Sejarah Ilmu Ekonomi

Setelah masa Xenophon, banyak ilmuwan dan filsuf yang mengemukakan pemikiranpemikirannya tentang ilmu ekonomi. Hanya saja pemikiran-pemikiran tersebut tidak dikemukakan secara sistematik dan holistik. 



Awal pesatnya perkembangan ilmu ekonomi ditandai dengan penerbitan buku An Inquiry Into the Nature and Cause of the Wealth of Nations atau lebih dikenal dengan Wealth of Nations (1776). Buku karya Adam Smith ini merupakan buku pertama yang membahas ilmu ekonomi secara sistematik dan holistik. 

Adam Smith menjelaskan beberapa pandangan tentang ilmu ekonomi yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya ilmu ekonomi sebagai cabang ilmu yang berdiri sendiri. Berkat gagasan-gagasannya, Adam Smith kemudian dikenal sebagai Bapak Ilmu Ekonomi. Salah satu gagasan Adam Smith yang paling penting dan terkenal adalah teori Invisible Hand.

Dalam sejarah perkembangan peradaban, awalnya manusia memenuhi kebutuhannya dengan cara berburu dan meramu. Dalam perkembangan selanjutnya, manusia menetap di suatu tempat dengan bercocok tanam dan beternak. 

Pada periode ini terciptalah sistem barter, barang ditukar barang, untuk memenuhi kebutuhan yang semakin beragam. Pernahkan kalian melakukan system barter? Ketika melakuan barter, adakah kekurangannya?

Sistem barter memudahkan manusia untuk mendapatkan suatu barang tanpa harus bersusah payah berburu atau mengandalkan hasil cocok tanam dan ternaknya sendiri. Namun, manusia kemudian menyadari bahwa system barter memiliki kekurangan. Pada sistem barter tidak terdapat satuan ukur yang jelas antara satu barang atau jasa terhadap barang dan jasa lainnya.

Tidak adanya satuan ukur yang jelas ini menimbulkan ketidakadilan pada pihak yang melakukan barter. Sebagai contoh, pada sistem ini, satu karung padi dapat ditukarkan dengan 10 butir telur ayam, atau pertukaranpertukaran lain yang dianggap tidak adil. 

Namun, barter terpaksa dilakukan karena tidak ada pilihan pada salah satu pihak. Di samping itu, kekurangan dari sistem ini adalah kesulitan dalam mempertemukan orang-orang yang saling membutuhkan dalam waktu bersamaan. Sistem barter sangat dipengaruhi oleh kebutuhan masing-masing individu. 

Seseorang tidak dapat begitu saja menukarkan barang atau jasa miliknya dengan sesuatu yang dia butuhkan karena bisa jadi orang lain tidak membutuhkan barang atau jasa yang ia miliki. Oleh karena itu, sistem barter ini kemudian dianggap tidak efektif untuk memenuhi kebutuhan.

Seiring berkembangnya peradaban, manusia kemudian menemukan satuan alat hitung dalam sistem perdagangan yang sekarang kita kenal dengan sebutan uang. Dengan kejelasan satuan alat hitung, maka manusia semakin mudah dalam mendapatkan barang atau jasa yang merekabutuhkan. Mereka bisa  menukar uang yang dimiliki untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan. Di samping itu, mereka juga tidak perlu mencari orang yang hendak menukarkan barangnya.

Berbagai upaya-upaya yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya itulah yang menjadi inti dari ilmu ekonomi. Secara sederhana, ilmu ekonomi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari cara manusia memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan sumber daya yang terbatas (Sugiharsono & Wahyuni, 2018; Sukirno, 2019). 

Kelahiran ilmu ekonomi didorong oleh adanya kelangkaan. Masalah kelangkaan merupakan suatu tantangan bagi manusia untuk terus memenuhi kebutuhannya. Kelangkaan menimbulkan pilihan-pilihan yang harus diputuskan oleh manusia di tengah keterbatasam sumber daya.

Untuk melengkapi khazanah pengetahuan, kalian dapat mencari dari berbagai sumber mengenai pendapat ahli tentang ilmu ekonomi dan melakukan perbandingan. Apa saja perbedaan atau persamaan pendapat para ahli dalam memaknai ilmu ekonomi? Apakah kalian memiliki definisi yang lain tentang ilmu ekonomi?


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel