Curhatan Operator Dapodik Ini jadi Viral di Medsos

Curhatan Operator Dapodik Ini jadi Viral di Medsos. Sahabat Operator Dapodik,  Pekerjaan Operator Dapodik sekolah pada dasarnya bekerja di belakang layar. Ia tidak kelihatan, namun perannya sangat penting dalam pengelolaan lembaga pendidikan saat ini.

Bayangkan saja, semua keperluan sekolah, mulai dari input data peserta didik, PTK, Dana BOS, Program Indonesia pintar atau PIP hingga sertifikasi guru semuanya berada di tangan operator Dapodik. Sayangnya beban berat operator, belum diimbangi dengan penghargaan yang layak baik dari sekolah maupun pemerintah.

Curhatan Operator Dapodik Ini jadi Viral di Medsos
Isi Curhatan Salah Seorang Operator Dapodik.



Alih-alih menyejahterakan, operator Dapodik saat ini bahkan harus gigit jari sebab terdapat tugas baru yaitu menginput kuesioner Aplikasi Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP).

Aplikasi PMP banyak membuat para operator Dapodik pusing tujuh keliling. Selain karena kuesionernya yang banyak juga dikarenakan adanya beberapa aplikasi.

Bahkan, setelah selesai mengerjakan PMP masalah yang dialami Operator Dapodik tidak lantas berhenti. Kerapkali, jerih payaj mereka kurang dihargai oleh pihak-pihak tertentu. Seperti yang dialami akun Facebook bernama James Saridin. Sebagai seorang operator Dapodik, ia mengugkapkan sesuatu yang perlu diketahui banyak pihak melalui akun FBnya.

Berikut ini kutipan statusnya di FB

Pak Yusuf Rokhmat, kami (ops) mengapresiasi himbauan bapak spy ops menginstal, dan menfasilitasi semua responden dalam pengisian kuisioner. Maslahnya pak, dilapangan banyak Pengawas yang tidak tau, bahkan marah ke operator, katanya ngirim sembarangan, padahal yang kami kirim baru 1 KS, 1 PD dan 1 PTK, mengirimnya pun ikut petunjuk dan ke server yang jelas.

Saya bingung dengan app ini.. Alurnya itu dari sekolah ke pengaws, atau dari pengawas ke sekolah.. Jika alurnya dari PS ke sekolah kenapa banyak PS tidak tau.. Kenapa aplikasinya tidak dikasihkan ke pengawas saja.

Tolong pak, lindungi, sayangi dan naungi kami ops yang loyal terhadap dapodik, meski hak kami masih terabaikan.

Saya tau pmp pengembangnya tersendiri.. Tetapi bapak sudah shrare app dan faq, artinya bapak turut serta dalam mengawal app ini.

Mohon tanggapan.

Sontak saja status tersebut menjadi Viral dan banyak dikomentari terutama oleh sesama rekan Operator Dapodik. Banyak yang menyesalkan hal itu terjadi. Semua pihak di dalam pendidikan harusnya memahami betapa beratnya tugas operator. Jangan hanya selalu menyalahkan saja.

Jika ada persolan atau kekeliruan, operator Dapodik harusnya diberi pengarahan bukannya justru dimarahi.

Curhatan melalui status tersebut hanya sebagian kecil dari berbagai macam beban kerja yang harus ditanggung operator Dapodik. Maka dari itu, hargailah dan hormati peran Operator Dapodik dalam tugasnya memajukan pendidikan di Indonesia.

Ini bukan yang pertama kali diungkapkan operator dapodik. Sudah sejak dahulu, persoalan yang dialami operator tak juga terselesaikan. Memang harus diakui, beban berat keja operator sampai sekarang tidak sebanding dengan penghargaan yang diperoleh.

Penghargaan yang didapatkan operator biasanya sekedar seikhlasnya dari pihak sekolah. Padahal kerja operator itu bisa dikatakan 24 jam penuh. Ia harus selalu mengetahui informasi terkait dengan pendataan pendidikan. Apabila ada satu hal saja yang terlewatkan maka bisa merugikan sekolah.

Menurut saya, persoalan yang dialami oleh operator dapodik sekolah perlu segera diselesaikan. Masalah kesejahteraan perlu mendapat kejelasan dari pemerintah. Harus ada payung hukum yang mengatur hal ini. Supaya ada aturan jelas mengenai pemberian honor operator. Sehingga jerih payah mereka dihargai dengan layak. Semoga semuanya bisa saling mendukung terhadap tugasnya masing-masing sehingga pendidikan indonesia semakin maju.

Cara Mengatasi Gagal Kirim Data PMP

Cara Mengatasi Gagal Kirim Data PMP. Sahabat Operator Dapodik di manapun anda berada, membicarakan tentang kesalahan siatem dalam Aplikasi Penjaminan Mutu Pendidikan seakan tidak ada habisnya. Setelah beberapa Bug Aplikasi berhasil diperbaiki, ternyata masih ada kesalahan aplikasi yang terjadi di dalamnya.

Tentunya ini akan menjadi kendala tersendiri bagi Operator. Mengingat semakin dekatnya waktu Cutt Off data PMP ini. Untuk itu semoga Bug atau kesalahan aplikasi segera diselesaiakan oleh server pusat supaya pengerjaan PMP berlangsung lancar tanpa ada suatu halangan apapun.

Sobat Operator sekalian, salah satu Bug Aplikasi PMP yang paling banyak ditanyakan operator Dapodik adalah dalam proses kirim data. Seperti yang kita ketahui, ketika selesai mengisi kuesioner PMP dengan jumlah responden yang ditentukan, Operator Dapodik Sekolah perlu melakukan pengiriman data ke server Aplikasi PMP pusat.

Cara Mengatasi Gagal Kirim Data PMP
Cara Mengatasi Gagal Kirim Data PMP.
Pengiriman data PMP ini bertujuan sebagai laporan ke pusat bahwa sekolah tersebut memang sudah melakukan pengisiam kuesioner PMP. Sistem pengiriman data PMP hampir sama seperti syncronisasi Dapodik. Tentu sebagai operator sekolah, anda semua pasti sangat memahami langkah tersebut.

Namun kendati mirip proses synkronisasi Dapodik, nyatanya pengiriman data PMP ke server pusat membutuhkan waktu yang sangat lama. Tentu hal ini sangat berbeda dengan Aplikasi Dapodik, yang hanya perlu waktu kurang lebih 2 menit untuk melakukan syinkronisasi data yang ada.

Bahkan dalam beberapa forum operator Dapodik ada yang mengatakan setelah mengirim data hingga 5 jam, data PMP belum juga berhasil dikirim. Hal ini tentu menambah pusing kepala. Untuk menjawab rasa pusing anda, berikut ini Cara Mengatasi Gagal Kirim Data PMP:

1. Pertama, pastikan kuesioner pertanyaan PMP sudah terisi semua sesuai jumlah minimal responden yang telah ditentukan di setiap sekolah. Dengan mengisi semua kuesioner, maka tombol Kirim Data akan bisa di Klik dan anda akan bisa mengirimnya ke server pusat.

2. Pasrikan koneksi internet harus stabil. Hal ini diperlukan karena dalam pengiriman data PMP membutuhkan jaringan internet yang baik. Dalam beberapa kasus, gagalnya pengiriman data PMP dikarenakan sinyal tidak mendukung. Untuk itu, anda perlu mengetahui koneksi internet yang paling baik di daerah anda, supaya koneksi internet saat pengiriman data PMP stabil

3. Lakukan Backup data terlebih dahulu, supaya jika terjadi kesalahan dalam pengiriman anda masih punya data cadangan. Menu Backup Data PMP dibuat untuk mengantisipasi jika ada kesalahan supaya anda tidak perlu mengulangi kembali. Dengan hanya merestore data Backup yang anda download, pasti data PMP anda akan kembali lagi.

4. Biarkan proses pengiriman data PMP terus berjalan minimal 30 menit. Biasanya setelah rentang waktu tersebut, pengiriman akan berhasil. Namun ada juga yang tidak kunjung selesai proses pengirimannya. Tetapi anda tidak perlu khawatir, biarkan saja prosea pengiriman itu berlangsung terus. Hal ini penting dilakukan sebab meski belum ada keterangan berhasil namun dibanyak kasus diprogres pengiriman, data PMP sudah terkirim. Untuk melihat data di progres pengiriman anda membutuhkan waktu paling tidak 1x24 jam.

Kesimpulan saya sementara, kenapa progres kirim data PMP berlangsung lama? Hal ini dikarenakan aplikasi ini belum sempurna, sehingga perlu banyak perbaikan lebih lanjut. Kendati demikian anda tak perlu bingung, sebab data anda tetap bisa dikirim meski tidak ada keterangan berhasil. yang terpenting biarkan proses pengiriman berlangsung agak lama. Selang beberapa hari silahkan cek di progres pengiriman data PMP.

Demikian Cara Mengatasi Gagal Kirim Data PMP. Semoga dapat sedikit memberi pemahaman kepada anda semua, dan semoga Aplikasi PMP segera disempurnakan agar menjadi lebih baik. Terimakasih

Jumlah Responden yang Harus Mengisi PMP

Jumlah Responden yang Harus Mengisi PMP. Sahabat operator Dapodik di seluruh, semenjak aplikasi PMP di update menjadi versi 1.4 banyak rekan-rekan operator yang bingung mengenai Jumlah Responden yang harus mengisi kuesioner PMP. Sebab di aplikasi terbaru, pada Menu Verifikasi dan Kirim Data sudah tidak ada lagi keterangan jumlah responden yang harus mengisi.

Lantas, apakah semua unsur sekolah mulai dari Komite, Pengawas, Kepala Sekolah, semua PTK dan semua Peserta Didik harus mengisi PMP? Tentu jika hal ini wajib dilakukan menjadi pekerjaan yang sangat melelahkan. Terutama bagi yang memiliki peserta didik dengan jumlah yang sangat banyak. Bayangkan saja jika dalam sekolah terdapat 1.000 siswa, apabila mereka semua wajib mengisi sungguh tidak bisa dibayangkan betapa lamanya waktu mengisi kuesioner ini.

Jumlah Responden yang Harus Mengisi PMP
Jumlah Responden yang Harus Mengisi PMP.


Untuk menjawab persoalan tersebut, saya akan menjelaskannya melalui artikel berikut ini. Yang perlu anda ketahui pertamak ali saat ingin mengisi kuesioner PMP adalah, Siapa saja unsur yang menjadi responden dalam pengisian instrumen PMP?

Unsur-unsur yang menjadi responden terdiri dari 5 yaitu kepala sekolah, pengawas sekolah, guru, peserta didik, dan komite (perwakilan orang tua siswa). Semua komponen tersebut wajib mengisi data PMP, supaya data bisa diverifikasi dan dikirim. Apabila satu saja tidak mengisi, maka data tidak bisa dikirim ke server pusat.

Lalu, berapa jumlah responden yang harus mengisi pada setiap komponen tersebut?

Perlu anda fahami, setiap jenjang sekolah mulai dari dasar hingga menengah (SD, SMP, SMA/SMK). Berikut ini Jumlah Responden yang Harus Mengisi PMP:

1. Kepala Sekolah jumlah 1 orang, login menggunakan email dan password Aplilasi PMP

2. Pengawas Sekolah jumlah 1 orang, anda perlu menambah pengguna terlebih dahulu. Isi semua data yang diperlukan sebagai dasar pembuatan akun pengguna pengawas di sekolah anda

3. Guru SD  6 orang mewakili masing-masing tingkat kelas (kelas 1 – 6). Setiap kelas diwakili satu orang guru, sebab di SD yang dihitung hanya guru kelas.

4. Guru SMP/SMA/SMK jumlah responden minimal 1 orang / mata pelajaran mewakili keseluruhan tingkat kelas

5. Peserta didik SD jumlah responden minimal 10 orang / tingkat kelas (kelas 4,5,6)

6. Peserta didik SMP/SMA/SMK jumlah responden minimal 10 orang / tingkat kelas

7. Komite jumlah responden minimal 1 orang /tingkat kelas

Dari aturan tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa jumlah minimal responden yang harus mengisi kuesioner PMP di masing-masing sekolah berbeda. Hal ini tergantung jumlah tingkat kelas dan rombongan belajar yang ada di sekolah. Semakin banyak kelas maka semakin banyak pula yang harus mengisi kuesioner. Yang terpenting adalah kelima unsur tadi terisi semua.

Kendati demikian, tidak ada salahnya juga semua siswa dan PTK dalam sebuah sekolah ikut serta mengisi kuesioner. Ini justru akan semakin baik. Hanya saja anda perlu bekerja cerdas dengan memanfaatkan banyak PC untuk mengerjakan PMP ini secara bersama-sama

Ada juga beberapa kasus sekolah yang belum memiliki Kepala Sekolah, siapa yang mengisi instrumen Kepala Sekolah? Jika sekolah anda mengalami hal ini, lantas yang harus mengisi instrumen kepala sekolah adalah PLT Kepala Sekolah yang ditunjuk oleh pihak berwenang (Sekolah negeri oleh dinas, sekolah swasta oleh ketua yayasan.

Demikian penjelasan mengenai Jumlah Responden yang Harus Mengisi PMP. Semoga dapat memberi pemahaman bagi para operator sehingga proses pengisian PMP dapat berjalan dengan baik dan lancar.