dalam aplikasi pendataan UN sudah ada daftar data siswa. Keseluruhan data tersebut wajib diisi. Oleh karena itu, bagi sekolah dan siswa perlu menyiapkan segala administrasi keperluan UN sejak dini. Sehingga ketika sudah naik ke kelas akhir datanya sudah lengkap dan dinyatakan valid.

Bagi sekolah yang data siswanya sudah dilengkapi sepenuhnya, bukan berarti tugas anda telah selesai. Operator yang bertugas sebagai admin UN tingkat sekolah perlu melakukan pengecekan data siswa dan melakukan validasi di dalam Aplikasi Pendataan UN. Apa fungsinya? Untuk memastikan kebenaran data para peserta un di sekolah anda.

Misalnya, ada siswa peserta UN yang bernama ARIF KHOIRUDIN namun dalam Aplikasi Pendataan UN tertulis ARIF KHOIRUDDIN maka itu harus segera diperbaiki. Meski perbedaan hanya terletak pada penulisan huruf D yang ganda itu bisa menjadi persoalan. Maka dari itu, saat melakukan pengecekan data siswa gunakanlah dokumen resmi seperti ijazah sekolah dahulu, akta kelahiran atau KK untuk mengecek validitas kebenarannya.

Sepertinya hal itu memang terlihat sepele. Namun pada kenyataannya efeknya sangat besar. Bisa jadi karena kesalahan penulisaan ejaan nama, siswa di sebuah sekolah tak bisa mengikuti ujian nasional. Apabila ini yang terjadi tentunya yang paling dirugikan adalah peserta didik tersebut.

Berkaitan dengan hal itu, di sini saya akan menjelaskan tahapan Cara Cek dan Validasi Data Siswa Peserta UN. Cek dan validasi data ini dilakukan melalui Aplikasi Pendataan Ujian Nasional. Sehingga bisa langsung dilihat, peserta didik yang datanya terdapat kekeliruan atau kesalahan. Simaklah dengan seksama penjelasan di bawah ini.


Cara Validasi Data Siswa di Aplikasi Pendataan UN

1. Login terlebih dahulu ke dalam Aplikasi Pendataan Ujian Nasional menggunakan username dan password anda masing-masing

2. Di halaman beranda Aplikasi Pendataan Ujian Nasional, Pilihlah sub menu Siswa yang berwarna biru. Letaknya di samping kiri beranda aplikasi.

3. Setelah menu siswa anda klik, kemudian pilihlah Kolom Rayon atau Wilayah. Pilih sesuai dengan rayon dan wilayah di mana lokasi sekolah anda berada

4. Usai rayon atau wilayah ditemukan, selanjutnya Pilih Kolom Sekolah yang posisinya berada di bawahnya. Cari nama sekolah anda.

5. Maka kemudian akan muncul data siswa di sekolah anda yang menjadi calon peserta UN. Ada beberapa data penting Siswa yang harus anda cek, yaitu:

a. Nama Peserta, harus lengkap, ejaan benar sesuai dengan dokumen yang sah (ijazah sebelumnya atau Akta Kelahiran)

b. Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), harus sesuai dengan data yang ada. Nomor yang diinput harus terdata dalam nisn.data.kemdikbud.go.id

c. Kode Program Keahlian siswa, harus sesuai dengan program keahlian siswa di sekolah. Jangan sampai tertukar. Apabila siswa berada di Jurusan IPA maka kodenya sesuai jurusan IPA

d. Tempat Lahir adalah Nama Kabupaten di mana siswa tersebut lahir

e. Tanggal Lahir adalah keterangan waktu ketika siswa tersebut dilahirkan

f. Jenis Kelamin harus jelas apakah Laki-Laki atau Perempuan

g. Nama Orang tua berisi tentang data Ayah dan Ibu Kandung. Biasanya yang paling utama adalah data Ibu Kandung. Diinput dengan nama lengkap dan ditulis dengan ejaan yang benar

h. Alamat menunjukkan lokasi di mana siswa tersebut tingal

i. Kurikulum adalah jenis kurikulum yang dipakai oleh sekolah. Ada 2 jenis kurikulum, KTSP dan Kurikulum 2013

j. Agama berisi tentang keyakinan yang dipeluk oleh siswa

k. Nomor Seri Ijazah adalah nomor yang tertera pada ijazah sebelumnya

l. Nomor Seri SKHUN adalah nomor yang tertera pada Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) sebelumnya.

m. Nomor Peserta SMP/MTs berisi nomor ujian siswa saat di jenjang pendidikan SMP/MTs

n. Status SMP/MTs berisi tentang status SMP/MTs tersebut Negeri atau Swasta

o. Terakhir adalah Jenis SMP/MTs

Sangat banyak sekali memang, dan ini sangat wajar karena data tersebut berkaitan dengan identitas calon peserta UN. Saran saya, semua data tersebut harus sudah anda isi sejak awal masuk sekolah. Sehingga ketika memasuki Ujian Nasional maka semua data tersebut sudah siap. Demikian informasi mengenai Cara Validasi Data Siswa di Aplikasi Pendataan UN yang bisa saya sampaikan.

Jadwal Lengkap UN dan USBN 2017

Jadwal Lengkap UN dan USBN 2017. Sobat Guru Indonesia, kali ini admin akan memberikan informasi mengenai Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional Tahun 2017. Seperti kabar yang telah diumumkan bahwa UN akan tetap digelar pada tahun ini. Untuk itu semua sekolah perlu mempersiapkan diri dengan sebaik-bainya.

Dalam rangka persiapan UN, Kementerian Pendidikan dan Kebuadayaan pada tanggal 22 Desember 2016 telah mengadakan Rapat Koordinasi Persiapan UN dan USBN. Rapat ini bertujuan untuk membahas berbagai mekanisme dan aturan yang akan dilakukan pada pelaksanaannya di tahun ini.

Jadwal Lengkap UN dan USBN 2017
Jadwal Lengkap UN dan USBN 2017.

Ada berbagai informasi penting yang dihasilkan dalam Rapat Koordinasi Persiapan UN dan USBN tersebut. Diantaranya mengenai kebijakan tentang UN, Jadwal Pelaksanaan UN di semua jenjang sekolah sampai dengan Mapel-Mapel yang akan diujikan dalam USBN tahun ini. Berikut ini kami bahas satu per satu poin tersebut.


Kebijakan mengenai Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Tahun 2017

Ada tiga hal penting mengenai Ujian Nasional dan Ujian Sekolah pada tahun ini, ketiganya adalah sebagai berikut:

1. Ujian Nasional (UN) akan tetap dilaksanakan.

2. Ujian Sekolah (US) kini ditingkatkan mutunya menjadi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2017 untuk beberapa mata pelajaran saja.

3. Memperluas pelaksanaan ujian berbasis komputer, baik Ujian Nasional maupun Ujian Sekolah Berstandar Nasional


Mata Pelajaran UN dan USBN Tahun 2017

Untuk Jenis Mata Pelajaran dalam UN dan USBN ada perbedaan antara masing-masing tingkat satuan pendidikan. Untuk lebih jelasnya perhatikan penjelasan berikut ini:

A. Jenjang Pendidikan SMP

1) Mapel Ujian Nasional Meliputi, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan IPA

2) Mapel USBN Meliputi, Pendidikan Agama, PPKN dan IPS

B. Jenjang Pendidikan SMA

1) Mapel UN meliputi, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Mapel pilihan sesuai jurusan (1 mapel)

2) Mapel USBN meliputi, Pendidikan Agama, PPKN, Sejarah dan 3 Mapel sesuai program studi siswa

C. Jenjang Pendidikan SMK

1) Mapel UN meliputi, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan

2) Mapel USBN meliputi, Pendidikan Agama, PPKN dan Keterampilan Komputer

Baca Juga: Peserta UN Tahun 2017

Jadwal UN dan USBN 2017

Perhatikan Jadwal UN dan USBN 2017 ini dengan baik. Jadwal ini disusun mulai dari jadwal persiapan hingga pelaksanaannya. Lebih jelasnya perhatikan penjelasan berikut ini:

1. Tanggal 21 Desember 2016 Kisi-kisi UN dan USBN selesai dibuat

2. Tanggal 31 Januari 2017 Pelatihan narasumber tingkat provinsi

3. Tanggal 15 Maret 2016 KKG/MGMP selesai menyusun soal mandiri

4. Tanggal 1 April 2017 Perakitan dan distribusi master soal ke sekolah

5. Tanggal 3-6 April 2017 Pelaksanaan UN SMK

6. Tanggal 10-13 April 2017 Pelaksanaan UN SMA/MA

7. Tanggal 2, 3, 4, 15 Mei 2017 Pelaksanaan UN SMP/MTs gelombang I

8. Tanggal 8, 9, 10, 16 Mei 2017 Pelaksanaan UN SMP/MTs gelombang II

Persiapan Pelaksanaan UN Tahun 2017

1. Dalam rangka meningkatkan efisiensi, mutu, reliabilitas, integritas, dan kehematan Ujian Nasional dilaksanakan dengan moda UNBK

2. Jadwal Ujian Nasional untuk jenjang SMK, SMA/MA, dan SMP/MTs tidak bebarengan sehingga komputer bisa dipergunakan secara bergantian (resource sharing)

3. Sekolah/Madrasah pelaksana UN dengan jumlah komputer lebih dari 20 unit dan mempunyai server bisa ditetapkan menjadi sekolah tempat pelaksanaan UNBK

4. Peserta didik tingkat SMA/MA dari sekolah yang belum mempunyai infrastruktur UNBK mengikuti ujian di SMK atau SMP/MTs pelaksana UNBK, demikian juga berlaku sebaliknya

5. Dinas Pendidikan di Provinsi/Kabupaten setempat (Sesuai dengan kewenangannya) menetapkan tempat pelaksanaan ujian bagi peserta didik dari sekolah yang belum mempunyai fasilitas berdasar kedekatan jarak antar sekolah tersebut

6. Saat ini telah terdata sebanyak 12.053 sekolah/madrasah siap menjadi tempat pelaksana UNBK, dengan jumlah kapasitasnya mencapai 2.188.947 peserta didik

Kesiapan UN Tahun 2017

1. Soal UN

a. Soal UN bagi jenjang pendidikan SMP/MTs, SMA/MA, SMK, SMPLB/SMALB untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan sudah siap dalam Bank Soal

b. Soal UN bagi pendidikan Paket B, dan C sudah siap dalam Bank Soal

c. Total semuanya sudah disiapkan soal bagi 88 Mapel untuk berbagai jenjang pendidikan @40-50 soal dengan berbagai varian soal yang disesuaikan dengan kebutuhan

2. Metode Pelaksanaan UN

a. Ujian Nasional rencananya akan semaksimal mungkin dilaksanakan dengan UNBK, terutama bagi jenjang pendidikan tingkat SMA/MA/sederajat, hingga kini diperkirakan sebanyak 85-90% peserta didik menggunakan UNBK, sedangkan sisanya masih menggunakan ujian basis kertas (dicetak)

b. Pada jenjang pendidikan tingkat SMP/MTs/sederajat, diperkirakan ada 50% yang menggunakan UNBK, sedangkan sisanya masih menggunakan basis kertas

3. Pengorganisasian UN

a. Dalm Ujian Nasional akan dibentuk sebuah Kepanitiaan tingkat Pusat dan Daerah  yang masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Selain itu juga dengan memperkuat peran LPMP dan melibatkan Komite Sekolah dan Perguruan Tinggi

b. Pelaksanaan Rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan yang berada di Provinsi/Kabupaten-Kota berlangsung pada 22 Desember 2016

c. Pelaksanaan Rapat Koordinasi dengan KemristekDikti dan Panitia SNMPTN akan dilaksanakan pada 23 Desember 2016

4. Pelaksanaan UN

a. UN Untuk Jenjang SMK  dilaksanakan pada 3-6 April 2017

b. UN untuk jenjang SMA/MA dilaksanakan pada 10-13 April 2017

c. UN untuk jenjang SMP/MTs gelombang I dilaksanakan pada 2, 3, 4, 15 Mei 2017. Sementara untuk gelombang II dilaksanakan pada 8, 9, 10, 16 Mei 2017

Persiapan Pelaksanaan USBN Tahun 2017

1. Mata pelajaran USBN Tahun 2017

a. Untuk jenjang SMP mapel USBN meliputi Pendidikan Agama, PPKN, IPS

b. Untuk jenjang SMA mapel USBN meliputi Pendidikan Agama, PPKN, Sejarah, 3 mapel sesuai program studi siswa

• Jurusan IPA meliputi Fisika, Kimia, Biologi;

• Jurusan IPS meliputi Ekonomi, Geografi, Sosiologi;

• Jurusan Bahasa meliputi Sastra Indonesia, Antropologi, Bahasa Asing

c. Untuk jenjang SMK mapel USBN meliputi Pendidikan Agama, PPKN, Keterampilan Komputer

2. Pelaksanaan USBN Tahun 2017

a. Guru pelatih akan diberikan pelatihan khusus penulisan kisi-kisi/indikator soal, penulisan soal, dan cara penskoran soal baik jenis soal pilihan ganda maupun uraian atau esai beserta rubrik penilaiannya

b. Adapun Penulisan soal oleh para guru yang tergabung dalam KKG/MGMP di Kabupaten/Kota/Gugus setempat harus mengacu pada kisi-kisi USBN yang ditentukan

c. Master soal USBN disimpan oleh Kepala Sekolah

d. Buku soal USBN dicetak dan disimpan di sekolah masing-masing

e. Pelaksanaan USBN sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab mutlak dari Kepala Sekolah

f. Penskoran hasil dari USBN akan dilakukan oleh guru secara silang antar sekolah dalam gugus setempat

Baca Juga: Cara Download Berita Acara dan Data Calon Peserta UN

Kesiapan USBN Tahun 2017

1. Soal USBN

• Penyusunan kisi-kisi USBN sudah selesai dilakukan pada tanggal 21 Desember 2016, dan akan  ditetapkan oleh BSNP dalam minggu ini

• Penyusunan soal USBN 25% dilakukan dari pusat dalam proses, selesai akhir Desember 2016 ini

• Pelatihan trainer Nasional USBN akan selesai pada15 Desember 2016

• Pelatihan nara sumber USBN tingkat provinsi pada tahap I selesai pada 20 Desember 2016

• Pelatihan nara sumber USBN tingkat provinsi tahap berikutnya akan selesai pada akhir Januari 2017 (sitargetkan ada 3000 guru)

• Penyusunan soal mandiri oleh anggota KKG/MGMP dilakukan pada awal Januari– 15 Maret 2017

• Perakitan soal oleh anggota KKG/MGMP dan distribusi master soal ke semua sekolah akan selesai pada awal April 2017

2. Pengorganisasian USBN Tahun 2017

• Pelaksanaan Rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten-Kota di Indonesai berlangsung pada 22 Desember 2016

• Dukungan pelatihan dan hibah pada anggota KKG/MGMP pada tahun 2017 dilakukan untuk menyusun soal USBN

3. Pelaksanaan USBN Tahun 2017

• USBN untuk jenjang pendidikan SMA/sederajat dilakukan pada bulan April 2017 yang Dikoordinasikan oleh Dinas Provinsi

• USBN untuk jenjang pendidikan SMP/sederajat dilakukan pada bulan Mei 2017 yang Dikoordinasikan oleh Dinas Kabupaten/Kota

Demikian informasi tentang Jadwal Lengkap UN dan USBN 2017 yang bisa saya sampaikan untuk anda semuanya.